Istri Di Atas Kertas

Istri Di Atas Kertas
#79


__ADS_3

Regan yang baru saja membeli makanan untuk Lexa di kantin tidak sengaja mendengar perdebatan Lexa dengan Sisil.


*Jadi ini semua ada sangkut paut nya sama nenek lampir itu, awas Lo abis Lo nanti malam sama gue.*batin Regan.


"Lo nggak tau diri banget ya jadi cewek, Regan itu udah di jodohin sama gue masih aja Lo deketin."ujar Sisil.


"Terus kenapa kalau gue udah di jodohin sama Lo, terserah gue mau dekat sama siapa aja. Lagian gue udah menolak keras perjodohan itu dan bokap sama nyokap Lo juga udah sepakat kan buat batalin perjodohan nya."ujar Regan.


"Ya nggak bisa gitu dong Gan, yang di jodohin kan kita jadi kalau mau batalin perjodohan itu harus di setujui sama kedua belah pihak dong."ujar Sisil.


"Lo budeg atau gimana sih, gue udah berapa kali bilang kalau gue nggak Sudi di jodohin sama Lo ngaca makanya."ujar Regan.


"Ini semua gara-gara Lo cewek bisu."ujar Sisil yang langsung menghina Lexa.


Plak


"Stop ya kamu bilang aku cewek bisu, lagian aku nggak bisu bukan dari lahir aku cuma trauma kehilangan Mama aku itu aja. Jadi jangan kamu fikir aku bakalan takut sama kamu."ujar Lexa yang sudah berani menantang Sisil.


"Jadi Lo berani sama gue sekarang."


"Kenapa harus takut, lagian gue sama Lo juga sama makan nasi kan apa yang harus gue takutin sama Lo."


"Oke Lo liat aja pembalasan gue kayak gimana sama Lo."


"Jangan pernah Lo nyakitin Lexa, seujung kuku aja Lexa lecet gara-gara Lo abis Lo di tangan gue."kali ini Regan yang sudah sangat geram dengan Sisil yang menghalangi hubungan nya dengan Lexa.


"Kok Lo malah belain dia sih Gan harus nya Lo itu belaian gue bukan dia Gan."


"Ooohh jelas karna mulai saat ini gue sama Lexa resmi pacaran."ujar Regan dengan tegas dan lantang di hadapan Sisil.


Deg


"Jangan harap hubungan kalian bertahan lama karna gue nggak Sudi Lo jadi milik dia."ujar Sisil geram.


"Silahkan kalau Lo berani nyakitin Lexa gue jamin besok pagi nyawa Lo melayang."ujar Regan.


"Kita cabut."ujar Sisil pada antek-antek nya yang selalu setia menemani nya kemanapun dia pergi.


"Gan Lo serius sama ucapan Lo barusan."ujar Anya yang sadar dengan ucapan Regan sedangkan Lexa masih shock mendengar jawaban Regan.


"Nggak tau semua keputusan ada di tangan dia mau nerima gue apa nggak."ujar Regan mengalihkan pandangan pada Lexa.


"Ca gimana Lo mau jadi cewek nya Regan."ujar Anya yang menyenggol bahu Lexa agar segera sadar dari lamunan nya.


"Haa."kaget Lexa.


"Lo mau nggak jadi pacar Regan."ujar Anya yang mengulang ucapannya lagi.


Lexa hanya diam saja tidak tau harus menjawab apa sedangkan Regan cemas menanti jawaban dari Lexa.


"Woi jawab bukan melamun aja."


"Ssshhh mmm i_ya gue mau."ujar Lexa malu.


"Lo serius Nerima gua jadi cowok lu."ujar Regan girang bukan kepalang saat mendengar jawaban dari Lexa.


"Iya."ujar Lexa lagi.

__ADS_1


"Yes berarti gue nggak jomblo lagi."ujar Regan tanpa malu sedikit pun.


Akhirnya semenjak kejadian itu Regan dan Lexa resmi pacaran sedangkan Anya hanya jadi nyamuk di antara mereka berdua.


************


"Bang kok mereka belum pergi juga sih, apa mereka mau culik kita Bang."ujar Fuji yang masih melihat dua orang berpakaian hitam itu masih setia berada di depan sekolah mereka.


"Udah Lo tenang aja kita jangan keluar sampai supir kita sampe."ujar Lintang berusaha menenangkan Fuji.


"Nggak usah kita keluar aja."ujar Langit tanpa rasa takut sedikit pun.


"Tapi Bang Lo liak kan mereka badan nya gede-gede gitu, bisa remuk nanti badan gue kalau harus lawan mereka."ujar Lintang.


"Makanya pake otak jangan pake jidat kalo mikir."ujar Langit dengan sinis nya.


"Sinis amat Lo Bang."ujar Lintang.


Langit berjalan lebih dulu baru di belakang nya di susul oleh Fuji dan Lintang yang masih was-was kalau orang bertubuh kekar itu menyerang mereka.


"Bos mereka keluar."ujar Anto.


"Iya gue liat."jawab Fajar.


"Ngapain ya Om liatin kita terus."ujar Langit yang bertanya tanpa takut sedikit pun.


"Si_siapa juga sih yang liatin kalian kayak nggak ada kerjaan lain aja kami."ujar Fajar mencari alasan.


