Istri Di Atas Kertas

Istri Di Atas Kertas
Meminta Restu


__ADS_3

"Pah kok adik bayi tidur terus sih Lexa kan mau main sama mereka."ujar Lexa yang bisa melihat triplets yang terus tertidur.


"Sayang namanya juga masih bayi nanti kalau triplets udah besar pasti kamu bakalan kesusahan jagain mereka bertiga Kak."ujar Kenzo yang sudah mulai membiasakan untuk memanggil Kakak pada Lexa


"Kapan sih Pah mereka besarnya masih lama ya."ujar Lexa.


"Sabar sayang nanti mereka juga tumbuh besar sama kayak Kakak."ujar Lana yang memberi pengertian untuk putri pertamanya.


"Kapan Mah Lexa udah pengen banget main sama mereka Mah."ujar Lexa.


"Sabar ya sayang."ujar Lana.


"Hmmmmm."ujar Lexa yang kecewa dengan jawaban Mama yang tidak pasti.


"Sayang kamu jangan ngambek gitu dong nanti adik nya ngambek juga Lo."ujar Lana.


"Ya abisnya mereka lama amat Mah besar nya kan Lexa udah pengen main sama mereka Mah."ujar Lexa.


"Sabar dong sayang nanti mereka juga besar sama kayak Kakak."ujar Lana.


"Hmmm ya udah deh."ujar Lexa yang akhirnya menyerah,


≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠


"Kamu udah siap."tanya Erlan pada Ara.


"Ara takut Mas nanti Daddy sama Mommy nggak restuin kita."ujar Ara yang ragu akan kedatangannya ke rumah orang tuanya.


"Kan Mas udah bilang mau di restuin atau nggak Mas bakalan tetap nikahin kamu Ara."ujar Erlan yang terus menyakinkan Ara.


"Baik Mas."jawab Ara yang akhirnya pasrah dengan ucapan Erlan.


"Ayo berangkat nanti kemalaman kita sampe rumah orang tua kamu."ujar Erlan.


"Baik."jawab Ara yang langsung bersiap-siap untuk pergi ke rumah orang tuanya


"Pak kita bisa jalan sekarang."ujar Erlan pada supir yang akan mengantar mereka ke rumah orang tua Ara.


"Baik Tuan."jawab supir itu sopan.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam dari kediaman Erlan akhirnya mereka sampai juga di depan gerbang rumah keluarga Grahaja.


"Mas."panggil Ara yang masih terlihat keraguan di wajah nya.


Erlan yang tau kalau saat ini Ara pasti sedang ketakutan untuk bertemu dengan orang tuanya berusaha untuk menenangkan Ara agar tidak takut karna ada dia yang selalu membela Ara di depan keluarga nya.


"Nggak usah takut ada Mas di sini."ujar Erlan.


"Baiklah."jawab Ara.


"Permisi Pak."panggil Erlan pada seorang satpam yang bertugas untuk menjaga kediaman keluarga Grahaja.


"Ya ampun Non, Non kemana aja Bapak sama Bini khawatir sama Non yang ilang gitu aja Non."ujar Satpam itu setelah mendekat pada Erlan dan melihat anak majikannya yang menghilang entah kemana semenjak ulang tahun Kakak nya Anita.


"Ara nggak kemana-mana kok Pak Ara cuma mau nenangin diri aja Pak."ujar Ara.


"Non baik-baik aja."ujar Satpam itu lagi.


"Ara sehat Pak."ujar Ara.


"Ayo masuk Non di luar panas."ujar Satpam itu mengajak Ara untuk masuk ke dalam karna cuaca di luar sangat panas.


"Pak Daddy sama Mommy ada di dalam."ujar Ara menanyakan keberadaan orang tuanya.

__ADS_1


"Ada Non Tuan dan Nona Anita lagi di ruang tamu bersama tapi kalau Nyonya sedang pergi Arisan ke rumah temannya Non."ujar satpam itu.


"Apa Daddy sama Mommy nggak pernah nyariin aku Pak."ujar Ara yang ingin tau apakah orang tuanya khawatir dengannya atau tidak .


"Tidak Non Tuan dan Nyonya hanya sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing Non begitu juga dengan Non Anita."ujar satpam itu jujur.


