Istri Di Atas Kertas

Istri Di Atas Kertas
Pingsan


__ADS_3

"Astaga Mas kamu kemana sih, anak-anak kita belum ada yang pulang lo Mas."ujar Lana gelisah memikirkan anak-anak nya yang sampai sekarang belum juga pulang.


"Ya Tuhan lindungilah anak-anak hamba ya Tuhan, jangan sampai terjadi sesuatu sama mereka Tuhan."


"Nyonya Tuan sudah pulang Nyah."ujar Siti.


"Kamu serius Ti."ujar Lana.


"Iya Nyah."ucap Siti.


Tanpa pikir panjang Lana langsung menghampiri suaminya itu. Dan yang Lana lihat hanya Lintang sedangkan Fuji dan Langit tidak pulang bersama suaminya. Perasaan Lana semakin tidak enak karna tidak biasanya suami pulang hanya bersama Lintang.


"Mama."ujar Lintang dan langsung berlari untuk memeluk sang Mama.


"Mas kok cuma Lintang, Langit sama Fuji mana Mas kok nggak pulang bareng kamu."ujar Lana.


"Kamu duduk dulu ya sayang."


"Jawab aku Mas Langit sama Fuji mana."ujar Lana dengan mata yang sudah berkaca-kaca takut terjadi sesuatu dengan putra putrinya.


"Assalamualaikum Mah aku pulang."


Lana, Lintang dan Kenzo langsung melihat ke sumber suara siapa tau itu putra putri mereka, namun kenyataan nya tidak itu Lexa yang baru saja pulang dari sekolah nya.


"Loh kok abang udah pulang jam segini tumben banget."ujar Lexa.


"Terus Fuji sama Langit mana kok cuma Lintang yang ada di sini."ujar Lexa lagi karna hanya melihat Lintang yang masih memeluk erat Lana.


"Kamu duduk dulu Dek, ada yang mau Abang bicarakan sama kita semua."


"Apa sih Bang jangan bikin aku khawatir gini, lagian di sini cuma ada Lintang."


"Mas jawab aku dimana Langit sama Fuji Mas."ujar Lana yang sudah sabar mendengar jawaban suami nya tentang keberadaan kedua anaknya.


"Langit.. Langit kecelakaan sayang."ujar Kenzo berucap jujur.


Deg


Dunia Lana seakan mau runtuh mendengar kondisi putra nya yang tak tau bagaimana sekarang.


"Sedangkan Fuji putri kecil kita."ujar Kenzo menjeda ucapannya.


"Fuji di culik sayang."


Untuk kesekian kalinya dunia lana kembali hancur berkeping-keping mendengar ini semua. Rasanya ini seperti mimpi mendengar kalau putra dan putri mengalami kecelakaan dan di culik.


Karna belum bisa menerima ini semua akhirnya Lana jatuh pingsan, untung dengan sigap Kenzo langsung menangkap tubuh istrinya.

__ADS_1


"Sayang bangun sayang, jangan bikin Mas tambah khawatir sayang." ujar Kenzo.


Sedangkan Lexa hanya mematung mendengar perkataan Abang nya, adik-adik yang sangat dia sayangi harus mengalami kejadian pahit ini. Mereka masih terlalu kecil untuk mengalami ini semua.


"Pah bawa Mama ke kamar Pah."ujar Lintang.


"Iya Nak."


Tanpa pikir panjang Kenzo langsung mengangkat tubuh lana dan membawanya ke kamar.


"Kak."panggil Lintang pada Lexa.


Namun panggilan Lintang tidak di hiraukan oleh Lexa karna melamun memikirkan kondisi kedua adik nya yang entah seperti apa sekarang.


"Kakak."Lintang mengulang panggilan dengan lebih keras dari sebelumnya.


"Ahh iya sayang."ujar Lexa.


"Kita harus cari Fuji Kak, kita nggak bisa diam kayak gini aja Kak. Aku kasihan liat Mama Kak, Mama kayaknya terpukul banget dengar ini semua."ujar Lintang.


"Kamu betul Dek, kita harus cari Fuji sampai ketemu."


"Ayo Kak kita pergi sekarang aja, aku nggak bisa nunggu lebih lama lagi Kak. Keburu mereka bawa Fuji jauh Kak."ujar Lintang.


"Ya udah kita pergi sekarang, tapi kamu ganti baju dulu sana."ujar Lexa.


"Bentar ya Kak."ujar Lintang yang langsung berlari ke kamar nya untuk menganti baju.


"Sayang bangun jangan bikin Mas khawatir, maafin Mas karna nggak becus jagain anak-anak kita sayang. Mas gagal nepatin janji Mas sama kamu sayang, Mas bukan Ayah yang baik untuk mereka sayang. Mas Ayah yang gagal jagain anak-anak kita sayang maafin Mas sayang, maafin Mas sayang."ujar Kenzo dengan rasa penyesalan yang begitu besar hinggap di hatinya. Kenzo menyalahkan diri nya atas semua yang menimpa anak-anak nya.


