
Satu Minggu setelah kejadian itu kesehatan Lana sudah membaik dan juga sudah menceritakan kenapa dia dan Alexa bisa di culik.
"Ken ada yang mau aku omongin sama kamu." ujar Lana serius.
"Kamu mau ngomong apa sayang." tanya Kenzo.
"Apa boleh Alexa masuk sekolah kasihan dia kalau di rumah terus, anak seusia dia itu harus nya bisa bermain sama teman-teman sekolahnya." ujar Lana.
"Aku mau mau aja sekolahin Lexa, tapi aku takut sayang nanti Lexa di hina sama teman-teman karna nggak bisa ngomong sayang." ujar Kenzo yang langsung mengutarakan kekhawatirannya.
"Biar aku juga ikut sama Lexa ke sekolah supaya aku bisa jagain dia, gimana." ujar Lana memberi usul.
"Nggak boleh sekarang di luar itu lagi bahaya buat kamu." ujar Kenzo yang tak memberi izin pada Lana.
"Emang bahaya apa sih yang sedang ngincer aku kok kamu ketakutan gitu sih." tanya Lana yang heran karna selama satu minggu Kenzo selalu melarangnya keluar mansion.
"Pokoknya kamu nggak boleh keluar kalau nggak sama aku." ujar Kenzo.
"Kamu ini kenapa sih, dulu waktu kita masih jalanin kehidupan kita masing-masing kamu nggak pernah ngekang aku kayak gini Ken. Kok sekarang udah posesif banget sama aku." ujar Lana heran.
"Karna aku nggak mau kehilangan kamu untuk ke dua kalinya, cukup satu kali saat kamu kecelakaan karna ulah Naura." ujar Kenzo.
"Apa gara-gara Naura belum ke tangkep makanya kamu nggak bolehin aku keluar rumah sendirian." ujar Lana.
"Tuh pinter jangan ngeyel lagi ya." ujar Kenzo sambil membelai mesra kepala Lana.
"Ken rambut aku jadi berantakan tau." ujar Lana kesal karna Kenzo sudah merusak rambutnya.
"Aaaelah baru gitu aja udah bilang rusak lagian aku ngacaknya nggak kuat juga kan." ujar Kenzo yang entah kenapa kalau bersama Lana kepribadian nya sangat berbanding terbalik dengan kesehariannya saat bertemu dengan orang lain. Pasti akan kaku, dingin, kejam dan sangat jarang tersenyum.
"Jadi gimana apa boleh Alexa sekolah." tanya Lana lagi.
"Boleh-boleh saja tapi ada satu syarat nya." ujar Kenzo.
"Jangan macem-macem ya kamu Ken." ucap Lana.
"Nggak apa-apa dong kalau macem-macem sama istri sendiri." ujar Kenzo dengan aura yang dibuat sangat manja pada Lana.
"Kamu berani sama aku." ujar Lana.
__ADS_1
"Berani lah." jawab Kenzo serius.
"Ken aku serius aku nggak lagi becanda soal ini Ken." ujar Lana serius.
"Aku juga serius sayang." ujar Kenzo yang juga kekeh pada ucapannya.
"Ya udah aa syarat nya tapi jangan macem-macem ya, awas aja kalau kamu macem-macem sama aku." ujar Lana.
"Aku nggak akan macem-macem kok sayang." ujar Kenzo.
"Ya udah apa syarat nya." tanya Lana.
" I want to ask for my rights as your husband. If you don't want I won't let Alexa go to school." ujar Kenzo yang membisikkannya di telinga Lana.
( "Aku mau minta hak aku sebagai suami kamu. Kalau kamu nggak mau aku ngga akan bolehin Alexa sekolah." )
Glekk
Lana langsung menelan ludahnya kasar saat mendengar syarat dari Kenzo yang menurutnya terlalu sudah untuk di lakukan. Bukan karna Lana nggak mau berbakti sama suaminya tapi karna Lana masih belum yakin kalau Kenzo mencintainya.
" Hmm apa nggak ad..ada syarat la.lain gitu." ujar Lana gugup.
