
"Akhh sial kalau gini gue harus kemana, dia Asti bakalan sangat mudah buat temuin keberadaan gue."ujar gadis itu.
sedangkan di tempat lain..
Seluruh keluarga besar Kenzo berkumpul di mansion mewahnya, termasuk laki-laki yang selama ini sangat di hindarinya datang tak di undang ke acara ulang tahun ketiga anaknya.
"Papa."lirih Alexa saat melihat sosok laki-laki yang sangat dia rindukan.
"Lexa sayang, ini Papa."ujar laki-laki itu.
"Ngapain anda ke sini Tuan."ujar Kenzo dengan bahasa formalnya.
"Kak."protes Lexa dengan nada bicara Kenzo pada Papa mereka.
"Kamu diem Dek, ini urusan Kakak. Mending kamu masuk temani yang lain."usir Kenzo pada adiknya.
"Kak, jangan kayak gitu sama Papa. Bagaimana pun dia tetap Papa kita Kak, Lexa nggak suka Kakak kayak gini sama Papa."ujar Lexa yang tidak terima dengan perlakuan Kenzo pada Papa mereka. Walau sakit hati yang selama ini Lexa rasakan belum pulih sepenuhnya, tapi seberapa benci Lexa dengan Papa nya, dia adalah laki-laki yang masih Lexa sayang sampai sekarang.
"Masuk Lexa."usir Kenzo untuk kesekian kali nya.
Sedangkan Lana dan ketiga anaknya memandang heran siapa laki-laki tua yang tengah di marahi oleh suaminya itu.
"Mah, paman itu siapa Mah, kenapa Papa sangat marah padanya."tanya Al.
"Mama juga nggak tau Nak siapa Paman itu."jawab Lana.
Kenzo terus memandang Papa nya dengan tatapan permusuhan yang sangat kentara di matanya. Bayangan saat Lexa di siksa dan di abaikan oleh Papa kandungnya sendiri masih teringat jelas di otak Kenzo.
"Ken, Papa minta maaf, Papa tau kalau Papa udah banyak salah sama kamu dan Lexa. Tapi Papa punya alasan untuk itu semua Ken."ujar Bima yang tak sanggup putra pertama nya memandangnya dengan tajam.
"Alasan, apa alasannya haa, selama ini saya tidak menjemput adik saya karna saya mau lihat seberapa jahat anda memperlakukan adik saya Tuan Bima yang terhormat."
"Bahkan saat adik saya di nyatakan hilang apa anda punya niat untuk mencarinya, tidak kan, jadi buat apa Anda datang ke sini, bahkan anda tidak pernah di undang dalam acara keluarga saya."ujar Kenzo dengan tajamnya.
__ADS_1
"Kak, aku nggak suka ya cara ngomong Kakak ke Papa."tegur Lexa.
"Kamu diem Dek jangan ikut campur masalah Kakak."
"Aku punya hak Kak buat ikut campur dalam masalah Kakak, dia juga Papa aku Kak, di tubuh aku dan di tubuh Kakak masih mengalir darahnya Kak."
"Jadi kamu masih membela nya setelah apa yang dia lakuin sama kamu selama ini."bentak Kenzo pada Lexa.
"Papa pasti punya alasannya Kak, kita nggak boleh nilai orang dari luarnya aja Kak tanpa kita atau isi hati mereka Kak."
"Kamu diam Dek, Kakak nggak butuh nasehat kamu. Mending kamu masuk sana."
"Ken dengerin penjelasan Papa dulu Ken, kalau kamu udah dengerin penjelasan Papa terserah kamu masih mau maafin Papa tau enggak."ujar Bima.
"Baik, satu jam dari sekarang."ujar Kenzo yang sebenarnya masih ingin menjalin hubungan baik dengan Papa seperti dulu sebelum sang Mama tercinta menghembuskan nafas terakhirnya.
Mendapatkan kesempatan tak membuat Bima mengulur waktu lagi, Bima langsung menjelaskan semua tanpa di kurangi atau di lebihkan bahkan lengkap dengan bukti-bukti nya.
*Brengsek, masalah satu belum kelar, sekarang malah nambah satu masalah lagi. Apalagi dua-duanya sama-sama penting buat gue.*batin Kenzo.
