
Tepat hari ini jenazah Kila di makam kan tepat di samping makam sang Ayah tercinta.
"Sayang kamu jahat kamu pergi ninggalin aku dengan semua kenangan yang sangat sulit buat aku lupain."ujar Mike menangis sambil memegang batu nisan Kila.
Ciko dan Mama hanya diam melihat keterpurukan Mike yang sangat dalam atas kepergiaan Kila.
"Padahal sebentar lagi kita nikah Lo sayang, kita pergi liburan terus punya anak-anak yang cantik dan ganteng sama kayak aku dan kamu yang cantik dan ganteng. Tapi sekarang kamu pergi gitu aja dengan semua kenangan indah yang kita jalani sama-sama selama ini sayang."ujar Mike yang terus mengeluarkan rasa kehilangan yang begitu dalam.
"Kamu udah janji kan sama aku kalau kamu bakalan terus sama aku nggak akan ninggalin aku sendiri di dunia ini, kamu juga bilang kalau nanti kita udah nikah kamu mau kita tinggal di desa biar kehidupan kita nyaman di sana karna bisa menikmati alam yang sejuk, tapi sekarang kamu ninggalin aku sayang kamu pergi ninggalin aku selamanya sayang."ujar Mike yang tak kuasa menahan tangis nya lagi di pusara Kila calon istrinya.
"Nak kamu pasti kuat sayang Kila udah tenang di sana sayang ikhlasin Kila pergi ya Nak."ujar Mama Kila pada Mike.
"Mah Kila belum meninggal Mah di pasti sekarang lagi sesak nafas di dalam sana Mah, Kila nggak mungkin pergi ninggalin aku Mah."ujar Mike yang langsung menggali makam Kila dengan tangan walau pun Mike itu semua percuma saja karna Kila tidak akan bangun lagi dari tidur panjangnya.
"Nak jangan seperti itu sayang kalau kmu seperti ini Kila nggak akan tenang di sana Nak."ujar Mama yang langsung memeluk Mike dengan erat berusaha menyejukkan hati Mike yang sangat terluka.
"Mama hikss hikss Kila Mah."ujar Mike yang akhirnya menangis pilu di pelukan sang Ibu Mertua.
"Iya Nak Kila udah pergi sayang."ujar Mama yang merasa kasihan dengan Mike.
"Kila pergi ninggalin aku Mah."ujar Mike yang masih setia memeluk Mama Kila.
"Iya sayang."ujar Mama yang harus berusaha tabah agar Mike tidak merasa terpuruk lagi.
"Bang maafin aku Bang aku gagal jagain Kila Bang gara-gara aku Kila pergi ninggalin kita semua Bang, maafin Mike Bang."ujar Mike pada Ciko.
__ADS_1
"Mike ini bukan salah Lo ini takdir yang udah di garisin Tuhan buat Lo sama Kila, kalau jodoh kalian itu cuma sampe sini."ujar Ciko yang tak ingin menyalahkan Mike sepenuhnya.
"Kila pergi itu gara-gara gue Bang."ujar Mike yang terus menyalahkan dirinya.
"Ini semua bukan salah Lo Mike ini takdir."ujar Ciko mengulang kata-kata nya, ada rasa kasihan melihat kondisi Mike yang amburadul atas kepergiaan Kila.
*Dek liat ulah kamu Dek Mike jadi kayak gini, kamu ninggalin dia saat dia lagi sayang banget sama kamu. Mike terpukul atas kepergian kamu Dek, kamu yang tenang di sana Abang di sini bakalan jagain Mama sama Mike supaya Mike bisa bangkit dari keterpurukannya karna kepergiaan kamu Dek.*batin Ciko sambil melihat langit yang cerah menandakan kalau dia akan menjaga Mama dan membuat hidup kembali seperti semula.
"Nak kita pulang yuk nanti kita ke sini lagi ketemu sama Kila."ujar Mama.
"Mama pulang duluan aja Mah Mike masih mau nemenin Kila di sini Mah."ujar Mike.
