
"Mulai besok kamu berhenti saja bekerja."ujar Kenzo.
Deg.
"Kenapa Tuan menyuruh saya untuk berhenti bekerja."tanya Lana.
"Biar semua kebutuhan kamu saya yang penuhi."ujar Kenzo.
"Tapi maaf sebelumnya Tuan saya tidak akan berhenti dari pekerjaan saya."ujar Alana tegas.
"Kamu mau membantah perkataan saya."ujar Kenzo.
"Tuan apa perlu saya ingatkan isi surat perjanjian pernikahan itu lagi."ujar Lana.
Deg
*Jadi Lana melakukan semua yang ada di surat itu.*batin Kenzo.
"Tidak perlu saya ingat semuanya, saya hanya menyuruh kamu untuk berhenti bekerja agar kamu bisa mengurus rumah ini."ujar Kenzo mencari alasan.
"Kalau soal itu Tuan tidak usah khawatir saya bisa melakukan itu semua."ujar Lana.
"Terserah kau saja."ujar Kenzo dan langsung bangkit meninggalkan Lana di sana sendirian.
*Kapan ini semua berakhir Lana udah nggak kuat kalau jalanin rumah tangga kayak gini.*batin Lana yang sudah lelah dengan semua penderitaannya.
"Lana."panggil Mike saat melihat Lana duduk sendirian di ruang tamu.
"Mike."ujar Lana.
"Kenapa melamun sendirian di sini, apa kamu bertengkar lagi."ujar Mike.
"Tidak hanya saja Lana lagi capek aja makanya duduk di sini."ujar Lana berbohong.
"Tadi kamu kemana aja, Kenzo khawatir banget sama kamu."tanya Mike.
"Lana cuma pergi ke taman kok."ujar Lana.
"Kenzo sampai nyariin kamu Lo."ucap Mike.
*Apa dia sekhawatir itu sama aku.*batin Lana.
"Oo iya Mike gimana soal pekerjaan itu apa mereka mau nerima Lana."ujar Lana mengalihkan pembicaraan.
"Ooo soal itu mereka mau kok, besok saat jam makan siang mereka mau ketemu sama kamu buat bicarain pekerjaan yang akan kamu tekuni. Nanti Mike temani biar kamu nggak ragu kalau di suruh milih."ujar Mike.
"Milih apaan Mike."ujar Lana heran.
"Mereka menekuni banyak bidang Lana, jadi besok Lana harus milih salah satu dari semua bidang yang mereka tekuni."ujar Mike.
"Baiklah."jawab Lana.
"Besok Mike jemput dan dandan yang cantik supaya mereka terpana dengan kecantikan seorang Alana."ujar Mike.
"Kamu bisa aja sih Mike."ujar Lana dengan tawa lepasnya.
*Baru kali ini kamu tertawa seperti ini Lana.*batin Mike.
*Kamu cantik kalau lagi tertawa seperti itu Lana, tapi sayangnya kamu tertawa bukan karna aku. Maaf selama ini aku hanya bikin kamu menderita, tapi aku janji mulai sekarang aku nggak akan bikin kamu menderita lagi. Selama ini aku salah menilai kamu, kamu wanita yang baik yang pernah aku temui. Aku nggak akan pernah menceraikan kamu, kamu milikku hanya milik Kenzo Natalius Bagaskara nggak akan ada yang bisa rebut kamu dari aku.*batin Kenzo saat melihat tawa Lana yang pecah saat bersama Mike.
__ADS_1
"Mike."panggil Lana.
"Ya."jawab Mike.
"Kamu udah makan."tanya Lana.
"Mmm belum sih kenapa emang."ujar Mike.
"Lana mau masak, apa Mike mau makan bersama Lana nanti."ujar Lana ragu-ragu.
"Tentu kenapa tidak, kata orang tidak baik menolak rezeki."ujar Mike.
"Ya sudah kalau gitu tunggu sebentar biar Lana masak dulu."ujar Lana.
"Baik."jawab Mike.
Lana langsung menuju dapur untuk memasak makanan.
Saat Lana tengah asik bertempur di dapur tanpa Lana sadari kalau Kenzo sudah duduk manis di meja yang dekat dengan dapur untuk melihat istrinya memasak.
"Masak apa."ujar Kenzo.
"Astaga Tuan saya kaget tau."ujar Lana yang kaget dengan kehadiran Kenzo.
"Gitu aja kaget, orang saya udah dari tadi di sini kok."ujar Kenzo.
"Ya kan saya nggak tau kalau Tuan ada di situ, dari tadi kan saya sibuk memasak."ucap Lana membela dirinya.
"Ya udah sorry udah bikin kamu kaget."ujar Kenzo tanpa di sadari meminta maaf pada Lana.
"Iya."jawab Lana cuek.
"Pertanyaan apa Tuan."ucap Lana.
"Kamu ini budek atau gimana sih."ujar Kenzo yang muak berdebat dengan Lana.
"Kok Tuan malah bilang saya budek sih, orang saya nggak tau Tuan nanya apaan tadi."ujar Lana.
