Istri Di Atas Kertas

Istri Di Atas Kertas
Lampu Hijau


__ADS_3

"Dok gimana kondisi calon istri saya Dok." ujar Erlan yang langsung menanyakan kondisi istri nya pada Dokter yang menangani istri nya.


"Calon istri Anda baik-baik saja Tuan hanya kelelahan dan banyak fikiran karna saat ini istri anda masih menjalankan pengobatannya makanya daya tahan tubuh nya menurun." ujar Dokter itu.


"Syukurlah."ujar Erlan lega setelah mendengar penjelasan dari Dokter.


"Bisa saya menemui calon istri Dok."ujar Erlan.


"Silahkan Tuan kalau begitu kami permisi dulu Tuan."ujar Dokter itu yang langsung undur diri dari hadapan Erlan.


"Sayang." ujar Erlan saat sudah berada di hadapan Ara.


"Apa Ara belum sembuh Mas kok bisa Ara muntah darah lagi Mas."ujar Ara yang langsung khawatir lagi kondisi nya.


"Enggak sayang kamu cuma kelelahan aja sayang makanya kamu jangan capek sama banyak pikiran."ujar Erlan.


"Syukurlah kalau itu saja Mas Ara takut kalau penyakit Ara belum sembuh juga Mas."ujar Ara.


"Kamu pasti sembuh sayang kamu harus kuat."ujar Erlan menyemangati Ara.


*Ara takut Mas kalau Ara nggak sembuh nanti Mas malah nikah sama orang lain buat bayangin aja Ara nggak sanggup apalagi harus mengalaminya Mas.* batin Ara.


"Mas nggak akan nikah sama orang lain sayang kalau kamu nggak ngizinin Mas buat nikah lagi."ujar Erlan.


"Lahh kok Mas tau sih isi hati aku." ujar Ara heran.


"Mas cuma hanya menebak aja sayang."ujar Erlan.


"Mas kita pulang yuk aku nggak mau lama-lama di sini Mas."ujar Ara.


"Tapi kamu belum pulih betul sayang Mas nggak mau terjadi kayak tadi lagi sama kamu kalau kamu maksain buat pulang hari ini."ujar Erlan yang masih ragu untuk membawa Ara keluar dari rumah sakit.


"Terus kapan Mas Ara bisa pulang."ujar Ara.


"Besok aja ya sayang."ujar Erlan.


"Mas nggak bohong kan."ujar Ara.


"Mas nggak bohong kok sayang."ujar Erlan.


**************


"Mah katanya Kak Ara mau pulang kok sampe sekarang mereka belum sampe juga Mah."ujar Lexa yang sudah tak sabar ingin bertemu dengan Ara.


"Mungkin sebentar lagi sayang."ujar Lana.

__ADS_1


"Coba deh Mama telfon Kak Ara nanyain mereka jadi pulang hari ini atau nggak Mah Lexa udah kangen banget sama Kak Ara Mah."ujar Lexa yang sudah tak sabar ingin bertemu dengan Ara.


"Mending kamu main sama triplets sambil nungguin Kak Ara."ujar Lana yang berusaha mengalihkan pikiran Lexa ke triplets.


"Nanti Kak Ara nggak tau lagi kalau Lexa nungguin dia pulang Mah."ujar Lexa.


"Nanti biar Mama yang bilang kalau anak Mama ini nungguin Ara dari tadi."ujar Lana.


"Ya udah deh Mah Ara ke atas dulu." ujar Lexa dan langsung meninggalkan Lana setelah mendapat anggukan dari Ibu Angkat nya yang sangai baik bak malaikat.


"Hallo Mas."ujar Lana setelah panggilannya di angkat oleh Kenzo.


"Iya sayang ada apa, apa triplets rewel kalau iya Mas pulang sekarang."ujar Kenzo yang langsung khawatir kalau istrinya kesusahan mengurus triplets.


"Bukan itu Mas."ujar Lana.


"Terus apa sayang."ujar Kenzo.


"Ini Mas Lexa nanya terus kapan Ara pulang Mas dari tadi Mas."ujar Lana.


