
Kenzo langsung menyuruh anak buahnya untuk mencari Jaya dan langsung membawa laki-laki itu ke hadapannya.
"Kalian semua cari di mana keberadaan Jaya sekarang." teriak Kenzo pada semua orang yang ada di sana.
"Baik Tuan." jawab mereka semua serentak.
Drrtt Drrtt Drrtt
Ponsel Kenzo bergetar di saku celananya karna sedang kesal Kenzo membiarkan saja ponselnya bergetar tanpa berniat untuk mengangkatnya.
Ting
Bunyi pesan yang masuk ke dalam ponsel Kenzo dengan malas Kenzo langsung melihat siapa orang yang sudah menganggu nya.
"Istri Lo ada di tangan gue kalau Lo berani Lo Dateng sendiri ke sini sebelum anak dan istri Lo mati di tangan gue." isi pesan dari nomor yang tidak di kenali.
"Breng*k Lo mau main-main sama gue rupanya." ujar Kenzo.
"Lan Lana sama Alexa di culik sama orang gue mau ke sana nanti Lo sama Mike nyusul gue, usahain nggak ada yang tau Lo nyusul gue karna saat ini penyusup itu masih berkeliaran dia markas kita, Nanti gue kirim ke elo lokasinya dan bawa beberapa anak buah untuk berjaga-jaga. Kalau bisa Lo bawa anggota Bingo mereka semua bisa di percaya." isi pesan dari Kenzo untuk Erlan agar menyusulnya nanti ke tempat di mana mereka menyekap Lana dan Alexa.
"Sebaiknya gue periksa ke rumah sakit dulu siapa tau ini hanya jebakan." ucap Kenzo.
Ting
Di ruang bawah tanah Erlan yang sedang asik membuat lukisan di tubuh laki-laki yang sudah mencari masalah dengan Kenzo seketika ponselnya berbunyi.
" Mike Lo terusin dulu gue mau liat pesan dulu siapa tau penting." ujar Erlan.
"Dengan senang hati." ujar Mike.
Erlan langsung melihat pesan yang masuk ke ponselnya seketika Erlan terkejut dengan isi pesan yang masuk dari Kenzo.
"Mike Lo ikut gue Lana sama Alexa dalam bahaya." ujar Erlan.
"Loh kok bisa bukannya mereka di rumah sakit ya." ujar Mike heran karna setau dia Lana dan Alexa berada di rumah sakit dan ruangan mereka di jaga dengan sangat ketat oleh anak buah Araster.
"Tapi ini Kenzo ngirim pesan sama gue kalau Lana dan Alexa di culik." bisik Erlan supaya tidak ada yang mendengar ucapannya sesuai perintah Kenzo.
"Coba gue liat." ujar Mike.
"Lan tunggu deh kok kayaknya ada yang aneh, Lo ikut gue sebentar." ujar Mike yang langsung keluar dari ruang bawah tanah menuju ke kamarnya yang berada di markas Araster.
"Kita ngapain ke sini." tanya Erlan.
"Ada yang harus gue selidiki sebentar." ujar Mike yang terus mengutak-atik komputer canggih di hadapannya.
Selang beberapa menit apa yang di Mike sudah berhasil dia temukan.
"Berhasil." ucap Mike.
"Berhasil apanya Lana sama Alexa belum kita selamatkan bego." ujar Erlan.
"Gue tau kemana mereka bawa Lana sama Alexa dan Lo tau siapa orag yang udah berani culik mereka." ujar Mike.
"Mana gue tau kutil badak gue sama Lo terus peak." ujar Erlan.
"Lo ikut gue sekarang biarin aja Kenzo dia pasti ke rumah sakit sekarang buat cek ini bener apa nggak. Lo hubungin dia jangan gegabah ambil keputusan karna ini semua ulah sepupunya." ujar Mike.
"Apa." ujar kaget Erlan.
