Istri Di Atas Kertas

Istri Di Atas Kertas
Kecelakaan


__ADS_3

Perasaan Lana saat ini tidak karuan, seharusnya Lana bahagia bisa lepas dari tali pernikahan nya dengan Kenzo. Tapi sekarang dia menyesali sudah meminta cerai dengan Kenzo.


"Apa ini adalah jalan terbaik aku dengan pisah sama Kenzo." ujar Lana.


"Tapi bagaimana kalau dia menarik kembali semua saham yang udah dia tanamin di perusahaan Ayah, perusahaan Ayah bisa di ambang kebangkrutan lagi. Bagaimana ini aku nggak mungkin menarik kembali semua ucapan aku tadi sama Kenzo, dia pasti sangat marah saat ini sama aku. Apa aku egois tapu aku hanya ingin hidup bahagia dengan orang yang aku cintai dan juga mencintai aku, apa itu salah." ujar Lana.


"Itu nggak salah kok, kamu berhak bahagia." ujar seorang perempuan menghampiri Lana.


"Kamu." ujar Lana yang sangat mengenal perempuan itu.


"Ini aku Naura istri Ronald." ujar perempuan itu yang tak lain adalah Naura.


"Ngapain kamu ke sini." ujar Lana.


"Emang salah aku ke sini, ini tempat umum dan boleh di datangin sama siapa pun termasuk aku. Apa salahnya aku datang ke sini." ucap Naura.


"Memang tidak salah kau mau ke sini, yang jadi masalahnya kenapa kau duduk di sini. Di tempat ini masih banyak kursi yang kosong, kenapa kau tidak duduk di sana saja." ujar Lana.


"Apa hak mu melarang ku untuk duduk di mana saja." ujar Naura.


"Apa mau mu sebenarnya." tanya Lana.


"Owwhh keinginan ku sangat simpel kau cukup tinggalkan Kenzo dan ceraikan dia, biarkan dia hidup bahagia dengan orang yang dia cintai yaitu aku." ujar Naura dengan bangganya.


"Apa kau yakin Kenzo masih mencintaimu." ujar Lana.


"Tentu saja kami sudah lama pacaran, mana mungkin dia bisa melupakan aku secepat ini." ujar Naura.


"Bagaimana kalau dia menyatakan perasaannya pada aku kalau dia mencintai aku bukan kamu, apa kamu masih mau bersama orang yang tak mencintai kamu lagi." ujar Lana dengan tegas dan berani melawan Naura.


"Berani sekali kau merebut cinta Kenzo dari ku." ujar Naura.


"Aku sama sekali tidak pernah merebutnya tapi kau sendiri yang menyerahkan nya padaku dengan cara kau meninggalkannya dan menikah dengan Ronald. Laki-laki brengs*k yang hanya mainin perasaan perempuan sama seperti kamu yang suka mainin perasaan laki-laki, kalian berdua cocok sama-sama perebut kebahagiaan orang lain." ujar Lana.


"Berani sekali kau ya menjelek-jelekan aku seperti itu." bentak Naura.


"Kenapa tidak, memangnya aku harus takut gitu sama kamu, apa alasannya aku harus takut sama kamu. Kita sama-sama perempuan, tapi bedanya aku punya hati sedangkan kau tidak." ujar Lana yang sudah sangat geram dengan Naura.


"Berani sekali kau bilang seperti itu di hadapanku." ujar Naura marah.


"Kamu marah upps maaf aku sengaja, kalau kau tersinggung berarti ucapanku barusan itu bener dong kalau kau itu tidak punya hati. Pantas saja Kenzo tidak memilihmu menjadi istrinya karna kau tidak punya hati, rela meninggalkan dia yang sangat sempurna hanya untuk mendapatkan sampah yang tak ada gunanya. Hanya menumpang hidup dari kekayaan yang Kenzo miliki." ujar Lana dengan sadisnya.


"Siapa yang kau bilang hanya menumpang hidup." ujar Ronald yang datang dari belakang Naura.


"Ronald." ujar Lana.


