
"Sayang kita makan bareng yuk."ujar Regan pada Lexa yang tengah duduk melihat lomba basket yang di adakan di sekolah mereka.
"Kemana."tanya Lexa yang sebenarnya belum terbiasa di panggil sayang oleh Regan.
"Kemana aja asal sama kamu."ujar Regan.
"Ayooo lagi ngomongin apa ajak-ajak Napa gue yang jomblo ini."ujar Anya yang ikut nimbruk pembicaraan Regan dan Lexa.
"Lo jangan ikut-ikutan orang jomblo mending minggir."ujar Regan.
"Eehh kalau bukan karna gue Lo sama Lexa belum tentu jadian bego."ujar Anya yang selalu ribut dengan Regan hanya karna masalah kecil.
"Udah ihh kalian ini kenapa ribut terus kalau ketemu."ujar Lexa menengahi perdebatan kedua sahabatnya.
"Nih anak singkong ini duluan Ca."ujar Anya.
"Lah kok gua yang jelas-jelas Lo duluan yang nimbruk pembicaraan gue sama Lexa."ujar Regan.
"Udah stopp bisa nggak sih sehari aja kalian nggak ribut."
"Iya iya maaf."ujar Anya.
Sedangkan di sudut lapangan ada sepasang mata yang menatap tidak suka dengan kedekatan Regan dan Lexa sekarang malah di tambah mereka jadian, semakin susah untuk wanita itu mendapatkan perhatian Regan orang yang selama ini dia cintai.
*Gue harus bisa dapetin Regan gimana pun cara nya, gue nggak rela Regan jadian sama cewek bisu itu.*batin wanita itu menatap benci pada Lexa.
"Gimana sayang kamu mau kan makan bareng sama aku."tanya Regan lagi memastikan jawaban Lexa.
"Iya aku mau tapi aku harus izin dulu sama Papa dan Mama."ujar Lexa.
"Kalau masalah itu gampang sayang, biar aku yang ngomong sama orang tua kamu nanti."ujar Regan.
Sifat Regan hanya akan manis bila bersama Lexa tapi sangat berbanding terbalik saat Regan bersama teman-teman nya. Hanya sifat dingin, cuek dan irit bicara yang Regan lakukan di hadapan teman-temannya.
**********
"Mike Lo temenin gua makan di luar ya, bosen nih malam di kantin kantor terus."ujar Kenzo.
"Pergi aja sendiri Lo nggak liat kerjaan gue numpuk gara-gara lu."ujar Mike.
"Lu ngebantah perintah gua."ujar Mike.
"Nggak gue cuma mau menyelesaikan kerjaan gua biar gua bisa istirahat lebih awal."ujar Mike.
"Pokok nya nanti saat jam makan siang lu harus ikut sama gua nggak ada bantahan titik."ujar Kenzo yang langsung keluar ruangan Mike.
"Sialan tuh bocah."umpat Mike saat sudah keluar dari ruangan nya.
Tepat jam makan siang Kenzo dan Mike sudah berafa di salah satu restoran yang terkenal di kota mereka.
Namun saat akan masuk ke dalam, Mike tidak sengaja melihat sosok perempuan yang sangat familiar di sana.
*Kenapa harus ada dia di sini.*batin Mike yang sebenarnya ingin sekali menyapa nya tapi apalah daya keberanian Mike untuk menyapa nya lenyap begitu saja.
Rasa sakit hati beberapa tahun silam atas perkataan nya masih membekas di hati Mike. Ingin rasa nya Mike menghilangkan nama dia dari hati nya, tapi sampai sekarang nama wanita itu masih tersimpan kokoh di hati nya.
__ADS_1
"Lo kenapa kok bengong aja kayak orang kesambet."ujar Kenzo.
"Kita pindah restoran aja."ujar Mike yang langsung keluar dari sana tanpa menunggu jawaban dari Kenzo.
"Kenapa harus pindah sih."ujar Kenzo yang tau kenapa Mike memilih pindah restoran.
"Udah pindah aja apa susah nya sih."ujar Mike.
Kenzo yang penasaran kenapa Mike memilih pindah restoran langsung mengedarkan pandangannya untuk melihat apa alasan Mike ingin pindah restoran.
*Ooo karna ada dia toh.*batin Kenzo setelah melihat keberadaan Kila yang sedang makan di restoran ini juga.
"Udah temuin aja apa susah nya sih, ayok."ujar Kenzo yang langsung menyeret Mike untuk masuk dan menemui Kila.
"Apaan sih Ken gua nggak mau."ujar Mike yang menolak keras untuk menemui Kila.
"Udah ayok gua temenin."ujar Kenzo yang terus memaksa agar Mike mau menemui Kila.
"Hai, boleh kita gabung di sini."ujar Kenzo saat sudah berada di depan meja Kila.
Kila langsung melihat siapa orang yang ingin bergabung dengan nya, hingga pandangan nya terhenti pada laki-laki yang beberapa tahun silam tersakiti oleh perkataan nya.
