
"Anya Lexa mana kok belum sampe juga sih ini udah mau masuk Lo."ujar Regan yang tak melihat Lexa dari tadi.
"Ngapain Lo nanya-nanyain dia Gan lo urus nih Sisil tunangan Lo."ujar Anya.
Deg
*Apa Lexa juga tau kalau gue di jodohin sama Sisil.*batin Regan.
"Gue bisa jelasin ini semua Anya tapi tolong Lo bilang sekarang Lexa di mana."ujar Regan memohon pada Anya.
"Dia hari ini nggak masuk karna sakit tadi Papa nya nelvon gue."ujar Anya.
"Sakit apa."tanya Regan yang menjadi khawatir dengan Lexa.
"Ya mana gue tau bego orang bokap nya aja cuma bilang dia nggak masuk hari ini karna sakit udah itu aja."ujar Anya.
"Nanti pulang sekolah kita jengukin Lexa yuk."ujar Regan mengajak Anya.
"Dia nggak si rumah tapi dia di rumah neneknya kata Papa nya."ujar Anya.
"Dimana."ujar Regan.
"Lo banyak tanya ya gue nggak tau Regan."ujar Anya.
"Regan sayang."ujar Sisil yang langsung bergelayut manja di lengan Regan.
"Idih najis."umpat Anya.
"Lo ngapain sih pegang-pegang tangan gue jijik tau nggak."ujar Regan yang langsung menghempaskan tangan Sisil dengan kasarnya.
"Aww sakit sayang."ujar Sisil.
"Emang enak."ujar Anya.
"Lo diam aja ya nggak usah ikut campur."ujar Sisil.
"Kenapa masalah buat Lo yang ngomong itu mulut gue bukan Mulu Lo kan."ujar Anya.
"Lo."ujar Sisil.
"Apa, Lo pikir gue takut gitu sama Lo ya kali cewek manja kayak Lo harus gue takutin kayak nggak ada yang lain aja yang harus gue takutin."ujar Anya.
"Sayang liat deh Anya ngatain aku anak manja sayang."ujar Sisil yang mengadu pada Regan.
__ADS_1
"Emang itu bener kok kenapa Lo nggak terima."ujar Regan yang tak ingin dekat-dekat dengan Sisil.
"Sayang kok kamu gitu sih."ujar Sisil.
"Sayang sayang Lo pikir Lo siapa seenak nya Lo manggil gue sayang, gue bukan pacar Lo gue juga bukan tunangan Lo kita cuma sebatas teman nggak lebih dari itu."ujar Regan tegas.
"Tapi kan orang tua kamu sama orang tua aku udah ngejodohin kita kemaren."ujar Sisil.
"Lo budeg atau gimana sih Lo nggak denger kemaren gue ngomong apa, apa harus gue ulang kata-kata gue kemaren di sini supaya semua siswa di sekolah ini tau kalau gue itu nolak Lo jadi tunangan gue. Biar Lo jadi bahan ejekan orang lain, Lo mau kayak gitu."ujar Regan yang sudah enek melihat wajah Sisil.
"Awas ya kami Regan kamu bakalan nyesel udah nolak perjodohan ini."ujar Sisil.
"Nggak akan."jawab Regan enteng
"Gue bakal bales ini semua."ujar Sisil lagi.
"Gue tunggu."jawab Regan.
Akhirnya Sisil memilih pergi dari hadapan Regan dan Anya karna malu Regan terang-terangan mengatakan kalau dia menolak perjodohan ini.
"Woi jadi Regan sama Sisil itu mau tunangan ya."ujar Siswa yang tak sengaja mendengar perdebatan Regan dengan Sisil.
"Ya kali Regan mau Nerima nenek lampir itu mendingan Regan sama Lexa yang satu ganteng yang satu lagi cantik cocok banget deh mereka."ujar siswa yang satunya lagi.
"Gue juga lagian Lexa orang nya baik banget beda sama nenek lampir itu bisa nya cuma nindas orang lain aja."ujar siswa itu.
