
" Ara apa kita bisa pulang sekarang." ujar Erlan.
" Mas Ara takut kalau nanti orang tua aku nggak memberi kita restu Mas." ujar Ara yang masih khawatir dengan restu ke dua orang tua nya.
" Berapa kali Mas harus bilang sama Ara kalau Mas nggak butuh restu dari orang tua kamu, nggak penting juga restu dari orang tua yang nggak punya hati seperti mereka Ara. " ujar Erlan.
" Apa nanti Mas bakalan berubah fikiran saat nanti mereka berusaha merusak hubungan kita Mas. " ujar Ara.
" Mas nggak akan terpengaruh sama ucapan mereka sayang. " ujar Erlan.
" Mas serius. " tanya Ara.
" Mas serius sayang." ujar Erlan.
" Kita langsung siap-siap bentar lagi pesawat kita lepas landas nanti malah ketinggalan pesawat lagi." ujar Erlan lagi.
" Baik Mas." ujar Ara yang langsung merapikan semua barang nya ke dalam koper yang akan mereka bawa ke mansion Kenzo.
" Mas nanti kalau Kak Lana nanya tentang hubungan kita aku harus jawab apa Mas." ujar Ara yang langsung teringat Lana yang akan di jamin saat mereka sampai nanti pasti Lana akan langsung menanyakan ada hubungan apa antara mereka berdua.
" Lana udah tau semuanya sayang Kenzo udah ceritain semuanya sama Lana dan dia mendukung kok hubungan kita." ujar Erlan.
" Syukurlah kalau Kak Lana udah tau jadi nanti aku nggak perlu capek-capek jawab pertanyaan dari Kak Lana." ujar Ara.
" Udah nggak usah banyak ngomong dulu kapan kerjaan kita nya selesai sayang." ujar Erlan.
"Heheh iya Mas ya abis nya aku takut kalau nanti Kak Lana banyak tanya sama aku tentang hubungan kita." ujar Ara.
__ADS_1
" Nggak usah takut kamu jawab seadanya aja nanti." ujar Erlan.
Akhirnya mereka bersiap-siap untuk berangkat ke bandara karna sebentar lagi jadwal keberangatan menuju Jakarta tempat di mana mereka akan melangsung kan pernikahan mereka sesuai keinginan Ara yang ingin menikah di rumah orang-orang yang baik padanya.
"Sayang kamu udah siap belum taksi kita udah di depan lobby sayang." ujar Erlan.
" Udah siap Mas." ujar Ara.
" Ya udah kalau kita ke bawah sekarang ya sayang." ujar Erlan.
" Baik Mas." ujar Ara.
Erlan langsung mengambil alih koper Ara karna tak ingin Ara keberatan dengan barang bawaannya dan nanti akan berakibat fatal lagi dengan kesehatan Ara yang belum sembuh sepenuhnya.
" Ayo sayang masuk biar Mas yang masukin kopernya ke bagasi." ujar Erlan.
Setelah memasukkan semua barang nya Erlan langsung masuk dan duduk di samping Ara yang sudah masuk terlebih dahulu.
"Kamu istirahat dulu sayang nanti kalau udah sampe Mas bangunin nanti kamu malah kecapean lagi." ujar Erlan.
"Baik Mas." ujar Ara.
" Sini nyender di bahu Mas." ujar Erlan dan Ara langsung menuruti nya saja meletakkan kepalanya di bahu Erlan.
Tak selang beberapa menit Ara sudah terbang ke alam mimpinya karna beberapa hari ini Ara kurang tidur karna memikirkan ucapan Daddy nya yang mengatakan kalau Ara sudah meninggal karna kecelakaan. Betapa hancurnya hati Ara saat orang tua kandungnya sendiri tidak pernah menganggap dia ada.
"Ara kamu pasti lelah dengan ini semua banyak sekali drama yang di main kan oleh kedua orang tua kamu untuk menghancurkan kamu, tapi setelah kamu resmi menjadi istri ku tidak ada yang boleh menyakiti kamu walau seujung kuku. Saya tidak akan pernah membiarkan itu terjadi karna sakit mu juga sakit ku dan senang mu juga senang ku." ujar Erlan.
__ADS_1
" Pak kita sudah sampai apa ada yang perlu saya bantu." ujar Pak Supir itu pada Erlan.
" Bisa tolong saya mengeluarkan barang dan membawa nya ke dalam soalnya istri saya lagi tidur saya nggak tega buat bangunin dia Pak." ujar Erlan.
" Baik Pak akan saya bantu." ujar supir taksi itu.
Supir taksi itu akhirnya keluar dan mulai mengeluarkan satu persatu barang penumpangnya dari bagasi mobilnya. Lalu meletakkannya di atas troli yang sudah di sediakan oleh pihak bandara untuk memudahkan para penumpang nya membawa barang yang banyak.
Erlan langsung mengendong Ara dalam pelukannya dan mulai berjalan masuk ke dalam hingga menarik perhatian para penumpang yang akan berangkat maupun yang sudah mendarat di bandara.
" Wah romantis sekali laki-laki itu dalam memperlakukan wanitanya." ujar salah satu pengunjung bandara.
" Iya aku jadi iri sama dia beruntung banget wanita itu mendapat laki-laki yang sangat baik seperti dia." ujar salah satu temannya.
" Ternyata benar kalau wanita akan menjadi ratu di tangan laki-laki yang tepat itu kenyataannya." ujar perempuan itu yang merasa iri saat melihat keharmonisan Erlan pada Ara.
" Ehh tunggu deh kok aku rasa familiar ya sama wajah laki-laki itu." ujar salah satu dari perempuan itu.
" Kamu tau dia siapa." ujar wanita itu pada temannya.
" Sepertinya dia orang kepercayaan Kenzo Bagaskara kalian tau kan siapa Kenzo Bagaskara itu." ujar wanita itu pada temannya.
" Astaga lo bener tapi gue lupa nama nya siapa pokoknya dia orang kepercayaan Kenzo gitu." ujar salah satu temannya.
" Setau gue nggak ada yang berani dekatin mereka karna rumor yang beradar mereka itu tidak suka di ganggu sama siapa pun yang menurut mereka hanya numpang tenar dan gatel sama kekayaan mereka." ujar wanita itu.
" Beruntung banget para wanita yang bisa memikat hati mereka seorang penguasa yang harta nya nggak akan habis hingga tujuh turunan nanti." ujar temannya.
__ADS_1
" Pasti beruntung banget lah siapa sih yang nggak mau seperti itu harta melimpah dan banyak uang pasti wanita bakalan berkumpuk untuk memperebutkan mereka untuk dijadikan suami." ujar wanita itu.