Istri Di Atas Kertas

Istri Di Atas Kertas
#96


__ADS_3

Di sebuah markas yang terbilang sangat mewah, di lengkapi dengan ruangan-ruangan yang super canggih beserta senjata dari berbagai berbentuk.


Kenzo dan sahabatnya di sibukkan dengan rencana yang akan mereka rencanakan untuk mencari tau siapa dalang dari pembunuhan orang tua istrinya.


"Gimana menurut lo tentang rencana gue."


"Bagus juga sih, tapi itu terlalu beresiko buat Lo. Selama ini nggak ada yang tau identitas ketua dari mafia yang Lo pimpin saat ini, gue rada khawatir kalau identitas Lo ke bongkar dan otomatis semua rahasia juga bakalan ketahuan sama Lana."ujar Mike.


"Itu urusan belakang buat gue, yang penting sekarang gue harus temuin siapa pembunuh orang tua istri gue. Gara-gara ulah mereka anak-anak gue nggak sempat ketemu sama Kakek dan Nenek nya."


"Tapi mereka masih punya Kakek Ken."ujar Erlan.


Kenzo hanya diam saja mendengar perkataan Erlan, karna apa yang di katakan Erlan ada benarnya. Kenzo masih mempunyai Ayah kandung yang masih hidup sampai sekarang.


"Lo nggak boleh egois Ken, gimana pun dia juga bokap lo."


"Gue sama Alexa nggak butuh orang tua macam dia, menelantarkan anak kandung sendiri demi orang baru."


"Terserah Lo aja Ken, semua keputusan ada di tangan Lo."ujar Erlan.


"Kita balik ke topik awal, Lo semua harus berhasil dengan rencana ini. Gue butuh orang itu secepatnya, gue nggak bisa nunggu lagi. Ini udah terlalu lama mereka bebas dari kejadian itu, sekarang saatnya mereka dapat ganjaran dari perbuatan mereka."


"Gue bakalan berusaha."


"Gue harap rencana ini berhasil dan lancar sampai mereka semua musnah daro muka bumi, kalau perlu sampai keturunan mereka sekalipun."


*Ohh astaga Tuhan, manusia macam apa yang kau ciptakan. Bahkan untuk di sebut sebagai manusia saja rasanya tidak cocok.*batin Mike yang merinding melihat raut wajah Kenzo.


***


"Sekarang kita jalanin rencana kita, karna sekarang dia tidak lagi mencari siapa pembunuh orang tua istrinya. Berarti dia udah lupain semua kejadian itu."ujar seorang gadis cantik pada semua anak buah nya.


"Tapi apa ini tidak terlalu cepat Bos, mungkin saja mereka sedang menyusun rencana tanpa kita tau."ujar salah satu anak buahnya.


"Jadi kamu membantah perintah saya haa."marah gadis cantik itu.


"Tidak begitu Bos, kita semua juga tau bagaimana seorang Kenzo Bos. Dia tidak akan melepaskan siapapun yang berani mencari masalah dengannya, apalagi ini menyangkut keluarga keluarga istrinya."


*Benar juga apa kamu bilang, akhh sial seharusnya gue yang ada di posisi Lana saat ini. Menikah dengan Kenzo dan hidup dengan bergelimang harta.*batin gadis itu.


"Jadi gimana Bos."


"Kita jalankan saja secara perlahan dan jangan sampai dia curiga."


"Baik."


***


"Selamat pagi anak-anak Papa."ujar Kenzo pada triplets yang sedang makan dan si kembar.

__ADS_1


"Pagi Pah."jawab serentak triplets.


"Kalian rencana nya mau kemana sekarang."tanya Kenzo karna hari ini hari Minggu dan tentu triplets tidak sekolah.


"Nggak tau."jawab Lintang.


"Gimana kalau kita piknik."saran Kenzo.


"Dimana Pah."tanya Fuji yang langsung antusias.


"Mmm gimana kalau di puncak."ujar Kenzo.


"Nggak ah dingin Pah."ujar Langit.


