Istri Di Atas Kertas

Istri Di Atas Kertas
Sekolah baru Alexa


__ADS_3

Hari ini tepat hari Senin di mana semua kegiatan sekolah di mulai kembali setelah libur satu hari. Alexa sangat senang bisa sekolah seperti anak-anak di usia nya, walau pun sedikit minder karena tidak bisa berbicara seperti teman-teman nya yang lain.


"Sayang kamu yang rajin ya belajar ya buat Mama sama Papa bangga sama kamu. Kamu harus bisa buktiin kalau kamu bisa walau kamu memiliki keterbatasan, Mama janji bakalan bikin kamu bisa bicara lagi seperti dulu. Nanti kalau ada yang jahatin kamu di sekolah, kamu bilang sama Mama biar Mama marahin karna udah berani ledekin putri kecil Mama ini." ujar Lana yang berharap semoga Alexa baik-baik di sekolah barunya.


"Baik Mah." tulis Alexa.


"Ya udah kalau gitu Alexa masuk gih nanti pulang sekolah Mama jemput lagi sayang." ujar Lana.


"Alexa masuk dulu ya Mah." tulis Alexa.


"Iya sayang bye sayang Mama, belajar yang rajin ya sayang." ujar Lana memberi petuah.


"Baik Mah, kalau gitu Alexa masuk dulu ya Mah." tulis Alexa dan mulai melangkahkan kaki kecil nya memasuki area sekolah tempat dia akan menuntut ilmu.


Alexa yang masih merasa asing jarang sekali berkumpul dengan teman-teman sebaya nya yang asik bermain.


"Hai kok kamu nggak gabung sama anak-anak yang lain." ujar salah satu siswi yang satu kelas dengan Alexa.


Alexa hanya menggelengkan kepala nya sebagai jawaban atas pertanyaan siswi itu.


"Kok kamu diam aja kenapa nggak jawab pertanyaan aku dan kenapa malah geleng-geleng kepala kayak gitu, kamu bisu ya." ujar siswi itu.


Alexa hanya diam menangapi pertanyaan yang di lontarkan siswi itu pada nya toh kenyataannya benar.


"Kamu nggak usah takut gitu aku nggak bakalan ledekin kamu kok, kenalin nama aku Anya Anjani panggil aja Anya. Kalau nama kamu siapa." tanya Anya.


"Nama ku Alexa Putri Bagaskara, panggil saja Lexa." tulis Alexa pada buku yang setiap hari dia bawa untuk berkomunikasi dengan orang lain.


"Wahhh ternyata kamu anak orang kaya ya." ujar Anya antusias.


"Yang kaya itu Papa aku bukan aku." tulis Alexa.


"Kamu mau jadi sahabat aku." ujar Anya sambil mengulurkan tangannya.


"Dengan senang hati." tulis Alexa dan langsung menerima uluran tangan Anya.


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang selalu memperhatikan Alexa karna menurut orang itu Alexa sedikit menarik.


*Gadis yang unik.* batin orang itu.


**************


"Bagaimana apa sudah ada perkembangan." ujar Bima pada orang kepercayaannya.


"Sampai saat ini belum ada Tuan." ujar orang itu ketakutan melihat amarah dari Tuan nya.

__ADS_1


"Nggak becus kalian semua, cuma cari anak kecil saja kalian nggak bisa. Pokoknya saya nggak mau kalian harus temukan keberadaan putri saya bagaimana pun cara nya." ujar Bima tegas.


"Baik Tuan." jawab orang itu.


"Sekarang kau keluar dari ruangan ku dan lakukan tugas mu dengan baik." ujar Bima menyuruh orang itu untuk keluar dari ruangannya.


"Baik Tuan." jawab orang itu dan langsung keluar dari ruangan Bike sebelum Tuan nya itu memberi tugas baru untuknya.


*Dimana kamu Nak Papa rindu sama kamu sayang.* batin Bima.


°°°°°°°°°°°°°°°°°°°


Satu bulan sudah Alexa bersekolah dan persahabatannya dengan Anya semakin erat. Anya tidak mempermasalahkan kalau Alexa tidak bisa bicara bahkan Anya rela berkelahi dengan orang yang berani ledekin Alexa.


"Lexa kok kamu diam aja sih di ledekin sama mereka seharusnya kamu lawan dong, supaya mereka nggak berani ledekin kamu lagi." ujar Anya yang geram dengan sikap Alexa yang tanpa beban itu.


"Buat apa aku melawan mereka Anya toh yang mereka bilang itu emang bener kan, aku nggak bisa ngomong berarti aku orang bisu." tulis Alexa yang sebenarnya sakit hati dengan ucapan teman-teman nya namun ya bagaimana lagi itu lah kenyataannya.


"Tapi kamu itu nggak bisu dari lahir Lexa kamu cuma terpukul dengan kepergian Ibu kamu, aku yakin suatu hari nanti kamu bisa ngomong lagi." ujar Anya memberi Alexa semangat.


"Terimakasih karna sudah mau menjadi sahabat ku dan menjadi malaikat pelindungku Anya." tulis Alexa.