*Apa aku tidak seberharga itu di mata kalian hingga aku hilang tidak ada kabar kalian sama sekali nggak pernah berniat buat cari aku. Sebenarnya aku ini anak kandung kalian atau tidak sih.*batin Ara.


"Biarkan mereka tidak menganggap kamu berharga di mata mereka tapi asal kamu tau Ara kamu sangat berharga di mata aku."ujar Erlan yang dapat membaca isi hati Ara.


"Mas kok tau Ara ngomong seperti itu kan Ara nggak ngomong langsung cuma batin Ara aja."ujar Ara yang heran kenapa Erlan bisa membaca kata hatinya.


"Udah nggak usah di pikirin kalau menurut mereka Ara nggak berharga tapi kalau menurut Mas Ara sangat berharga untuk Mas."ujar Erlan.


Ara merasa tersanjung dengan ucapan Erlan yang sederhana namun membuat ketenangan di hatinya setelah mendengar ucapan Erlan.


"Ayo masuk agar urusan kita di sini cepat selesai dan kita bisa pergi dari sini."ujar Erlan.


"Baik Mas."jawab Ara.


"Pak tolong antar kan kamu berdua ke dalam."ujar Erlan.


"Baik Tuan."jawab satpam itu.


Akhirnya satpam itu menuntun Ara dan Erlan masuk ke dalam untuk menemui majikannya.


"Maaf Tuan, Nyonya ada yang datang berkunjung ke sini untuk menemui Anda."ujar satpam itu.


"Siapa."tanya Andi.


"Tuan Erlan Tuan."ujar satpam itu yang mengikuti perintah dari Erlan agar menyebut namanya tapi tidak dengan nama Ara


"Persilahkan dia masuk."ujar Andi yang merasa tersanjung Erlan berkenan hadir di rumahnya tanpa harus di undang.


"Silahkan duduk Nak Erlan."ujar Andi dengan begitu ramahnya.


Anita yang sedang berada di dapur mengambil cemilan tidak sengaja mendengar kalau Daddy menyebut nama Erlan laki-laki yang sangat di cintai oleh Anita.


"Apa Kak Erlan ke sini tapi ngapain dia ke sini Daddy kan nggak ada acara."ujar Anita dan langsung bergegas ke depan untuk memastikan apa gerangan Erlan datang ke mansion nya.


"Ada gerangan apa Nak Erlan datang ke sini."tanya Andi yang heran kenapa Erlan tiba-tiba hadir di rumahnya.


"Kedatangan saya ke sini berniat baik untuk menyatukan dua keluarga."ujar Erlan yang langsung pada intinya.


"Maksud Nak Erlan apa Om tidak mengerti."ujar Andi yang kurang paham dengan pembahasan Erlan tentang penyatuan dua keluarga.


"Maksud kedatangan saya ke sini ingin melamar putri Anda untuk menjadi istri saya."ujar Erlan.


Andi yang kaget dengan ucapan Erlan hanya diam saja dan tak berapa lama kemudian datanglah Anita dengan minuman di tangannya.


"Wah ada Kak Erlan di sini."ujar Anita yang berpura-pura ramah di depan Erlan agar sedikit meninggalkan kesan yang baik di mata Erlan.


"Hmm."ujar Erlan yang malas harus membalas ucapan Anita.


"Dad ngapain Kak Erlan datang ke sini Dad."tanya Anita pada Andi yang hanya diam saja dengan wajah yang datar tanpa ekspresi.


"Anda pasti kaget mendengar ucapan saya barusan kan Tuan."ujar Erlan.


"Eh mm bukan begitu Nak Erlan Om hanya sedikit kaget saat Nak Erlan mau meminang putri saya."ujar Andi.


"Meminang jadi Kak Erlan mau melamar aku Dad."ujar Anita yang sangat senang saat mendengar kalau Erlan mau menikahinya.


"Iya Nak."ujar Andi.

__ADS_1


"Tapi maaf Tuan yang mau sayang jadikan istri itu bukan Anita tapi anak kedua anda Tuan."ujar Erlan.


