
Malam hari nya tepat pukul 12 malam Pandi tiba di rumahnya dengan keadaan lelah dan sangat mengantuk.
Pandi langsung masuk ke dalam dan betapa terkejutnya Panji saat melihat istri nya tergeletak di lantai. Tanpa pikir panjang Panji langsung menghampiri istri nya dengan perasaan khawatir.
"Bu, Ibu bangun Bu."ujar Pandi yang menepuk-nepuk pelan pipi istri nya agar bangun.
"Syukurlah kalau Ibu sudah sadar."ujar Pandi saat melihat istri nya perlahan membuka matanya.
"Yah Ibu dimana."ujar Ibu.
"Ibu pingsan."ujar Pandi.
"Yah Via, Via Ayah."ujar Ibu yang langsung teringat dengan Via yang di bawa kabur oleh Jack mantan kekasihnya.
"Via kenapa Bu."ujar Ayah yang juga ikutan panik melihat istri nya yang panik.
"Via di bawa kabur oleh Jack Yah."ujar Ibu.
"Apa kok bisa Bu."ujar Pandi yang kaget.
"Cepat cari Via Yah, Ibu khawatir terjadi sesuatu sama dia Yah." ujar Ibu.
"Kita harus cari kemana Bu, Ayah nggak tau Jack bawa Via kemana Bu. Kita sekeluarga nggak ada yang tau asal-usul Jack Bu."ujar Pandi.
"Astaga Via di mana kamu sayang."ujar Ibu yang merasa gagal telah menjaga Via dari Jack.
"Kita lapor polisi aja Bu."ujar Pandi yang tak tau harus kemana mencari Via.
"Tapi ini belum 2×24 jam Yah."ujar Ibu.
"Terus kita harus gimana Bu, gimana kalau nanti adik kamu nanyain keberadaan Via kita harus jawab apa Bu." ujar Pandi yang begitu panik.
"Kita harus cari Yah sampai ketemu."ujar Ibu.
"Baik tapi Ayah ganti baju dulu Ibu tunggu di sini."ujar Pandi.
"Baik."jawab Ibu.
Pandi langsung menuju kamar untuk mengganti baju dengan baju yang lebih santai.
Namun belum sempat membuka pintu kamarnya Pandi mendengar suara tembakan di lantai dasar rumahnya.
Dor
Dor
"Ibu." ujar Pandi yang langsung teringat dengan istrinya yang berada di bawah.
Pandi langsung berlari ke lantai bawah, belum sempat sampai dia sudah melihat istrinya terkapar dengan penuh darah di lantai.
__ADS_1
"Selamat malam Tuan." ujar orang yang sudah menembak istrinya dengan ramah.
"Mau apa kamu ke sini, ngapain kamu bunuh istri saya dia punya salah apa sama kamu hah."ujar Pandi yang tak terima istrinya di bunuh dengan sadis seperti ini.
"Ooohh istri Anda tidak punya salah sama kami tapi yang punya salah itu anak anda sendiri terhadap bos kami."ujar orang itu.
"Anakku."ujar Pandi yang langsung teringat dengan Lana yang sudah tak lama bertemu.
"Apa salah anak saya sama kalian."ujar Pandi.
"Anda tidak perlu tau karna sebentar lagi Anda juga akan menyusu istri Anda ke neraka."ujar orang itu dan...
Dorr
Dorr
Dorr
Tiga tembakan langsung di layangkan orang itu pada Pandi seketika Pandi langsung menghembuskan nafas terakhirnya.
"Kalian bersihin semuanya jangan sampai ada yang tingga barang bukti sedikit pun."ujar orang itu pada anak buah yang ikut bersama nya.
"Kalian mencar dan bunuh siapa aja yang ada di rumah ini."ujar orang itu pada anak buahnya.
"Baik."ujar mereka serentak.
"Astaga Tuhan lindungi saya."ujar seorang pembantu yang sedang bersembunyi di atas plafon di kamar tidur nya saat mendengar suara tembakan di tempat nya bekerja.
Brakkk.
Orang itu menendang keras pintu kamar pembantu dan tidak menemukan ada orang di sana, sedangkan Asih pembantu di rumah Lana sangat ketakutan di atas plafon saat mendengar suara dobrakan pintu kamarnya.
"Gimana ada orang." ujar teman laki- laki yang datang menghampiri temannya di kamar pembantu.
"Kosong kita cari ke tempat lain."ujar orang itu.
"Kita harus beresin ini semua jangan sampai ada yang tau kalau kita udah bunuh penghuni rumah ini semua."ujar orang itu.
