
Bel pulang sekolah telah berbunyi di sekolah tempat Alexa menuntut ilmu, seperti biasa Lana akan menjemput anak gadis nya itu ke sekolah.
"Hallo sayang gimana belajar nya." ujar Lana saat sudah melihat anak gadis nya berjalan ke arah nya.
"Sangat menyenangkan Mah." tulis Alexa.
"Oya memangnya tadi putri kecil Mama ini belajar apa." ujar Lana gemas dengan anak gadisnya itu.
"Pelajaran Bahasa Inggris Mah pelajaran yang paling Lexa suka Mah." tulis Alexa.
"Berarti kamu tau apa arti dari bahasa Inggris ini Soon, Mama's daughter will be the older sister of her siblings." ujar Lana.
("Sebentar lagi anak gadis Mama bakalan jadi kakak dari adik-adik nya.")
Alexa masih berfikir dan mencerna ucapan Mama nya barusan, setelah tau apa arti nya mata Lexa langsung membulat setelah tau kalau sebentar lagi dia akan menjadi Kakak.
"Mom is serious." ujar Lexa yang masih belum percaya.
"Mama is serious dear, soon you will be a big brother." ujar Lana yang masih meyakinkan putri kecil nya itu.
( "Mama serius sayang sebentar lagi kamu bakalan jadi Kakak." )
"Means now Mama is pregnant with my younger siblings Mah." ujar Alexa yang tak sabar ingin menjadi seorang Kakak.
( "Berarti sekarang Mama sedang mengandung adik-adik aku Mah." )
"Iya sayang sekarang Mama tengah mengandung adik-adik kamu nanti." ujar Lana yang gemas dengan putrinya.
"Asik bentar lagi Lexa bakalan jadi Kakak." tulis Lexa sambil melompat-lompat kecil karna bahagia akan menjadi seorang Kakak.
"Kamu seneng sayang." ujar Lana.
"Of course Mah Lexa is very happy Mom. " tulis Lexa.
"Ya udah kalau gitu kita pulang sekarang ya Papa lagi nungguin kita di rumah." ujar Lana.
__ADS_1
"Baik Mah." tulis Lexa.
Akhirnya Lana dan Lexa pergi meninggalkan sekolah Alexa menuju mansion mewah milik suaminya.
°°°°°°°°°°°°°°°°
Di sebuah gedung mewah sedang dilaksanakan pesta besar-besaran karna salah satu dari putri mereka sedang berulang tahun, dia adalah Keluarga Grahaja keluar yang berkuasa di dunia bisnis tapi tak bisa mengalahkan kekuasaan bisnis keluarga Bagaskara.
"Sayang." panggil Andi Grahaja pada putrinya yang sedang berulang tahun.
"Iya Dad." jawab Anita Grahaja putri pertama Andi dengan istrinya Sari Putri Grahaja.
"Selamat ulang tahun ya sayang, ini kado dari Daddy." ujar Andi pada Putrinya.
Di sisi lain ada seorang gadis yang menatap sendu kebahagiaan yang di rasakan oleh kakaknya, selama ini dia tidak pernah merasakan kasih sayang kedua orang tuanya bahkan hanya untuk merayakan ulang tahunnya saja orang tuanya enggan dan tidak mau mengeluarkan uang sepersen pun untuk gadis malang itu.
*Kapan ya aku bisa ngerasain gimana rasanya saat ulang tahun di rayain, dapet banyak kado, bisa makan kue ulang tahun, bisa di sayang Mommy sama Daddy kayak yang Kak Nita rasain.* batin gadis malang itu.
Erlan yang juga mendapatkan undangan pesta ulang tahun itu turut hadir untuk mengucapkan selamat pada putri Andi.
"Selamat malam tuan Andi." ujar Erlan sopan saat sudah berada di hadapan Andi selaku pemilik acara.
"Tidak usah seperti itu saya ke sini hanya memenuhi undangan Anda saja Tuan." ujar Erlan yang sebenarnya sangat malas untuk menghadiri pesta seperti ini.
