
Setelah memeriksa keadaan Lana, Zio langsung menemui Kenzo untuk memberi tahu perihal kondisi Lana.
"Gimana."tanya Kenzo saat Zio sudah berada di hadapannya.
"Dia mengalami trauma berat akibat kejadian ini, obat yang ku berikan di infusnya tidak bisa di terima badannya. Besok kalau kondisinya masih seperti ini kau bawa saja ke rumah sakit ku, supaya bisa di rawat lebih intensif lagi. Apa dia memiliki trauma dengan gelap."tanya Zio pada Kenzo.
"Aku tidak tau."ujar Kenzo jujur.
"Kenapa kau tidak tau, dia istrimu Ken."ujar Zio heran.
"Aku menikah dengannya karna Ayahnya menjadikan dia sebagai jaminan agar aku mau menolong perusahaannya yang hampir bangkrut."ujar Kenzo.
"Jadi kau menikahi dia bukan karna kau mencintainya."tanya Zio.
"Tidak."jawab Kenzo singkat.
"Sekarang apa kau sudah mencintainya."tanya Zio lagi.
"Aku tidak tau bagaimana perasaanku padanya sekarang."ujar Kenzo.
"Dia perempuan yang baik menurut ku."ucap Zio.
"Dari mana kau tau."tanya Kenzo.
"Firasat ku saja."ujar Zio.
"Kau seperti peramal saja."ucap Kenzo.
"Apa kau tau tentang Naura sekarang dan apa dia tau kalau kau sudah menikah."tanya Zio.
"Naura hamil anak Ronald sepupuku dan dia juga sudah tau kalau aku menikah bahkan sudah pernah bertemu dengannya di restoran saat Lana menemui Ronald pacarnya sekaligus suami dari Naura."ujar Kenzo panjang lebar.
"WHAT."kaget Zio.
"Nggak usah kaget gitu biasa aja kali kayak gue sama Lana yang biasa-biasa aja saat tau mereka udah nikah."ujar Kenzo.
"Istri Lo nggak mungkin biasa-biasa aja saat liat pacarnya udah menikah sama pacar Lo."ujar Zio.
"Awalnya dia kaget dan nggak ngabarin gue seharian, sampai-sampai gue panik cari dia."ujar Kenzo.
"Kisah percintaan yang rumit."ujar Zio.
__ADS_1
"Naura selingkuh dari gue saat gue mau melamar dia jadi istri gue bahkan gue aja nggak tau kalau dia lagi hamil. Sampai pada hari dimana dia menikah dengan Ronald di saat itu juga gue menikah sama Lana. Awalnya gue tidak pernah menganggap dia sebagai istri gue, bahkan dengan kejamnya gue bilang dia hanya pembantu di rumah ini dan hanya berstatus istri di atas kertas buat gue."ujar Kenzo.
"Baru hari pertama Lo nikah sama dia Lo udah perlakuin dia sampe segitunya. Lo kok tega banget sih sama istri Lo sendiri, setidaknya kalau Lo nggak cinta sama dia Lo nggak perlu bersikap sepeti itu sama dia."ujar Zio menasehati Kenzo.
"Gue nggak berniat buat seperti itu sama dia, selama ini gue fikir semua perempuan itu sama sampe akhirnya Lana hadir di kehidupan gue semuanya berubah. Dia jauh lebih baik dari Naura, dia perempuan yang lembut dan pekerja keras. Selama ini gue nggak pernah memberi dia nafkah selama pernikahan ini, dia rela kerja dari pagi sampe malam buat dapatin uang biar bisa bantu keluarganya untuk melunasi hutang mereka sama gue Zio. Sekarang gue mulai takut kehilangan dia Zio, gue ingin dia terus bersama gue berada di samping gue suka maupun duka Zio."ujar Kenzo panjang lebar.
"Tapi Lo udah bikin dia sakit hati sama perlakuan Lo selama ini sama dia, gue nggak yakin dia mau nerima Lo lagi di sisinya setelah apa yang Lo lakuin sama dia."ujar Zio.