"Terus dimana dong."


"Di pantai aja Pah."ujar Lintang.


"Aku setuju."ujar Fuji.


"Ya sudah setelah ini kita berangkat, oke."


"Oke Pah." jawab Triplets.


"Sayang."panggil Kenzo pada Lana yang seperti kerepotan mengasuh si kembar.


"Nggak udah Mas bisa sendiri."


"Kenapa Mas."


"Nggak apa-apa sayang, Mas kasihan liat kamu yang kerepotan jaga si kembar. Gimana kalau kita pakai babysister aja sayang."ujar Kenzo memberi saran pada istrinya.


"Aku bisa mengurus si kembar sendiri Mas, nggak usah pakai perawat segala. Nanti uang kamu habis lagi buat gaji mereka."ujar Lana.


"Hahah sayang kamu ini lucu banget, bahkan sampai seribu perawat pun yang mengasuh kembar uang ku nggak bakalan habis sayang."ujar Kenzo dengan bangganya.


"Ckk belagak."ujar Mike.


"Lo juga udah tua belum juga nikah, Lo nggak iri liat gue udah nikah dan punya 5 anak."ujar Kenzo.


"Jodoh gue belum dateng."ujar Mike seadanya.


"Di cari bego."


"Lo pikir cari jodoh itu gampang apa kayak balikin telapak tangan terus orang itu jatuh dari langit gitu, udah tua masih aja bego."ujar Mike membalikkan ucapan Kenzo.


"Dasar jomblo karatan."


"Biarin dari pada masih muda tapi tampang udah keliatan orang tua, nggak malu Lo."ujar Mike.

__ADS_1


"Sayang emang iya kalau aku keliatan tua."ujar Kenzo bertanya pada istrinya.


Lana langsung menelisik wajah suaminya itu dengan intens.


"Sedikit Mas."


"Terus gimana dong sayang, aku nggak mau nanti kamu cari yang lebih ganteng dari aku."


"Mas nggak usah lebay deh, aku ini udah Ibu 5 anak Mas jangan ngawur deh kamu."


"Tapi kan kamu masih cantik sayang."


"Maaf kamu ya jahat, jadi kamu nuduh aku mau selingkuh gitu."ujar Lana.


"Mas hanya takut sayang."ujar Kenzo.


"Ya udah nanti siang kamu ikut aku."ujar Lana.


"Kemana sayang."


"Udah nurut aja nggak usah banyak tanya."


"Hmm baik." jawab Kenzo pasrah.


"Kamu juga Kak, lain kali kalau ngomong itu di pikir dulu. Kamu liat karna ulah kamu bayi besar aku ngamuk dan nuduh aku yang enggak-enggak."


"Heheh iya maaf Lan, Kakak juga nggak bermaksud kayak gitu kok. Kenzo aja yang lebay jadi orang."


"Heh."


"Emang iya kan."


"Awas ya Li Mike."


"Kamu liat Lan, suka nya main ancam kalau dia nggak suka."


"Kamu juga Mas ingat umur, kamu bukan anak kecil lagi kamu udah jadi Bapak sekarang. Beri contoh yang baik sedikit dong buat anak-anak kamu."


"Mah, Papa emang kayak gitu kok melebihi baby twins aja sifatnya. Kayaknya Mama lebih baik cari Papa baru aja, aku nggak mau punya Papa yang sifatnya kayak anak kecil. Dasar Papa nggak tau umur."ujar Langit dengan tatapan dinginnya.


"Hahahah kamu hebat boy, Om bersedia kok jadi pengganti Papa kamu."


"Om nggak masuk kriteria kami Om jelek."ujar Fuji yang juga ikut-ikutan dalam hal sepele tapi di besar-besaran oleh Kenzo.


"Sayang."rengek Kenzo.


"Stop Mas, malu sama anak-anak kamu itu."ujar Lana.


"Hufttt." Kenzo menghela nafasnya karna tidak dapat pembelaan dari Lana.

__ADS_1


__ADS_2