
"Ara kamu bertahan jangan tinggalin aku Ara."ujar Erlan yang sangat khawatir dengan keadaan Ara.
"Lan kita berdoa aja supaya Ara baik-baik aja."ujar Mike.
"Tapi Mike gue takut Ara ninggalin gue Mike."ujar Erlan.
"Lo yang sabar Lan gue tau gimana perasaan lo sekarang."ujar Mike yang langsung teringat masa lalu nya dengan wanita yang dia cintai dan sekarang semua sudah berubah dia sudah tenang di alam sana akibat kecelakaan yang menimpa nya.
"Maksud lo."ujar Erlan yang heran kenapa Mike bisa berbicara seperti itu karna setau Erlan Mike tidak pernah dekat dengan perempuan.
"Udah nggak usah di pikirin yang terpenting sekarang itu keselamatan Ara Lan."ujar Mike yang tak ingin Erlan dan Kenzo mengetahui masa lalu nya.
"Lo ada yang di sembunyiin dari kita ya."ujar Erlan menebak.
"Ya nggak lah mana ada gue sembunyiin masalah dari kalian berdua, lo ada-ada aja sih."ujar Mike yang berusaha tidak tegang di hadapan Erlan agar dia tidak curiga.
"Lo jangan bohong Mike lo tau kan siapa gue."ujar Erlan.
"Gue mohon Lan jangan lo ungkit lagi masa lalu gue."ujar Mike yang tak ingin mengingat masa-masa kelamnya dulu ketika di tinggal pergi untuk selamanya oleh orang yang sangat dia cintai.
"Kenapa lo sembunyiin ini dari kita semua Mike lo nggak anggep kita sahabat lo."ujar Erlan emosi dan langsung melupakan kondisi Ara sekarang.
"Bukan gitu maksud gue Lan gue cuma nggak mau mengenang masa-masa itu lagi. Gue udah berusaha lupain masa-masa itu 5 tahun lama nya Lan tapi gue nggak bisa, dia selalu berputar dalam otak gue Lan gue nggak bisa lupain dia Lan."ujar Mike yang sudah frustasi bagaimana cara dia melupakan orang yang dia cintai setelah 5 tahun kepergiaannya.
"Seharusnya lo itu cerita sama kita masalah lo Mike nggak kayak gini lo pendem sendiri cerita lo. Kita bukan orang lain Mike kita keluarga semua masalah yang kita hadapi kita bisa hadapi semua nya asalkan kita mau berbagi cerita Mike."ujar Erlan.
"Woii ini rumah sakit kalau kalian berdua mau adu mulut mending jangan di sini pulang sana."ujar Kenzo.
"Kita bahas nanti setelah semua masalah ini selesai."ujar Erlan.
"Masalah apa."tanya Kenzo yang heran masalah apa yang sedang di perdebatkan oleh Mike dan Erlan.
"Nanti kita bahas."ujar Erlan dingin.
"Oke."jawab Kenzo yang tak kalah dingin.
"Gimana kondisi Lexa apa dia baik-baik aja."tanya Mike yang memecah keheningan di antara mereka.
__ADS_1
"Dia baik-baik aja cuma trauma atas kejadian ini dan mungkin untuk ke depannya dia bakalan gue ajarin silat buat jaga-jaga biar kejadian ini nggak terulang lagi."ujar Kenzo.
"Ide yang bagus tapi gimana kalau istri lo nggak setuju."ujar Erlan.
"Masalah ini biar gue yang urus gue nggak mau Lexa dalam bahaya kayak gini lagi."ujar Kenzo.
"Tapi lo tau kan istri lo kayak gimana Ken."ujar Mike.
"Tapi ini demi kebaikan Lexa Mike gue nggak mau nanti Lexa kayak dulu lagi nggak bisa ngomong gue nggak mau kejadian itu terulang lagi."ujar Kenzo yang tak ingin adik nya kembali seperti dulu lagi.
"Ya udah terserah lo gue tau lo pasti mau yang terbaik buat adik lo Ken."ujar Mike.
"Permisi apa betul ini dengan keluarga Ara."ujar seorang suster yang baru datang menghampiri ketiga laki-laki tampan itu.
"Iya kami keluarga nya."jawab Erlan cepat.
"Apa di sini ada yang nama nya Erlan karna dari tadi pasien memanggil nama itu terus."ujar suster.
"Saya Erlan Sus gimana kondisi Ara sekarang Sus."ujar Erlan.
"Pasien terus memanggil-manggil nama anda Tuan, sebaik nya Tuan ikut bersama saya nanti biar Dokter yang mengatakannya langsung pada Anda."ujar Suster itu ramah.
"Permisi Dok ini orang yang bernama Erlan Dok."ujar Suster itu setelah berada di hadapan Dokter yang menangani Ara.
