Istri Di Atas Kertas

Istri Di Atas Kertas
Kenangan 2


__ADS_3

"Kau tak perlu cemas seperti Ronald aku baik-baik saja."ujar Lana.


*Lana apa kau tau aku tak bisa melepaskan mu dari sisi ku Lana, tapi aku juga tidak tau apa prinsip ku akan goyah atau tidak. Sekarang Naura sudah mulai mendekati ku, sedang kan kau terus sibuk dengan pekerjaan mu. Aku takut kalau aku tidak bisa mempertahankan hubungan ini Lana.*batin Ronald.


"Ronald kau kenapa melamun, apa yang sedang kau pikirkan."tanya Lana saat melihat Ronald hanya diam saja.


"Tidak aku tidak melamun hanya saja ada yang sedikit menganggu fikiranku."ujar Ronald.


"Kamu bisa ceritain masalah kamu sama aku kok, mungkin dengan kamu cerita masalah kamu sama aku kamu lebih lega dan mungkin aku bisa memberi saran atas masalah kamu Ronald."ujar Lana penuh perhatian.


"Masalahnya nggak penting-penting amat kok sayang."ujar Ronald yang menyembunyikan soal Naura yang selalu menelfon nya akhir-akhir ini.


"Ya udah kalau kamu nggak mau cerita sekarang nggak apa-apa aku bakalan tunggu kamu siap buat ceritain semua masalah kamu sama aku."ujar Lana.


"Terima kasih sayang kamu pengertian banget sama aku, jadi makin sayang deh sama kamu."ujar Ronald.


"Nggak usah gombal deh sayang."ujar Lana.


"Aku nggak gombal kok sayang ini beneran loh."ujar Ronald.


"Iya iya kamu menang."ujar Lana malas.


"Sayang."panggil Ronald.


"Hmmm."ujar Lana yang sedang menikmati hembusan angin yang sejuk.


"Aku harus pergi ke Amerika dalam waktu dekat ini sayang."ujar Ronald yang mulai mengutarakan isi hatinya.


Deg


"Kamu mau ninggalin aku ya."ujar Lana sedih.


"Aku nggak ninggalin kamu kok sayang, aku ke sana buat kerja supaya uang nya bisa ke kumpul dan langsung melamar kamu sama kedua orang tua kamu sayang."ujar Ronald.


"Kenapa harus ke luar negeri segala sih di sini kan masih banyak lowongan pekerjaan Ronald. Atau kamu di sana ada yang mau kamu kunjungi ya."ujar Lana yang sudah memikirkan yang tidak-tidak tentang Ronald.


"Sayang kamu kan tau keluarga aku semuanya menetap di sana jadi otomatis aku harus menjalankan bisnis mereka di sana juga sayang."ucap Ronald.


"Jadi kamu bakalan ninggalin aku gitu."ujar Lana.


"Aku nggak akan ninggalin kamu sayang, lagian aku ke sana buat kerja supaya bisa lamar kamu secepatnya sama orang tua kamu sayang."ujar Ronald.


"Aku takut nanti di sana kamu di gangguin sama cewek-cewek bule."ujar Lana sedih.


"Biarin aja mereka gangguin aku, aku nggak akan tergoda sama rayuan mereka. Kan udah ada kamu di hati aku sayang dan kamu nggak akan ada yang bisa gantiin kamu di hati aku."ujar Ronald.


"Kamu janji."ucap Lana.

__ADS_1


"Aku janji sayang."jawab Ronald.


Hari demi hari berlalu dan sekarang tiba waktunya dimana Ronald akan pergi ke luar negeri untuk meneruskan bisnis keluarganya.


"Sayang aku berangkat dulu ya, kamu jaga kesehatan di sini, jangan nakal terus makan makanan yang sehat okey."ujar Ronald menasehati Lana.


"Iya bawel, kamu udah dari perjalan ngomong itu terus sama aku Ronald."ujar Lana kesal.


"Kan aku perhatian sama kamu sayang makanya aku ingetin kamu terus dari tadi."ujar Ronald.


"Iya iya aku udah inget semua pesan kamu sama aku. Udah sana nanti ketinggalan pesawat lagi."ujar Lana yang tak ingin berlama-lama dengan Ronald karna takut nanti tidak rela melepas Ronald pergi.


"Ya udah aku masuk dulu nanti kalau udah sampai aku bakalan kabarin kamu sayang."ujar Ronald.


"Aku tunggu kabar dari kamu sayang."ujar Lana.


"Aku pergi dulu."ujar Ronald.


"Hati-hati."ucap Lana.


Kini Ronald sudah mulai berjalan meninggalkan Lana sendirian di sana dan tanpa Ronald ketahui kalau Naura mengikuti mereka dan berencana akan mendekati Ronald saat di luar negeri nanti.


*Bagus deh Ronald udah pisah sama ceweknya berarti gue dengan mudah dekat dengan Ronald nanti.*batin Naura senang.


Lana memutuskan untuk pergi dari sana karna percuma saja di sana Ronald tidak akan kembali lagi.


*Ronald sayang tunggu aku.*batin Naura senang.