"Oooo itu toh mungkin Ara nggak bisa pulang sayang kondisi nya sekarang drop akibat bertemu orang tua nya."ujar Kenzo.


"Astaga kok bisa sih Mas."ujar Lana yang langsung khawatir dengan kondisi Ara.


"Erlan ke rumah orang tau Ara untuk minta restu sayang makanya mereka terpaksa ke sana."ujar Kenzo.


"Sekarang lagi di rawat di rumah sakit sayang."ujar Kenzo.


"Erlan juga di sana kan Mas."ujar Lana.


"Iya sayang Erlan di sana kok."ujar Kenzo.


"Syukurlah ada yang nemenin Ara di sana."ujar Lana.


"Iya sayang."ujar Kenzo.


"Ya udah kalau gitu Mas aku cuma mau nanyain itu aja Mas lanjut kerja aja gih."ujar Lana.


"Ya udah kalau gitu Mas kerja lagi ya sayang nanti pulang kamu ada nitip nggak sama Mas."ujar Kenzo.


"Nggak ada Mas."ujar Lana yang tak ingin merepotkan lagi suaminya yang capek habis kerja seharian.


"Ya udah Mas kerja lagi ya sayang."ujar Kenzo.


"Iya Mas."ujar Lana.

__ADS_1


***************


"Lo ngapain sih ke sini terus."ujar Kila yang sudah malas terus-terusan melihat Mike yang hampir setiap hari mampir ke butik nya.


Ya saat ini Kila sudah membuka butik sendiri walaupun hanya butik kecil tapi banyak orang dari kalangan atas yang menyukai rancangan gaun dari Kila.


"Ngapain lagi kalau bukan ketemu sama Lo."ujar Mike seadanya.


"Kenapa sih Lo harus ketemu gue setiap hari nanti pacar Lo salah paham sama gue karna Lo dateng ke sini terus."ujar Kila.


"Pacar gue kan Lo."ujar Mike tegas.


"Yaakkkkk kau ini gila ya gue bukan pacar Lo Mike."ujar Kila yang sudah bosan setiap hari Mike selalu mencapnya sebagai kekasihnya.


"Terus ngapain aku ke sini tiap hari kalau bukan untuk melihat pacar aku yang lagi kerja."ujar Mike.


"Kau ini astaga masih banyak kali perempuan di luar sana yang lebih dari gue."ujar Kila yang sudah bosan setiap hari harus mendengar kata-kata itu dari mulut Mike.


"Nggak ada yang menarik perhatian gue."ujar Mike.


"Wah wah wah mata Lo udah buta ya."ujar Kila.


"Iya buta karna cinta gue sama Lo udah membutakan semua nya."ujar Mike lagi.


"Yaakkkk kau ini."ujar Kila yang sudah muak dengan Mike yang terus menganggu pekerjaannya.


"Kenapa kau terus menatap ku apa karna aku sangat tampan makanya kau terus menetap ku seperti itu."ujar Mike


"Astaga bisa tidak kalau Lo nggak usah kepedaan gitu siapa juga yang liat Lo."ujar Kila yang berusaha mengelak.


"Terus kenapa Lo natap gue sampe segitu nya."ujar Mike.


"Lo.."belum sempat selesai bicara omongan Kila langsung di potong oleh Ibu nya.


"Ehh ada Nak Mike toh ayo masuk Nak duduk di dalam aja di luar panas Nak."ujar Ibu.


"Ibu ngapain sih nyuruh dia masuk."ujar Kila.


"Nggak boleh gitu Ibu nggak ada ngajarin kamu seperti itu."ujar Ibu yang memarahi Kila.


"Astaga Ibu anak Ibu itu siapa aku atau dia Bu kok Ibu malah belain dia sih."ujar Kila yang tak terima dengan ucapan Ibu nya yang membela Mike.


"Udah kalian jangan bertengkar terus nanti jodoh baru tau."ujar Ibu.


"Aminn."

__ADS_1


"Nggak."ujar Kila dan Mike secara bersamaan dengan jawaban yang berbeda.


__ADS_2