
"Gimana keadaannya apa istri gue baik-baik aja Zi."ujar Kenzo setelah Zio selesai memeriksa kondisi Lana.
"Dia baik-baik saja hanya sedikit kaget dengan kejadian ini."ujar Zio.
"Terus calon bayi gue nggak kenapa-kenapa kan dia baik juga kan."ujar Kenzo lagi.
"Calon bayi Lo juga kuat sama seperti Ibu nya tidak ada terjadi apa pun pada calon bayi Lo."ujar Zio.
"Syukurlah kalau gitu gue takut terjadi apa-apa sama mereka berdua."ujar Kenzo.
"Ken Lo nggak tau kalau istri Lo mengandung baby twins."ujar Zio.
"Baby twins Lo serius jadi anak gue kembar."ujar Kenzo.
"Kalau Lo mau lebih pasti nya sebaik Lo periksa biar lebih jelas gitu."ujar Zio menyarankan.
"Baik besok gue bakalan periksa sesuai arahan Lo."ujar Kenzo.
"Untuk ke depannya Lo harus lebih menjaga kondisi fisik mau pun mental istri Lo, karna keguguran itu bisa terjadi kalau istri Lo banyak pikiran dan stress. Lo harus lebih merhatiin makanan nya jangan sampai istri Lo salah makan atau apa yang nggak Lo inginkan bakalan terjadi sama istri Lo."ujar Zio memberi Kenzo saran agar lebih memperhatikan makanan Lana.
"Baik."jawab Kenzo
"Besok Lo datang aja ke rumah sakit gue jadi Lo nggak perlu lama ngantri kasian istri Lo kalau ngantri dulu."ujar Zio.
"Baik."ucap Kenzo lagi.
"Ya udah kalau gitu gue pulang dulu kalau ada apa-apa Lo langsung hubungin gue aja."ujar Zio.
"Thanks bro gue udah banyak banget ngerepotin Lo."ujar Kenzo.
"It doesn't matter, the important thing is that you have to remember my message, if you still want to see your children born later, you have to take care of your wife's diet." ujar Zio.
( " Nggak masalah yang penting lo harus ingat pesan gue kalau lo masih mau liat anak-anak lo lahir nanti lo harus jaga pola makan istri lo." )
"Thank you for the advice I will keep my wife's diet in the future."
( " Terima kasih atas sarannya gue bakalan jaga pola makan istri gue ke depannya. " )
__ADS_1
"Kalau gitu gue pulang dulu jaga istri Lo baik jangan sampe kejadian kayak gini terulang lagi."ujar Zio.
"Baik."jawab Kenzo.
"Siti antar kan Zio ke depan."ujar Kenzo pada Siti.
"Baik Tuan."jawab Siti.
"Mari Tuan saya antarkan sampe depan."ujar Siti sopan.
"Baik."jawab Zio dan langsung mengikuti dari belakang.
Siti terus berjalan menunduk karna malu harus mengantarkan Zio sampe depan. Rasa nya dia tidak pantas untuk berjalan beriringan dengan Zio karna perbedaan status mereka yang sangat jauh berbeda.
Siti yang tak ingin berlama-lama berjalan beriringan dengan Zio mempercepat langkah nya hingga Siti tidak sadar kalau di depan ada tangga hingga tubuh Siti oleng, Zio yang melihat nya langsung menarik tangan Siti agar tidak terjatuh.
"Aaa."teriak Siti yang takut terjatuh.
"Kamu nggak apa-apa."tanya Zio setelah berhasil menangkap tubuh Siti hingga kini wajah Zio dan Siti sangat dekat.
*Ya Tuhan mimpi apa aku semalam bisa di peluk sama Tuan Zio.*batin Siti.
"Emm maaf Tuan saya sudah lancang pada Tuan."ujar Siti setelah sadar dari lamunannya karna terpana dengan ketampanan Zio.
"Tidak masalah saya hanya menolong kamu agar tidak terjatuh saja."ujar Zio.