"Ya ini aku kenapa, siapa yang kau bilang hanya menumpang hidup di kekayaan yang Kenzo miliki." tanya Ronald.


"Siapa lagi kalau bukan kau, Kenzo itu sepupu mu dan kau tega merebut wanita yang di cintai nya. Bahkan kau bukan hanya menghancurkan perasaan sepupu mu sendiri tapi kau juga menghancurkan perasaan ku Ronald. Mana janji yang pernah kau ucapan dulu sama aku, kau janji akan menikahi ku setelah kau kembali dari Amerika. Tapi sekarang apa kau malah membawa istri setelah kembali dari sana." ujar Lana yang tak kuasa menahan sakit hatinya selama ini.


"Kau percaya dengan ucapanku dulu, bodoh sekali kau Lana." ucap Ronald mengejek Lana.


"Ya aku memang bodoh sangat bodoh karna sudah percaya dengan ucapan laki-laki pengecut seperti kamu." ujar Lana.

__ADS_1


Plakk


"Berani sekali kau bilang aku laki-laki pengecut." ujar Ronald menampar Lana karna sudah berani bilang dirinya pengecut.


Lana memegangi pipi kirinya yang terasa panas karna tamparan Ronald yang sangat keras sehingga menimbulkan bekas merah di pipinya.


"Lalu sebutan apa yang pantas untuk orang seperti kamu." tanya Lana.


"Sekali lagi kau berbicara aku tampar kamu." ucap Ronald.


"Silahkan kalau mau tampar aku lagi mau di sebelah kiri apa kanan, ayo tampar aku." ujar Lana menantang Ronald.


"Perempuan seperti kau tidak pantas untuk bersanding dengan Kenzo." ujar Ronald.


"Apa kau tidak punya kaca di rumah, terus kau apa kau merasa pantas di sebut sepupu oleh Kenzo. Mana ada seorang sepupu yang tega merebut pacar dari saudaranya sendiri. Harusnya yang tidak pantas itu adalah kau Ronald." ujar Naura.


Plakkk


Plakk


Tamparan langsung di layangkan Ronald pada Lana hingga sudut bibir Lana mengeluarkan darah karna kerasnya tamparan yang di berikan Ronaldo padanya.


Naura begitu senang saat Ronald menampar Lana hingga menimbulkan bekas luka di sudut biburnya.


Tanpa mereka semua ketahui kalau ada Mike yang merekam semua kejadian yang menimpa Lana untuk di jadikan barang bukti untuk Kenzo kalau Lana masih membelanya di hadapan Ronald dan Naura.


"Kalian berdua akan habis di tangan Kenzo, karna sudah berani menyakiti istrinya." ujar Mike bangga pada dirinya sendiri.


"Asalkan kau tau Lana aku dan Naura saling mencintai makanya kami berdua menikah, bukan seperti kau yang menikah karna jaminan perusahaan Ayah mu yang hampir bangkrut itu." ujar Ronald.


"Karna kamu sudah merayu dia dengan tubuh kamu, makanya dia mau menikah sama kamu." ujar Naura.


Plakk.


Sebuah tamparan keras dari Lana mendarat indah di pipi Naura.


"Jaga ucapan kamu ya aku bukan wanita murahan yang mau menjual tubuhnya hanya sekedar untuk mendapatkan uang, jangan samain aku sama kamu. Kita jelas-jelas jauh berbeda, aku bukan wanita yang gila harta seperti kamu yang rela melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang kamu mau. Aku di ajarkan bukan untuk menjual tubuh aku ke orang lain, aku di ajarkan bagaimana cara nya mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan aku sendiri dan keluarga aku, kamu paham itu " ujar Lana marah karna Naura menuduhnya menjual tubuhnya pada Kenzo.


"Mana ada yang mau ngakuin semua kesalahan yang udah dia buat." ujar Naura.


"Kau.." ucapan Lana terpotong karna kehadiran Kenzo di sana.


"Apa hak kau menghina istriku." ujar Kenzo geram dengan Naura dan Ronald.


