
"Alhamdulillah akhir ketemu jalan raya juga."ucap syukur Fuji karena sudah tiba di jalan raya.
"Cucu langsung mau cari kantor polisi."ujar Nenek yang sebenarnya belum mau berpisah dengan Fuji, karna Kakek dan Nenek tidak mempunyai anak. Jadi mereka sudah terlanjur sayang dengan Fuji.
"Iya Nek biar aku bisa cepat bertemu Mama dan Papa Nek."ujar Fuji.
"Tapi Nenek sama Kakek nggak bisa nganter Cu, Nenek mau ke pasar buat jual sayur-sayur ini."ujar Nenek.
"Nggak apa-apa Nek aku bisa cari sendiri kok Nek."ujar Fuji.
"Kamu yakin mau cari sendiri Nak."tanya Kakek.
"Iya Kek."jawab Fuji.
"Kalau nanti nggak ketemu kamu pergi lagi ke tempat Nenek sama Kakek ya."ujar Nenek.
"Baik Nek."
"Ya sudah Nenek sama Kakek tinggal ya ke buru siang nanti."ujar Nenek.
"Iya Nek aku juga mau cari kantor polisi dulu."ujar Fuji.
Akhirnya Fuji berpisah dengan pasangan suami istri yang menolong nya untuk mencari kantor polisi.
*Sepertinya kawasan ini belum aman deh, mending aku pake masker buat jaga-jaga biar mereka nggak ngeh kalau ini aku.*batin Fuji yang masih melihat jelas gudang tempat nya di sekap kemarin.
Kaki kecil Fuji terus melangkah mencari di mana kantor polisi agar bisa cepat bertemu dengan orang tuanya.
"Aduh kantor polisi di sini dekat mana yah, aku udah jalan jauh tapi belum juga ketemu."ujar Fuji yang sudah kelelahan mencari kantor polisi.
Tak sengaja mata Fuji melihat anak-anak sedang makan bersama keluarga nya, seketika Fuji langsung teringat dengan keluarga nya.
"Mah Fuji kangen kalian semua."ujar Fuji.
"Dek kamu ngapain di sini sendirian di sini terus orang tua kamu mana."tanya salah satu pengunjung yang tak sengaja melihat Fuji hanya sendirian.
*Kata Mama nggak boleh ngomong sama orang yang nggak di kenal.*
Fuji langsung pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaan orang tadi karna takut kalau dia orang jahat yang menculik nya kemarin.
"Ma Fuji takut."
****
"Ken gimana udah ada perkembangan."ujar Mike.
"Belum."
"Apa kita buat selembaran orang hilang aja, ini Fuji udah hilang 2 hari Ken."usul Erlan.
"Nah bagus tuh gimana menurut Lo Ken."ujar Mike menyetujui usul Erlan.
__ADS_1
"Gue juga berfikiran begitu, tapi masalahnya kalau sampe musuh-musuh gue liat ini semua gua takut mereka bakalan manfaatin kondisi gua sekarang."ujar Kenzo.
"Itu urusan belakang Ken yang penting sekarang Fuji dulu, kalau soal musuh-musuh Lo kita bisa urus sama-sama. Tapi kalau soal Fuji gue nggak bisa jamin dia bisa hidup tenang di luar sana."ujar Mike.
"Yang di bilang Mike benar Ken, sekarang yang penting itu keselamatan Fuji."lanjut Erlan.
"Oke gue ikutin saran kalian."
Sedangkan di depan kaca ruangan ICU, Lana melihat putra nya yang tak kunjung sadar sampai sekarang.
*Nak bangun sayang Mama di sini sayang, Mama rindu denger suara kamu Nak.*batin Lana.
"Mbak."panggil Ara.
"Iya Ra."jawab Lana tanpa mengalihkan pandangan pada putranya.
"Mbak makan dulu ya."ujar Ara.
"Mbak nggak lapar Ra."
"Tapi Mbak harus makan kasian dedek bayi yang dalam kandungan Mbak."Ara berusaha membujuk Lana agar mau makan.
"Di sini Mbak bisa makan enak tapi di luar sana entah bagaimana Fuji bisa makan Ara, dia makan enak atau enggak Mbak nggak tau Ara."seketika air mata Lana kembali menetes membayangkan nasib putri nya di luar sana.
"Fuji anak yang kuat Mbak, dia pasti bisa lalui ini semua Mbak dan Mbak bisa berkumpul lagi dengan Fuji Mbak."ujar Ara.