"Makanya gue perlu bantuan Lo buat yakinin dia lagi buat Nerima gue lagi. Gue nggak mau kehilangan dia Zio tolonglah bantu gue kali ini."ujar Kenzo memohon.
"Hahahahah seorang ketua mafia yang paling di takuti di dunia minta tolong sama gue yang hanya berprofesi sebagai dokter."ujar Zio.
"Lo ngeremehin gue."ujar Kenzo.
"Gue nggak bilang kayak gitu ya."ucap Zio.
"Tapi ucapan Lo tadi itu ngeremehin gue Zio."ujar Kenzo.
"Tapi perkataan gue benerkan masa orang kayak Lo minta tolong sama gue."ujar Zio.
"Ya udah kalau Lo nggak mau nolongin gue juga nggak apa-apa gue bisa lakuin semuanya sendiri tanpa perlu bantuan Lo atau siapa pun."ujar Kenzo.
"Terserah Lo aja."ujar Zio.
"Lo ngusir gue."ujar Zio.
"Menurut Lo."ucap Kenzo.
"Dasar teman nggak tau diri udah di tolong buat cek kondisi istrinya sekarang malah ngusir gue seenak jidat nya aja. Emang pantes Lo di julukin raja iblis sama anak buah Lo, Lo emang nggak punya hati."ujar Zio.
"Maksud Lo apa haa mau Lo tinggal nama besok pagi haa."ujar Kenzo.
"Uuuuu takut."ujar Zio remah.
"Bangs*t Lo pergi sana."ujar Kenzo.
"Gue pulang dulu, besok kalau istri Lo belum bangun juga langsung aja bawa ke rumah sakit."ujar Zio.
"Ya."jawab Kenzo cuek.
"Mike antar Zio ke depan pastiin dia pulang dengan aman."ujar Kenzo pada Mike.
__ADS_1
"Heeh emang Lo pikir gue anak kecil apa yang harus di kawal sampe depan pintu haa."ujar Zio.
"Supaya Lo lebih aman aja."ujar Kenzo acuh.
"Terserah Lo aja."ujar Zio.
Setelah kepergian Zio, Kenzo langsung melihat kondisi Lana yang masih belum ada perkembangan.
"Lana apa Lo trauma gelap."ujar Kenzo yang tahu kalau Lana tidak akan menjawabnya.
"Mike." ujar Kenzo memanggil Mike.
"Apa lagi." tanya Mike.
"Lo kok sewot amat sama gue, mau Lo gue pecat haa." ucap Kenzo.
"Gue jamin Lo bakalan susah nyari orang kayak gue yang mau jadi babu Lo 24 jam." ujar Mike.
"Lo cari tahu semua tentang Lana besok pagi berkasnya sudah harus ada di atas meja kerja gue." ucap Kenzo.
"Tuh kan baru aja gue ngomong Lo udah nyuruh gue lagi, Ken Lo liat dong sekarang udah jam berapa." ujar Mike.
"Gue nggak peduli sekarang jam berapa pokoknya besok berkas tentang Lana udah ada di meja kerja gue." ucap Kenzo.
"Lo tega amat sama gue." ujar Mike.
"Udah sana nggak usah banyak drama Lo sana pergi." usir Kenzo.
"Besok-besok kalau gue jadi Boss gue bakalan lakuin hal yang sama kayak yang lo lakuin sama gue, biar gue tahu gimana rasanya nyyruh-nyuruh orang tanpa kenal waktu." sindir Mike.
"Lo nyindir gue haa." ujar Kenzo.
"Gue nggak nyindir Lo kok tapi kalau Lo ngerasa bagus deh, berarti sindiran gue tepat sasaran." ujar Mike.
"Keluar Lo." ujar Kenzo.
"Baik." ucap Mike yang langsung keluar dari kamar Kenzo.
Setelah kepergian Mike Kenzo langsung beranjak ke atas kasur di samping Lana untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.
"Semoga besok pagi Lo udah bangun Lana." ujar Kenzo sebelum tidur.
__ADS_1