Lana menuju ke tempat di mana Ronald membawanya pergi sebelum berangkat ke luar negeri.


"Ronald kamu tau baru kemarin kita menghabiskan waktu bersama kita di sini dan sekarang kamu udah pergi ninggalin aku. Kalau aku boleh meminta aku ingin kamu tetap di sini bersama aku, menghabiskan waktu bersama. Hanya saja sekarang kamu udah pergi dan nggak tau kapan kamu akan kembali ke sini lagi. Entah itu untukku atau untuk orang lain."ujar Lana sedih.


Setelah kepergian Ronald keluar negeri, sifat Ronald ke Lana semakin hari semakin dingin dan jarang ngasih kabar ke Lana.


"Ronald kamu sedang apa sekarang kok nggak pernah ngasih kabar ke aku lagi, apa sesibuk itu pekerjaan kamu di sana sampai lupa ngasih kabar ke aku."ujar Lana yang terus melihat ke handphone nya berharap ada pesan atau panggilan dari Ronald.


"Hai Ronald kita ketemu lagi."ujar Naura yang sedang menyapa Ronald di sebuah restoran yang terkenal di sana.


"Ohh hai juga."ujar Ronald kaget dengan kedatangan Naura.


"Apa aku boleh gabung duduk di sini."ujar Naura yang ingin melancarkan aksi nya.


"Silahkan."ujar Ronald.


"Hmmm Ronald semenjak kita ketemu waktu itu kenapa kamu nggak pernah ngabarin aku lagi."tanya Naura.


"Aku sibuk ."ujar Ronald dingin.

__ADS_1


"Ronald bisa kamu temani aku jalan-jalan sebentar saja."ujar Naura.


"Maaf Naura hari ini aku sibuk dan nggak punya banyak waktu untuk nemenin kamu sekedar jalan-jalan."ucap Ronald.


"Ayo lah untuk kali ini saja, aku butuh teman untuk curhat."ujar Naura memasang wajah sedihnya.


"Lain kali saja ya hari ini aku benar-benar sibuk."ujar Ronald.


"Hanya sebentar nggak akan lama kok."ujar Naura yang masih berusaha membujuk Ronald.


"Aku tidak aku permisi."ujar Ronald yang ingin meninggalkan Naura sendiri tapi Naura semakin menahannya dan menunjukkan foto Lana yang sedang bergandengan tangan dengan laki-laki lain agar Ronald dan Lana bertengkar dan akhirnya putus.


"Aku ke sini cuma mau tunjukkin foto pacar kamu yang lagi asik bergandengan dengan laki-laki lain Ronald."ujar Naura dan itu berhasil membuat Ronald membalikkan badannya.


"Jangan sembarang bicara kamu ya, Lana nggak mungkin kayak gitu."ujar Ronald yang sudah emosi.


"Aku nggak mungkin bohong Ronald, kamu liat ini. Ini Lana yang lagi gandengan sama laki-laki lain Ronald."ujar Naura yang langsung menunjukkan foto Lana yang sedang bergandengan dengan laki-laki lain.


"Nggak mungkin Lana nggak mungkin lakuin semua ini asal kamu tau ya Lana itu setia sama aku."ujar Ronald yang sudah tak bisa menahan emosinya.


"Terserah kamu percaya atau tidak yang jelas aku sudah memberi kamu bukti kalau pacar kamu udah selingkuhi kamu Ronald."ujar Naura.


"Brengs*k."umpat Ronald.


Semenjak kejadian itu Ronald berubah terhadap Lana bahkan sering memaki-maki Lana ketika mereka sedang melakukan panggilan telepon.


Sedangkan Naura terus mengirim foto-foto Lana ke kantor Ronald agar hubungan Ronald dan Lana cepat berakhir.


Usaha Naura akhirnya membuahkan hasil Ronald mulai menerima Naura di sisinya bahkan sering tidur berdua dengannya di hotel.


"Sayang."panggil Naura.


"Hmmm."jawab Ronald yang mengantuk.


"Kapan kamu mau nikahin aku."tanya Naura.


"Aku belum siap untuk menikah tunggu saja sampai aku siap untuk menikahi mu. Sekarang temani aku tidur."ujar Ronald yang sudah sangat mengantuk.


"Kamu selalu saja bilang begitu aku ini perempuan aku butuh kepastian dari kamu Ronald."ujar Naura.


"Kau ini berisik sekali sih aku sangat mengantuk sekarang kalau kau tidak mau menemani aku tidur keluar kau dari sini."ujar Ronald yang sudah mulai kesal dengan kelakuan Naura.


"Kau mengusirku."ujar Naura.


"Kau pikir sendiri, sekarang kau diam aku mau tidur."ujar Ronald yang langsung merebahkan tubuhnya.


*Pokonya aku harus segera menikah dengan Ronald sebelum semua rahasia ku terbongkar, kalau aku sengaja mengedit foto Lana bersama laki-laki itu. Bisa-bisa Ronald ninggalin aku dan balikan sama pacarnya itu, aku nggak mau usaha aku selama ini sia-sia. Aku harus lakuin sesuatu agar Ronald mau menikahi aku secepatnya.*batin Naura.

__ADS_1


__ADS_2