"Tapi Mbak mau sekarang Ara Mbak rindu sekali dengan putri kecil Mbak."ujar Lana yang tiada henti meneteskan air matanya.
"Tapi bagaimana Mbak nggak kepikiran Ra, Fuji masih terlalu kecil untuk mengalami ini semua."
"Mbak yang sabar ya Fuji pasti bakalan ketemu dan berkumpul lagi sama Mbak."ujar Ara.
***
"Mas."panggil Ara pada suaminya.
"Ya sayang."jawab Erlan sambil membelai rambut istrinya yang sudah mulai panjang.
"Kasian Mbak Lana Mas."
"Iya sayang, Mas udah berusaha buat cari Fuji tapi sampai sekarang belum juga ketemu. Mas dan yang lain juga udah ngebarin selembaran orang hilang dan memberikan hadiah bagi siapa yang bisa nemuin Fuji sayang, tapi sampai sekarang belum ada kabar sayang."ujar Erlan.
"Kita kapan ya Mas punya anak kayak Mbak Lana."ujar Ara yang sudah ingin menimang anak.
"Kita berdoa saja sayang semoga Tuhan menitipkan malaikat kecil buat kita nanti."ujar Erlan yang sebenarnya juga sudah menginginkan anak dari Ara.
*Tuhan kapan Engkau memberikan kami amanah untuk menjadi orang tua.*batin Ara.
Erlan yang mendengar isi hati istri nya menjadi kasihan terhadap istrinya, bukan hanya dia yang menginginkan anak tapi istri nya jauh lebih menginginkan dari dia.
"Sayang gimana kalau kita jalan-jalan sambil cari Fuji."usul Erlan pada istri nya.
__ADS_1
"Ayok Mas biar Fuji cepat ketemu nya."ujar Ara.
"Tunggu sebentar Mas bilang dulu sama Kenzo kalau kita akan pergi."
"Baik."
"Ken."panggil Erlan setelah berada di hadapan Kenzo.
"Hmm."jawab Kenzo.
"Gue sama Ara mau keluar sebentar, Lo mau ada yang di titip nggak."ucap Erlan.
"Nggak."jawab Kenzo cuek.
"Lo sabar gue yakin Fuji pasti bakalan ketemu."ujar Erlan.
"Tapi kapan Lan, udah 3 hari Fuji hilang sampai sekarang polisi belum bisa nemuin keberadaan anak gue. Gue kasian liat istri gue Lan, tiap hari mikirin nasib Fuji terus dan gue sebagai Ayah merasa nggak becus jagain anak gue sendiri."ujar Kenzo.
"Gue tau tapi Lo nggak boleh patah semangat, inget ada Lana yang butuh dukungan Lo apalagi sekarang dia lagi hamil Ken."ujar Erlan menasehati Kenzo.
"Gue udah berusaha kuat Lan tapi kalau gue liat muka istri gue, rasa penyesalan gue itu muncul lagi."
"Gue paham, makanya kita banyak berdoa aja biar Fuji cepat ketemu."ujar Erlan.
"Hmmm."
"Ya udah kalau gitu gue pergi dulu."ujar Erlan.
"Ya."jawab Kenzo yang hampir patah semangat mencari putri nya karna sampai sekarang belum juga ada titik terang di mana keberadaan putri nya .
***
"Kak biasa kalau Fuji lagi sedih dia pasti ke taman Kak."ujar Lintang yang teringat jika adik nya sedih akan memilih pergi ke taman untuk menenangkan hatinya.
"Kita ke taman sekarang siapa tau ada Fuji di sana."ujar Lexa.
"Ayo Kak."ujar Lintang.
Tak berapa lama setelah mereka pergi, Fuji muncul dari arah belakang sambil menangis karna tak kunjung menemukan di mana kantor polisi.
"Mama, Papa Fuji takut Fuji mau pulang."ujar Fuji di sela Isak tangis nya.
Sedangkan Lintang dan Lexa sudah menyusuri seluruh taman tapi tak kunjung menemukan Fuji.
"Astaga Dek kamu kemana sih sayang, pulang lah Dek Mama sama Papa rindu sama kamu Dek."ujar Lintang karna sudah tak kuat lagi untuk mencari Fuji.
"Kita harus semangat Dek buat cari Fuji, kasian Mama kalau harus nangis terus tiap hari."ujar Lexa menyemangati Lintang.
"Iya Kak."jawab Lintang lesu karna kelelahan.
BERSAMBUNG...
__ADS_1