Istri Di Atas Kertas

Istri Di Atas Kertas
#83


__ADS_3

"Ini udah keterlaluan aku harus bilang sama Om Mike, biar Om Mike bisa kasih solusi nya."ujar Lintang yang tak ingin terjadi sesuatu hal yang buruk pada saudara-saudara nya.


"Hello uncle, where are you again?."


("Hallo paman, paman lagi di mana.")ujar Lintang saat panggilannya sudah di angkat oleh Mike.


"Uncle is at work, what's the matter? Lintang contact uncle."


("Paman lagi di kantor, ada apa Lintang hubungi paman.")


"Here, Uncle, for the past few days there have been several people who have been watching us in front of the school, is this Papa Uncle's order?."


("Gini Paman beberapa hari ini ada beberapa orang yang terus mengawasi kami di depan sekolah, apa ini suruhan Papa Paman.")


"Papa never asked anyone to watch over you. Do you know the person?."


("Papa nggak pernah nyuruh orang buat ngawasin kalian. Apa kalian kenal dengan orang nya.")


"No, uncle, because every day the person is different, Uncle.."


("Nggak paman karna setiap hari orangnya beda-beda Paman.")


"Ya udah gini aja, nanti Paman bilang sama Papa tapi kalian harus hati-hati dan jangan pernah pisah. Kemanapun kalian harus bertiga, paham."ujar Mike yang punya firasat tidak baik tentang kondisi Triplets.


"Okey Paman."jawab Lintang.


"Ya sudah Paman tutup dulu telfon nya, ingat kalian harus hati-hati."ujar Mike yang kembali memperingati Lintang untuk hati-hati.


"Baik Paman."


Akhirnya sambungan telfon mereka terputus dan Mike langsung menemui Kenzo untuk memberi tahu masalah ini.


"Ken."panggil Mike saat sudah berada di hadapan Kenzo.


"Hmm."


"Triplets ada yang ngawasin apa mereka suruhan Lo."


"What."


"Kok Lo kaget sih."


"Siapa yang bilang."tanya Kenzo yamg langsung mengkhawatirkan kondisi anak-anak nya.


"Lintang barusan nelvon gue dan bilang ada yang ngawasin mereka beberapa hari ini."


"Jam berapa sekarang."


"Masih jam 11."


"Cansel semua meeting hari ini, kita ke sekolahan Triplets sekarang."


"Tapi Ken meeting ini udah lama banget kita undur-undur."


"Gue nggak peduli sekarang yang penting keselamatan anak gue." ujar Kenzo yang langsung bangkit dari duduk nya dan berjalan keluar kantor menuju tempat mobil nya terparkir.

__ADS_1


"Ken."panggil Mike yang mengikuti Kenzo dari belakang.


"Risa beri tahu pada semua kalau meeting hari ini kita cansel, karna Tuan Kenzo ada urusan mendadak."ujar Mike. yang langsung menghampiri meja sekretaris Kenzo untuk memberi tahu tentang kepergiaan Kenzo yang secara mendadak.


"Ohh baik Tuan."ujar Risa.


Setelah mendapat jawaban dari Risa, Mike langsung mengejar Kenzo lagi. Setelah sampai di parkiran Mike tidak melihat mobil Kenzo lagi.


Tanpa pikir panjang Mike langsung berlari ke mobil nya dan mengejar Kenzo takut terjadi sesuatu dengan nya.


*******


"Kila."panggil Arya yang tak sengaja melihat Kila berhenti di tengah jalan.


"Arya."


"Lo ngapain di sini."


"Ini mobil gue mogok."ujar Kila.


"Lo mau kemana."


"Ke perusahaan Tuan Kenzo mau nganterin kontrak kerja sama."


"Ya udah kalau gitu bareng gue aja, mumpung kita satu arah."


"Lo mau kemana."


"Gue mau ngurus paspor buat keberangkatan gue besok."


"Nggak la, ya udah yuk keburu Lo telat nanti."


"Terus mobil gua gimana."


"Nanti gue suruh bengkel langganan gua buat jemput ke sini."


"Oke deh, thanks ya udah mau bantuin gue."


"Nggak masalah."


