
Laura ditangkap malam itu juga, tanpa perlawanan ataupun teriakan histeris dan memaki-maki seperti yang ia lakukan tadi.
Wanita itu seperti seseorang yang tengah depresi. Bahkan tidak ada raut sedih diwajahnya.
Adrian dan Elang yang menumpang di mobil polisi minta diantarkan langsung ke rumah sakit. Ketika lelaki itu membuka ponselnya, beberapa kali nampak ada panggilan tidak terjawab dari Mela. Adrian khawatir terjadi sesuatu dengan istrinya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Tuan ... Kenapa tidak diangkat?" Mela yang melihat Adrian tiba langsung berdiri menghampiri.
"Bagaimana istriku?"
"Tadi terjadi pendarahan lagi sedikit, sudah ditangani dan sekarang kondisinya lebih baik. Baru saja Ara tertidur, Tuan. Tadi berulang kali menanyakan, Tuan," ungkap Mela yang semenjak tadi sibuk menenangkan sang sahabat. Apalagi ditambah Adrian yang tidak mengangkat panggilannya.
Adrian lansung masuk, disana di ranjang putih rumah sakit terbaring wanita yang dicintainya itu. Dia tertidur dengan posisi miring dan terlihat ada sesuatu di jarinya.
Lelaki itu mendekat, rupanya Ara tertidur sambil memeluk hasil USG bayi mereka. Ya, USG pertama sekaligus yang terakhir.
Pedih memang. Apalagi ini adalah kehamilan pertamanya. Sang istri yang nampak begitu antusias, pasti sangat terpukul akan kejadian ini. Ditambah kehilangannya dengan cara seperti ini.
Dibelainya lembut, puncak kepala Ara, kemudian kecupan ia daratkan pada bibir ranum dan pucat itu.
"Sayang, semoga selepas ini semua kebahagiaan akan kau dapatkan. Aku merasa menjadi suami yang tidak bisa menjagamu sama sekali," ucap Adrian lirih, seraya menghapus jejak air mata yang telah mengering dipipi sang istri.
Dipeluknya wanita itu, setelahnya ia memutuskan naik ke ranjang dan berbaring di belakang punggungnya. Wajahnya menyusup diantara leher dan bahu, menghirup aroma tubuh wanita yang selalu ia rindukan itu.
Lama-kelamaan Adrian terpejam. Kemudian terdengar dengkuran halus yang berirama, meninggalkan dua sosok manusia di luar kamar yang tidak berani mengganggu sang sahabat dan majikan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Apa kau tak ingin masuk?" Elang menggeleng. Selanjutnya Mela malah merutuki dirinya sendiri yang mengajukan pertanyaan bodoh semacam itu.
Masuk? Itu tidak mungkin, Elang hanya seorang bodyguard merangkap asisten sang majikan, ia hanya menerima perintah, bukan untuk mencampuri urusan majikannya.
"Aku saja kalau begitu. Aku takut terjadi sesuatu di dalam. Kita sudah menunggu hampir satu jam." Mela cengengesan tidak jelas, mencoba menghalau malu akibat pertanyaannya tadi.
"Ya, ampun!" Baru saja membuka pintu sedikit, Mela sudah menggeleng-gelengkan kepala.
Kemudian gadis itu masuk dan memastikan apa yang dilihatnya bukan sebuah kamuflase ataupun salah lihat. Gadis itu menghela napasnya pelan, melihat Adrian yang tidur dengan nyenyak sambil memeluk sang istri dengan erat.
Dia sudah menunggu hampir satu jam bersama Elang di luar, tanpa kepastian. Ternyata Tuan posesif suami sahabatnya itu malah sudah sampai ke pulau mimpi dan membangun kerajaan disana. Tanpa memperdulikan mereka berdua.
__ADS_1
Dasar orang kaya! Umpat Mela dalam hati. Mengapa tadi tidak mengatakan pada Elang untuk pulang saja. Kasihan lelaki itu sudah selarut ini dan masih terjaga diluar.
Mela bergegas keluar lagi menemui Elang yang masih setia duduk di kursi tunggu.
"Kamu pulang saja. Tuan Adrian tertidur di ranjang istrinya. Mungkin ia kelelahan. Kalian berdua terlihat seperti itu sejak datang tadi," ucap Mela khawatir dengan orang yang membuatnya penasaran lahir batin itu.
"Saya tunggu Tuan bangun saja," ucap Elang datar. Matanya merah dan lelah, tak bisa membohongi Mela.
"Pulanglah. Besok pagi-pagi sekali bukankah kau harus menjemputnya ke kantor. Aku yang akan bertanggung jawab jika dia menanyakanmu saat bangun," Mela meyakinkan Elang, karena tidak tega dengan lelaki itu.
"Tapi Nona_"
"Kubilang pulang dan istirahatlah!" Mela mendorong Elang menjauh dari tempat itu hingga akhirnya lelaki itu menurut untuk pulang.
"Biarkan aku membalas kebaikanmu kemarin angry bird, eh Mr. Bird." Senyum Mela melebar menatap punggung lelaki itu bergoyang meninggalkannya sampai sosoknya tidak terlihat lagi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Mas ... Mas bangun!"