"Ini semua sudah di susun secara rapi sama Ronald dan di bantu sama anaconda. Lo kan tau kalau sekarang dia udah nggak punya apa-apa setelah kenzo menarik semua saham dari perusahaannya. Sedangkan Tuan Smith dan Istrinya sudah di ancam sama Kenzo, kalau mereka berani menolong Kenzo maka mereka akan tau akibatnya." ujar Mike.
"Berani juga sih Ronald cari gara-gara sama Kenzo dia nggak tau kali ya Kenzo itu siapa." ujar Erlan.
"Sampai saat belum ada yang tau kalau ketua Araster itu Kenzo, mereka hanya memberi gelar untuk Kenzo yaitu Ice Prince." ujar Mike.
"Ice Prince." ulang Erlan.
"Ya." ujar Mike.
"Nama yang bagus."ujar Erlan.
"Lo siapin semua kebutuhan Kenzo termasuk masker untuk menutup wajah aslinya." ujar Mike.
"Baik." ujar Erlan.
"Lo siapin semua gue mau ngirim email ini dulu sama Kenzo supaya dia nggak gegabah yang akan berakit fatal untuk keselamatannya." ujar Mike.
"Lo tenang aja serahin semuanya sama gue, kali gitu gue pergi dulu. Lo sama yang lain tunggu gue di bawah." ujar Erlan.
"Baik." jawab Mike.
Kenzo yang khawatir dengan kondisi Lana dan Alexa memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi agar sampai ke rumah sakit.
Selang beberapa menit akhirnya Kenzo sudah tiba di rumah sakit dan langsung berlari masuk ke dalam untuk menemui Lana.
Saat sudah berada di depan pintu nya Kenzo kaget karna anak buah yang di perintahkan Mike sudah babak belur dan tergelatak di lantai. Kenzo semakin panik saat tidak menemukan keberadaan Lana dan Alexa di dalam.
__ADS_1
"Sial." umpat Kenzo.
Drrtt Drrtt Drrtt.
"Hallo Mike." ujar Kenzo saat sudah mengangkat telepon dari Mike.
"Lo pasti di rumah sakit sekarang." ujar Mike yang tepat sasaran.
"Lo bener gue di rumah sakit, ada apa Lo hubungin gue." tanya Kenzo.
"Semua informasi tentang orang yang menculik Lana dan Alexa udah gue kirim sama Lo lewat email, sekarang Lo tunggu gue di persimpangan tempat Lana dan Alexa di sekap. Lo jangan gegabah sebelum gue sama yang lain sampe ke sana, karna sampai detik ini belum ada yang tau siapa ketua Araster dan jangan sampai rahasia yang selama ini Lo jaga ancur karna keputusan gegabah Lo. Lo tenang aja orang yang menyekap Lana dan Alexa itu Ronald dan gue yakin dia nggak akan nyakitin Lana." ujar Mike panjang lebar.
"Brengs*k." umpat Kenzo.
"Dalang di balik ini semua adalah anaconda yang menolong Ronald untuk melakukan ini semua." ujar Mike lagi.
"Anji*n gue pastiin malam ini juga anaconda akan hancur." bentak Kenzo.
"Lo tenang dulu sekarang Lo pergi ke persimpangan yang gue bilang tadi dan tunggu gue sampe kalau Lo nggak mau keselamatan Lo jadi taruhannya kalau Lo gegabah dalam mengambil keputusan." ujar Mike serius pada Kenzo.
"Gue ngerti gue bakalan tunggu Lo di sana, gue yakin sama Lo kalau Lo bisa di percaya. Thanks Mike selama ini Lo udah jaga kerahasian gue dengan akurat tanpa orang lain tau siapa gue sebenarnya." ujar Kenzo yang merasa beruntung memiliki sahabat seperti Mike.
"Itu udah jadi tugas gue Lo nggak usah sungkan gitu, ya udah kalau gitu gue matiin dulu." ujar Mike.
"Baik." jawab Kenzo.
"Kalian semua harus mati malam ini juga." ujar Kenzo dengan seringaian yang sangat menyeramkan.