Akhirnya Kila dan Arya langsung menuju ke perusahaan Kenzo untuk mengantarkan kontrak kerja sama antara Kila dan perusahaan Kenzo.


******


"Fuji mana."tanya Langit saat tidak melihat Fuji adik nya.


"Gua nggak tau Bang."ujar Lintang.


"Lo liat terakhir dia di mana."


"Ke toilet Bang."


"Astaga, kok Lo nggak temenin sih."


"Ya kali Bang gue nemenin cewek ke toilet, bisa di amuk gua ntar Bang."

__ADS_1


"Akhhh."


Langit langsung menyusul Fuji ke toilet untuk mencari adik nya masih atau tidak.


"Fuji, kamu di dalam Dek."


"Fuji."


Langit terus memanggil nama Fuji namun tidak ada yang menyaut dari dalam. Langit langsung mengkhawatirkan kondisi adik nya itu setelah melihat beberapa hari ini selalu ada yang mengawasi mereka.


"Pasti ini ulah mereka, sialan." umpat Langit.


Langit langsung berlari keluar sekolah untuk memastikan dugaan nya benar atau tidak.


"Fuji."panggil Langit saat melihat adik nya tengah berbicara dengan orang yang mengawasi mereka.


"Sial, cepat bawa masuk anak kecil ini keburu kabur nanti."ujar salah satu orang yang langsung menyuruh temannya untuk menyeret Fuji ke dalam mobil.


"Ehhh ini kenapa Om kok aku di seret masuk, kan Abang aku manggil aku Om."


"Udah kamu diam aja anak kecil."


"Aku bukan anak kecil ya Om."sungut Fuji tidak terima di bilang anak kecil.


"Fuji."Langit langsung berlari mengejar mobil yang membawa adiknya, namun sayang lari Langit tidak sebanding dengan kecepatan mobil.


"Akhhhh sial, brengsek."umpat Langit yang merasa gagal menjaga adiknya.


Langit langsung mengedarkan pandangan untuk mencari sesuatu yang bisa mengejar mobil itu dan pandangan Langit langsung tertuju pada sepeda yang terparkir di depan toko kue sekolahnya. Tanpa pikir panjang Langit langsung berlari ke arah sepeda dan mulai menaikinya untuk mengejar mobil yang sudah berani membawa adiknya pergi.


"Ehh maling, tolong ada maling."ujar orang yang punya sepeda yang tak sengaja melihat Langit membawa sepedanya.


"Saya pinjam sebentar Bu, nanti saya kembali kan."teriak Langit berharap Ibu itu mendengar teriakannya.


"Om saya mau di bawa kemana sih."ujar Fuji yang berfirasat kalau saat ini dirinya sedang dalam bahaya.


*Mereka pasti orang-orang yang di ceritain sama Om Erlan, mereka pasti mau ancurin Papa lewat aku. Apa ini waktu yang tepat buat aku melawan mereka semua, mumpung Om Erlan kasih aku alat buat bisa ngelindungin aku kalau lagi dalam bahaya. Tapi kalau Papa tau gimana, apa Papa bakalan marah sama aku. Karna selama ini Papa kan selalu larang aku buat ngelakuin suatu hal yang bahayain diri aku, tapi saat ini keadaan aku lagi nggak baik aja-aja.*batin Fuji yang ragu untuk melakukan itu semua saat ini.


"Woi berenti lepasin Adek gue."teriak Langit saat sudah berhasil mendekat ke mobil yang membawa adiknya.


"Abang."panggil Fuji dari dalam mobil.


"Berhenti."teriak langit lagi.


"Kalian bisa cepat nggak sih bawa mobil kenapa bisa bocah ingusan itu bisa ngejar mobil ini."ujar salah satu orang uang berada dalam mobil.


"Heh enak aja bilang Abang aku bocah ingusan, kalian belum tau aja gimana hebat nya Abang aku tau."ujar Fuji yang tak terima mereka mengejek Langit.


"Udah kamu diam aja anak kecil."


"AKU BUKAN ANAK KECIL YA."


"Bisa diam nggak, budeg nih kuping denger suara cempreng bocah kecil kayak lo."


"Wah makin ngelunjak ya Om Jelek ini."

__ADS_1


__ADS_2