"Oke."jawab nya.
Asih yang mendengar itu semua semakin takut saat mendengar kalau mereka akan membunuh siapa saja yang ada di rumah ini.
*Ya Tuhan lindungi lah saya agar saya bisa selamat.*batin Asih memanjatkan doa agar bisa selamat dari situasi ini.
"Kita mencar lagi."ujar orang itu.
"Oke."ujar orang itu dan langsung berjalan menyusuri rumah Lana.
*Syukurlah mereka sudah pergi, lebih baik aku tetap di sini saja dari pada nanti ketahuan bisa mati aku.*batin Asih yang memilih untuk tetap berada di atas plafon untuk keselamatannya.
__ADS_1
"Bos seperti rumah ini sudah kosong."ujar salah satu dari mereka yang tak menemukan orang lain di rumah ini.
"Bagus lah, kita pergi sekarang." ujar bos mereka setelah mendapat laporan dari anak buah nya.
"Baik."jawab mereka kompak.
Keesokan hari nya Lana di kejutkan dengan kematian orang tua nya dari pembantu nya Asih yang masih selamat dari tembakan itu.
"Hallo Non, ini Bibi Non."ujar Asih saat panggilan telepon nya sudah di angkat oleh Lana.
"Iya ada apa tumben Bibi nelvon Lana, apa terjadi sesuatu sama Ayah dan Ibu." ujar Lana yang langsung teringat dengan kedua orang tuanya.
"Non Tuan dan Nyonya."ujar Asih yang menggantung ucapannya karna merasa kasihan dengan nasib buruk yang menimpa anak majikannya itu.
"Ayah sama Ibu kenapa Bi, jangan bikin Lana khawatir kayak gini Bi."ujar Lana yang langsung mengkhawatirkan kedua orang tuanya.
"Tuan dan Nyonya jadi korban pembunuhan Non."ujar Asih yang akhirnya memberanikan diri untuk memberitahu anak majikannya tentang pembunuhan kedua orang tuanya.
"Apa." ujar Lana yang kaget dengan ucapan Asih.
Deg
Bagai tersambar petir tubuh Lana membeku saat mendengar kabar tentang orang tuanya. Kenzo yang asik bermain dengan triplets langsung menghampiri istri saat melihat perubahan dari raut wajah istrinya.
"Kenapa sayang."tanya Kenzo pada Lana.
"Kita ke rumah Ayah dan Ibu sekarang ya Mas."ujar Lana dengan mata yang sudah berkaca-kaca karna kehilangan dua orang yang sangat berarti dalam hidup nya.
"Loh sayang bukan nya kita janji akhir pekan ini ke rumah orang tua kamu, kok malah sekarang kan kita belum nyiapin apa-apa buat orang tua kamu."ujar Kenzo yang heran dengan sikap Lana.
"Kita pergi ke sana sekarang Mas, Ayah sama Ibu jadi korban pembunuhan Mas hikss hikss."ujar Lana yang tak kuasa lagi menahan beban yang sangat berat karna kehilangan orang dia sayang bersamaa.
"Astaga kok bisa sayang, ya udah kita ke sana sekarang."ujar Kenzo yang kaget dengan ucapan istri nya.
"Ayo Mas."ujar Lana yang sudah tak sabar untuk melihat orang tuanya.
"Terus triplets gimana sayang."ujar Kenzo.
"Titip sama Siti aja Mas, ayo Mas."ujar Lana.
"Ya udah ayok."ujar Kenzo yang langsung bersiap-siap untuk datang ke rumah mertuanya.
Di perjalanan ke rumah orang tua nya Lana terus menangis mengingat saat ini orang tua nya sudah tiada. Kenzo yang melihat istri nya terus menangis merasa kasihan karna ini untuk pertama kali nya dia melihat istri nya menangis sampai sesegukan seperti ini. Dulu saat awal-awal menikah Lana tidak pernah menangis seperti ini.
"Sayang kamu jangan nangis terus kamu harus ikhlas atas kepergiaan orang tua kamu. Kamu nggak sendiri sayang ada aku, triplets sama Lexa yang sangat sayang sama kamu."ujar Kenzo yang berusaha menangkan istri nya.
"Siapa orang yang udah tega bunuh orang tua ku Mas, kenapa mereka jahat banget. Apa salah orang tua aku sama mereka hiks hikss."ujar Lana.
Kenzo langsung membawa Lana ke dalam pelukannya agar Lana bisa menumpahkan segala kesedihannya di bahu suaminya.
__ADS_1