
Setelah Mike berhenti cukup lama di area perumahan yang di masuki oleh Kila akhirnya Mike memtuskan untuk Vigo saja yang menghadiri meeting kali ini dengan alasan terkena macet di jalan.
"Hallo Vigo mungkin saya tidak bisa hadir di meeting kali ini kamu saja yang menghadirinya meeting nya."ujar Mike saat panggilannya sudah di angkat oleh Vigo.
"Loh memang nya kenapa Tuan."ujar Vigo yang heran kenapa Mike tidak bisa hadir di rapat kali ini padahal ini sudah lama sekali di undur-undur meeting nya.
"Saya lagi luar dan jalanan macet saya rasa saya akan terlambat sekali untuk datang ke sana."ujar Mike memberi alasan.
"Tapi meeting ini udah lama sekali kita undur Tuan."ujar Vigo.
"Saya tau makanya saya menyuruh kamu untuk menghadiri meeting nya sendiri saya rasa kamu bisa."ujar Mike.
"Tapi Tuan."belum selesai Vigo berbicara Mike sudah lebih dulu memotong nya.
"Udah nggak usah banyak omong lakuin aja apa yang saya suruh."ujar Mike dan langsung mematikan sambungan teleponnya.
Mike akhirnya memilih untuk menunggu Kila keluar dari rumah mewah itu walau pun tak tau sampai kapan dia akan menanti Kila di sana.
Selang beberapa jam kemudian Kila akhirnya keluar dari rumah itu dan berjalan kaki menuju halte bis di perempatan jalan di depan.
"Huh akhirnya mereka semua suka sama rancangan gaun aku pasti Ibu dan Nenek seneng dengar kabar ini."ujar Kila yang terus berjalan dengan hati yang sangat senang.
"Kila."panggil Mike dari arah belakang Kila.
Kila yang mendengar ada orang yang memanggil nya langsung berhenti dan berbalik melihat siapa orang yang sudah memanggil namanya.
Deg
*Ya Tuhan kenapa aku harus ketemu dia lagi.*batin Kila yang tak ingin melihat wajah Mike lagi setelah mendengar penghinaan yang Mike ucapan kan dulu padanya.
Kila langsung berbalik badan dan pergi meninggalkan Mike begitu saja tanpa menjawab sapaan Mike padanya.
"Kila tunggu."ujar Mike yang langsung mengikuti Kila.
"Kamu mau ngapain lagi sih haa belum puas kamu hina aku belum puas kamu nyakitin hati aku dan sekarang mau kamu apa haa."ujar Kila yang sudah muak selalu di ikuti oleh Mike terus hingga akhirnya kata-kata itu keluar dari mulut Kila.
"Ini salah paham Kila gue nggak bermaksud ngomong kayak gitu sama Lo."ujar Mike.
"Salah paham di mana letak salah pahamnya anda sendiri yang ngomong seperti itu di hadapan teman anda Tuan."ujar Kila yang merasa jijik harus menyebut nama laki-laki yang sudah menghinanya.
"Gue bisa jelasin semuanya."ujar Mike.
"Nggak perlu gue nggak butuh penjelasan dari Lo cukup dengan kata-kata Lo kemarin itu udah cukup buktiin buat gue kalau Lo nggak Sudi dekat-dekat sama gue."ujar Kila dengan mata yang sudah berkaca-kaca saat teringat kembali kata-kata yang di ucapkan Mike dulu waktu di rumah sakit.
"Gue nggak bermaksud ngomong kayak Kila gue mohon dengerin dulu penjelasan gue."ujar Mike yang terus memohon agar Kila mau mendengarkan penjelasannya.
"Gue bilang gue nggak butuh penjelasan dari Lo."ujar Kila yang langsung pergi dari hadapan Mike.
Kila terus berjalan hingga tidak memperhatikan jalan saat melintas.
"Kila awas."teriak Mike dan langsung berlari ke arah Kila.
"Aaaa."teriak Kila saat melihat truk yang melaju dengan kencang ke arahnya.
__ADS_1
Brukk
"Aahhh."rintih Mike saat merasakan sakit di kepalanya karna terbentur pembatas jalan saat menyelamatkan Kila.
"Mike kamu nggak apa-apa."ujar Kila saat melihat Mike mengaduh kesakitan.
"Gue nggak apa-apa Lo gimana."tanya Mike menanyakan kondisi Kila.
"Gue juga nggak apa-apa tapi kepala Lo berdarah."ujar Kila yang langsung khawatir dengan keadaan Mike.
"Nggak usah di pikirin yang penting sekarang Lo itu baik-baik aja."ujar Mike yang mengabaikan kondisi nya dan lebih mementingkan kondisi Kila
"Tapi Lo terluka karna gue."ujar Kila.
"Gue kan udah bilang Lo nggak usah khawatirin kondisi gue yang penting itu Lo."ujar Mike.
"Ikut gue."ujar Kila yang langsung menarik tangan Mike untuk ikut dengannya.
"Kemana."tanya Mike.
"Ngobatin luka Lo lah kemana lagi."ujar Kila cuek.
Mike hanya diam saja ada rasa senang saat Kila masih perhatian terhadapnya walau agak sedikit cuek.
"Duduk di sini jangan kemana-mana sampe gue balik."ujar Kila.
