
"Bagaimana kondisi anak saya Dok."tanya Lana setelah Dokter siap memeriksa kondisi putra nya.
"Maaf Nyonya, kondisi putra anda masih sama belum ada perubahan sama sekali."
"Apa putra saya bisa sadar Dok, bisa kayak dulu lagi."ujar Lana dengan mata yang sudah berkaca-kaca karna sampai sekarang putra nya belum juga ada perkembangan.
"Kita berdoa saja Nyonya semoga anak anda bisa seperti sedia kala."
"Baik Dok."
"Kalau begitu kami permisi dulu Nyonya."
"Silahkan."
"Mbak, Mbak yang kuat ya Langit pasti bisa sadar dan sembuh."ujar Ara yang setia menemani Lana kapan pun.
"Ini udah hampir 1 Minggu Ara tapi Langit belum juga ada perkembangannya, di tambah Fuji belum juga ketemu sampai sekarang."ujar Lana yang rasa nya tak berdaya lagi, anak-anak yang dia sayang harus mengalami nasib seperti ini.
"Mungkin Tuhan masih mau menguji Mbak, apa Mbak kuat menjalani ini semua atau tidak.Tuhan nggak mungkin memberi cobaan di luar kemampuan umat nya Mbak."ujar Ara.
"Tapi Mbak udah nggak kuat Ara, Mbak ingin peluk anak-anak Mbak."
"Mbak nggak boleh sedih, inget Mbak sedang mengandung dan Mbak nggak boleh stress. Mbak inget kan pesan Dokter apa sama Mbak, kalau Mbak nggak boleh stress agar nggak berimbas sama kandungan Mbak nanti."
Lana hanya diam saja dan yang di katakan Ara ada benarnya, dia nggak boleh stress agar kandungan nya baik-baik saja.
***
"Ken kita udah ngelilingin ini semua tapi hasil nya masih nihil, apa kita cari di tempat lain aja."ujar Mike.
"Tapi hati gue ngerasa kalau Fuji ada di Deket sini Mike."ujar Kenzo yang entah mengapa merasa kalau Fuji begitu dengan nya.
"Tapi sampai sekarang kita belum nemuin Fuji di sini, mungkin perasaan lo aja karna kangen sama anak Lo."
"Mungkin."
*Nak kamu dimana sayang pulang lah Nak, Papa sama Mama kangen sama kamu sayang. Kemana lagi Papa harus cari kamu sayang, apa kamu baik-baik aja di luar sana Nak.*batin Kenzo.
"Ayo kita cari di tempat lain."ujar Mike.
"Baik."
Akhirnya Mike dan Kenzo pergi dari tempat itu dengan tangan kosong karna tak menemukan Fuji.
Dari arah samping muncul sosok anak perempuan lengkap dengan baju sekolahnya sambil menangis.
__ADS_1
"Papa Fuji kangen, Mama Fuji kangen sama Mama."tangis Fuji yang begitu merindukan kedua orang tuanya.
Kenzo terus mencari keberadaan Fuji begitu juga dengan Mike dan Erlan.
Sedangkan Lintang jatuh sakit karna kelelahan mencari keberadaan adiknya.
Lexa masih mencari keberadaan Fuji dengan Regan dan juga Anya, menelusuri setiap gang-gang sempit siapa tau Fuji pergi ke sana.
"Mending kita istirahat dulu deh."ujar Anya yang sudah merasa kelelahan.
"Tapi kita belum nemuin Adek gue."ujar Lexa.
"Sayang istirahat dulu ya kondisi kamu lagi nggak sehat sayang."ujar Regan berusaha membujuk kekasihnya itu agar mau istirahat sebentar.
"Tapi..."
"Ca gue tau gimana perasaan Lo, tapi inget Lo juga harus jaga kondisi Lo Ca. Kalau Lo sakik itu bakalan nambah beban Abang sama Kak Lana Lo mau, mereka udah memikul beban seberat ini. Langit kecelakaan, Lintang sakit dan sekarang Fuji hilang. Belum lagi Kak Lana juga hamil, sekarang yang bisa kita bantu cuma ini dan Lo juga harus istirahat Ca."ujar Anya menasehati Lexa.
