Istri Di Atas Kertas

Istri Di Atas Kertas
Menghilangnya Fuji


__ADS_3

"Om aku mau di bawa kemana sih, kasian tau Abang aku ngejer aku dari tadi. Berenti kenapa sih liat tuh abang aku udah capek ngejar mobil ini."ujar Fuji yang langsung mengkhawatirkan kondisi Abang nya yabg terus berusaha mengejar mobil yang membawanya.


"Udah diam aja kamu anak kecil nggak usah banyak ngomong."


"Om orang jahat ya."


"Kalau iya kenapa."


"Om mau culik aku ya."


"Aduh diam kenapa sih mau Om sumpel mulutnya ngomong terus nggak berenti-berenti dari tadi."


"Lepasin aku Om."


"Udah diam."


Fuji terdiam memikirkan bagaimana cara untuk kabur dari orang yang menculik nya.


*Andai aja tadi aku dengerin omongan Bang Langit, ini semua nggak akan terjadi sama aku.*


"Woi berenti lepasin adek gue."teriak langit sekeras mungkin agar mobil itu berhenti dan melepaskan adeknya.


"Kalau kayak gini gue bisa gagal nyelamatin Fuji, mama pasti bakalan sedih kalau tau Fuji di culik."langit melamun memikirkan bagaimana nanti kalau sampai Mama nya tau kalau Fuji di culik, hingga langit tak memperhatikan jalan.


Dari arah simpang jalan ada sebuah truk yang melaju dengan kecepatan tinggi , sopir truk kaget dengan kemunculan Langit yang secara tiba-tiba hingga supir truk itu langsung membanting stir nya ke kanan.


"Aaaaaa."


Brukk


Tubuh langit terkulai lemas tak berdaya di tengah jalan dengan darah yang terus mengucur dari kepalanya.


Sopir truk menabrak pembatas jalan dengan bagian depan mobilnya yang rusak parah sedangkan langit terkena bagian belakang truk yang berusaha menghindari kecelakaan, namun naas kecelakaan itu tidak dapat di hindari.


Sedangkan di sekolah Lintang harap-harap cemas dengan keadaan Langit dan Fuji sekarang.


"Lintang."panggil Kenzo saat mendapati putranya hanya seorang sendiri di depan gerbang sekolah.


"Papa."


"Kenapa kamu sendiri, dimana Langit dan Fuji."ujar Kenzo.


"Fuji di culik Pah, sedangkan langit berusaha mengejar mobil yang menculik Fuji dengan sepeda. Tapi sampai sekarang mereka belum balik juga Pah."ujar Lintang dengan mata yang berkaca-kaca takut terjadi sesuatu dengan saudara kembarnya itu.


"Kemana arah mobil itu membawa Fuji."


"Ke arah sana Pah."tunjuk Lintang yang berlawanan arah dengan arah jalan pulang mereka.


"Kamu ikut Papa kita cari Langit sama Fuji sampai ketemu."


"Baik Pah."


Lintang langsung berlari ke arah mobil Papa nya agar busa segera mencari keberadaan Kakak dan Adiknya itu.


"Pah kok di depan itu ada rame-rame sih Pah."tunjuk Lintang yang tak sengaja melihat kerumunan orang di tengah jalan.

__ADS_1


"Aahh sial mereka menghambat jalan kita."umpat Kenzo.


"Pah itu sepeda yang di pakai Bang Langit Pah."tunjuk lintang saat tak sengaja matanya melihat sepeda yang di pakai langit saat mengejar mobil yang membawa Fuji.


"Kamu serius."


"Iya Pah."


Tampa pikir panjang Kenzo langsung turun dan berlari ke arah kerumunan orang berharap agar itu tidak putra nya.


Namun sayang dugaan Kenzo salah, Kenzo langsung lemah tak berdaya melihat putra nya terkulai lemas tak berdaya.


"Kenapa kalian semua diam saja haa. Apa kalian tidak berniat untuk menolong nya."Bentak Kenzo pada semua orang yang ada di sana.


"Kami sudah menelfon ambulance Pak."jawab salah satu dari mereka.


"Terus kalian akan berdiam diri saja sampai ambulance itu datang haa."


"Kami tidak tau apa yang harus kami lakukan Pak."


"Akkhhh minggir kalian."


"Lebih baik tunggu ambulance saja Pak."


"Kamu pikir kamu siapa haa, berani sekali kau memerintah ku."


"Agar nanti bapak tidak terkena masalah karna menolong anak ini."


"Dia putra ku dan aku Bapak nya, kau mau apa haa."


Semua orang yang ada di sana menjadi salah tingkah karna tidak berniat menolong anak dari pengusaha nomor satu di negara mereka.


"Saya tidak butuh maaf dari kalian, kalau terjadi sesuatu dengan anak aya kalian semua akan terima akibat. Berani sekali kalian membiarkan putra ku tergelatak di sana tanpa berniat menolong nya."


Semua orang yang ada di sana langsung pucat pasi mendengar ancaman yang di lontarkan oleh Kenzo.


Kenzo langsung membawa putra ke mobil untuk segera di bawa ke rumah sakit.


