Istri Di Atas Kertas

Istri Di Atas Kertas
Kemoterapi Ara


__ADS_3

Hari ini Ara akan melakukan kemoterapi yang pertama untuk penyakit nya.


"Erlan."panggil Ara setelah bangun dari tidur nya.


"Ya."jawab Erlan lembut.


"Ara takut nanti pasti setelah kemoterapi rambut Ara pasti rontok nanti Ara nggak cantik lagi."ujar Ara.


"Ara masih tetap cantik kok walaupun rambut Ara rontok yang terpenting sekarang Ara itu sembuh dulu dari penyakit Ara."ujar Erlan.


"Maaf kalau Erlan harus tau penyakit Ara dari orang lain."ujar Ara.


"Nggak masalah yang penting sekarang Erlan udah tau dan Erlan mau Ara ngelakuin kemoterapi ini biar Ara cepat sembuh. Ara tau kemarin saat Ara tidur Lexa ngomong kayak gini sama Erlan dia mau kalau Ara cepat sembuh dan balik lagi ke rumah dia, Lexa sangat sayang sama Ara makanya Ara harus berjuang buat sembuh."ujar Erlan.


"Erlan janji nggak bakalan ninggalin Ara kan kalau nanti Ara udah botak."ujar Ara dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Erlan janji Ara yang terpenting itu kesembuhan Ara karna Ara sangat berarti buat Erlan."ujar Erlan.


Deg


Jantung Ara berdetak begitu cepat saat Erlan mengatakan kalau dia sangat berarti buat Erlan.


"Erlan juga sangat berarti bagi Ara karna Erlan Ara semangat buat ngejalanin kemoterapi ini."ujar Ara.


Deg


Jantung Erlan juga berpacu dengan cepat saat mendengar ucapan Ara.


"Ara serius."ujar Erlan dan Ara hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Erlan refleks langsung memeluk erat tubuh Ara menggambarkan rasa bahagia nya yang tiada tara sekarang.


"Maaf Tuan dan Nona sebentar lagi kemoterapi untuk Nona Ara segera di lakukan."ujar Suster itu.


"Baik Sus."jawab Erlan yang salah tingkah dengan kedatangan suster yang datang di saat yang tidak tepat.


"Ara yang semangat ya."ujar Erlan memberi semangat.

__ADS_1


Akhirnya kemoterapi pertama bagi Ara sudah dilakukan dan itu sangat menyakitkan bagi Ara ingin rasa nya berhenti tapi Ara tidak ingin pergi begitu saja dengan sia-sia tanpa ada perjuangan.


°°°°°°°°°°°°


"Mah."panggil Lexa pada Lana.


"Iya sayang."ujar Lana yang masih asik membelai rambut anak kesayangannya itu.


"Kak Ar masih lama ya balik ke sini nya."ujar Lexa.


"Mama juga nggak tau sayang."ujar Lana.


"Lexa kangen tau sama Kak Ara Mah."ujar Lexa.


"Kalau kangen Lexa berdoa buat kesembuhan Kak Ara biar Kak Ara cepat sembuh ke sini dan main lagi sama Lexa di sini."ujar Lana.


"Lexa kangen Kak Ara Mah kita ke rumah sakit yuk Mah jengukin Kak Ara kasih semangat gitu buat Kak Ara."ujar Lexa.


"Ya udah kalau gitu kita tunggu Papa pulang dulu ya sekalian kita pergi sama-sama kan udah jarang kita pergi keluar sama-sama."ujar Lana.


"Mah Lexa ke kamar dulu kayak nya selama Lexa libur kemarin banyak tugas Lexa yang ketinggalan."ujar Lexa.


"Ya udah gih sana kerjaan tugas sekolah kau nanti kalau udah selesai bilang sama Mama ya biar kita bisa pergi secepatnya ketemu sama Kak Ara."ujar Lana.


"Baik Mah kalau gitu Lexa ke kamar dulu ya Mah."ujar Lexa.


"Iya sayang."ujar Lana.


*************


"Gimana kondisi nya udah ada perkembangan belum."ujar Mike yang terus menanyakan kondisi Kila pada Zio.


