Istri Di Atas Kertas

Istri Di Atas Kertas
Menggagalkan Transaksi


__ADS_3

Setelah kepergian Kenzo dan Lana rombongan Erlan dan Mike segera menuju tempat transaksi senjata ilegal itu.


"Kalian semua harus hati-hati, karna lawan kita ini bukan orang biasa. Laksana kan semua yang gue perintahin sesuai strategi jangan ada yang gegabah dan ngambil keputusan sendiri kalau kalian nggak mau nyawa kalian sebagai taruhannya." ujar Mike serius.


"Baik Tuan." jawab mereka serentak.


"Lan Lo terus sama gue, nanti setelah mereka nyerang kita langsung ambil senjata itu baru kita nyerang setelah senjata itu aman." ujar Mike.


"Baik." jawab Erlan cuek bebek.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka semua sudah sampai di tempat transaksi ilegal di lakukan.


"Kalian semua bersiap sebentar lagi kita serang mereka semua." ujar Mike lewat earphone.


"Baik Tuan." jawab mereka.


Mike mencari waktu yang tepat untuk menyerang mereka semua tanpa harus terluka sedikit pun.


"Lo mau ngapain Mike." ujar Erlan yang heran saat Mike menggunakan Drone untuk mengamati situasi apa mereka membawa pasukan atau tidak.


"Gue mau liat situasi di sini supaya nanti kita nggak keteteran waktu lagi nyerang mereka apalagi sekarang Ken nggak ikut sama kita." ujar Mike.


"Itu bakalan bahaya Mike kalo mereka dengar suara Drone nya gimana." ujar Erlan.


"Lo tenang aja Drone nya udah gue modifikasi jadi nggak bakalan ketahuan." ujar Mike bangga.


"Pinter juga Lo." puji Erlan.


"Baru tau Lo beg*." ujar Mike.


"Sialan Lo baru juga di puji udah kembang kempis tu lubang idung Lo." ledek Erlan.


"Bangs*t Lo ya." umpat Mike.


"Mike Lo liat deh mereka ngapain di situ." ujar Erlan yang melihat sesuatu yang menjanggal di layar ponselnya yang sudah di hubungan ke Drone.


"Kayak nya mereka nyusun rencana deh." ujar Mike.


"Apa mereka tau kalau kita di sini.", ujar Erlan khawatir.


" Gue nggak tau kita liat aja dulu kalau pergerakan dari mereka kita langsung serang aja." ujar Mike.


"Kalian semua bersiap-siap kita akan segera menyerang mereka semua." ujar Mike di earphone.


"Baik Tuan." ujar mereka serentak.


"Dalam hitungan ketiga kalian bersiap menyerang jangan lupa pakai semua alat pelindung kalian supaya kalian nggak terluka nantinya." ujar Mike.


"Baik Tuan." jawab mereka lagi.


"Satu.. Dua.. Tiga.. serang." ujar Mike dan benar saja semua anak buah menyerang dengan sangat bruntal hingga lawan mereka kewalahan menghadapi serangan dari anggota Bingo.

__ADS_1


Satu persatu dari musuh mereka sudah lumpuh bahkan meregangkan nyawa sedangkan anggota Bingo tidak terluka sedikit pun.


*Wow gokil juga kekuatan anggota Bingo, pantesan aja Kenzo sangat percaya banget sama mereka dalam melakukan hal seperti ini.* batin Erlan takjub dengan kekuatan dari anggota Bingo.


"Tuan senjata sudah kami aman kan." ucap salah satu anggota Bingo.


"Haaa kok cepet amat." ujar kaget Mike dengan kecepatan anggota Bingo melumpuhkan para lawan mereka.


"Mereka manusia bukan sih kok cepet amat nyelesain ini semua, gue aja belum ngapain-ngapain udah selesai aja." ujar Erlan.


"Gue aja ikutan kaget sama kecepatan mereka dalam melumpuhkan lawan, nggak salah kalau Kenzo percaya sama anggota Bingo dalam hal seperti ini." ujar Mike.


"Tuan semua musuh sudah kami musnahkan dan sekarang tinggal ketua anaconda dan sepupu Tuan Kenzo Tuan." ujar salah satu anggota Bingo.


"Oke bawa mereka ke markas dan sebagian dari kalian bereskan mayat-mayat mereka jangan sampai meninggalkan jejak sedikit pun." ujar Mike memberi perintah.


"Baik Tuan." jawab mereka.


*************


"Papa Mama bakalan bangun lagi kan."tulis Alexa yang khawatir dengan kondisi Lana yang belum juga sadar.


"Alexa nggak usah takut sayang Mama pasti bangun lagi kok." ujar Kenzo yang sebenarnya juga meresa khawatir dengan kondisi Lana yang tak kunjung bangun sampai sekarang.


"Tapi kenapa Mama belum bangun juga Pah." tulis Alexa.


"Mama masih tidur sayang mungkin Mama kelelahan gendong Lexa tadi." ujar Kenzo.


"Jadi Mama seperti ini semua gara-gara Lexa Pah."tulis Alexa yang merasa bersalah terhadap Mama nya.