**************
Di persimpangan jalan Mike sudah datang lebih dulu kemudian baru di susul mobil Kenzo dari arah berlawanan.
"Pake ini buat nutupin identitas Lo." ujar Mike.
"Oke." jawab Kenzo yang langsung memakai jaket anti peluru dan masker yang bergambar harimau putih lambang dari Araster.
"Ini senjata Lo, saat ini yang harus Lo utamain itu keselamatan Lana sama Alexa. Kalau urusan yang lain biar gue, Erlan dan yang lain mengurusnya. Lo fokus sama keselamatan mereka berdua, mereka di sekap di lantai dua di dalam kamar. Lo tinggal cari kamar di lantai dua karna di sana cuma ada satu kamar, tapi Lo harus hati-hati di sana di jaga ketat sama anak buah anaconda. Kalau Samuel dan Ronald sedang berada di luar sekarang." ujar Mike panjang lebar.
"Ngapain mereka di luar." tanya Kenzo yang merasa heran.
"Hari sangat banyak yang harus kita basmi Ken, tepat hari ini juga penjualan senjata api ilegal di lakukan di tempat sama hanya berjarak sekitar 100 meter dari sini. Makanya kita harus selesai kan ini secepatnya agar kita bisa menggagalkan transaksi itu." ujar Mike.
"Baik." jawab Kenzo.
"Kalian semua berpencar, bunuh saja semua orang yang ada di dalam tapi jangan sampai melukai salah satu dari kalian, kalian semua paham." ujar Mike.
"lest's play." ujar Kenzo yang sudah tak sabar ingin bersenang-senang.
"Go." ucap Kenzo.
Akhirnya mereka semua berpencar sesuai perintah dari bos mereka. Kenzo masuk ke dalam tanpa rasa takut sedikit pun.
Dorr
Dorr
Dorr
Tiga tembakan di layangkan Kenzo pada anak buah anaconda yang berjaga di depan tangga.
Mereka semua langsung tergelatak di lantai karna kurang gervep dari Kenzo.
"Dasar tikus-tikus curut, gitu aja nggak bisa lawan pengecut." ujar Kenzo dari balik maskernya.
Dorr
Dorr
Bugh
Bugh
Lana dan Alexa yang berada di dalam kamar merasa takut saat mendengar suara tembakan dan orang berkelahi lantai bawah.
"Mama Alexa takut." ujar Alexa dengan wajah yang sudah pucat dan badan gemeteran karna saking takutnya.
"Alexa tenang ya kan ada Mama di sini jangan takut ya sayang." ujar Lana yang berusaha menenangkan Alexa.
* Kenzo kamu di mana aku takut Ken, aku mohon selamatkan aku sama Alexa.* batin Lana berharap kalau Kenzo bisa menyelamatkan mereka berdua.
Dorr
Dorr
Bugh
Bugh
__ADS_1
Suara itu kembali terdengar tetapi sekarang suara begitu dekat dengan kamar tempat Lana dan Alexa di sekap.
Brakk
"Aaaaaa." pekik Lana dan Alexa bersamaan.
"Hei tenang sayang ini aku Kenzo, kalian berdua aman sekarang." ujar Kenzo yang langsung membuka maskernya agar Lana dan Alexa tidak ketakutan lagi.
"Ken aku takut." ujar Lana dengan tubuh gemetar dan itu bisa di rasakan oleh Kenzo.
*Bangs*t mereka semua udah bikin istri gue ketakutan kayak gini gue bakal belas kalian semua Anji*Ng.* batin Kenzo.
"Alexa nggak apa-apa kan sayang di sini ada Abang, Alexa nggak usah takut ya." ujar Kenzo yang berusaha membuat adiknya tenang.
"Alexa takut Bang." tulis Alexa dengan tangan gemetar.
"Nggak usah takut sekarang Alexa sama Mama aman sama Abang."ujar Kenzo.
"Sayang ayo kita keluar tapi jangan jauh-jauh dari aku oke." ujar Kenzo.
"Baik." ujar Lana dan langsung mengendong Alexa.