"Iya."jawab Mike.
Setelah selesai Kila langsung keluar dan menghampiri Mike yang setia menunggunya di bawah pohon rindang.
"Kalau sakit bilang."ujar Kila.
"Iya."jawab Mike.
Kila langsung mengambil kapas dan menuangkan sedikit obat merah ke kapas setelah itu langsung mengarahkan ke luka Mike secara perlahan.
"Aww."rintih Mike saat merasakan perih di kening nya.
"Sakit ya."ujar Kila.
"Perih."ujar Mike.
"Terus gimana dong di lanjutin apa nggak nih."ujar Kila yang kasihan melihat Mike kesakitan.
"Udah lanjutin aja gue bisa nahan kok."ujar Mike.
"Lo serius."ujar Kila.
"Iya."ujar Mike.
Akhirnya Kila melanjutkan nya sesuai perintah Mike hingga akhirnya selesai kening Mike sudah di perban olah Kila.
"Udah selesai nih kalau gitu gue pergi dulu gue buru-buru soal nya."ujar Kila yang harus berbohong agar tidak kelamaan bersama Mike.
__ADS_1
"Tunggu gue mau ngomong sesuatu sama Lo."ujar Mike yang menahan Kila untuk pergi.
"Apa."tanya Kila.
"Kita cari tempat lain buat ngobrol nggak enak di sini panas."ujar Mike.
"Tapi sorry gue nggak bisa lama-lama kalau Lo nggak mau ngomong di sini ya udah gue pergi."ujar Kila.
"Gue mohon sebentar aja nggak akan lama kok."ujar Mike.
"Oke."jawab Kila.
"Ikut gue."ujar Mike yang langsung menarik tangan Kila untuk mengikutinya.
Kila hanya diam saja saat tangan nya di genggam oleh Mike ada rasa nyaman yang Kila rasakan namun saat teringat saat Mike menghinanya Kila tak ingin mempunyai rasa lebih terhadap Mike.
"Duduk."ujar Mike saat sudah tiba di sebuah gazebo di tepi danau buatan di tengah kota.
"Ngapain kita ke sini." ujar Kila.
"Gue mau ngomong serius sama Lo."ujar Mike.
"Ngomong apa."tanya Kila.
"Sebelumnya gue minta maaf sama perkataan gue waktu di rumah sakit gue nggak bermaksud ngomong kayak gitu sama Lo, gue cuma nggak tau gimana perasaan gue sama Lo waktu itu. Gue tau Lo masih marah dan benci sama gue karna perkataan gue makanya gue minta maaf atas itu semua."ujar Mike.
"Lo cuma mau ngomong itu doang Lo tau nggak Lo udah buang waktu gue karna cuma mau minta maaf sama gue. Kenapa nggak di tempat tadi aja Lo bilang maaf nya kenapa harus di sini sih."ujar Kila yang tak habis pikir dengan Mike.
"Karna tempat tadi itu nggak cocok makanya gue bawa Lo ke sini "ujar Mike.
"Asal Lo tau gue nggak butuh maaf Lo kata-kata Lo waktu itu sangat menyakitkan buat gue dan gue harap Lo sadar itu."ujar Kila yang masih belum bisa memaafkan Mike atas perkataanya waktu di rumah sakit.
"Kenapa ini udah lama Kila dan sampai sekarang Lo belum bisa maafin gue."ujar Mike heran.
"Kalau iya kenapa Lo tau gue ini perempuan dan Lo pasti tau kalau hati perempuan itu rapuh dan mudah hancur dengan kata-kata yang menurut dia menyakitkan. Dan sekarang itu yang gue rasain hati gue ancur gara-gara ucapan Lo emang Lo nggak mikir dulu sebelum ngomong. Asal Lo tau gue nggak pernah mau dan nggak akan mau ketemu sama Lo lagi seumur hidup gue, tapi takdir malah mempertemukan kita di sini. Mungkin ini waktu yang tepat buat gue ngomong sama Lo."ujar Kila yang menjeda ucapannya.
"Apa."ujar Mike.
"Mulai saat ini Lo jangan pernah muncul lagi di hadapan gue menjauh dari kehidupan gue, gue mau hidup tenang gue mau tanpa liat Lo."ujar Kila dengan tegas.
"Lo becanda kan."ujar Mike yang kaget dengan ucapan Kila.
"Gue nggak pernah becanda sama ucapan gue sendiri gue serius gue harap Lo ngerti dengan ucapan gue barusan permisi."ujar Kila yang langsung pergi meninggalkan Mike.
"Kila gue nggak akan nyerah buat dapetin Lo lagi karna gue cinta sama Lo."teriak Mike saat Kila sudah mulai menjauh dari nya.
Deg.
*Dia bilang kalau dia cinta sama gue apa gue salah denger ya.*batin Kila yang kaget saat Mike menyatakan cinta padanya.
"Gue bakalan berusaha buat dapetin hati Lo lagi Kila."teriak Mike lagi yang semakin keras karna Kila semakin menjauh darinya
"Gue bakalan buat Lo jatuh cinta juga sama gue cukup sekali gue kehilangan orang yang gue sayang dan itu nggak akan terjadi untuk kedua kali nya sama Lo."ujar Mike.
__ADS_1