"Udah nggak usah boong Om kita liat dari tadi Om terus ngawasin kita."ujar Langit.


"Pe_perasaan kalian aja kali."ujar Fajar gagap harus menjawab apa lagi.


"Ng_nggak akan."jawab Fajar.


"Ayo pulang Mang Jaja udah dateng tuh."ujar Langit setelah melihat mobil pribadi bertiga tiba di depan gedung sekolah.


"Iya Bang."jawab Fuji dan Lintang serentak.


"Om mending pulang juga dan besok jangan ke sini lagi, kami bisa jaga diri kami baik-baik tanpa harus di pantau kayak gini terus kayak nggak ada kerjaan lain aja."ujar Langit yang langsung pergi setelah menyelesaikan ucapannya.


"Ba_baik."jawab gugup Fajar.


Di dalam mobil, Fuji dan Lintang menatap kagum pada Langit dengan keberanian melawan laki-laki tadi.


"Apa liat-liat."ujar Langit tanpa menoleh sedikitpun pada kedua adiknya itu.


"Gue punya mata kali Bang makanya bisa liat lu."ujar Lintang.


"Kagum ya sama keberanian gua."ujar Langit dengan sombong nya.


"Idih gue juga berani kali Bang kalau ngadepin mereka."ujar Lintang.


"Alah banyak omong Lo, tadi aja nyali lu ciut waktu gue bilang tunggu di luar aja bilang aja Lo takut susah amat."ujar Langit.


"Wah Bang Langit keren tau berani lawan mereka ya walau pun nggak baku hantam sih."ujar Fuji.


"Jadi Lo berharap gue baku hantam gitu sama mereka berdua."ujar Langit.

__ADS_1


"Ya kali aja Abang mau gitu."ujar Fuji.


"Bisa kena amuk gua kalau sampai itu terjadi."ujar Langit.


"Ya jangan sampai muka Bang babak belur lah Papa juga nggak bakalan tau kok."ujar Fuji.


"Terserah."jawab Langit yang malas kalau harus berdebat dengan Fuji Adik perempuannya itu yang super duper nyebelin.


"Lo pikir mata Papa cuma Lo sama gua aja apa, mata-mata Papa itu banyak bego."ujar Lintang.


"Lah bukannya mata Papa juga cuma dua ya Bang."ujar Fuji dengan polos nya.


"Astaga kenapa sih gue harus punya adik lemot kayak Lo ya Tuhan cobaan apalagi ini."geram Lintang.


"Udah diam jangan berisik sepet kuping gua dengerin ocehan unfaedah kalian berdua."ujar Langit.


"Nih sih lemot Fuji yang mancing emosi gua mulu."ujar Lintang.


"Lah kok gua sih Bang."ujar Fuji.


"Terus siapa lagi kalau bukan Lo emang ada yang cewek lemot selain lu di sini, kagak ada kan jadi diam aja tuh mulut."ujar Lintang.


Sedangkan Langit memilih memejamkan matanya karna malas mendengar perdebatan kedua adik nya tak ada gunanya sedikit pun.


************


Sedangkan di kantor Mike di sibukkan dengan pekerjaan yang terus Kenzo limpahkan padanya. Mulai dari meeting hingga harus menandatangani kontrak kerja yang begitu banyak nya.


"Ehh pe'ak lu pikir gue apaan ngasih kerjaan gini amat, nggak kasian ya lu sama gue baru juga balik udah di kasih kerjaan segini numpuk nya."kesal Mike.


"Udah kerjain aja nggak udah banyak omong lu."ujar Kenzo yang sibuk vidoe call dengan istri nya hanya untuk sekedar mendengar kabar triplets sudah pulang atau belum.


"Udah ah Mas kasian tau Kak Mike kamu limpahin kerjaan sebanyak itu."ujar Lana.


"Biarin aja sayang sekalian belajar kalau nanti dia udah jadi kepala rumah tangga kayak aku."ujar Kenzo mencari alasan.


"Itu beda cerita Mas."ujar Lana.


"Biarin aja sayang."ujar Kenzo.


"Mama kami pulang."teriak Fuji dengan suara cempreng nya yang sampai terdengar oleh Kenzo saking cempreng nya suara anak gadis nya itu.


"Mama lagi telfonan sama siapa."ujar Fuji yang sedang melihat Lana tengah melakukan Videocall dengan cepat Fuji langsung menyimbulkan kepala ke kamera agar bisa melihat dengan siapa Mama nya video call.


"Ooohh sama Papa toh."ujar Fuji tanpa ekspresi tapi belum beberapa detik akhirnya Fuji sadar.


"Papa."teriak Fuji cempreng hingga Kenzo harus menjauhkan handphone nya karna sepet mendengar suara cempreng putri kecilnya itu.


"Hallo anak Papa kalian sudah pulang."ujar Kenzo.


"Udah Pah."jawab Fuji.


"Ya udah kalian bersih-bersih dulu gih Papa mau ngomong sama Mama lagi."ujar Kenzo.


"Iya Pah."jawab Fuji.


"Sayang udah dulu ya nanti kita sambung lagi, Mas harus meeting."ujar Kenzo.

__ADS_1


"Iya Mas."ujar Lana.


Akhirnya panggilan vidoecall itu berakhir karna Kenzo harus memimpin meeting penting hari ini.


__ADS_2