"Mas udah lalai jagain mereka sayang, ini semua salah Mas karna terlalu sibuk hingga Mas mengabaikan keselamatan mereka sayang, Mas Ayah yang nggak berguna sayang, maafin Mas sayang."Kenzo hanya bisa meracau karna tak tau apa yang harus dia perbuat saat ini, fikiran nya kacau memikirkan kondisi putri kecil dan jagoannya dan sekarang di tambah dengan kondisi istrinya yang belum bisa terima kenyataan ini semua. Hingga rasa penyesalan itu kembali muncul dalam fikirannya.


"Mas."panggil Lana setelah sadar dari pingsannya.


"Syukur lah sayang kamu akhirnya sadar juga, Mas khawatir banget sama kamu sayang." ujar Kenzo.


"Siapa yang berani lakuin ini semua sama kita Mas, apa salah keluarga kita sama mereka Mas."ujar Lana.


"Mas akan cari Fuji sampai ketemu sayang dan akan menghukum orang yang berani culik anak kita dengan hukuman yang setimpal sayang."ujar Kenzo.


"Dimana kamu Nak, Mama rindu kamu sayang. Apa di luar sana kamu baik-baik aja sayang, apa kamu sudah makan."ujar Lana yang tak bisa membayangkan bagaimana kondisi putri kecilnya berjuang di jalanan sendiri.


"Sayang putri kita pasti baik-baik saja dia anak yang kuat sayang."ujar Kenzo.


"Tapi dia masih terlalu kecil untuk mengalami ini semua nya Mas."ujar Lana.


"Kita pasti akan bertemu lagi dengan putri kecil kita sayang, Mas janji bakalan bawa putri kecil kita ke rumah ini lagi dengan selamat tanpa lecet sedikit pun."ujar Kenzo.

__ADS_1


"Mas aku mau lihat Langit Mas."ujar Lana yang teringat dengan nasib anak bujang nya yang terbaring di rumah sakit.


"Tapi kondisi kamu kurang baik sekarang sayang."


"Kalau aku tetap di sini fikiran aku nggak bakalan tenang Mas, bawa aku bertemu Langit Mas."ujar Lana.


"Tapi sayang."


"Aku mohon Mas aku mau liat kondisi putraku Mas."ujar Lana dengan air mata yang tak habisnya untuk menetes.


"Ya udah iya tapi kamu harus janji sama Mas kalau nanti udah di sana kamu harus kuat demi anak kita, sekarang dia butuh dukungan dari kita untuk keselamatannya sayang."ujar Kenzo.


"Iya Mas."jawab Lana lemah seperti tak ada tenaga lagi.


"Ya udah Mas siapin dulu baju ganti kita untuk di sana, kamu di sini aja tinggu Mas dan jangan turun dari atas ranjang kalau nggak ada Mas."ujar Kenzo.


"Iya Mas."


"Ya udah tunggu sebentar ya sayang." Kenzo langsung mengambil beberapa baju nya dan juga baju istrinya untuk menginap di rumah sakit menemani putra mereka yang sedang berjuang untuk hidup sekarang.


"Nak kamu harus kuat, Mama belum siap untuk kehilangan kamu sayang." racau Lana dan air mata itu kembali menetes tanpa henti.


Sedangkan di tempat yang sangat terpencil di ujung kota yang sangat jauh kata layak untu di huni.


Fuji menangis sejadi-jadinya karna ingin bertemu orang tuanya, hingga para penculik kewalahan untuk menghentikan tangis Fuji.


"Woi anak kecil Lo bisa diam nggak, budeg nih kuping gue denger suara Lo."ujar salah satu dari mereka yang sudah tak tahan mendengar suara tangis Fuji.


"Aku mau pulang, aku mau ketemu sama Mama."rengek Fuji.


"Udah kita tinggalin aja dia sendiri di sini, mending kita keluar cari angin."ujar salah satu mereka dan akhirnya mereka semua setuju dan meninggalkan Fuji di sana sendirian.


"Bagus mereka udah pergi, aku harus cari jalan biar bisa keluar dari sini. Mereka pikir aku anak kecil yang bodoh apa, kalian semua salah bahkan aku lebih pintar dari kalian semua."ujar Fuji yang bangga dengan dirinya sendiri.


Fuji mengedarkan pandangannya hingga berhenti pada pintu yang di tutupi kayu. Tanpa pikir panjang Fuji langsung melangkah ke pintu itu dan berharap kalau pintu itu dapat membuatnya keluar dari ruangan pengap ini.


"Semoga saja pintu ini tidak buntu."ujar Fuji penuh harap.


Satu per satu kayu di pindah kan oleh Fuji dengan sanga hati-hati agar para penculik tidak mendengar suara.


"Huh akhirnya selesai juga."ujar Fuji.


Perlahan tangan kecil Fuji meraih ganggang pintu dan..


Clek..


Pintu itu terbuka dengan mudah nya dan tanpa pikir panjang lagi Fuji langsung berlari keluar dari rumah tua itu.

__ADS_1


"Aku harus cari jalan raya biar bisa minta tolong untuk di antar ke rumah."ujar Fuji.


Fuji terus berlari tak tau arah yang penting dia jauh dari rumah tua itu.


__ADS_2