"Kamu itu sahabat aku Lexa jadi sudah seharusnya aku belain kamu dari mulut-mulut jahat mereka. Enak aja mereka ledekin kamu sini hadapin aku dulu." tukas Anya bangga dengan ucapannya sendiri.


"Kamu bisa aja Anya." tulis Alexa yang bangga dan beruntung bisa menjadi sahabat Anya yang selalu membela dirinya dari segala cemoohan siswa lain.


••••••••••••••••••••••


Di perusahaan terbesar di dunia Kenzo sedang di sibukkan dengan berkas-berkas yang menumpuk di atas meja kerjanya.


"Mike kau ke ruangan ku sekarang." ujar Kenzo saat panggilan teleponnya sudah di angkat oleh Mike dan langsung mematikannya tanpa menunggu jawaban dari Mike.


Sedangkan di sebrang sana Mike sedang mengumpat dengan menyebut semua nama binatang karna Kenzo memerintah nya seenak jidat saja.


*Gini amat ya punya boss galak nya kayak singa jantan nggak dapet mangsa.* batin Mike yang meratapi nasib sialnya menjadi sekretaris Kenzo.


"Hufftt hufftt ad,,a apa kau me,,manggilku aku sedang si,,buk sekarang." ujar Mike yang sedang mengatur nafasnya karna habis lari dari kantin kantor.


"Dari mana kau kenapa ngos-ngosan gitu." ujar Kenzo tanpa rasa Iba sedikit pun.


"Abis dari kantin sarapan." jawab Mike seadanya.


"Kau enak-enak kan makan siang sementara boss kau ini belum makan sama sekali dasar anak buah kurang ajar." umpat Kenzo pada Mike.


"Hei aku ini belum selesai makan ya tapi kau dengan seenak jidatnya nyuruh aku ke ruangan mu, kau tau belum sampe sesuap aku makan kau sudah menghubungiku." ujar Mike.

__ADS_1


"Jadi kau menyalahkan aku gitu." ujar Kenzo tegas.


"Terus aku yang salah gitu." ujar Mike.


"Heii di sini boss nya aku bukan kau." geram Kenzo.


"Terserah kau saja, ada apa kau menghubungi ku." ujar Mike yang memilih menyerah berdebat dengan Kenzo.


"Selesaikan semua berkas-berkas sialan itu." ujar Kenzo tanpa memikirkan berapa menumpuknya pekerjaan Mike sekarang.


"WHAT."kaget Mike dengan ucapan Kenzo yang sangat entengnya.


"Kenapa kau berteriak bisa pecah gendang telinga gue denger teriakan Lo Bangs*t." ujar Kenzo.


"Lo yang Bangs*t enak banget Lo nyuruh-nyuruh ngerjain semua ini." ucap Mike.


"Jadi Lo nggak mau kerjain semua ini."


"Ken Lo liat dong di meja kerja gue berapa tinggi tumpukan berkas yang harus gue baca dan sekarang Lo malah nambah berkas lagi."


"Terus Lo mau apa."


"Lo aja Napa sih yang ngerjain ini lagian nggak banyak juga hanya 30 berkas saja."


"Lo pikir 30 itu sedikit apa, kalau Lo nggak mau ngerjainnya nggak apa-apa tapi siap-siap ajo Lo gue pindahin jadi pengurus anak cabang." ujar Kenzo dengan ancaman yang mampu mematikan Mike.


*Anjrit ya nih boss sialan enak banget tu mulut lemot nyuruh-nyuruh gue, coba aja kalau gue lebih kaya Lo yang bakal jadi asisten gue Bangs*at.* batin Mike mengumpat Kenzo.


"Nggak usah mengumpat Lo dalam hati Lo." ujar Kenzo.


"Kok Lo tau." ujar Mike yang heran kenapa Kenzo bisa tau kalau dia sedang mengumpat dalam hatinya.


"Jelas dari raut wajah jelek Lo." ucap Kenzo.


"Bangs*t Lo anjrit." umpat Mike pelan agar tidak terdengar oleh Kenzo.


"Sekarang Lo bawa semu berkas ini ke ruangan Lo dan urus perusahaan, gue mau pulang dulu." ujar Kenzo dengan entengnya.


"Sialan Lo, Lo pikir gue ini robot apa yang bisa ngerjain ini semua tanpa rasa letih. Di sini itu boss nya elu seharusnya elo ngasih contoh yang baik buat para karyawan Lo Ken." ujar Mike.


"Oke mulai besok Lo pindah tugas ngurusin anak cabang." ujar Kenzo tanpa busa di bantah.


"Haaaa." kaget Mike saat Kenzo menyuruhnya untuk mengurus anak cabang.


*Sialan nih boss gue nggak mau ngurus anak cabang bisa-bisa mati berdiri gue ngurus anak cabang.* batin Mike yang menjadi takut harus mengurus ank cabang yang begitu banyaknya.

__ADS_1


"Oke gue bakal kerjain ini tapi Lo jangan mindahin gue buat ngurus anak cabang."ujar Mike.


"Oke."jawab Kenzo dan langsung keluar dari ruangannya untuk pulang karna sangat merindukan istrinya.


__ADS_2