Istri Di Atas Kertas

Istri Di Atas Kertas
Positif


__ADS_3

Kenzo sangat khawatir dengan keadaan istrinya yang sedang di periksa oleh Dokter di dalam.


"Gimana keadaan istri saya Dok." tanya Kenzo saat sudah melihat Dokter yang memeriksa istrinya sudah keluar dari dalam.


"Istri Anda baik-baik saja Tuan hanya luka sedikit saja di dahinya dan tidak terlalu parah Tuan." ujar Dokter.


"Apa saya boleh melihatnya Dok." tanya Kenzo.


"Silahkan Tuan tapi sebelum Anda pulang sebaiknya Anda memeriksakan istri Anda dulu." ujar Dokter itu.


"Maksud Dokter apa istri saya baik-baik saja kan." ujar Kenzo yang langsung khawatir dengan keadaan istrinya.


"Menurut prediksi saya istri anda kini tengah hamil Tuan dan untuk lebih pasti nya Anda periksa kan saja pada Dokter kandungan di sini." ujar Dokter itu.


"Baik." jawab Kenzo datar.


Setelah kepergian Dokter, Kenzo langsung menghampiri istrinya yang masih belum sadar di atas tempat tidur rumah sakit.


"Maafkan aku sayang ini semua gara-gara aku kamu jadi kayak gini." ujar Kenzo yang menyesali perbuatannya.


"Aku janji setelah kamu sadar nanti semua keinginan kamu bakalan aku turutin sayang asal kamu bahagia." ujar Kenzo yang belum sadar kalau Lana sudah sadar dan berniat ingin mengerjai Kenzo setelah mendengar ucapan Kenzo yang akan mengabulkan semua permintaannya.


"Kamu janji." ujar Lana tiba-tiba.


"Astaga." kaget Kenzo.


"Kamu janji bakalan ngabulin semua permintaan aku." ujar Lana mengulang ucapnnya.


"Haa." ujar Kenzo yang masih belum mengerti dengan ucapan Lana.


"Kok haa sih." kesal Lana.


"Lah terus apa dong." tanya Kenzo yang tak ingat sama sekali dengan ucapannya.


"Kamu tadi janji bakalan ngabulin semua permintaan aku sebagai permintaan maaf kamu sama aku, kamu lupa." ujar Lana kesal dengan Kenzo.


"Kamu denger." tanya Kenzo.


"Ya iya lah denger kamu pikir aku budeg apa." ujar Lana.


"Heheh maaf sayang, sekarang kamu mau apa." tanya Kenzo.


"Aku mau makan gado-gado di simpang Deket rumah sakit ini." ujar Lana yang sudah sangat menginginkan gado-gado membayangkan nya saja sudah membuat Lana ngiler.


"Haaa nggak boleh itu nggak baik buat kesehatan kamu." ujar Kenzo keras menolak permintaan Lana.

__ADS_1


"Kamu udah janji Lo sama aku." ujar Lana denga mata yang sudah berkaca-kaca siap untuk menangis.


"Kita beli di tempat lain saja ya sayang." ujar Kenzo yang berusaha membujuk Lana.


"Aku nggak mau, aku mau nya makan gado-gado nya di situ titik." ujar Lana yang kekeh pada pendiriannya.


"Tapi sayang." ucap Kenzo.


"Ya udah kalau kamu nggak mau biar aku sendiri yang pergi ke sana." ujar Lana yang langsung beranjak dari tempat tidurnya.


"Ya udah iya kita pergi ke sana, tapi sebelum kita pergi ke sana kita harus periksa kmu dulu ke Dokter kandungan." ujar Kenzo.


"Kenapa ke sana aku kan mau gado-gado bukan Dokter kandungan Ken." ujar Lana.


"Kata Dokter yang meriksa kau tadi kamu sedang mengandung sayang, makanya untuk lebih pasti kita periksa saja mumpung kita masih di rumah sakit." ujar Kenzo yang berharap semoga berita itu benar.


"Hmmm baik lah tapi setelah dari sana kita langsung beli gado-gado nya." ujar Lana.


"Iya." jawab Kenzo.


Akhirnya Lana dan Kenzo memutuskan untuk melakukan pemeriksaan untuk memastikan apa Lana benar hamil atau tidak.


Tokk Tokk Tokk.