"Silahkan."ujar Kila yang tak enak menolak permintaan Kenzo karna saat ini Kila sedang mengajukan kontrak kerja sama pada salah satu anak cabang perusahaan Bagaskara yang bergerak di bidang fansion.
Kila dan Mike duduk berhadapan karna ini semua sudah di rencanakan oleh Kenzo.
"Apa kalian sudah saling kenal."tanya Kenzo basa-basi.
"Hah mm sudah Tuan."ujar Kila gugup.
Mike hanya diam saja tanpa berniat untuk membuka suara nya hanya untuk sekedar menyapa orang yang pernah singgah di hati nya.
"Udah pesan belum."tanya Kenzo.
"Belum Tuan."ujar Kila.
"Oo ya udah kita pesan makan dulu baru nanti kita ngobrol."ujar Kenzo dan langsung mengangkat tangan untuk memanggil pelayan agar segera menyiapkan pesanan mereka.
"Mau pesan apa Tuan dan Nyonya."ujar pelayan itu.
"Saya mau udang asam manis sama jus mangga."ujar Kenzo.
"Kalau saya nasi goreng seafood sama minum nya es teh manis aja."ujar Kila menyebutkan pesanannya.
"Lo apa Mike."tanya Kenzo karna Mike hanya diam saja.
"Samain aja sama lu."ujar Mike.
"Ooh oke."jawab Kenzo.
Setelah memastikan pesanan Mike, Kenzo dan Kila pelayan itu unsur pamit diri untuk menyiapkan pesanan pelanggan mereka.
"Oo ya kamu bukan nya mengajukan kerja sama kontrak sama perusahaan saya kan."ujar Kenzo pada Kila.
"Iya Tuan."ujar Kila yang terus memperhatikan Mike secara diam-diam, ada rasa bahagia di hati Kila saat bisa melihat wajah orang yang dia cintai kembali walau pun secara diam-diam.
__ADS_1
*Andai waktu bisa di putar Mike, aku nggak mau kita kayak gini aku rindu kamu yang dulu.*batin Kila yang sangat merindukan sikap Mike yang dulu padanya.
"Permisi Tuan, Nyonya ini pesanan nya."ujar pelayan itu sambil meletakkan semua pesanan Mike, Kenzo dan Kila si meja.
"Silahkan makan."ujar Kenzo setelah pelayan itu pergi.
Mereka semua makan dalam diam karna tak ada yang mau membuka suara hanya untuk mengobrol sambil menikmati makanan mereka masing-masing.
*************
"Mama Lexa pulang."ujar Lexa saat sudah sampai di rumahnya.
"Iya sayang Mama lagi di dapur Nak."ujar Kila yang sibuk membantu Bibi memasak untuk makan siang anak-anak nya.
"Mama Lexa kangen tau."ujar Lexa yang langsung memeluk Lana dari belakang.
"Kamu Kak udah gede juga masih aja kayak anak kecil sama Mama."ujar Lana.
"Biarin Lexa sayang sama Mama."ujar Lexa.
"Iya Mama juga sayang sama Kakak."ujar Lana.
"Triplets mana Mah."tanya Lexa yang menanyakan ketiga adiknya.
"Ada di kamar mereka lagi main mungkin Kak."ujar Lana.
"Mah nanti malam Lexa boleh pergi keluar nggak Mah."tanya Lexa yang teringat akan ajakan Regan untuk makan malam bersama.
"Kakak mau kemana."tanya Lana.
"Makan malam sama Regan Mah."ujar Lexa jujur karna tak ingin ada kebohongan antara dirinya dengan Lana.
"Kayak nya ada bau-bau cinta bersemi nih."ujar Lana mengejek putri sambungnya itu.
"Mama ih kok ledekin Kakak sih."ujar Lexa.
"Wah kayak nya ada yang baru jadian nih."ujar Lintang yang tak sengaja mendengar percakapan Mama dan Kakak nya.
"Husss anak kecil nggak boleh ikut campur, pergi sana."usir Lexa.
"Udah nggak usah jual mahal Kak sikat aja daripada nanti di ambil orang baru tau rasa."ujar Lintang menasehati Kakak nya.
"Tau apa anak kecil kayak kamu tentang percintaan haa."ujar Lexa.
"Nggak banyak sih."ujar Lintang.
"Lintang nggak boleh gitu Mama nggak suka."ujar Lana menegur putra nya agar tidak bersikap seenaknya pada Lexa.
"Kan yang lintang bilang itu betul kan Mah, kalau Kakak lagi jatuh cinta."ujar Lintang.
"Udah ahh anak kecil kayak kamu nggak tau apa-apa, udah sana balik ke kamar kamu jangan urusin masalah orang dewasa deh."ujar Lexa yang kesal karna adik nya itu selalu meledek nya.
"Kakak malu ya ketahuan sama aku."ujar Lintang.
"Udah sana."usir Lexa pada adiknya itu.
__ADS_1
Lintang akhirnya pergi ke kamar nya lagi karna tadi tujuan Lintang ke bawah hanya untuk mengambil minum dan tidak sengaja mendengar percakapan Mama dan Kakak nya.