"Silahkan Tuan Erlan nikmati pestanya saya harus menyambut tamu yang lain." ujar Andi sopan.
"Baik." jawab Erlan.
Setelah mendapat jawaban dari Erlan, Andi langsung menghampiri tamu yang baru hadir ke acara ulang tahun putrinya.
Erlan merasa sangat bosan dengan suasana pesta yang menurutnya terlalu berlebihan. Hingga akhirnya Erlan memilih pergi ke balkon untuk melihat pemandangan malam dari atas.
Namun belum sempat menuju ke balkon pandangan Erlan teralihkan pada gadis cantik yang sedang duduk termenung di pojok gedung dengan raut muka yang penuh dengan kesedihan.
Tanpa pikir panjang Erlan langsung menghampirinya untuk di ajak berbicara mungkin saja dengan begitu bisa menghilangkan rasa bosannya di pesta ini.
__ADS_1
"Hai boleh aku duduk di sini." ujar Erlan saat sudah berada di hadapan gadis itu.
"Ehhh silahkan lagian kursi ini masih kosong." ujar gadis malang itu lembut.
"Terimakasih." ujar Erlan yang langsung terpana dengan kecantikan gadis di hadapannya ini.
*Very perfect girl.* batin Erlan yang langsung merasa hangat saat melihat wajah cantik dari gadis itu.
"Kenalin nama aku Erlan nama kamu siapa." tanya Erlan yang langsung memperkenalkan dirinya.
"Kyra Queensha Qatrunnanda panggil aja Kyra atau Ara." ujar Kyra memperkenalkan dirinya.
"Nama yang bagus." ujar Erlan.
"Terimakasih atas pujiannya." ujar Ara lembut.
"Kenapa Ara di sini kenapa nggak gabung di pesta." tanya Erlan yang heran dengan gadis yang ada di hadapannya. Biasanya para gadis akan senang bila datang ke pesta mewah hanya untuk mencuci mata melihat para laki-laki cogan mata keranjang.
"Tidak ada hanya bosan saja di dalam terlalu banyak orang yang nggak Ara kenal." ujar Ara yang berbohong karna tidak mungkin dia mengatakan kalau dia merasa iri dengan kebahagiaan kakak nya pada orang yang baru dia kenal.
"Kamu anak kedua dari Tuan Andi kan." ujar Erlan yang tau kalau sebenarnya Andi memiliki dua putri tapi kenapa Andi malah menyembunyikan identitas putri keduanya.
"Ka..kamu tau dari mana ka..kalau aku putri kedua dari Daddy." ujar Ara yang gugup karna selama ini tidak ada yang tau kalau Andi memiliki dua putri, yang mereka tau Andi hanya memiliki satu putri yaitu Anita.
"Itu sangat mudah untuk aku dapatkan." ujar Erlan.
"Aku mohon jangan beri tau orang lain tentang ini aku nggak mau nanti Daddy marah-marah sama aku karna ada orang lain yang tau kalau Daddy memiliki dua putri." ujar Ara memohon agar Erlan tidak membocorkan ini pada orang lain.
"Kenapa apa salah nya kalau semua orang tau kalau Andi memiliki dua putri." ujar Erlan yang tak habis pikir dengan gadis di depannya kenapa mau identitas di sembunyikan dari khalayak ramai.
"Karna Daddy tidak pernah menganggap aku ada." ujar Ara dengan mata yang sudah berkaca-kaca mengingat nasibnya yang selalu di abaikan oleh orang tua kandungnya sendiri.
"Kamu ikut aku sekarang." ujar Erlan yang langsung menarik lengan Ara.
"Mau kemana." tanya Ara.
__ADS_1
"Ketempat di mana kamu bisa meluapkan semua kesedihan kamu." ujar Erlan.
Sedangkan Ara hanya ikut saja tanpa memberontak toh kalau dia pergi dari rumah orang tuanya juga nggak akan peduli bahkan untuk mencari keberadaannya pun mereka tidak Sudi.