"Kamu masak apa."ujar Kenzo yang mengulang pertanyaannya kembali.
"Ooo ini saya masak tumis kangkung, ayam kecap sama oseng tempe."ujar Lana yang menyebutkan makanan yang dia buat.
"Udah siap belum."tanya Kenzo.
"Sedikit lagi Tuan."ujar Lana.
"Cepetan dong saya udah laper nih."ucap Kenzo.
"Tunggu sebentar lagi Tuan."ujar Lana yang kembali fokus pada masakannya.
Akhirnya masakan Lana sudah matang dan siap untuk di sajikan.
"Tuan mau makan pakai apa."tanya Lana saat sudah selesai menata makanannya di atas meja.
"Saya mau makan pakai itu, itu sama itu."ujar Kenzo menunjuk semua makanan yang di buat oleh Lana.
"Tuan kenapa nggak bilang pake semuanya aja sih, ribet amat."ujar Lana.
"Apa kamu bilang tadi."ulang Kenzo.
__ADS_1
"Nggak ada Tuan."ujar Lana takut.
"Cepetan siniin makanan nya saya udah laper nih."ujar Kenzo.
"Ini Tuan makanannya."ujar Lana yang langsung meletakkan piring makanan nya di depan Kenzo.
"Duduk, temani saya makan."ujar Kenzo.
"Saya makannya nanti saja Tuan, Tuan makan duluan saja saya mau bersih-bersih dulu."ujar Lana mencari alasan agar tidak menemani Kenzo makan.
"Duduk."ulang Kenzo.
"Tapi Tuan."ujar Lana.
"Saya paling tidak suka di bantah, kalau saya bilang duduk ya duduk."ujar Kenzo tegas.
Lana yang malas berdebat dengan Kenzo akhirnya memilih untuk duduk untuk menemani Kenzo makan.
*Gini amat ya punya Suami galak amat.*batin Lana.
"Kamu nggak makan."tanya Kenzo.
"Tuan makan duluan saja, saya nanti saja makannya."ujar Lana.
"Sini biar saya suapin, buka mulut kamu."ujar Kenzo sambil mengarahkan sendok ke mulut Lana.
"Tapi Tuan."ujar Lana.
"Aaaaa."ujar Kenzo pada Lana.
Lana tanpa di sadari menerima suapan dari Kenzo, hingga kini mereka makan satu piring berdua.
Tanpa mereka sadari kalau Mike melihat kelakuan mereka berdua.
*Ken Ken, Lo itu sebenarnya udah jatuh cinta sama istri Lo, cuma gengsi Lo itu terlalu tinggi buat ngungkapin perasaan Lo sama istri Lo sendiri.*batin Mike.
"Tuan."ujar Lana.
"Ya."jawab Kenzo.
"Kenapa dengan sikap Tuan hari ini, apa Tuan lagi sakit."ujar Lana yang langsung menempel tangannya di kening Kenzo.
"Saya nggak sakit kok."ujar Kenzo.
"Tuan kok bersikap baik sama saya hari ini."tanya Lana.
"Terus kamu mau saya berniat sama kamu terus begitu."ucap Kenzo.
"Tidak Tuan bukan begitu maksud saya, hanya saja Tuan berbeda semenjak kejadian tadi di restoran."ujar Lana.
"Salah saya berbuat baik sama istri saya sendiri."ujar Kenzo tanpa di sadari menyebutkan istri di hadapan Lana.
Deg
*Istri, apa Kenzo udah menganggap aku sebagai istrinya.*batin Lana.
"Tapi kan selama ini Tuan hanya menganggap saya sebagai pembantu di rumah ini Tuan, dan saya heran saja kenapa Tuan berubah sama saya semenjak kejadian di restoran tadi. Apa ini ada hubungannya dengan pertemuan kita tadi, apa Tuan kasihan sama saya makanya Tuan bersikap seperti ini sama saya. Kalau iya karna itu, sebaik nya Tuan hentikan sekarang saya tidak perlu di kasihani, saya sudah terbiasa kok di sakitin seperti ini. Jadi Tuan nggak perlu repot-repot berbuat baik sama saya kayak gini. Saya bisa menghibur diri saya sendiri."ujar Lana panjang lebar.
"Kamu ini ngomong apa sih, saya berniat seperti ini itu karna keinginan saya sendiri. Buat apa saya kasihan sama kamu, orang nasib kamu nggak seperah nasib saya. Kamu masih mending di selingkuhan sama pacar kamu, lah saya sepupu saya sendiri yang merebut kekasih saya. Kalau di pikir-pikir saya lebih parah dari kamu."ujar Kenzo.
__ADS_1
*Lah iya juga ya Kenzo kan di selingkuhan dan parahnya pacar kekasihnya itu sepupunya pula. Ihhh Lana kok Lo bego banget sih mana mungkin sih Kenzo berbuat baik sama Lo, peduli aja ogah apalagi perhatian. Mimpi Lo dapetin itu semua.*batin Lana.