
Semua para tamu undangan yang datang ke restoran itu langsung mengunjingkan Anita yang berniat untuk melenyapkan Vanya model yang sedang naik daun saat ini.
"Kamu jangan fitnah aku ya Vanya." ujar Anita yang berusaha agar tidak gugup di hadapan semua orang yang melihatnya.
"Nggak usah ngelak lagi Nita Lo udah ke bukti mau lenyapin gue dengan cara Lo masukin racun ke minuman gue kan." ujar Vanya yang tak habis fikir kenapa Anita tega melakukan itu semua padanya.
"Lo salah orang kali, lagian Lo juga nggak punya buktinya kan." ujar Anita sambil menggaruk-garuk wajah nya karna rasa gatal yang tak bisa di tahannya.
"Lo pikir dapetin bukti kalau Lo bersalah itu susah gue tinggal minta rekaman CCTC restoran tempat kita makan waktu itu gampang kan." ujar Vanya yang sudah memiliki salin video itu di handphone nya.
*Breng*ek kalau kayak gini gue bisa ketahuan pokoknya gue harus hapus rekaman itu sebelum Vanya dapatin bukti kejahatan gue.* batin Anita.
"Dad kita pergi dari sini yuk Anita udah nggak kuat nahan rasa gatel nya Dad." ujar Anita pada Andi
"Ya udah ayo kita ke Dokter dulu Nak."ujar Andi.
"Kok malah pergi sih Lo takut kebusukan Lo ke bongkar di sini ya." ujar Vanya.
"Diem Lo ya." ujar Anita frustasi.
"Kenapa takut." ujar Vanya.
"Lo nggak bisa diam ya." ujar Anita yang tak tau lagi harus bicara di hadapan Vanya.
"Cihh." ujar Vanya.
"Dad kita balik sekarang yuk." ujar Anita.
Akhirnya Anita dan Andi pergi meninggalkan restoran untuk pergi ke Dokter pribadi nya supaya bisa memeriksa kondisi Anita parah atau tidak nya.
"Nita apa yang di katakan gadis di restoran itu benar." tanya Andi.
"Mmmm ya nggak lah Dad aku nggak mungkin ngelakuin itu Dad." ujar Anita yang berusaha tidak gugup di hadapan Daddy.
"Tapi kenapa dia langsung nuduh kamu kalau kamu mau lenyapin dia." ujar Andi lagi yang masih belum percaya sepenuhnya pada putrinya itu.
"Daddy kok nggak percaya gitu sih sama aku." ujar Anita.
"Bukan nya nggak percaya cuma Daddy ngerasa ada yang kamu sembunyiin dari Daddy." ujar Andi.
"Itu sama aja Dad kalau Daddy itu nggak percaya sama aku." ujar Anita yang kesal.
"Ya udah iya Daddy percaya sama kamu." ujar Andi yang akhirnya menyerah.
°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Mike yang mendapat tugas dari untuk mengurus masalah yang ada di negara A memutuskan untuk pulang hari ini tanpa memberi tau siapa pun atas kepulangannya.
__ADS_1
"Sebentar lagi aku akan bertemu dengan gadis kecilku yang cantik itu." ujar Mike yang tak sabar ingin bertemu dengan Alexa.
Drrtt Drttt Drrtt
"Hallo."" ujar Mike saat sudah mengangkat panggilan itu.
"Gawat Boss." ujar orang di sebrang telepon.
"Gawat kenapa." ujar Mike yang heran.
"Anaconda akan menyerang markas Araster Boss." ujar orang misterius itu.
"APA." ujar Mike kaget.
"Apa Kenzo dan Erlan udah tau masalah ini." ujar Mike.
"Belum saya belum sempat memberi tahu tentang ini." ujar orang itu.
"Kenapa nggak Lo kasih tau mereka juga, Lo pikir Lo bisa ngelawan Geng Anaconda itu sendirian." ujar Mike yang tak abis pikir anak buahnya itu.
"Bukan begitu Boss saya nggak mau melibatkan Tuan Kenzo dalam masalah ini Boss, ini bukan masalah biasa Boss kita akan berperang antara hidup dan mati Boss melawan Anaconda. Kami semua di sini nggak mau kalau terjadi sesuatu sama Tuan Kenzo." ujar orang misterius itu yang membuat Mike terharu dengan ucapannya yang sangat menjaga sekali keselamatan Kenzo.