"Bang."ujar Lintang yang kaget melihat Langit yang berlumuran darah.


Raut wajah takut kehilangan langsung muncul di wajah Lintang melihat kondisi Langit yang begitu mengenaskan.


"Kita ke rumah sakit sekarang Nak, kamu harus bertahan sayang."ujar Kenzo yang langsung melakukan mobil nya secepat mungkin menuju rumah sakit.


Sedangkan di kediaman mewah milik Kenzo di kejutan dengan pecahnya gelas dan fas foto keluarga mereka secara bersamaan.


"Astaga Nyonya kenapa."ujar Siti yang kaget.


"Perasaan aku kok nggak enak gini ya Ti, aku khawatir sama keadaan triplets sampai sekarang mereka belum pulang juga."


"Mereka pasti baik-baik aja Nyah mungkin mereka lagi di jalan pulang Nyah."ujar Siti yang berusaha menenangkan majikannya itu.


"Tapi perasaan aku nggak enak Ti."ujar Lana dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Nyonya yang tenang dulu."

__ADS_1


"Aku harus telfon Mas Kenzo."ujar Lana yang langsung berjalan menuju kamarnya untuk menghubungi suaminya.


Di Rumah Sakit Keluarga Bagaskara, tubuh mungil Langit terbaring lemah tak berdaya dengan banyak alat-alat yang tertempel pada tubuh nya.


Raga Kenzo seakan pergi entah kemana melihat putranya terbaring kaku di atas kasur rumah sakit dengan begitu banyak alat yang di pasang di tubuh mungil putranya itu.


"Maafkan Papa Nak, Papa gagal jagain kalian sesuai janji Papa sama Mama."ujar Kenzo dengan air mata yang tak bisa ia tahan lagi.


Rasanya dia gagal menjadi sosok Ayah yang baik untuk anak-anak nya, sekarang Fuji entah dimana dan Langit yang terbaring di rumah sakit. Membuat dia merasa bersalah yang sangat besar dengan kejadian ini semua.


Drttt drtt drtt


Ponsel Kenzo berdering dan membuyarkan semua kesalahan nya setelah tau siapa yang menelfon nya.


Tertera di sana orang yang paling dia cintai menelfon nya terus-terusan, Kenzo tak tau harus menjawab apa kalau Lana bertanya tentang anak-anak yang sampai saat ini belum juga pulang.


"Pah itu yang nelvon Mama ya."ujar Lintang.


"Iya sayang, Papa nggak tau harus bilang apa sama Mama kamu soal ini semua Nak."


"Mending Papa pulang aja bicarain baik-baik sama Mama, kalau soal Bang Langit biar aku yang jaga dia sini. Lagian nanti Om Mike sama Om Erlan akan ke sini kan Pah."ujar Lintang dengan bijak nya.


"Kamu yakin kamu bisa sendiri di sini."


"Aku yakin Pah."ujar Lintang tanpa rasa takut sedikit pun.


"Lo pulang aja Ken, biar Langit kita yang jagain."ujar Mike yang baru saja sampai bersama Erlan.


"Gue titip Langit sama Lintang sama lo berdua."ujar Kenzo yang berusaha tegar di hadapan kedua sahabatnya.


"Mending Lintang ikut sama lo, kasian di pasti capek baru pulang terus langsung ke sini."ujar Erlan.


"Aku kuat kok Om, aku mau jagain Bang Langit sampai sadar."


"Iya Om tau kamu kuat Nak, tapi untuk kali ini dengerin kata-kata Om. Kamu harus pulang nanti boleh ke sini lagi sama Mama dan Papa, mau ya."ujat Mike menjelaskan pada Lintang.


"Tapi Bang Langit seperti ini juga salah aku Om, aku nggak mau ninggalin Bang Langit Om."ujar Lintang dengan air mata yang,langsung turun begitu mengatakan itu semua.


Lintang yang berusaha tegar akhirnya menyerah dan menangis melihat kondisi Langit yang begitu mengkhawatirkan.


"Lintang dengerin Om, ini bukan salah kamu ini takdir sayang. Jadi kamu harus kuat menjalani ini semua."ujar Mike.


"Mending lo pulang Ken kasian Lana pasti nungguin li dan triplets."ujar Erlan.


"Tapi triplets udah nggak lengkap lagi Lan, Fuji di culik dan sekarang Langit kecelakaan. Gue nggak tau harus bilang apa sama Lana nanti."ujar Kenzo pasrah.


"Gue yakin Fuji pasti baik-baik, gue juga udah nyuruh anak buah gue buat cari keberadaan Fuji."ujar Erlan.


"Thanks atas bantuan lo."


"Nggak usah sungkan, penderitaan lo juga penderitaan kita. Jadi apa pun yang terjadi sama lo itu juga jadi masalah gue sama Mike."ujar Erlan.


"Udah gih sana lo pulang biar Langit gue sama Erlan yang jagain."ujar Mike.


"Thanks bro."

__ADS_1


"Ayo Nak kita pulang, nanti kita ke sini lagi sama Mama."ujar Kenzo.


"Baik Pah."jawab Lintang lesu.


__ADS_2