"Lo kenapa sih khawatir amat sama dia Lo suka sama dia."ujar Zio.


"Ya kali gue suka sama dia ngacok aja Lo dia bukan tipe gue kali."ujar Mike tanpa dia tau kalau Kila sudah sadar tapi masih enggan untuk membuka matanya saat mendengar Mike terus menanyakan tentang kabarnya.


*Lo bego Kila mana mungkin dia suka sama anak miskin kayak Lo dia itu kaya pasti dia juga nyari istri yang kaya juga biar nanti saat di pelaminan nggak malu-maluin. Lo aja yang halu bisa di sukain sama di liat Lo aja mungkin dia jijik makanya dia limpahin semua kerjaannya sama Lo semalam supaya Lo nggak tahan dan berhenti kerja dari situ.*batin Kila dengan sakit yang teramat saat mendengar ucapan Mike yang tak mungkin bisa suka padanya.

__ADS_1


"Terus kenapa Lo nanya-nanya kondisi dia terus setiap menit nya."ujar Zio.


"Ya gue nggak mau ada yang mati saat kerja di kantor gue."ujar Mike seadanya.


"Lo benaran nggak suka sama dia."ujar Zio lagi yang masih belum yakin kalau Mike tidak ada rasa dengan sekretarisnya itu.


"Ogah gue suka sama cewek bar-bar kayak beda banget sama Kila calon istri gue, dia itu lembut, manis kalau ngomong itu lembut nggak kayak dia yang kalau ngomong kayak kaleng rombeng tau nggak berisik. Gue aja risih dekat sama dia."ujar Mike yang masih terus berusaha mencari alasan agar Zio tidak curiga terhadapnya.


"Lo kalau ngomong itu di jaga nanti dia pergi baru tau rasa Lo."ujar Zio.


"Bagus kalau dia pergi kalau perlu nggak usah lagi nampakin batang hidung di muka gue."ujar Mike.


*Oke kalau itu yang Lo mau gue bakalan pergi dan nggak akan muncul lagi di hadapan Lo cowok brengsek.*batin Ara yang sudah sangat sakit hati dengan ucapan Mike.


"Terserah Lo mending Lo pulang pusing gue kalau Lo terus di sini."ujar Zio.


"Ini juga mau pulang nggak Sudi kali gue nemenin dia di sini cewek lemah."ujar Mike.


"Lo kalau ngomong bisa di jaga nggak sih."ujar Zio.


"Udah ahh gue capek gara-gara dia gue harus ngebatalin meeting penting gue demi cewek murahan kayak gitu."ujar Mike tanpa ragu sedikit pun.


"Mending Lo pulang deh males gue ngomong sama Lo, Lo berubah nggak kayak Mike yang gue kenal dulu. Sekarang Lo udah berani rendahin wanita bahkan Lo caci maki dia segala Lo pulang gih."ujar Zio mengusir Mike dari ruangan itu.


"Oke gue pulang."ujar Mike yang sebenarnya juga merasa sudah keterlaluan menghina Kila.


*Apa gue udah keterlaluan banget ya ngehina Kila kayak gitu kalau bukan karna dia gue nggak akan bisa mendengarkan tender besar kemarin.*batin Mike yang langsung merasa bersalah sudah merendahkan Kila begitu kerasnya.


*Gue nggak bakalan muncul lagi di hadapan Lo gue janji Lo bakalan hidup bahagia tanpa gue lagi.*batin Kila.


Setelah mendengar tidak ada suara lagi Kila mulai membuka matanya secara perlahan untuk melihat apa mereka masih di sini atau udah pergi.


Setelah memastikan kondisi aman Kila langsung bangkit dari tidur dan mencabut infus yang berada di tangan nya.


"Aww."ringis Kila saat merasa kan akut saat melepas infus itu.


"Gue harus pergi sekarang sebelum mereka semua kembali."ujar Kila yang langsung turun dari atas ranjang dan berjalan sempoyongan keluar karna masih lemah.

__ADS_1


__ADS_2