Lexa yang mendengar itu semua, seketika langsung memeluk sang Papa. Jadi selama ini Papa nya tidak bersikap adil padanya agar dirinya tidak celakai oleh Mama tirinya.
"Pah maafin Lexa karna udah kabur dari rumah Papa, Lexa pikir Papa udah nggak sayang lagi sama Lexa. Makanya Lexa mau ikut uncle Erlan ke sini dan tinggal sama Bang Kenzo dan Mama Lana."ujar Lexa yang masih betah berada dalam pelukan sang Papa.
"Papa ngerti gimana posisi kamu sayang, awalnya Papa khawatir karna Papa nggak bisa nemuin kamu di mana pun. Sampai anak buah Papa bilang kalau kamu tinggal bersama Kenzo baru Papa bisa tenang dan Papa memutuskan untuk ke sini nemuin kamu dan jelasin semua nya, agar nggak ada salah paham lagi di antara kita semua."
Bima langsung menatap anak laki-laki kesayangan yang entah sejak kapan sudah berubah menjadi pria dewasa dan menjadi Ayah untuk ketiga anaknya.
"Sepertinya Papa udah melewatkan banyak waktu perkembangan anak laki-laki Papa."ujar Bima.
"Sangat banyak waktu yang anda sia-siakan Tuan Bima Bagaskara."ujar Kenzo yang langsung bangun dan memeluk sang Papa dengan erat.
"Maafin Papa Ken, Papa belum bisa jadi Papa yang baik buat kamu dan Lexa."ujar Bima.
__ADS_1
"Kalau dari awal Papa jelasin semua, Kenzo nggak bakalan kayak gini Pah. Kita bisa selasaikan ini bersama-sama Pah, ini juga masalah Kenzo Pah."
"Maafin Papa."ujar Bima.
Sedangkan Lana merasa bangga dengan suaminya yang mau berdamai dengan Papanya. Terbesit di hati Lana mengingat kedua orang tuanya yang sudah tiada. Rasa rindu yang tak bisa di bendung lagi, ingin rasanya bisa memeluk ke dua orang nya seperti dulu, tapi takdir berkata lain. Orang tuanya sudah di tenang di sisi pencipta dan Lana hanya bisa mengirim doa untuk kedua orang tuanya.
"Apa mereka Istri dan anak-anakmu Ken."tanya Bima.
"Iya Pah, dia istriku dan mereka cucu-cucu Papa."
"Anak-anak ayo salam sama grandpa."ujar Lana.
Ketiga pinguin kecil itu langsung berbaris rapi untuk memperkenalkan diri mereka masing-masing. Di mulai dari Langit, Lintang dan Fuji sesuai dengan urutan kelahiran mereka.
"Halo grandpa aku Langit, aku anak pertama Lo grandpa."ujar langit memperkenalkan dirinya dengan logat lucunya.
"Halo Atuk, aku Lintang."ujar Lintang.
"Sayang kok manggilnya nggak samaan dengan Bang Al."tanya Lana.
"Nggak mau Mah, aku mau yang beda aja, nggak apa-apa Mah kalau aku manggilnya Atuk aja."tanya Lintang dengan polosnya.
"Boleh, apapun panggilan yang di berikan cucu-cucu grandpa dengan senang hati grandpa menerimanya."ujar Bima.
"Yang cantik ini siapa namanya."
"Hallo Kakek aku Fuji."ujar Fuji yang juga memanggil Bima dengan panggilan yang berbeda lagi.
"Boleh Grandpa peluk kalian semua."
"Tentu."ujar Tripleks yang langsung berhamburan memeluk Bima.
*Terima kasih Tuhan karna sudah menyatukan kembali keluarga kecil ini. Sayang lihatlah, kau memiliki cucu yang sangat ganteng dan cantik, andai kau masih ada kau pasti akan sangat bahagia melihat ini semua. Maafkan suamimu yang tidak becus ini yang membuat kekacauan dengan menikahi wanita licik itu. Ku harap kau mau memaafkan suamimu ini dan suamimu ini janji kan memperbaiki semua nya dari awal lagi bersama Anak dan menantu beserta cucu-cucuku yang lucu.*batin Bima.
__ADS_1