
"Pah." panggil Lexa pada Kenzo.
"Iya sayang." jawab Kenzo.
"Lexa mau les bahasa Korea boleh." ujar Lexa.
"Kenapa sayang kok mau les bahasa Korea segala." tanya Kenzo yang heran.
"Jadi gini di sekolah Lexa mau di adain lomba bahasa Korea gitu Pah dan semua murid boleh berpartisipasi tanpa di pungut biaya sepersen pun, boleh ya Pah Lexa les bahasa Korea." ujar Lexa memohon agar di perbolehkan oleh Kenzo untuk les bahasa Korea.
"Iya boleh sayang." ujar Kenzo.
"Papa serius."tanya Lexa sekali lagi.
"Iya sayang Papa serius." ujar Kenzo.
"Makasih Pah Lexa sayang Papa." ujar Lexa yang sangat gembira bisa ikut les bahasa Korea.
"Jadi sama Mama nggak sayang nih." ujar Lana yang baru keluar dari kamar mandi.
"Mama." ujar Lexa dan langsung berlari menghampiri Lana dan langsung memeluknya.
"Mama kemana aja kok Mama jarang jemput Lexa ke sekolah lagi, Mama nggak sayang lagi ya sama Lexa." ujar Lexa dengan mata yang berkaca-kaca.
"Sayang bukan begitu Mama kan lagi hamil jadi Mama nggak boleh kecapean sayang, ya udah kalau nggak gini aja biar mulai besok Mama yang antar jemput Lexa gimana. Mama nggak mau anak gadis Mama ini merasa kalau Mama nya ini nggak sayang lagi sama dia padahal ya Mama sayang banget sama putri kecil Mama ini." ujar Lana.
"Mama serius." tanya Lexa memastikan.
"Mama serius sayang." ujar Lana.
"Laxa sayang Mama." ujar Lexa.
"Mama juga sayang Lexa." ujar Lana.
Kenzo yang mendengar pembicaraan Lana dan Lexa merasa bersyukur memiliki istri sebaik dan selembut Lana. Rasa bahagia yang tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata terbesit dalam hati Kenzo.
*Sungguh tak ku sangka orang yang dulu aku benci sekarang menjadi orang yang paling aku cintai. Takdir memang tidak salah mempertemukan aku dengan wanita sebaik Lana, perempuan baik yang sekarang tengah mengandung calon buah hati ku. Dia yang akan menjadi Ibu dari anak-anak ku kelak, semoga kau tetap bersama ku Lana akan ku bahagiakan kamu sampai kamu lupa bagaimana rasa sakit yang pernah ku buat dulu pada mu.* batin Kenzo yang sangat bersyukur mempunyai istri sebaik Lana.
"Papa apa Papa juga akan ikut mengantar dan jemput Lexa ke sekolah Pah."ujar Lexa.
"Apa sih yang nggak buat anak gadis Papa ini." ujar Kenzo.
"Asikkkk." ujar Lexa bahagia.
**************
"Hallo Ken Lo di mana." ujar Mike saat panggilannya sudah di angkat oleh Kenzo.
"Gue lagi di rumah emang kenapa." ujar Kenzo.
"Lo bisa jemput gue nggak gue udah sampe nih." ujar Mike.
__ADS_1
"Lo dimana sekarang." ujar Kenzo yang langsung bangkit dan mengambil kunci mobil untuk menjemput Mike.
"Gue di bandara nih." ujar Mike.
"Lo tunggu di sana gue jalan sekarang." ujar Kenzo.
"Oke." jawab Mike.
"Sayaang." teriak Kenzo memanggil Lana.
"Iya Mas ada apa sih kok teriak-teriak segala." ujar Lana.
"Aku mau ke bandara sebentar ya sayang kamu di rumah aja dan jangan kemana-mana." ujar Kenzo.
"Mas mau ngapain ke Bandara."tanya Lana.
"Mas mau jemput teman Mas di sana." ujar Kenzo.
"Aku ikut ya Mas bosen kalau di rumah terus Mas." ujar Lana memohon agar suaminya mau membawa dia pergi bersama.
"Kamu lagi hamil sayang nanti kalau kamu kecapaian duduk di mobil gimana." ujar Kenzo yang berusaha menjelaskan pada bumil agar tidak terjadi masalah lagi.
"Aku mau ikut Mas." ujar Lana yang menunjukkan wajah imutnya yang membuat Kenzo tidak bisa menolak permintaan istrinya itu.
"Huffttt ya udah kalau gitu kamu boleh ikut." ujar Kenzo yang akhirnya menyerah.
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
"Iya sayang Kakak di sini." ujar Ara.
"Kakak ngapain di sini." tanya Lexa.
"Perasaan Kakak nggak enak sayang kayak akan terjadi sesuatu gitu tapi Kakak nggak tau apa itu." ujar Ara yang mengutarakan kegelisahan hatinya.
