
Akhirnya Regan pulang ke mansion nya dan meninggalkan Lexa dan Anya di sana.
*Kok perasaan gue nggak enak gini ya.* batin Lexa yang terus memperhatikan punggung Regan hingga hilang dari pandangannya.
"Lexa ayo kita pergi sekarang." ujar Anya.
"Ohhh oke." ujar Lexa.
Akhirnya Lexa dan Anya memutuskan untuk pergi ke taman sekedar duduk santai sambil menikmati cemilan yang di beli Lexa tadi.
"Astaga Anya ini ponsel Regan ketinggalan gimana dong," ujar Lexa yang kaget saat membuka tas sandangnya dan melihat ada dua handphone di sana.
"Kok bisa ponsel Regan sama kamu." tanya Anya heran kenapa bisa ponsel Regan bisa sama Lexa.
"Tadi dia nitipin ponselnya sama aku waktu kita les tadi." ujar Lexa.
"Terus gimana kita antar ke rumahnya atau besok aja kita kasih di sekolah."ujar Anya.
"Kita kasih sekarang aja gimana nanti dia panik lagi ponselnya nggak ketemu." ujar Lexa.
"Ya udah ayok nanti ke buru dia sampe rumah aku malu tau masuk ke rumah dia " ujar Anya.
"Loh kok malu sih." tanya Alexa heran.
"Lexa kamu ini gimana sih masa perempuan nyamperin cowok ke rumahnya mana kita masih Bocil kayak gini, emang kamu nggak malu ya." ujar Anya.
"Terus gimana kita anterin sampe rumahnya atau nanti kita titip aja sama satpam di rumah itu." ujar Lexa.
"Kalau kayak gitu sama aja kalau kita nggak sopan Lexa." ujar Anya.
"Ya terus gimana Anya aku pusing deh mikirinnya." ujar Lexa.
"Kita kasih sama dia aja langsung abis itu kita langsung pulang aja nggak usah mampir." ujar Anya.
"Ya udah ayok kalau gitu." ujar Lexa.
"Oke."jawab Anya.
Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk mengembalikan ponsel Regan.
****************
"Mas.''panggil Lana pada Kenzo.
"Iya sayang ada apa." tanya Kenzo.
"Besok Mas sibuk nggak." tanya Lana.
"Kenapa sayang kok nanya gitu." ujar Kenzo heran.
"Besok mau nemenin aku ke rumah sakit Mas."tanya Lana.
Kenzo yang awalnya duduk di sofa langsung berdiri dan menghampiri istrinya yang sedang rebahan di atas tempat tidur.
"Kamu sakit apa sayang."tanya Kenzo yang langsung mengkhawatirkan kondisi istrinya itu.
"Kok sakit sih Mas."tanya Lana heran.
"Terus buat apa kamu ke rumah sakit sayang."tanya Kenzo.
"Tuh kan Mas pasti lupa ihhh sebel deh."ujar Lana yang kesal dengan suaminya yang selalu melupakan tanggal check-up kandungannya.
"Emang kamu mau ngapain ke rumah sakit sayang jangan bikin aku khawatir kayak gini sayang."ujar Kenzo.
__ADS_1
"Besok kan jadwal aku periksa kandungan Mas."ujar Lana yang sudah sangat kesal dengan suaminya.
"Ihhh kamu mah gitu Mas khawatir tau kalau kamu sakit parah sayang."ujar Kenzo yang akhirnya lega setelah tau apa tujuan Lana ke rumah sakit.
"Ya kamu nya nyeselin Mas masa iya setiap bulan nya kamu lupa terus sama check-up kandungan aku."ujar Lana.
"Maaf sayang kamu kan tau kalau akhir-akhir ini aku sibuk banget sama urusan kantor ku sayang." ujar Kenzo.
"Jadi kamu lebih mentingin urusan kantor kamu dari anak kita gitu." ujar Lana.
"Bukan gitu sayang kamu ini ihh kok ngomong gitu sih, ya pentingan kamu lah sama anak kita sayang." ujar Kenzo yang selalu di buat frustasi kalau berdebat dengan bumil yang selalu sensitif dengan ucapan yang keluar dari mulut Kenzo.
"Terus kamu kenapa lupa terus sama jadwal check-up aku." tanya Lana.
"Mas lagi sibuk sayang dan lagian sekarang Mas juga lagi ada masalah di anak cabang Mas di kota B sayang. Makanya Mas banyak fikiran akhir-akhir ini sampe lupa sama tanggal check-up anak kita." ujar Kenzo.
"Itu artinya kamu lebih mentingin kerja kamu dari pada anak kita kan Mas."ujar Lana dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Bukan begitu sayang ihhh kamu mah jangan nangis dong Mas kan nggak kuat liat kamu nangis kayak gini sayang." ujar Kenzo.
"Mas jahat."ujar Lana.
"Ya udah Mas minta maaf sayang."ujar Kenzo yang memilih untuk mengalah dari pada harus berdebat dengan Lana.
"Nggak mau."ujar Lana.
"Terus gimana cara nya supaya kamu mau maafin Mas sayang, Mas nggak bisa liat kamu sedih gara-gara Mas sayang." ujar Kenzo.
