Istri Di Atas Kertas

Istri Di Atas Kertas
Penghianat di Araster


__ADS_3

Alexa sekarang sangat senang karna memiliki Mama baru yang baik seperti Lana.


"Alexa Mama boleh nanya sesuatu kamu Nak." tanya Lana.


"Mama mau nanya apa." tulis Alexa.


"Kamu dari kapan nggak bisa ngomong kayak gini sayang." tanya Lana hati-hati.


Alexa terdiam dengan pertanyaan dari Lana, kenangan pahit tentang kematian sang Mama kembali terbayang dalam pikirin nya. Alexa hanya diam membisu tidak berniat untuk menjawab pertanyaan Lana.


Lana yang melihat keterdiaman Alexa merasa tidak enak karna harus mengungkit kenangan pahit yang sudah Alexa alami.


"Alexa sayang kalau kamu nggak mau cerita nggak apa-apa, maafin Mama ya sayang karna Mama kamu harus ingat kenangan itu lagi." ujar Lana dengan rasa bersalah.


"Tidak apa-apa kok Ma." tulis Alexa.


"Sekarang Alexa kan sudah punya Mama, Alexa seneng nggak punya Mama." tanya Lana.


"Alexa seneng banget Mah." tulis Alexa yang merasa sangat bahagia bisa punya Mama baru yang baik seperti Lana.


"Hmmmm kalau Alexa sekolah Alexa mau nggak, di sana Alexa bakalan dapet banyak teman. Alexa mau sekolah kan sayang." ujar Lana.


"Alexa takut Mah." tulis Alexa.


" Kenapa harus takut sayang." tanya Lana.


"Nanti teman Lexa malah hina Lexa kayak teman Lexa di Amerika Mah." tulis Alexa.


"Sayang kamu kan nggak tau sebelum kamu mencobanya, gimana kalau teman-teman kamu nanti baik-baik sama kamu." ujar Lana.


"Lexa nggak mau Mah." tulis Lexa lagi yang kekeh dengan pendiriannya.


"Hmmm kalau nggak gini aja Mama temenin Lexa ke sekolahnya, nanti kalau ada yang jahatin Lexa Mama bakalan marahin dia karna udah berani nyakitin anak Mama." ucap Lana.


"Mama janji bakalan temenin Lexa terus." tulis Lexa.


"Mama janji sayang." ujar Lana.


"Ya udah deh Alexa mau Mah." tulis Alexa.


"Ya udah nanti Mama bilang sama hmmm." ujar Lana yang bingung harus memanggil Kenzo dengan sebutan apa.


"Sama Bang Kenzo kan Mah." tulis Alexa.


"Ahhh iya sayang sama Bang Kenzo." ujar Lana.


**************


" Ken akhirnya Lo sadar juga, gue takut Lo kenapa-kenapa tau nggak " ujar Erlan lega setelah Kenzo sadar dari pingsannya.


"Aakkhh." ringis Kenzo yang merasa sakit di lengannya.


"Lo kenapa, apa masih sakit." tanya Erlan.


"Sedikit." ujar Kenzo.


"Lo mau apa biar gue yang ambilan, Lo jangan banyak gerak dulu luka Lo belum kering Ken." ujar Erlan.


"Mike mana." tanya Kenzo pada Erlan karna tidak melihat Mike.


"Mike di markas, dia lagi interogasi orang yang udah berani nyerang markas kita." ujar Erlan.


"Lo udah tau apa penyebab nya." tanya Kenzo.


"Gue belum tau, sampai sekarang orang itu belum mau buka suara siapa yng udah berani nyerang markas." ujar Erlan.


"Terus Lana sama Alexa gimana, mereka baik-baik aja kan." tanya Kenzo.


"Mereka baik-baik aja Lo nggak usah khawatir." ujar Erlan.


"Gue mau ketemu sama mereka sekarang." ujar Kenzo.


"Ken Lo gila ya mau nemuin mereka sekarang, Lo nggak liat kondisi Lo aja masih kayak gini. Kalau Lo nemuin mereka sekarang, mereka pasti bakalan khawatir banget sama keadaan Lo Ken." ujar Erlan.

