
"Wah Dede bayi nya cantik."ujar Fuji.
"Bukan cantik saja Nak tapi juga ganteng."ujar Kenzo dengan penampilan yang sangat berantakan.
"Maksud Papa."
"Mereka kembar sayang."
"Terus yang satu lagi mana."tanya Lintang yang penasaran seperti apa wajah Dede bayi yang laki-laki nya.
"Tunggu sebentar lagi."
Sedangkan Lexa terus menelisik penampilan Abang nya yang sangat jauh berbeda seperti biasanya.
"Bang."panggil Lexa.
"Hmm."
"Kok penampilan Abang kayak gembel sih."ujar jujur Lexa.
Mike dan triplets langsung melihat ke arah Kenzo dan benar saja apa yang katakan oleh Lexa, penampilan Kenzo sangat berantakan.
"Hahahahah."akhirnya gelak tawa Mike dan triplets pecah setelah mereka berusaha menahan.
"Tertawa aja terus, nanti kalau sudah menikah dan mau punya anak kalian juga harus merasakan ini."ujar Kenzo.
"Gue nggak bakalan ngalamin hal yang sama kayak Lo, liat Lo aja udah takut gue apa lagi gue sendiri yang mengalaminya, bisa mati berdiri gue nanti."ujar Mike.
"Woi sialan Lo semua, kenapa Lo semua nggak ada ngabarin gue sih."ujar seorang laki-laki yang masih mengatur nafasnya karna berlari dari parkir ke ruang rawat Lana.
"Woow dateng juga lo."ujar Mike.
"Gila Lo masak orang nya udah siap brojol Lo baru ngabarin gue sih."ujar Erlan yang mengeluarkan semua unek-unek karna ulah sahabatnya sendiri.
"Heheh gue baru inget kalo Lo udah menetap di sini."ujar Mike tanpa dosa sedikit pun.
"Lo juga kenapa nggak kabarin gue kalau Lana lahiran hati ini."
"Gue lebih pentingin keselamatan anak dan istri gue dulu, kalau Lo mah bisa belakangan kali. Lo nggak dateng pun nggak masalah buat gue asal istri sama anak gue selamat."ujar Kenzo yang juga tak bersalah sedikit pun.
"Hufftt, emang susah kalau punya sahabat bangsat seperti kalian."
"Biarin."jawab Mike dan Kenzo bersamaan.
"Lana gue boleh liat anak Lo."tanya Erlan pada Lana.
__ADS_1
"Boleh Kak, emang siapa yang larang Kaka buat liat anak aku."
"Ya siapa tau ada singa jantan yang cemburu nanti karna gue liat anaknya."ujar Erlan sambil melirik Kenzo yang berdiri di samping ranjang Lana.
"Udah liat aja, 5 menit."ujar Kenzo memberi waktu.
"Lo gila ya, 5 menit mana cukup bego."ujar Erlan yang teramat kesal dengan Kenzo.
"Iya atau tidak sama sekali."
"Mas, kamu apa-apaan sih, 5 menit mana cukup Mas. Kalau kamu aku suruh liat 5 menit juga gimana, mau kamu."ujar Lana.
"Tapikan aku Papa nya sayang, jadi aku boleh liat mereka sepuas nya dong."
Karna kesal dengan Kenzo, Lana langsung mencubit perut Kenzo hingga Kenzo mengaduh kesakitan dengan cubitan Lana.
"Aww sakit sayang, ngapain pake cubit-cubit segala sih."
"Lagian kamu yang salah kok."
"Iya iya aku yang yang salah, aku minta maaf. Ya udah Lo boleh liat anak gue sepuasnya, terserah kalau Lo mau bawa pergi juga nggak masalah."ujar Kenzo dan sekali dengan indahnya tangan Lana mendarat di perut six pack milik suaminya itu.
"Aw sayang sakit tau, kamu suka banget deh cubit-cubit aku. Tadi ngasih waktu salah sekarang udah nggak di kasih batasan juga salah, terus yang benarnya dimana dong."
"Kalau ngomong itu di jaga Mas, masa iya kamu suruh Kak Erlan bawa anak aku pergi. Enak aja kamu, aku bertaruh nyawa buat lahirin mereka, kamu sebagai Bapaknya malah nyuruh orang buat bawa anak aku, mending kamu yang pergi Mas dari pada anak aku."ujar Lana dengan sewot nya.