"Nak nanti kamu sakit sayang sebaik kita pulang dulu nanti kita ke sini lagi jengukin Kila."ujar Mama.
"Kila pasti sedih Mah kalau kita tinggalin dia di sini sendiri mah."ucap Mike.
"Gue belum rela dia ninggalin gue kayak gini Bang gue belum siap kehilangan dia Bang."ujar Mike.
"Mike Mama tau gimana perasaan kamu Nak tapi di sini kamu harus ikhlas Nak biarkan Kila tenang di sana Nak, kalau kamu seperti ini Kila nggak bakalan tenang di sana Nak. Jadi Mama mohon ikhlasin Kila pergi sayang."ujar Mama.
"Mike belum siap tapi Mike bakalan berusaha ikhlasin kepergiaan Kila walau sangat berat buat Mike lakuin Mah."ujar Mike yang akhirnya belajar untuk mengikhlaskan kepergiaan Kila.
"Kamu pasti bisa Nak."ujar Mama memberi semangat.
Akhirnya Mama, Ciko dan Mike pulang ke rumah masing-masing meninggalkan makam Kila, Mike masih belum rela meninggalkan makam Kila tapi Mike juga tak ingin membuat Mama calon istrinya itu bersedih melihat nasib nya.
__ADS_1
*Aku bakalan ke sini terus sayang buat liat kamu dan ngajak kamu ngobrol seperti biasanya ya walau pun aku tau kamu nggak bakalan jawab ucapan aku lagi. Aku pulang dulu ya sayang dan selamat tidur sayang.*batin Mike sambil sesekali menatap makam Kila.
°°°°°°°°°°°°°°°°
"Kenapa lo baru cerita sekarang Mike kenapa Lo simpen semua kesedihan Lo itu sendiri."ujar Erlan.
"Gue cuma nggak mau ngenang masa-masa itu lagi bahkan sampe sekarang pun gue belum bisa sepenuhnya ngelupaian Kila."ujar Mike.
"Mike sebenernya Lo anggap kita ini siapa sih kenapa Lo mendem sendiri kesedihan Lo. Kalau pun Lo belum rela dia pergi setidaknya Lo cerita sama kita masalah lo nggak kayak gini."ujar Erlan.
"Sorry gue cuma nggak mau buat kalian kepikiran sama nasib gue."ujar Mike.
"Tapi kan.."ucapan Erlan langsung di potong oleh Kenzo.
"Gue tau gimana rasa nya kehilangan orang yang kita sayang tapi di sini nasib gue lebih beruntung dari Lo, gue masih bisa liat dia sedangkan Lo udah nggak bisa natap muka dia lagi. Tapi di sini Lo juga salah Mike kenapa Lo nggak mau cerita sama kita masalah lo, kita ini keluarga apa pun masalah yang kita hadapi seharusnya kita saling berbagi supaya beban dalam pikiran kita itu sedikit berkurang."ujar Kenzo.
"Sorry gue tau gue salah tapi masalahnya gue nggak mau mengingat masa-masa itu lagi, cukup gue simpen sendiri masalah ini. Kalau kalian mau marah silahkan gue terima karna gue tau gue salah tapi kalau kalian mau gue ceritain masalah gue sorry gue nggak bisa."ujar Mike.
"Lo jangan egois Mike."ujar Erlan.
"Gue nggak egois gue cuma nggak mau masalah gue merembes ke semua orang yang dekat sama gue, gue nggak mau mereka kasihan sama nasib gue yang di mati sama calon istrinya."ujar Mike dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Oke gue maafin Lo buat masalah Lo yang satu ini tapi tolong buat ke depan nya seberat apa pun masalah Lo, Lo cerita sama kita supaya Lo nggak nyimpen masalah ini sendiri Lo masih punya kita Mike Lo nggak sendiri di sini."ujar Erlan.
"Thanks sudah mau ngertiin gue soal ini."ujar Mike.
__ADS_1
Akhirnya ketiga cogan itu sudah kembali pada sifat asli mereka lagi yang bar-bar dan suka adu mulut dalam hal sekecil apa pun.