__ADS_1


"Sial gara-gara laki-laki brengs*k itu gue jadi sulit buat nemuin istri gue sendiri." ujar Kenzo.


"Lo tenang aja Lana sama Alexa aman di sana, lagian Lo sama dia satu rumah sakit cuma beda ruangan aja." ujar Erlan.


"Kita ke markas sekarang, gue harus bikin perhitungan sama orang itu." ujar Kenzo tanpa mempedulikan kesehatannya.


"Lo gila atau gimana sih, luka Lo masih belum kering Ken." ujar Erlan.


"Luka kecil kayak gini udah biasa buat gue."


"Biasa Lo bilang, Lo mikir dong Lo hampir mati karna banyak kehilangan darah Ken."


"Lo kenapa sih Lo nggak tau gue siapa, masa luka sekecil ini gue harus di rawat berhari-hari di sini gitu."


"Ya nggak juga sih, tapi setidaknya Lo tunggu dulu luka Lo sampe kering Ken."


"Kelamaan, kalau Lo nggak mau anterin gue ke sana gue bisa pergi sendiri."


"Oke Lo gue anter tapi Lo jangan banyak gerak dulu saat udah sampe nanti."


"Gue nggak janji." ujar Kenzo yang sangat keras kepala.


"Lo kenapa sih keras kepala Ama jadi orang." ucap Erlan yang sudah mulai jengah menghadapi sahabatnya.


"Kepala emang keras beg* kalau lembut itu bukan kepala namanya tapi ager-ager kutil badak." ejek Kenzo.


"Anjritt ya Lo enak banget tuh mulut ngomong kayak gitu." umpat Erlan.


"Kenapa masalah buat Lo, mulut-mulut gue kenapa Lo yang sibuk." ujar Kenzo.


"Untung temen kalau nggak udah gue jitak tuh kepala biar kepala plontos sekalian." umpat Erlan pelan.


"Gue bisa denger umpat Lo bego, Lo pikir gue budek ya." ujar Kenzo yang mendengar umpatan Erlan.


"Lo mau gue anter nggak nih, kalau mau jangan banyak bac*t Lo gomblok." ujar Erlan.


"Udah berani Lo sama gue." ujar Kenzo geram dengan Erlan.


"Heheheh sorry bro gue ke bawa suasana." ujar Erlan.


"Baik." jawab Erlan.


********************


Di ruangan yang berbeda Lana dan Alexa yang masih berada di rumah sakit merasa heran kenapa Kenzo tidak kunjung datang menemui mereka.


"Mama Bang Kenzo kemana yah, kok lama amat pergi nya." tulis Alexa.


"Mama juga nggak tau sayang, mungkin urusan Bang Kenzo belum selesai kali." ujar Lana yang merasa khawatir dengan kondisi Kenzo.


*Kok hati aku nggak tenang gini, aku takut terjadi sesuatu sama kamu Ken. Kamu kemana sih kok nggak balik-balik.* batin Lana.


"Mama kapan kita pulang dari sini." tulis Alexa.


"Mama nggak tau sayang nanti kita tanya sama Dokter yang meriksa Mama ya, kapan Mama boleh pulang dari sini." ujar Lana.


"Baik Mah." tulis Lexa..


Di markas Araster, Kenzo dan Erlan sudah tiba di sana dan langsung pergi menuju ruang bawah untuk menemui orang yang sudah berani menembak dirinya.


"Mike gimana apa dia sudah mau ngaku." tanya Kenzo saat melihat Mike yang masih berusaha membuat orang itu mengaku apa tujuan mereka menyerang markas Araster.


"Belum Ken, dia terus saja menutup rapat kejadian ini."


"Lo minggir buat gue yang urus dia."


"Lo gila ya Lo masih belum pulih Ken."


"Lo pikir gue selemah itu apa, cuma kenapa tembak aja terus gue harus berdiam diri gitu sampe luka tembak ini kering. Gitu menurut Lo." ujar Kenzo.


"Nggak gi gitu ju juga Ken, gue khawatir sama kondisi Lo." ucap Mike.


"Gue bukan anak kecil lagi, Lo nggak usah khawatir kayak gitu sama gue. Minggir Lo." ucap Kenzo.