"Masuk." ujar orang dari dalam ruangan.


"Silahkan duduk Nyonya Tuan." ujar Dokter itu ramah.


"Terimakasih Dok." ujar Lana.


"Ada yang bisa saya bantu Nyonya." tanya Dokter itu pada Lana.


"Maaf Dokter jika kamu menganggu, maksud kedatangan saya ke sini untuk memeriksakan kandungan saya Dok. Kata suami saya saat ini saya tengah mengandung dan untuk lebih pastinya saya ingin memastikan nya Dok." ujar Lana langsung.


"Ohh baiklah kalau begitu mari Nyonya ikut saya untuk mengecek apakah benar anda hamil atau tidak." ujar Dokter itu.


"Baik Dok." jawab Lana yang langsung mengikuti Dokter itu.


"Silahkan And berbaring di sini Nyonya." ujar Dokter itu yang menyuruh Lana untuk berbaring.


Kenzo dengan sigap langsung membantu Lana untuk berbaring di sana.


"Baik Nyonya saya akan memeriksa nya dan Anda bisa melihatnya di layar monitor ini." ujar Dokter itu.


"Baik Dok." jawab Lana.

__ADS_1


Dokter itu mulai menyingkapkan sedikit baju Lana ke atas dan memberi jel di sana. Dokter itu langsung meletakkan alat di atas perut Lana untuk melihat apa kan benar pasiennya ini hamil atau tidak.


"Nyonya anda lihat bijikecil ini." ujar Dokter itu.


"Iya Dok saya melihat nya." ujar Lana heran kenapa ada biji kecil dalam rahim nya.


"Ini adalah janin Anda nyonya kira-kira umurnya masih 3 Minggu." ujar Dokter itu.


"Jadi istri saya beneran hamil Dok." ujar Kenzo girang.


"Iya Tuan selamat sebentar lagi Anda akan menjadi Ayah." ujar Dokter itu.


"Kita akan menjadi orang tua sayang." ujar Kenzo yang langsung mencium setiap inci wajah Lana.


"Aku akan jadi Ibu Ken." ujar Lana yang sudah tak sabar menjadi seorang Ibu.


"Mari Nyonya saya akan memberi Anda vitamin untuk memperkuat janin Anda." ujar Dokter itu.


Lana langsung bangun dan langsung turun dari atas barnkar di bantu oleh Kenzo.


"Silahkan Nyonya duduk dulu biar saya siapkan resep obat untuk menguatkan kandungan Anda, nanti Anda bisa tebus di apotek." ujar Dokter itu.


"Baik Dok." jawab Lana.


Setelah Dokter siap membuat resep obat untuk Lana mereka berdua pamit undur diri dari hadapan dokter itu untuk membeli makanan yang di inginkan oleh Lana.


"Sayang nanti makan nya jangan terlalu banyak ya kasian calon anak kita nanti." ujar Kenzo.


"Jadi kamu lebih mikirin calon anak kita ketimbang aku gitu." ujar Lana yang entah mengapa mood nya selalu berubah-ubah akhir-akhir ini.


"Nggak gitu sayang." ujar Kenzo yang serba salah saat berbicara dengan Lana.


"Kamu pelit." ujar Lana.


"Aku nggak pelit sayang aku cuma nggak mau nanti kamu sakit perut karna kebanyakan makan yang pedes-pedes." ujar Kenzo yang berusaha memberi Lana pengertian.


"Aku tau kok porsi makan aku tu kayak apa, lagian ya ini bukan kemauan aku tapi kemauan calon bayi kita." rengek Lana.


"Iya sayang terserah kamu aja mau makan sebanyak apa kalau perlu aku beli sama gerobak-gerobak nya sekalian." ujar Kenzo yang sudah frustasi dengan sikap Lana.


"Kamu marah." ujar Lana yang sudah hampir menangis.


"Aku nggak marah sayang." ujar Kenzo yang di buat pusing dengan sikap Lana yang sering berubah-ubah dalam sekejap.


"Terus kenapa ngomong nya kayak gitu." ujar Lana.

__ADS_1


"Ya udah kalau aku salah ngomong aku minta maaf, sekarang ayo kita beli gado-gado buat kamu sebelum kehabisan." ujar Kenzo.


"Baik." jawab Lana girang.


__ADS_2