Sisil yang mendengar semua ucapan siswa itu menjadi geram dan semakin membenci Lexa gara-gara dia semua rencana Sisil hancur berantakan.
*Awas ya kamu Lexa aku bakalan bikin perhitungan sama kamu.*batin Sisil.
°°°°°°°°°°°°°°
"Sayang kamu makan dulu ya."ujar Kenzo.
"Mas kok Lexa belum pulang juga ya dia nggak ke sekolah Mas."ujar Lana yang tak melihat Lexa dari pagi.
"Dia udah berangkat sayang saat kamu lagi tidur tadi Lexa nggak tega bangunin kamu."ujar Kenzo yang kembali berbohong pada Lana.
"Ya udah nanti pulang sekolah biar aku yang jemput ya Mas aku kangen banget sama Lexa."ujar Lana.
*Adu mampus gue kalau beneran Lana mau jemput Lexa gimana nih.*batin Kenzo yang panik kalau Lana yang menjemput Lexa ke sekolah.
"Pagi semua."ujar Mike pada Kenzo dan Lana yang sedang berada di meja makan.
__ADS_1
"Pagi Kak."ujar Lana menjawab sapaan Mike.
"Kak nanti siang bisa temenin aku jemput Lexa nggak di sekolahnya."ujar Lana.
"Uhuukk uhukkk."Mike tersedak minuman yang sedang dia minum karna ucapan Lana.
Mike langsung mengalihkan pandangan pada Kenzo sedangkan Kenzo menatap Mike dengan tajam.
"Emm itu eee anu."ujar Mike gugup.
"Kak kalau ngomong itu yang jelas kenapa sih Lana nggak ngerti tau."ujar Lana.
"Jadi gini nanti siang Erlan mau ajak Lexa jalan-jalan sekalian Erlan mau PDKT gitu sama Ara."ujar Mike yang menebak seadanya.
"Jadi Erlan suka sama Ara Kak."ujar Lana.
"Kayak nya sih gitu buktinya dia mau ke sini cuma mau liat Ara ee tau nya Ara nggak ada di rumah."ujar Mike.
"Iya sih Kak kemaren Lexa sama Ara nginep di rumah teman nya Lexa kata Mas Kenzo."ujar Lana.
"Nah gara-gara itu Erlan mau ajak Lexa sekalian biar nggak keliatan betul kalau Erlan mau deketin Ara."ujar Mike dengan keringat yang sudah mengucur deras dari dahi nya.
"Ooohh ya udah deh Lana nggak jadi jemput Lexa biar Kak Erlan aja yang jemput Lexa."ujar Lana.
"Huffttt."ujar Mike dan Kenzo bersamaan setelah mendengar ucapan Lana.
*Selamat.*batin Kenzo.
*Dari tadi kek ngomong kayak gitu kan gue nggak perlu bohong lagi, selamat buat Lo Mike.*batin Mike memuji dirinya sendiri.
"Mas aku kangen deh sama Ayah sama Ibu."ujar Lana pada Kenzo.
"Ya udah gimana kalau nanti siang kita ke sana udah lama juga kita nggak ke sana gimana."ujar Kenzo.
"Mas serius."ujar Lana yang girang.
"Mas serius sayang."ujar Kenzo.
"Boleh nginep kan Mas sehari aja."ujar Lana.
"Mmmm ya udah deh apa pun untuk istri Mas ini asal kamu bahagia Mas lakuin sayang."ujar Kenzo.
*Sayang andai aja kamu masih hidup kita pasti udah nikah udah punya anak, bahkan rumah tangga kita pasti bahagia kayak rumah tangga Kenzo sama Lana. Kamu tau sayang aku iri liat mereka seperti ini aku juga mau seperti ini sama kamu. Udah lama kamu ninggalin aku tapi sampai sekarang belum ada yang bisa gantiin kamu di hati aku sayang, aku rindu kamu Kila.*batin Mike yang sangat iri melihat kebahagiaan Kenzo dan Lana.
__ADS_1