
"Mas."ujar Lana pada suaminya yang sedang asik bermain dengan triplets.
"Ya sayang." ujar Kenzo.
"Aku kangen sama Ayah dan Ibu Mas terakhir kita ke sana kan udah lama banget Mas."ujar Lana yang sangat merindukan orang tua nya saat ini.
"Gimana kalau akhir pekan ini kita ke rumah Ayah sama Ibu."ujar Kenzo pada Lana.
"Mas serius." ujar Lana pada Kenzo.
"Mas serius sayang lagian triplets belum ada ketemu sama Kakek dan Nenek nya."ujar Kenzo.
"Terus Lexa gimana Mas, Ayah sama Ibu kan nggak tau kalau kamu punya adik apalagi sekarang Lexa manggil kita Mama dan Papa nya." ujar Lana.
"Itu biar jadi urusan Mas nanti sayang yang penting akhir pekan ini kita berkunjung ke rumah orang tua kamu dulu."ujar Kenzo.
"Baik Mas."ujar Lana.
"Ya udah Mas ke kantor dulu nanti pulang kita beli oleh-oleh buat Ayah sama Ibu."ujar Kenzo.
"Baik Mas."jawab Lana.
"Baby triplets Papa ke kantor dulu kalian bertiga jangan rewel kasian Mama kalau nanti anak-anak Papa ini rewel."ujar Kenzo pada triplets dan mereka hanya menjawab dengan senyuman yang begitu manis untuk anak seusia mereka.
"Mas mereka belum ngerti sama ucapan kamu Mas."ujar Lana.
"Mereka ngerti kok sayang bukti nya mereka senyum."ujar Kenzo.
"Ya mereka senyum itu belum tentu mereka ngerti sama ucapan kamu."ujar Lana.
"Iya deh iya kamu menang."ujar Kenzo.
"Ya udah gih sana berangkat nanti telat Lo."ujar Lana.
"Iya ini udah mau berangkat, lagian kalau Mas telat nggak ada yang bisa marahin Mas karna kantor itu punya Mas."ujar Kenzo dengan bangga nya.
"Iya."ujar Lana yang menyerah kalau harus berdebat dengan Kenzo sepagi ini.
"Ya udah Mas berangkat ya."ujar Kenzo.
"Iya Mas hati-hati di jalan jangan ngebut bawa mobilnya."ujar Lana memberi petuah pada Kenzo.
"Iya sayang."ujar Kenzo
Setelah itu Kenzo langsung berjalan keluar dari kamar nya bersama Lana menuju ke lantai bawah untuk menemui Lexa dan mengantarkannya ke sekolah.
"Lexa kamu udah siap belum sayang."ujar Kenzo setah sampai di depan pintu kamar adiknya itu.
"Pah Lexa nggak mau berangkat sekolah ya Lexa mau main sama triplets Pah."ujar Lexa setelah membuka pintu kamar nya.
"Nggak boleh gitu sayang kamu harus tetap sekolah nanti pulang sekolah kan bisa main sama triplets."ujar Kenzo.
"Tapi hari ini di sekolah lagi di adain lomba Pah pasti pulang nya lama."ujar Lexa yang baru teringat kalau hari ini ada lomba bahasa Korea di sekolah nya.
"Lomba apa sayang." tanya Kenzo pada Lexa.
"Itu Pah lomba bahasa Korea Pah."ujar Lexa malas.
"Loh itu kan lomba yang pengen Lexa ikut sampe harus les segala."ujar Kenzo.
"Iya sih Paha tapi sekarang Lexa udah nggak minat Pah."ujar Lexa.
"Kenapa sayang." tanya Kenzo.
__ADS_1
"Nggak pengen aja Pah."ujar Lexa.
"Udah nggak boleh banyak alasan Lexa harus tetap ke sekolah hari ini."ujar Kenzo.
"Tapi Pah."ujar Lexa.
"Nggak ada tapi-tapian udah gih sana siap-siap Papa tunggu 10 menit dari sekarang kalau nggak Lexa nggak boleh main triplets."ujar Kenzo mengancam Lexa.
"Ya udah iya aku siap-siap dulu."ujar Lexa yang akhir nya menyerah dan berangkat ke sekolah bersama Kenzo.
*************
" Bos ada berita bagus untuk kita hari ini bos."ujar orang itu pada seorang gadis cantik yang menjadi pimpinan baru mereka setelah ketua mereka di tembak mati oleh Kenzo.
"Katakan."jawab wanita itu dingin dan tegas.
"Istri Kenzo udah lahiran dan sekarang Kenzo udah jadi Bapak dari ketiga anak mereka."ujar orang itu.
Gadis cantik itu menyeringai tipis saat mendengar kalau Lana melahirkan bayi kembar tiga sedangkan dia harus kehilangan bayi nya karna ulah Kenzo.
"Apalagi berita yang kau bawa hari ini."ujar gadis misterius itu.
"Mungkin akhir pekan ini mereka semua akan berkunjung ke rumah orang tua Lana Boss." ujar orang itu.
"Jadi dia masih punya orang tua lengkap."ujar gadis itu yang tak tau kalau Lana masih mempunyai orang tua lengkap.
"Masih Bos."jawab orang itu.
"Di mana kediaman orang tuanya."tanya gadis itu.
"Di jalan xx perumahan permata indah bos nomor 201." ujar orang itu menyebutkan alamat orang tua Lana.
"Bunuh mereka."ujar gadis itu enteng.