__ADS_1


"Bram siram dia dan bersihin semua darah yang ada di tubuh dia." ujar Kenzo pada Bram orang kepercayaan Kenzo di ruang bawah tanah.


"Baik Tuan." jawab Bram yang langsung mengambil air dan langsung menyiramkan air itu ke tubuh laki-laki yang sudah berani mencari masalah dengannya.


"Aaakkkhhh." rintih orang itu saat merasa kan perih di sekujur tubuhnya.


"Ambilin cutter." ujar Kenzo.


"Baik Tuan." jawab Bram yang langsung mengambil cutter sesuai perintah Kenzo.


"Ini Tuan." ujar Bram yang langsung menyerahkan nya pada Kenzo.


"Lo udah berani nyerang anggota gue, sekarang pilihan Lo hanya dua Lo mau mati secara cepat atau lambat." tanya Kenzo dengan seringaian tipis yang menakutkan.


"Gue nggak akan ngaku sama Lo." ujar orang itu menetang Kenzo.


"Lo nantangin gue." ujar Kenzo.


"Kalau iya kenapa, kenapa gue harus takut sama Lo." ujar orang itu dengan beraninya.


"Berani banget Lo sama gue, oke kalau itu yang Lo mau gue bakalan dengan senang hati bermain-main sama lo. Sampe Lo sendiri yang nyerahin nyawa Lo ke tangan gue." ujar Kenzo.


Sedikit mengarah cutter ke wajah orang itu dan menyayat pipi kiri orang itu hingga air berwarna merah keluar dari sana.


"Akkkkhh." rintih orang itu.


Ssrrrttt


Kenzo kembali menyayat pipi kanan orang itu langsung turun ke bawah di area perut.


"Lo udah siap kan kutil badak, hidup Lo akan berakhir di sini dan semua keluarga Lo juga bakalan nyusul ke neraka bersama Lo." ujar Kenzo.


"Lo berurusan sama gue bukan sama keluarga gue." ujar orang itu yang masih berani menjawab ucapan Kenzo.


"Gue nggak peduli yang penting mereka punya hubungan darah sama lo, makanya kalau Lo nggak mau gue bunuh keluarga Lo juga Lo bilang sama gue kenapa Lo nyerang anggota gue."bentak Kenzo.


"Gue terpaksa lakuin ini semua." ujar orang itu yang akhirnya mau membuka suaranya.


"Terpaksa, Lo kalau ngomong itu yang jelas siapa yang nyuruh anji*g." geram Kenzo terhadap orang itu.


"Samuel." ujar orang itu.


"Samuel, siapa dia." tanya Kenzo.


"Ketua mafia anaconda." ujar orang itu.


"Apa alasan dia nyerang gue dan mengatas namakan Geng motor Arion." tanya Kenzo.


"Dia mau kalian berdua saling nyerang." ujar orang itu.


"Apa lagi yang Lo tau." ujar Kenzo.


"Gue nggak tau lagi." ujar orang yang tak mengatakan yang sejujurnya.


"Lo nggak usah bohong sama anji*g, Lo bilang apa lagi yang bakalan mereka lakuin setelah ini." bentak Kenzo yang geram dengan laki-laki yang ada di hadapannya.


"Mereka bakalan celakain anak dan istri Lo." ujar orang itu.


"Dari mana Lo tau." tanya Kenzo.


"Salah satu anak buah anaconda ada yang menyusup ke sini." ujar orang itu.


"APA." kaget mereka semua termasuk Erlan dan Mike yang masih berada di sana.


"Siapa dia." tanya Kenzo.


"Jaya." ujar orang itu menyebutkan anak buah anaconda.


"Breng*k sejak kapan dia masuk ke sini dan sejauh mana kalian udah tau informasi tentang Araster." ujar Kenzo.


"Kalau itu gue nggak tau, karna semua informasi itu langsung di serahkan sama Samuel." ujar orang itu.


"Kalian berdua urus dia biar gue sendiri yang urus penghianat itu." ujar Kenzo yang langsung pergi meninggalkan ruang bawah tanah dan menyerahkan orang itu pada Erlan dan juga Mike.

__ADS_1


"Baik." jawab Erlan dan Mike hampir bersamaan.


__ADS_2