"Mike Lo urus mereka semua gue mau bawa Lana sama Alexa ke tempat yang aman dulu." ujar Kenzo saat melihat Mike di dekatnya yang sedang menyerang orang yang berani mencelakainya.
"Oke Lo jangan lupa jangan pernah buka masker Lo sebelum kita semua berada di markas." ujar Mike.
"Gue ngerti." ujar Kenzo.
"Pergi lah biar mereka semua gue yang urus." ujar Mike.
Kenzo langsung membawa Lana dan Alexa keluar dari tempat terkutuk itu menuju ke mobil Kenzo terparkir.
"Sayang kamu baik-baik saja kan." ujar Kenzo khawatir dengan keadaan Lana yang semakin pucat.
"Aku baik-baik saja yang terpenting sekarang Alexa pasti sangat ketakutan Ken." ujar Lana lemah.
"Alexa kamu nggak apa-apa sayang." ujar Kenzo.
"Alexa baik-baik saja Papa." ujar Alexa yang mengubah panggilannya pada Kenzo.
"Papa."ulang Kenzo.
"Sekarang Lexa sudah punya Mama dan Bang Kenzo Papa nya, boleh kan Bang." tulis Alexa.
"Boleh sayang." ujar Kenzo yang langsung mengambil alih Alexa dari gendongan Lana.
Lana yang merasa sangat pusing akhirnya ambruk tak sadarkan diri.
Brukkk
"Sayang." ujar Kenzo yang panik saat Lana tak sadar kan diri.
"Sayang bangun." ujar Kenzo menepuk pelan pipi Lana.
Namun usaha Kenzo sia-sia Lana sama sekali tidak membuka matanya.
"Ken Lana kenapa." tanya Erlan yang harus sampai setelah menyelesaikan tugasnya.
"Lo gendong Alexa sebentar gua mau angkat Lana ke mobil, kayaknya dia trauma sama kejadian ini." ujar Kenzo yang langsung memberi Alexa pada Erlan dan Erlan langsung mengendong Alexa dan menenangkannya.
Alexa terus menangis melihat kondisi Lana yang tak sadarkan diri, Alexa takut kalau Lana akan pergi juga seperti Mama nya.
"Alexa sayang jangan nangis Mama pasti baik-baik saja, mungkin hanya kelelahan kan Mama baru keluar dari rumah sakit." ujar Erlan yang berusaha menemukan Alexa.
"Alexa takut Om kalau Mama ninggalin Lexa lagi." tulis Alexa.
"Mama nggak akan ninggalin kamu sayang." ujar Erlan.
"Lana kenapa." tanya Mike yang baru saja sampai bersama anak buahnya yang lain.
"Lana pingsan mungkin karna ketakutan saat melihat aksi kita semua tadi." ujar Erlan.
"Ya udah kalau gitu bawa ke markas aja kalau Lo bawa ke rumah sakit lagi bakalan bahaya, mending di markas lebih aman dan lebih dekat juga mungkin di shock." ujar Mike.
"Terus masalah transaksi ilegal itu gimana." ujar Kenzo.
"Masalah itu Lo nggak usah pikirin biar gue, Erlan sama yang urus sekarang Lo bawa Lana ke markas. Lo hati-hati kalau ada apa-apa Lo hubungin gue kalau perlu gue nyuruh mereka buat kawal Lo sampe markas." ujar Mike.
"Nggak usah gue bisa sendiri." ujar Kenzo.
"Ya udah kalau gitu Lo hati-hati, gue sama yang lain berangkat dulu buat gagalin transaksi itu." ujar Mike.
"Oke, sini Lexa ikut sama Papa." ujar Kenzo yang membuat semua orang di sana menganga dengan perkataan Kenzo.
"Gue pergi dulu Lo semua hati-hati, kalau Lo semua kekurangan anggota Lo hubungin gue aja." ujar Kenzo yang membuyarkan lamunan mereka semua.
"Oke." jawab Erlan yang langsung sadar dari lamunannya.
__ADS_1