*Siti kamu ngaca dong mana mau Tuan Zio sama kamu dia itu Dokter sedangkan kamu hanya pembantu rumah tangga, derajat kalian jauh berbeda Siti sadar itu.*batin Siti.
"Hey kenapa melamun apa ada yang sakit."ujar Zio yang langsung memegang wajah Siti.
Kedua bola mata Siti rasanya ingin keluar saat Zio menyentuh wajahnya, tangan lembut membuat Siti salah tingkah.
*Bibir ini ingin sekali rasanya aku menciumnya.*batin Zio.
Perlahan Zio mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Siti dan..
Cup
__ADS_1
Zio mencium bibir seksi milik Siti ada rasa ketagihan bagi Zio setelah mencium bibir Siti.
Tanpa pikir panjang Zio kembali menempelkan bibirnya lagi pada bibir Siti dan sedikit melu*atnya. Situ yang tau bagaimana membalasnya hanya diam saja karna Siti tau derajat mereka jauh berbeda.
Zio yang sadar dengan tindakan senonohnya langsung menghentikan ciumannya dan menjaga jarak dengan Siti, ada rasa bersalah di hati Zio yang telah meleceh kan Siti.
"Maaf saya khilaf."ujar Zio.
Siti hanya diam saja Siti masih kaget dengan kejadian barusan untuk pertama kali nya ada laki-laki yang mengambil ciuman pertamanya.
"Tidak apa-apa sebaiknya Tuan cepat pulang karna hari sudah malam, maaf saya tidak mengantar Tuan sampe depan saya mau ke kamar dulu mu istirahat permisi."ujar Siti yang langsung berlari menuruni tangga menuju kamarnya.
"Akkkhhh Zio kok Lo nggak bisa ngontrol diri Lo sendiri sih."umpat Zio setelah melihat Siti hilang dari pandangannya.
"Besok gue ke sini buat jelasin ini semua agar nanti nggak ada salah paham antara gue sama Siti."ujar Zio dan akhirnya Zio meninggalkan ke kediaman Kenzo.
Di dalam kamar Siti hanya bisa menangis dalam diam ada rasa jijik terhadap Zio yang mengambil ciuman pertamanya. Siti yang awalnya memendam rasa terhadap Zio hilang dalam sekejap saja saat Zio mengambil ciuman pertamanya.
"Aku nggak mau ketemu sama dia gara-gara dia aku kehilangan ciuman pertama aku. Mana mungkin dia mau sama aku palingan dia udah banyak menciumi wanita di luar sana. Ibu maaf kan Siti karna nggak bisa jaga ciuman pertama Siti Bu hikss hikss."ujar Siti.
Zio pulang masih dengan perasaan yang bersalah terhadap Siti tapi entah mengapa ada rasa nyaman saat berada dekat dengan Siti, Zio merasa tenang dan damai saat bersama Siti. Sangat berbeda saat Zio pergi bersama kekasihnya hanya ada rasa keterpaksaan saat pergi bersama kekasihnya.
*Perasaan apa ini kenapa saat bersama Siti hati ini rasanya nyaman sekali tidak ada rasa keterpaksaan saat bersamanya.*batin Zio.
Drttt Drttt Drtt
"Hallo."ujar Zio saat sudah mengangkat panggilan teleponnya.
"Sayang kamu di mana sih aku di depan rumah kamu nih tapi kalau nya nggak ada."ujar seorang gadis di sebrang telepon.
"Aku lagi jalan pulang kenapa."ujar Zio.
"Aku boleh ya nginep di rumah kamu aku lagi males pulang ke rumah."ujar gadis itu.
"Maaf Elsa kami nggak bisa nginep di rumah aku lebih baik kamu pulang aja."ujar Zio.
"Tapi Zio aku kan udah bilang kalau aku lagi males pulang lagian aku nginep nya cuma malem ini doang."ujar Elsa.
__ADS_1
"Ya udah kalau gitu aku nggak pulang tidur aja kamu di situ."ujar Zio yang langsung mematikan sambungan teleponnya.