Gelak tawa semua orang di sana pecah melihat Kenzo yang menjadi korban kemarahan istrinya sendiri.
****
"Mas, apa orang tua atau kerabat kamu nggak ada yang mau liat cucu mereka."tanya Lana karna selama membina rumah tangga dengan Kenzo, tidak ada satu pun kerabat Kenzo yang datang ke rumah atau sekedar nelvon untuk saling memberi kabar.
Deg
"Tidak."jawab Kenzo cuek.
"Apa Mas sama seperti aku, hanya memiliki orang tua saja. Sedangkan kerabat tidak ada yang mau peduli dengan kami, karna kami hanya keluarga dari kelas bawah."ujar Lana yang mengingat betapa kejamnya hinaan dari kerabat Ayah maupun Ibu nya terhadap keluarga Lana.
"Maksud kamu sayang."ujar Kenzo yang tak tau sama sekali cerita tentang keluarga Lana.
"Sudahlah Mas lupakan saja, tidak perlu di ingat juga."ujar Lana yang tak ingin mengingat masa-masa pahit itu lagi.
"Apa mereka menyakitimu sayang."
"Tentu, karna hinaan mereka Ayah sampai rela meminjam dari rentenir untuk memperluas usahanya. Sampai akhirnya semua usaha Ayah bangkrut dan meminta tolong sama kamu agar mau menolong perusahaan Ayah yang hampir bangkrut dengan aku sebagai jaminannya."ujar Lana.
__ADS_1
*Jadi karna itu Ayah Lana sampai memohon sama gue buat nolong perusahaan dia, sial kenapa nggak gue selidiki dulu sih masalahnya, dasar bego Lo Ken.*batin Kenzo yang semakin merasa bersalah terhadap istrinya karna memperlakukan kurang baik di awal pernikahan mereka.
"Sayang."panggil Kenzo.
"Iya Mas."
"Maaf karna Mas berlaku kasar sama kamu di awal pernikahan kita, Mas pikir kamu.."
"Sama seperti wanita lain yang bersedia menikah dengan pria kaya hanya untuk mendapatkan hartanya."ujar Lana.
"Iya."jawab Kenzo lesu sambil menundukkan kepalanya.
"Mas."panggil Lana agar Kenzo mau menatapnya.
"Iya sayang."
"Kita sudah membina rumah tangga ini cukup lama Mas, sampai kita memilik 5 anak sekarang. Apa boleh aku meminta sesuatu sama kamu, karna selama pernikahan kita aku belum pernah minta hal apapun sama kamu."
"Kamu minta apa sayang, Mas pasti akan kabulkan buat kamu."
"Tolong selidiki siapa orang yang sudah membunuh kedua orang tuaku Mas, aku merasa ada yang ganjal dengan kematian orang tuaku setelah mendengar penuturan Bibi saat kita ke rumah."ujar Lana yang belum bisa merelakan orang tuanya pergi begitu saja meninggalkannya.
*Astaga kok gue sampai lupa sih sama hal penting ini.*batin Kenzo.
"Mas janji sayang, kasus ini akan Mas usut tuntas sampai semua pelakunya mendapatkan ganjaran atas perbuatan mereka."
"Aku percaya kamu Mas."
"Sekarang kamu nggak usah khawatir ya sayang, Mas akan selesai ini secepatnya."
"Baik Mas."
****
"Jadi Lo ngerasa ini semua udah di rencanain."ujar Erlan.
"Mike Lo dengarkan cerita pembantu rumah tangga Lana dan juga satpamnya."tanya Kenzo.
"Gue inget Ken, tapi sampai sekarang kita belum juga bisa menelisik barang ini milik siapa."ujar Mike sambil menyerah kantung plastik kecil dengan sebuah benda di dalamnya.
"Gue punya rencana agar mereka sendiri yang muncul ke permukaan."ujar Kenzo dengan seringaian iblisnya.
"Maksud Lo."ujar Erlan yang tau tak maksud Kenzo.
"Besok kumpulin semua anak buah kita yang masih menetap di sini, gue punya tugas buat mereka semua."ujar Kenzo.
__ADS_1
"Baik."
*Siapa pun kalian, setinggi apapun derajat kalian, kalau kalian sudah berani mengusik ketenangan wanitaku, akan ku pastikan kalian semua hancur sampai keturunan kalian sekalipun.*batin Kenzo.