"Hemm ...." Adrian menggeliat, bukannya bangun , lelaki itu malah memeluk lebih erat sang istri dengan mata yang sama sekali tak mau terbuka.
"Mas kau harus bertanggung jawab untuk itu!" ucap Ara dengan nada tinggi yang membuat sang suami terganggu.
"Aku tidak melakukan apapun Sayang. Mengapa aku harus bertanggung jawab?" tanya Adrian yang langsung bangkit sambil mengucek matanya.
Istrinya yang berbaring dan memegang remote control televisi, mengacungkan benda itu ke arah benda canggih persegi panjang yang besarnya hampir setengah pintu itu.
Kemudian muncullah berita tentang kejadian semalam di rumah Tony. Beritanya menghebohkan dengan sedikit huru hara, yang ditambah- tambahi oleh para pencari berita. Dan yang paling membuat Ara penasaran kenapa suaminya itu ada disana dan tersorot kamera.
"Mas tidak berselingkuh, kan?"
Glek!
Tuduhan apalagi ini? Menambah lebar kelopak mata Adrian menatap sang istri yang menunggu jawabannya.
"Sayang! Kenapa pertanyaanmu seperti itu?"
"Itu Mas ada disana. Mas sedang apa malam-malam disana? Apa kau bertemu Laura dibelakangku?" Sangat nampak sorot cemburu pada wajah sang istri.
"Hah? Ya ampun, Sayang dengarkan dulu beritanya sampai selesai," pinta Adrian dengan sabar.
__ADS_1
"Ada Elang juga? Kalian berdua bertemu wanita itu di rumahnya?" cerocos Mela.
Gadis itu tanpa sengaja melihat sosok Elang juga berada disana lewat berita itu, ikut menambah kesal hati Ara.
"Kamu makan saja! Jangan ikut campur urusan tetanggamu!" bentak Adrian pada Mela.
Gadis itu memang sedang sarapan saat ini, karena ia hanya bisa cuti satu hari selepas kejadian yang menimpa Ara kemarin sebagai bukti pertanggungjawabannya pada sahabat sekaligus suaminya yang cerewet itu. Pagi ini ia harus kerja kembali.
"Iya tetangga, oke aku sarapan dulu," balas Mela yang memutar tubuhnya berpura tidak mendengar perdebatan sengit suami istri itu.
"Aku sudah melihatnya dan mendengarnya berkali-kali, Mas. Beritanya masuk hampir kesemua stasiun TV. Kalian_"
"Sayang!" Adrian menggigit kedua ujung giginya hingga berbunyi gemeletuk. Ia gemas sekaligus kesal pada para pencari berita yang menampilkan hanya sebagian kejadian semalam.
"Aku marah dengan Laura! Dia penyebab istriku terluka dan meninggalnya calon anakku. Aku mencarinya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, namun apa? Dia sengaja bersembunyi hingga akhirnya aku datang ke rumahnya. Dan yang kudapati, justru hal jahat lain yang tidak kalah fatal. Pada suaminya sendiri," jelas Adrian jujur.
"Mas benar tidak janjian bertemu dengan wanita itu?"
"Ya ampun, Sayang! Demi anak kita, aku tidak melakukannya. Murni karena aku marah atas perbuatannya yang anarkis padamu,"
Mata Ara berkaca, namun wanita itu tersenyum. Sorot matanya mengatakan jika ia percaya dengan lelaki yang menjadi suaminya itu.
"Maaf ya, Mas," ucapnya seraya menghambur kedalam pelukan Adrian.
"Masih sakit?" Adrian membelai punggung kecil itu dengan sayang.
"Hanya beberapa kali masih mules, tapi sudah lebih baik dari kemarin,"
"Aku mengkhawatirkanmu. Jangan berpikir apapun yang memberatkanmu. I love you, Sayang." Cup! Kecupan penuh cinta mendarat di pipi mulus nan dingin itu.
Selanjutnya, ternyata ada seseorang yang menguping, dan senyum-senyum sendiri membayangkan jika yang ada di atas ranjang itu adalah dirinya dan Elang.
Mela tanpa sengaja mengintip adegan mereka dari cermin yang ia pakai untuk membantu memoles bibirnya.
Indahnya, dua orang yang tengah memadu kasih itu. Seakan dunia milik berdua dan Mela hanya ngontrak.
"Mas! Ada Mela!" pekik Ara yang kaget ketika tangan Adrian menelusup kedalam piyamanya, kemudian meremas lembut benda kenyal yang pengamannya telah lelaki itu lepaskan hanya dengan satu kali sentakan.
"Tenang saja tetangga, anggap saja aku hanya rumput yang bergoyang," Mela menutup mulutnya sambil cengengesan.
"Mela!!!" pekik Ara.
__ADS_1
Sungguh kedua orang dibelakangnya itu membuatnya bersemangat ingin menikah saja. Tapi dengan siapa? Sementara Mr. Bird masih butuh waktu panjang untuk mengikat hatinya.
❤️terimakasih sayang masih mengikuti, jangan lupa like dan komennya ya✌😍