"Ken sejak kapan kau di sini." tanya Lana yang heran kenapa Kenzo bisa tau dia ada di sini.


Kenzo langsung melihat wajah Lana yang memar dan berdarah di sudut bibirnya.


"Siapa yang melakukan ini sama kamu." tanya Kenzo.


"Kalian berdua yang berani lakukan ini sama istriku, berani sekali kalian berdua menyakiti istriku." bentak Kenzo.


"Dia pantas mendapatkan itu semua Ken." ujar Ronald.

__ADS_1


"Pantas lo bilang, lalu Lo hukuman apa yang untuk Lo dapatkan setelah apa yang Lo lakuin sama gue." tanya Kenzo.


"Ken dia itu. " ucapan Ronald langsung di potong oleh Kenzo.


"Dia istriku, biar aku yang urus. Kau urus saja istri munafik kau itu " ucap Kenzo.


"Ayo kita pulang Ronald." ujar Naura yang sudah ketakutan dengan Kenzo.


"Baiklah." ucap Ronald.


Setelah kepergiaan Naura dan Ronald, Kenzo langsung membawa Lana untuk mengobati lukanya.


"Apa yang udah mereka lakuin sama kamu." tanya Kenzo.


"Seperti yang kamu lihat." ujar Lana cuek.


"Kenapa tidak menghubungi aku kalau mereka menyakiti kamu seperti ini." ujar Kenzo.


"Tidak perlu, aku bisa jaga diri aku sendiri." ucap Lana.


"Kau ini kenapa keras kepala sekali." ucap Kenzo.


"Lebih baik kau pergi sekarang, dan jangan pernah temui aku lagi karna sebentar lagi kita akan bercerai. Lebih baik kau pikirkan kehidupan mu ke depannya." ujar Lana.


"Baik kalau itu mau mu mulai sekarang aku nggak akan menemui kamu lagi, semoga kau bahagia dengan pilihan kau kelak. Aku pergi." ujar Kenzo yang langsung bangkit dari duduk dan meninggalkan Lana sendirian di sana.


Lana sebenarnya tidak berniat serius dengan ucapannya untuk bercerai dengan Kenzo, tapi semua itu sudah terjadi nasi sudah jadi bubur tidak mungkin Lana menarik kembali ucapannya.


Sedangkan Naura yang sudah melihat Kenzo keluar dari tempat mereka bertemu tadi ingin berniat jahat terhadap Lana yang hanya tinggal sendirian di sana.


"Hari ini juga kau akan mati Lana." ujar Naura.


Lana masih ingin menyendiri di tempat dia bertemu dengan Ronald dan Naura tadi.


"Kenapa hidup aku seperti ini, kenapa semua orang yang dekat sama aku hanya bisa nyakitin perasaan aku. Kapan aku bisa hidup bahagia kayak orang lain, kapan." ujar Lana yang meratapi nasibnya yang tak kunjung mendapatkan kebahagiaan.


"Lama amat sih Lana keluarnya." ujar Naura yang sudah merasa bosan menunggu Lana keluar dari sana.


Setelah merasa tenang Lana memutuskan untuk keluar dari sana untuk pergi ke rumah orang tuanya.


"Akhirnya kau keluar juga." ujar Naura saat sudah melihat Lana keluar dari sana.


Lana terus berjalan menyusuri jalanan untuk mencari taksi agar bisa mengantarnya ke rumah orang tuanya.


Naura dengan sigap langsung menghidupkan mobilnya dan langsung menancap gas mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk menabrak Lana.


Lana yang tak memperhatikan jalan tidak tau kalau ada mobil yang ingin menabrak nya.


"Lana awass." teriak Mike.


Lana yang merasa namanya di panggil langsung membalikkan badannya dan betapa terkejutnya Lana saat ada mobil yang menuju ke arahnya dengan kecepatan tinggi.


"Aaaaaa." teriak Lana.

__ADS_1


Brakkk.


"Lana bangun kau pasti kuat Lana, bangun Lana." ujar Mike yang khawatir dengan kondisi Lana yang bersimbah darah.


__ADS_2