"Kenapa takut." ujar gadis itu.
"Bukan begitu bos hanya saja saat ini ada anak perempuan di rumah itu."ujar laki-laki itu.
"Siapa."tanya gadis itu.
"Sepupu dari Lana bos."ujar orang itu.
"Berapa umur nya."ujar gadis itu.
"18 tahun bos."ujar orang itu.
"Wah masih daun muda ternyata, terserah kalian mau apakan gadis itu yang penting saat ini orang tua gadis itu harus mati."ujar gadis itu tanpa bisa di bantah sedikit pun.
"Baik bos."jawab orang.
"Malam ini kalian harus beraksi dan jangan sampai kalian meninggalkan jejak di sana."ujar gadis itu memperingati anak buahnya agar tidak meninggalkan jejak sedikit pun.
"Baik bos."jawab orang itu.
"Keluar." ujar gadis itu dingin.
Laki-laki itu langsung keluar dari ruangan bos nya dan langsung menyiapkan anak buah nya untuk membunuh orang tua Lana sesuai perintah dari Boss nya.
"Kalian semua berkumpul sekarang."ujar laki-laki itu.
Akhirnya semua anak buah berkumpul dan banyak pertanyaan di benak mereka kenapa di kumpulkan.
"Malam ini kita dapat tugas dan orang yang gue tunjuk berarti dia yang harus ikut sama gue nanti malam, paham."ujar laki-laki itu.
__ADS_1
"Paham."jawab mereka serentak.
"Panji."ujar laki-laki itu memanggil orang pertama yang akan ikut dengannya.
"Bimo, Aryo, Rio dan Firman kalian ikut saya nanti malam."ujar laki-laki itu yang sudah memanggil nama-nama orang yang akan ikut bersama nya nanti.
"Baik bos."jawab mereka serentak.
*****************
Sedangkan di mansion mewah milik keluarga Lana sedang kedatangan tamu yang tak pernah mereka ingin kan datang.
"Permisi boleh saya bertemu dengan Via." ujar seorang laki-laki yang berstatus kekasih Via.
"Saya kan sudah bilang jangan pernah temuin Via lagi, kamu budeg ya." ujar Ibu Lana setelah tau siapa yang datang bertamu ke rumahnya.
"Anda ini hanya Kakak dari Ibu Via bukan Ibu kandung nya."ujar laki-laki itu.
"Tapi dia itu anak dari adik saya jadi saya juga berhak melarang siapa saja yang ingin bertemu dengannya."ujar Ibu Lana.
"Alah banyak omongan ya Anda minggir."ujar laki-laki itu yang langsung mendorong Ibu Lana hingga terjatuh sedangkan Pandi sedang melakukan perjalanan bisnis nya dan baru nanti malam akan tiba di mansion nya.
"Heh berani sekali kamu ya keluar."teriak Ibu Lana.
Via yang mendengar teriakan Tante nya langsung keluar dari kamar menuju lantai bawah.
"Mana Via." ujar laki-laki itu yang terus menanyakan Via.
"Mau apa kamu cari aku." ujar Via dari atas tangga saat melihat Jack mantan kekasih nya yang tak terima di putusin Via.
"Ikut aku." ujar Jack menarik tangan Via dengan kasar.
"Nggak kita udah nggak ada hubungan apa-apa lagi buat apa aku ikut sama kamu." ujar Via dengan lantang.
"Jangan bikin aku emosi Via."ujar Jack.
"Aku nggak mau ikut sama kamu."ujar Via.
Tanpa pikir panjang Jack langsung mengeluarkan sapu tangan dari saku celana nya yang di beri obat bius sebelum nya.
Via yang melihat itu seketika langsung panik dan berlari ke atas tapi belum sempat berlari Jack sudah lebih dulu mengungkung tubuh Via di pelukannya dan mulai membekap mulut Via dengan sapu tangan.
Via berusaha memberontak namun usaha nya sia-sia tubuh Via perlahan mulai lemas dan akhirnya hilang kesadaran.
Ibu Lana yang melihat Via sudah tak berdaya langsung berteriak minta tolong berdoa agar ada orang yang mau menolong nya.
"Tolong." teriak Ibu Lana meminta tolong.
Jack yang mendengar itu langsung meletakkan tubuh Via yang sudah tak berdaya di atas sofa dan mulai mendekati Ibu Lana.
"Mau ngapain kamu jangan macam-macam ya sama saya mau saya laporin kamu ke polisi."ujar Ibu Lana.
"Silahkan saja Tante saya nggak takut."ujar Jack tanpa rasa takut sedikit pun.
"Tolong."teriak Ibu Lana lagi.
Jack yang takut kalau ada orang yang mendengar teriak Ibu Lana langsung membekap mulut wanita tua itu.
"Mmmm." awal nya Ibu Lana berusaha memberontak tapi kekuatan Jack yang jauh lebih besar dari nya membuat nya tak bisa banyak gerak hingga akhirnya pingsan.
"Makanya jangan banyak gaya pingsan juga kan." ujar Jack dan langsung meletakkan tubuh Ibu Lana begitu saja di lantai.
"Kita pergi honey." ujar Jack yang langsung mengendong tubuh Via bak karung beras di bahu nya.
__ADS_1
Akhirnya Jack berhasil membawa Via keluar dari rumah itu dan akan mengurung Via agar bisa tinggal bersamanya dan memuaskan nafsu nya yang tinggi.