"Kok Kakak nggak tau sih aneh deh." ujar Lexa heran
"Kayak akan terjadi masalah besar gitu sayang." ujar Ara.
"Iya masalahnya apa Kak." tanya Lexa.
"Nah masalah itu yang Kakak nggak tau."ucap Ara.
"Kok nggak tau sih Kak aneh deh." ujar Lexa.
Ara merasa tidak nyaman dengan hatinya seperti akan ada kejadian yang menyedihkan akan menimpa dirinya tapi dia tidak tau kejadian seperti apa yang akan dia alami nanti.
"Lexa kamu pernah nggak ngerasa nggak tenang." tanya Ara.
"Nggak tenang gimana Kak." ujar Lexa heran.
"Itu Lo kayak kamu merasa akan terjadi sesuatu gitu tapi kamu nggak tau apa, aduhhh kok susah gini sih jelasinnya." ujar Ara yang tau harus bagaimana cara menjelaskannya pada Lexa.
__ADS_1
"Kakak kenapa sih." tanya Lexa yang tak paham dengan keadaan Ara sekarang.
"Sudahlah kamu juga nggak akan ngerti." ujar Ara.
"Idih Kak Ara aneh deh." ucap Lexa.
*Kok aku jadi kepikiran sama Erlan ya, apa ini ada hubungannya sama dia tapi masalah apa yang akan menimpa dia dan kenapa aku yang ngerasa nggak tenang sih. Tapi kalau di pikir-pikir selama aku tinggal di sini Erlan nggak pernah ngunjungin aku atau hubungin aku, apa dia udah lupa ya sama aku atau jangan-jangan dia udah punya pacar makanya dia nggak pernah ngasih kabar ke aku. Ara kamu mikirin apa sih biarin aja dia punya pacar toh itu bukan urusan kamu Ara kamu bukan siapa-siapa dia Ara.* batin Ara.
*************
"Mas emang siapa sih yang akan kamu jemput ke bandara." tanya Lana pada Kenzo yang sedang mengemudi menuju bandara.
"Jemput Mike sayang." ujar Kenzo.
"Loh bukannya Kak Mike di negara A ya Mas." ujar Lana.
"Dia pulang ke sini sekarang buat kasih surprise sama Lexa sayang karna udah bisa ngomong lagi." ujar Kenzo.
"Ooohh begitu Mas." ujar Lana yang fokus pada luar kendala kaca melihat banyak sekali pedagang-pedagang kecil yang menjual berbagai macam makanan dan itu membuat Lana menjadi lapar.
"Mas." panggil Lana lagi.
"Hmm." deheman Kenzo menjawab panggilan Lana.
"Aku laper Mas." ujar Lana.
"Kamu mau makan apa." tanya Kenzo yang tak ingin istrinya kelaparan apalagi sekarang Lana tengah mengandung calon buah hati mereka.
"Mau makan itu, itu, itu, itu sama itu Mas." tunjuk Lana pada beberapa pedagang kecil yang menjual makanan yang membuat Lana ingin sekali mencobanya.
"Sayang masa makan makanan di pinggir jalan gini sih, nggak aahh nggak baik buat kamu sama calon bayi kita." ujar Kenzo yang melarang Lana untuk makan makanan di pinggir jalan.
"Mas ayo lah aku mau makan itu Mas." ujar Lana memohon.
"Nggak boleh." ujar Kenzo yang kekeh pada pendiriannya.
"Ya udah." ujar Lana yang langsung membuang muka ke arah luar sambil cemberut dengan rasa sakit hati yang teramat pada suaminya.
"Nanti aja kita makan di restoran setelah kita udah jemput Mike ya sayang." ujar Kenzo pada Lana sedangkan Lana hanya diam saja tanpa berniat menjawab ucapan Kenzo.
*Aduh pasti ngambek lagi nih bumil, apes banget sih nasib gue masak orang kaya makan di pinggir jalan sih. Bumil juga kok selera makannya kayak gini sih apa salahnya ngidamnya yang mewah-mewah sedikit makan di restoran kek di puncak kek atau kemana gitu, ini malah mau makan makanan di pinggir jalan. * batin Kenzo frustasi dengan ngidam Lana yang tak biasa baginya.
"Ya udah iya nanti balik kita jemput Mike kamu boleh makan semua makanan yang kamu suka di sini, kalau perlu sama gerobak-gerobak nya aku beliin buat kamu." ujar Kenzo yang akhirnya harus kembali pasrah dengan permintaan bumil.
"Beneran Mas." ujar Lana yang kembali ceria setelah mendengar ucapan suaminya.
"Iya sayang tapi kali ini aja ya besok-besok nggak boleh lagi nggak baik tau buat kamu sama calon bayi kita." ujar Kenzo menasehati Lana.
"Janji kali ini aja Mas." ujar Lana.
"Ya udah kalau gitu kita jemput Mike dulu nanti sebelum pulang kita mampir ke sini lagi." ujar Kenzo.
__ADS_1
"Oke Mas." ujar Lana.