"Silahkan duduk Tuan Erlan."ujar Dokter itu.
"Jangan bertele-tele Dok cepat katakan bagaimana kondisi Ara sekarang."ujar Erlan yang sudah tak sabar ingin mendengar bagaimana kondisi Ara sekarang.
"Nona Ara mengalami luka yang cukup parah di bagian perut dan apa Tuan tau kalau Nona Ara punya penyakit."ujar Dokter itu pada Erlan.
"Penyakit."tanya Erlan memastikan pendengarannya.
"Iya Nona Ara menderita kanker otak stadium 3."ujar Dokter itu.
Deg
Erlan kaget dengan penuturan Dokter yang mengatakan kalau Ara menderita penyakit kanker otak stadium 3 yang artinya tidak lama lagi Ara akan pergi untuk meninggalkannya.
__ADS_1
*Nggak nggak mungkin Ara menderita kanker nggak mungkin.*batin Erlan menjerit yang menyatakan kalau Ara tidak mungkin menderita kanker.
"Jangan becanda ya Dok saya serius loh Ara sakit apa."ujar Erlan yang masih belum percaya kalau Ara menderita kanker.
"Saya serius Tuan dan menurut analisa saya selama ini Nona Ara tidak pernah mengikuti kemoterapi untuk membunuh sel-sel kanker yang ada dalam tubuhnya, hanya saja Nona Ara sering mengkonsumsi obat-obatan agar rasa sakit akibat penyakit nya sedikit mereda dan itu sudah dilakukan oleh Nona Ara sejak 2 tahun lalu Tuan."ujat Dokter itu menjelaskan pada Erlan.
"Apa masih bisa di sembuhkan Dok."tanya Erlan yang tak ingin Ara pergi meninggalkannya.
"Kita masih punya kesempatan untuk menyembuhkan penyakit Nona Ara asalkan Nona Ara mau melakukan kemoterapi."ujar Dokter itu.
"Lakukan apa pun Dok asalkan Ara bisa sembuh dari penyakit mematikan itu."ujar Erlan.
"Baik Tuan kami para Dokter akan melakukan yang terbaik buat kesembuhan Nona Ara."ujar Dokter.
"Sekarang apa saya sudah boleh melihat Ara."tanya Erlan.
"Silahkan Tuan tapi Anda harus masuk memakai baju yang sudah kami siapkan, karna saat ini Nona Ara dalam keadaan koma dan tidak boleh sembarang orang yang mengunjungi nya."ujar Dokter itu.
"Baik."jawan Erlan.
"Sus tolong antar kan Tuan Erlan keruangan Nona Ara."ujar Dokter itu pada suster yang berada di sampingnya.
"Baik Dok."jawab Suster itu.
"Mari Tuan saya antar kan keruangan Nona Ara."ujar Suster itu pada Erlan.
"Baik."jawab Erlan yang langsung bangkit dari duduk nya dan mengikuti suster yang akan mengantarkan nya ke ruangan Ara.
"Silahkan Tuan anda pakai baju ini dulu setelah itu baru anda bisa masuk tuan."ujar Suster itu.
Erlan langsung memakai baju yang di perintahkan oleh suster itu agar bisa secepatnya melihat wajah orang yang sangat dia cintai.
"Hai cantik."ujar Erlan saat telah sampai di hadapan Ara yang sedang terbaring dengan alat-alat yang menempel di tubuhnya.
"Ini aku Erlan apa Ara nggak mau liat wajah Erlan yang ganteng ini."ujar Erlan yang berusaha menghibur Ara walaupun itu akan percuma saja.
"Kok Ara nggak pernah bilang sih sama Erlan kalau Ara menderita kanker otak stadium 3. Ara tau saat Erlan denger kalau Ara menderita kanker otak stadium 3 awalnya Erlan nggak percaya tapi setelah Dokter yang menangani Ara menjelaskan semuanya pada Erlan baru Erlan bisa percaya."ujar Erlan yang menjeda ucapannya agar sedikit mengurangi rasa sesak di dada nya saat membayangkan orang yang cintai akan pergi meninggalkannya.
__ADS_1
"Andai aja waktu bisa di putar biar Erlan aja yang menderita penyakit itu jangan Ara, Erlan tau pasti Ara nggak kuat nahan sakit karna penyakit itu. Erlan mau kok gantiin posisi Ara asalkan Ara bisa hidup dengan tenang tanpa merasakan sakit sedikit pun."ujar Erlan yang kembali menjeda ucapannya.
"Erlan mohon Ara jangan tinggalin Erlan sendiri Erlan sayang sama Ara Erlan cinta sama Ara jangan tinggalin Erlan sendiri Ara."ujar Erlan yang sudah tak bisa menahan air mata nya melihat orang yang dia cintai terbaring lemah karna menyelamatkan dirinya.