"Pokoknya kamu harus mau sayang ini salah satu syaratnya kalau kamu mau Alexa sekolah." ujar Kenzo.
Lana kaget dengan tindakan Kenzo yang mendadak mencium bibirnya hingga Lana tidak membalas ciuman Kenzo sedikit pun.
Kenzo yang tau kalau Lana tidak membalas ciumannya langsung menjauhkan bibirnya dari Lana.
"Bernafas bodoh mau mati kamu tidak bernafas." ujar Kenzo yang kesal karna Lana sama sekali tidak membalas ciumannya.
"A..aku kaget ka..kamu cium mendadak kayak gitu." ujar Lana gugup.
"Kamu takut." tanya Kenzo.
"Hah ti..tidak kok han..hanya kaget saja." ujar Lana yang masih gugup.
"Boleh kan aku minta hak aku sama kamu sekarang." tanya Kenzo.
"Tapi aku takut." ujar Lana.
__ADS_1
"Takut kenapa." tanya Kenzo.
"Aku takut diam saat kamu sudah mendapatkan semua yang ada di tubuh aku, kamu ninggalin aku dan balikan sama Naura." ujar Lana yang tak sanggup membayangkan kalau itu semua benar-benar terjadi.
Pletak
Kenzo langsung menjitak kepala Lana lembut karna berpikir yang sama sekali tidak akan terjadi.
"Aduh sakit tau." ucap Lana mengaduh kesakitan.
"Ya kamu sih mikirin yang aneh-aneh, emang dari mana kamu tau kalo aku bakalan balikan sama Naura." ujar Kenzo.
"Asal jawab aja." ujar Lana jujur.
"Asal kamu tau aku nggak akan pernah balikan sama Naura, Istri aku sekarang itu kamu bukan Naura. Naura itu hanya masa lalu aku dan aku nggak akan pernah mengulang yang namanya masa lalu. Dan kamu itu adalah masa depan aku Lana." ujar Kenzo serius dengan ucapannya.
Lana menjadi terharu dengan ucapan Kenzo barusan karna Kenzo sudah berusaha untuk meyakinkannya agar tidak takut.
"Aku percaya sama kamu Ken." ujar Lana.
"Apa aku boleh melakukannya sekarang." tanya Kenzo lagi dan mendapat anggukan dari Lana.
Tanpa pikir panjang Kenzo kembali menempelkan bibirnya pada Lana sedangkan Lana mulai membalas ciuman Kenzo walau masih sedikit kaku.
Tokk Tokk Tokk
Ketukan pintu dari luar yang harus mengagalkan semua harapan Kenzo yang sudah tak tahan lagi untuk melakukan hak sebagai suami Lana.
"Sial." umpat Kenzo sedangkan Lana hanya tersenyum sendiri karna ada yang berani mengetuk pintu sehingga Kenzo harus menunda aksinya.
"Apa." ujar Kenzo saat sudah membukakan pintu untuk si penganggu.
"Maaf Ken kalau gue ganggu waktu Lo gue cuma mau bilang kalau Ronald udah di tahan sama polisi." ujar Erlan.
"Hmm." deheman Kenzo menjawab perkataan Erlan.
"Deheman doang, Lo nggak berniat gitu muji gue karna udah berhasil jeblosin dia ke penjara gitu." ujar Erlan.
"Gue juga dengan mudah buat jeblosin Lo ke penjara kalau Lo nggak pergi juga dari sini gue hitung sampe tiga, kalau Lo masih di sini gue bakal masukin Lo ke penjara sama kayak tikus kutcrut itu Lo paham. Satu...Dua...Ti." ujar Kenzo yang langsung mengancam Erlan sedangkan Erlan langsung ngacir menjauh dari Kenzo karna takut kalau Kenzo buktikan semua ucapannya.
__ADS_1
"Hahahahah." tawa Kenzo pecah saat melihat Erlan langsung ngacir dari hadapannya.
"Makanya jangan jadi penganggu Lo Bocil." ujar Kenzo saat Erlan sudah tak terlihat lagi.