"Baik lah jangan beri tau masalah ini dulu pada Ken, nanti biar saya saja yang memberi tau nya." ujar Mike.
"Baik Boss." ujar orang itu.
Akhirnya panggilan via telepon itu berakhir setelah Mike yang lebih dulu memutuskannya.
"Hallo Mike ada apa tumben Lo nelvon gue." ujar Erlan.
"Lo sekarang di mana." tanya Mike.
"Di Amerika kenapa." jawab Erlan.
"Ada masalah besar." ujar Mike.
"Masalah apa Lo jangan bikin gue penasaran kayak gini dong." ucap Erlan.
"Anaconda bakalan nyerang markas." ujar Mike.
"APA."kaget Erlan.
"Lo bisa ke markas." ujar Mike di sebrang sana.
"Bisa sih tapi kemungkinan besok gue baru sampe sedangkan Lo dimana sekarang." tanya Erlan.
"Gue di negara A ngurus anak cabang Kenzo yang ada di sini."ujar Mike.
__ADS_1
"Terus Lo kapan berangkatnya." ujar Erlan.
"Hari ini lagian gue mau bikin surprise buat Alexa." ujar Mike yang menjadi tak sabar ingin bertemu dengan Alexa.
"Alexa kenapa ulang tahun ya." ujar Erlan yang heran.
"Lo nggak tau." ujar Mike.
"Nggak." jawab Erlan seadanya.
"Alexa udah bisa ngomong lagi." ujar Mike.
"LO SERIUS MIKE."teriak Erlan di sebarang telepon sedangkan Mike langsung menjauhkan handphone dari telinga.
"LO KALO NGOMONG BISA NGGAK SIH NGGAK TERIAK-TERIAK LO PIKIR GUE BUDEG APA."ujar Mike yang juga berteriak agar Erlan tau gimana rasanya kuping panas dengerin teriakan Mike.
"Heheheh sorry gue reflek kampret." ujar Erlan.
"Budeg nih kuping gue dengerin teriakan Lo anjrit." umpat Mike yang masih kesal dengan Erlan.
"Sorry bro." ujar Erlan tanpa beban sedikit pun.
"Ya udah ahh gue tutup dulu bentar lagi gue mau berangkat." ujar Mike.
"Oke nanti gue nyusul." ujar Erlan.
"Oke." Jawa Mike seadanya.
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Di sekolah tempat Alexa dan teman-teman nya penuntut ilmu akan di adakan lomba Bahasa Korea. Semua siswa dan siswi boleh berpartisipasi untuk mengikuti lomba tersebut tanpa di pungut biaya sepersen pun. Hadiah dari lomba ini sangat beragam ada yang handphone keluaran terbaru, sepeda gunung, sepeda lipat, televisi, kulkas dan masih banyak lagi.
"Lexa kamu mau ikut lomba itu nggak." tanya Anya.
"Aku mau sih cuma masalahnya aku nggak bisa bahasa Korea, bisa sih cuma nggak fasih banget Anya." ujar Alexa.
"Kamu kan bisa les lagian lombanya masih lama kok." ujar Anya.
"Emangnya kalau aku ikut kamu akan ikut juga." tanya Alexa.
"Tentu kamu liat kan hadiah nya bagus-bagus semua Lexa." ujar Anya yang sangat menginginkan salah satu dari hadiah dari lomba ini.
"Lo kayak orang nggak mampu aja bokap sama nyokap Lo kan orang kayak, kok bisa ya mereka punya anak yang mata duitan kayak Lo mau yang gratisan Mulu." ujar Regan.
"Biarin emang masalah buat Lo." ujar Anya yang akan terus berdebat dengan Regan dari masalah kecil hingga besar.
"Udah deh jangan mulai lagi aku pusing tau ngadepin kalian berdua yang ribut terus tiap hari." ujar Lexa.
__ADS_1
"Temen cowok kamu tuh Lexa yang mulai duluan ya." ujar Anya membela diri.
"Kalian berdua itu sama aja sama-sama nggak mau ngalah." ujar Lexa.