Deg


"Na..Nak Erlan tau dari mana kalau saya mempunyai dua putri."ujar Andi yang langsung pucat pasi saat tau kalau Erlan mengetahui semuanya.


"Sangat mudah untuk saya mendapatkan informasi itu Tuan."ujar Erlan dengan entengnya.


"Tapi Nak anak kedua saya sudah.. sudah meninggal dan sekarang saya hanya memiliki satu Putri yaitu Anita."ujar Andi berbohong.


Deg


*Jadi Daddy nggak pernah menganggap aku hidup Dad hikss Daddy jahat hikss.*batin Ara dan itu langsung dapat di dengar oleh Erlan.


Tidak ada yang tau kalau Erlan bisa mendengar orang lain termasuk Kenzo dan Mike. Selama ini Erlan hanya diam saja saat mendengar batin mereka berbicara.


*Sial Ara harus dengar ini semua sampe harus nangis seperti itu.*batin Erlan yang geram dengan perkataan Andi yang mengatakan kalau Ara sudah meninggal.


"Tapi maaf Tuan terus yang saya temui di pesta ulang tahun putri anda itu siapa apa arwah putri anda masih gentayangan."ujar Erlan.


"Emm itu anu Nak mm jadi gini Ara baru meninggal beberapa bulan yang lalu setelah acar itu selesai karna mm kecelakaan saat akan pulang."ujar Andi gugup.


"Terus yang bersama saya saat ini siapa Tuan."ujar Erlan.


"Yang mana ya Nak Om hanya melihat kamu datang sendiri ke sini."ujar Andi.


"Sayang ayo masuk temui orang tua kamu sayang."ujar Erlan yang menyuruh Ara agar masuk.


Andi dan Anita langsung menoleh ke pintu dan betapa terkejutnya mereka saat melihat Ara muncul dari balik pintu.


"Kau."ujar Anita yang geram kenapa Ara harus hadir di saat yang tidak tepat.


"Kenapa kalian semua kaget melihatku di sini, kenapa kalian begitu tega sama aku kenapa. Apa salah aku sama kalian sampai kalian harus bilang kalau aku sudah meninggal kenapa hikss hikss."ujar Ara saat sudah berada di hadapan Daddy dan Kakak nya.


"Karna kamu memang pantas mendapatkan itu anak yang tidak tau diri "ujar Andi yang langsung emosi saat melihat wajah Ara.


"Kenapa Daddy apa salah Ara hingga Daddy begitu benci sama Ara."ujar Ara.


"Karna kau putri pembawa sial di kehidupan ku kau tau itu."ujar Andi.


"Dad aku juga putri Daddy sama seperti Kak Anita tapi kenapa Daddy selalu membanding-bandingkan aku sama Kak Anita Dad kenapa hikss hikss."ujar Ara.


"Karna kau pantas mendapatkan itu gadis bodoh seperti mu tidak ada yang bisa di banggakan."ujar Anita.


Erlan yang mendengar kalau orang yang sangat dia cintai si hina di depan matanya langsung naik darah.


"Siapa yang kau bilang gadis bodoh haa berani sekali kau menghina calon istri ku."ujar Erlan dengan begitu kerasnya.


"Karna dia memang pantas mendapatkan itu Kak."ujar Anita.


"Seharusnya kau yang di cap bodoh karna kau mau melakukan apapun cara agar semua yang kau inginkan tercapai."ujar Erlan.


Deg


*Apa Erlan tau semua kejahatan aku.*batin Anita.


"Kalau iya kenapa takut."ujar Erlan.


"Ta..takut kenapa."ujar Anita yang gugup kenapa Erlan bisa membaca pikirannya.


"Sudah saya tidak mau berdebat dengan orang-orang rendahan seperti kalian yang rela melakukan apa pun untuk mencapai tujuan kalian. Hari ini saya akan melamar Ara baik itu dapet restu dari kalian atau tidak saya akan tetap menikahi Ara. Ayo sayang kita pergi dari sini permisi."ujar Erlan yang langsung membawa Ara keluar dari rumah terkutuk itu.


"Awas kau Ara aku akan merebut apa yang harus nya jadi milikku."ujar Anita saat Erlan dan Ara sudah menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


__ADS_2