Lana yang awalnya kesal dengan suaminya seketika mendapat ide untuk mengerjai suaminya.
"Mas serius mau lakuin apa pun yang Lana minta." tanya Lana lagi untuk memastikannya.
"Iya sayang Mas janji." ujar Kenzo.
"Janji sayang." ujar Kenzo.
"Lana mau Mas buatin panti asuhan buat anak-anak jalanan dan Mas harus sekolahin mereka yang kurang mampu gimana Mas mau." ujar Lana.
Kenzo yang mendengar ucapan istrinya sedikit terkejut dengan permintaan istrinya itu tapi karna sudah janji dan Kenzo memang sudah ada niatan untuk membuat panti asuhan akhirnya menyetujui permintaan istrinya.
"Ya udah kalau gitu Mas janji bakalan buat panti asuhan sesuai permintaan istri Mas ini." ujar Kenzo sambil menoel hidung Lana.
"Mas serius." tanya Lana.
"Mas serius sayang." ujar Kenzo serius.
"Mas nggak lagi becanda kan." tanya Lana lagi yang memastikan ucapan suaminya itu.
"Mas serius sayang dan lagian Mas memang udah ada niatan buat panti asuhan tapi karna Mas yang sibuk terus makanya belum kesampaian sampai sekarang."ujar Kenzo.
"Makasih Mas dan maaf kalau akhir-akhir ini Lana sering marah-marah nggak jelas sama Mas." ujar Lana yang kembali murung saat mengingat sikap nya yang selalu marah-marah tak jelas pada suaminya.
"Iya Mas ngerti kok sayang lagian sayang ini bawaan anak kita yang ingin Papa nya lebih baik dan lebih sabar menghadapi istrinya Mas ini." ujar Kenzo.
"Makasih Mas udah mau ngertiin Lana." ujar Lana yang sangat bersyukur memiliki suami seperti Kenzo.
"Iya sayang." ujar Kenzo.
°°°°°°°°°°°°°°°°
"Kamu yakin Anya kalau ini rumah Regan." tanya Lexa yang memastikan mansion mewah di hadapannya ini adalah rumah Regan.
"Aku yakin Lexa." ujar Anya dengan penuh keyakinan.
__ADS_1
"Ya udah kalau gitu kita masuk." ujar Lexa.
"Ayok." jawab Anya.
"Pak permisi." teriak Lexa memanggil satpam yang sedang berjaga di mansion Regan.
"Ya Non ada perlu apa." ujar Satpam itu pada Lexa.
"Maaf Pak benar ini rumahnya Regan."tanya Lexa sopan.
"Iya Non memangnya Non ke sini mau ketemu sama Den Regan." tanya Satpam.
"Iya Pak apa Regan nya ada di dalam Pak." ujar Lexa.
"Ada Non tapi keluarga Den Regan sedang ada tamu Non." ujar Pak satpam.
"Apa mereka masih lama Pak." ujar Lexa.
"Saya juga kurang tau Non." ujar Satpam.
"Apa saya bisa ketemu Regan sebentar Pak apa boleh." ujar Lexa.
"Ohhh silahkan Non." ujar satpam itu sambil membuka pagar mansion mewah itu.
"Terima kasih pak." ujar Lexa.
"Sama-sama Non." ujar Pak satpam.
Akhirnya Lexa dan Anya sudah memasuki mansion mewah milik Regan.
"Wow mewah amat rumah tuh bocah tengil."ujar Anya.
"Kamu nggak boleh gitu ihh dia itu juga teman kita Anya." ujar Lexa.
"Iya iya nggak lagi deh." ujar Anya menyerah daripada harus berdebat dengan Lexa.
"Ayo buruan kita masuk abis itu kita langsung ke taman." ujar Lexa.
"Baik." jawab Anya.
Di dalam mansion mewah milik Regan sedang kedatangan tamu yang tak lain adalah keluarga Sisil teman satu sekolahan Regan yang datang bertamu ke mansion mewah milik keluarga Purnama.
"Nak Regan ini ganteng sekali ya sangat cocok untuk anak saya yang cantik juga." ujar Mama nya Sisil pada Regan.
Sedangkan Regan hanya diam dengan tatapan dingin tanpa ekspresi sedikit pun pada perkataan Susi Rosalia ibu kandung dari Sisil.
"Sayang Tante Susi bicara sama tuh di jawab dong." ujar Mona Mommy nya Regan.
"Ngapain mereka ke sini Mom." tanya Regan dengan nada dingin.
"Mereka ke sini mau bertamu sayang." ujar Mona.
"Ya udah kalau mereka mau bertamu ya bertamu aja Mom ngapain harus ada aku di sini."ujar Regan.
"Ada yang mau Mommy bicarain sama kamu Nak." ujar Mona.
"Bisa bicara sekarang aja Mom Regan mau ke kamar mau tidur capek." ujar Regan dengan tegas.
"Nak Regan jadi gini maksud kedatangan Tante ke sini mau bicarain soal perjodohan kalian"ujar Susi yang langsung pada intinya.
"Perjodohan." ujar Regan mengulang perkataan Susi.
"Iya Sayang Mommy berniat mau jodohin kamu sama Nak Sisil sayang." ujar Mona.
__ADS_1