"Berarti Mama sakit gara-gara Lexa ya Pah."tulis Alexa yang sudah menangis karna sudah membuat Mama nya sakit


"Lexa dengerin Papa ya bukan Lexa yang bikin Mama sakit sayang. Lexa kan tau kalau Mama baru keluar dari rumah sakit dan Mama pulih betul sayang. Sekarang tugas Lexa jagain Mama sampe sembuh, Lexa mau kan jagain Mama." ujar Kenzo.


"Lexa mau Pah." tulis Lexa.


"Ya sudah kalau gitu Lexa jangan nyalahin diri Lexa terus ya." ujar Kenzo.


"Iya."tulis Alexa.


Kenzo yang mendengar suara mobil Mike langsung memutuskan untuk menemuinya untuk menanyakan mereka berhasil atau tidak.


"Sayang kamu jagain Mama di sini dulu ya Papa mau bicara sama Om Mike dan Om Erlan dulu. Nanti Papa balik ke sini lagi buat jagain kalian berdua." ujar Kenzo.


"Baik Pah." tulis Alexa.


Kenzo langsung keluar kamar pribadinya dan langsung turun ke lantai bawah untuk menemui Mike dan Erlan.


Namun saat akan ke bawa Kenzo melihat laki-laki yang sangat dia benci berada di markas nya.


"Ngapain kalian berdua bawa laki-laki brengs*k ini ke sini." ujar Kenzo.

__ADS_1


"Dia juga terlibat dalam penculikan Lana Ken." ujar Mike.


"Gue tau kenapa nggak kalian bunuh dia aja sekalian." ujar Kenzo yang sudah muak melihat Ronald.


"Tapi dia ada hubungan kekeluargaan sama Lo Ken." ujar Erlan.


"Itu dulu tapi sekarang semua itu sudah musnah dan gue nggak mau lagi ada hubungan sama dia." ujar Kenzo dengan emosi yang membara.


"Ken Lo nggak boleh kayak gitu." ujar Erlan.


"Pokoknya gue nggak mau liat dia di sini, terserah kalian mau apa in dia mau di serahin ke kantor polisi kek mau kalian bunuh kek terserah gue nggak peduli." ujar Kenzo yang sudah tak peduli lagi dengan Ronald.


"Lo jahat sama gue bang." ujar Ronald.


"Jahat Lo bilang, di sini siapa yang Lo apa gue haa." bentak Kenzo.


"Demi belain gadis murahan itu Lo nggak mau ada hubungan lagi sama gue." ujar Ronald dengan berani nya.


"Ehh Lo cari mati ngejelek-jelekin Lana di depan Kenzo." bisik Erlan di telinga Ronald.


"Gue ngejelek-jelekin tapi asal Lo tau bang semua yang gue omongin ini tuh bener bang." ujar Ronald.


Bugh


"Berani banget Lo hina istri gue, gue yang lebih tau istri gue itu kayak apa bukan Lo yang hanya mandang dari luar tanpa Lo selidikin dulu kebenarannya." ujar Kenzo.


"Semua itu bener bang gue punya buktinya kok." ujar Ronald.


"Sekarang gue tanya sama Lo siapa yang ngasih bukti itu sama Lo." ujar Kenzo.


"Naura." jawab Ronald dengan bangganya.


"Dasar beg* pantesan aja Lo sama dia, emang Lo nggak bisa bedain ya mana foto yang asli mana yang editan. Makanya jangan asal percaya gitu aja beg*. Sekarang kalian bawa anak ini ke kantor polisi dan buat Samuel kalian kurung dia ruang bawah tanah." ujar Kenzo yang langsung pergi dari tempat itu tanpa mendengarkan ucapan Ronald lagi.


"Makanya jadi orang jangan bego, gampang amat lu di bodo-bodohin sama orang peak. Makanya pake otak kalau mikir jangan pakai lutut beg*." ujar Erlan tepat di telinga Ronald.


"Diem Lo emang gue ngomong sama Lo kan kagak." ujar Ronald yang melawan ucapan Erlan.


"Kok Lo sewot sih, bener nih kata Kenzo kalau Lo itu pantas di masukin penjara biar Lo juga bisa belajar jaga ucapan Lo sama orang yang lebih tua Anji*g." ujar Erlan.


"Emang gue pikirin." ucap Ronald.


"Wah wah Lo makin ngelunjak ya sama gue." ujar Erlan yang langsung menjitak kepala Ronald hingga Ronald mengaduh kesakitan.


"Aduh sakit Anji*g." ujar Ronald.


"Itu balasan buat Lo yang udah ngelunjak sama gue, sekarang gue anter Lo ke kantor polisi buat pertanggung jawabkan semua kesalahan fatal yang udah Lo buat." ujar Mike.


"Enteng banget tuh mulut ngomong kayak gitu, Lo pikir Lo nggak bis masuk juga sama kayak gue. Orang-orang jahat kayak Lo berdua pantes buat masuk penjara juga beg*." ujar Ronald.


"Ma..maksud Lo apa." gugup Mike yang mengira kalau Ronald mengetahui identitas mereka yang sebenarnya.

__ADS_1


"Ya karna Lo berdua udah menghakimi gue lah." ujar Ronald jujur.


"Anji*g Lo emang gue menghakimi Lo berat apa baru juga di jitak tuh kepala nggak benjol juga kan." ujar Erlan.


__ADS_2