Lexa hanya diam, membayangkan bagaimana posisi Abang dan Mama nya sekarang bukan lah situasi yang baik. Banyak sekali cobaan yang datang silih berganti masuk ke dalam keluarga nya.
Akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu setelah itu baru melanjutkan untuk mencari Fuji lagi.
"Hey anak kecil ngapain kamu di sini, pergi sama kamu mengotori tempat saya saja."ujar Ibu-ibu pada anak kecil yang melihat makanan di dalam etalase karna Ibu itu seorang pedagang warung nasi.
Lexa langsung mematung di tempat nya karna tak menyangka anak kecil itu adalah...
"Adekk."panggil Lexa.
Anak kecil itu langsung menoleh pada orang yang memanggilnya, tangis anak kecil itu pun pecah setelah melihat Lexa.
"Kakak."anak kecil itu langsung berlari ke arah Lexa dengan sigap Lexa langsung memeluk anak kecil itu menyalurkan betapa rindu nya pada anak kecil itu.
"Dek Kakak kangen, kamu kemana aja sayang."ujar Lexa yang masih setia memeluk anak kecil itu.
"Fuji juga kangen sama Kakak."ujar Fuji yang begitu senang bisa bertemu lagi dengan Lexa dan yang pasti keluarga besar nya. Mama, Papa dan Abang-abang nya.
"Kita pulang yuk Dek, Mama sama Papa udah kangen banget sama kamu."ujar Lexa.
"Fuji juga kangen mereka Kak."ujar Fuji.
"Kita pulang."ujar Lexa.
Fuji menganggukkan kepalanya karna sudah tak sabar bertemu dengan Mama, Papa dan Abangnya.
***
__ADS_1
Semua orang kini di kumpul oleh Lexa di rumah sakit karna ingin memberi kabar baik.
"Lexa mana Mas katanya ada yang mau dia sampein."ujar Lana yang sudah tak sabaran mendengar kabar baik dari Lexa.
"Tunggu sebentar lagi ya sayang."ucap Kenzo yang juga penasaran dengan apa yang akan di sampaikan oleh Lexa.
"Hallo semua."ujar Lexa dengan wajah yang begitu senang dan semangat dari sebelum nya.
"Nih nongol juga anak nya, kabar apa yang mau kamu sampein sampai harus ngumpulin kita semua di sini."ujar Kenzo yang sudah tak sabar.
"Sabar dong Bang, lagian kejutan aku belum siap."ujar Lexa.
"Apa nya yang belum siap."ujar Mike mengedarkan pandangan melihat siapa yang belum datang.
"Tutup mata dulu dong."
"Ngapain pake tutup mata segala, jangan macam-macam ya kamu."ujar Kenzo.
"Udah Abang nurut nya mau liat kejutan nya sekarang atau enggak nih."ujar Lexa.
"Ya udah iya."jawab Kenzo sambil menutup matanya dan di ikuti oleh yang lain nya.
"Fuji sini sayang."ujar Lexa tanpa mengeluarkan suara agar tidak ada yang mendengarnya.
"Woi udah belum lama amat dah."ujar Kenzo.
"Udah buka aja matanya."
Akhirnya semua membuka matanya dan pandangan mereka langsung menuju pada anak kecil yang selama ini mereka cari dan mereka rindukan.
"Mama, Papa aku kangen."ujar Fuji.
"Ini beneran kamu Nak."ujar Lana yang langsung berlutut di hadapan putri kecil nya.
"Ini aku Mah."ujar Fuji.
Lana langsung memeluk erat putri nya itu di ikuti Lintang dan Kenzo yang begitu merindukan putri kecil mereka.
"Kamu baik-baik aja Nak."ujar Kenzo.
"Aku baik Pah."jawab Fuji.
"Jangan pergi-pergi sendiri lagi ya Nak, Mama nggak mau kejadian kayak gini terulang lagi. Mama kepikiran kamu terus sayang jangan kayak gitu lagi ya."ujar Lana menasehati putrinya.
"Iya Mah Fuji nggak bakalan kayak gitu lagi, Fuji janji."ujar Fuji sambil memeluk Lana dengan begitu erat.
__ADS_1