
Regan selalu memantau Alexa dari kejauhan ingin rasanya bisa berdekatan dengan Alexa tapi apa lah daya nyali Regan belum sekuat itu untuk berdekatan dengan Alexa.
*Kapan aku bisa dekat sama kamu Lexa, ingin rasanya aku seperti Anya yang bisa dekat sama kamu dan berbagi keluh kesah ku sama kamu begitu pun sebaliknya. Tapi sampai sekarang aku belum memiliki keberanian itu jujur saja rasa ingin memiliki mu semakin besar Lexa.* batin Regan dari kejauhan.
"Ehhh teman-teman liat deh anak bisu itu masih bersekolah di sini, dia nggak sadar diri apa masak iya udah bisu tapi sekolahnya di sekolah elit kayak gini. Seharusnya dia sekolah di SLB kayak anak-anak bisu yang lain." ujar Sisil yang tak bosan-bosannya menghina Alexa sedangkan Anya yang mendengar langsung naik pitam mendengar sahabat nya di hina.
"Ohh ya emang ada masalah kalau Alexa sekolah di sini lagian nih ya emang kamu yang bayarin uang sekolah nya Alexa kan enggak, kok kamu yang sewot ya. Terserah dia mau sekolah dimana yang penting dia nggak minta uang sama kamu kan, kalau kamu iri bilang karna Alexa lebih cantik dari kamu dan kamu merasa tersaingi." ujar Anya dengan tegasnya.
"Wow anak ini berani juga, apa sih hebatnya dari anak bisu kayak dia." ujar Sisil.
"STOP." bukan Anya yang menjawab melainkan Regan yang sudah sangat kesal dengan Sisil yang selalu menghina Alexa.
"Re..Regan." gugup Sisil saat melihat siapa yang sudah membela Alexa.
"Iya ini aku kenapa masalah." ujar Regan dengan lantang.
"Ehh nggak kok aku heran aja kok kamu bisa di sini." ujar Sisil yang heran kenapa Regan bisa muncul di sini.
"Kenapa memangnya kalau aku di sini masalah buat kamu." ujar Regan dingin.
"Nggak kok malahan aku seneng kalau kamu ada di sini." ujar Sisil.
"Seneng kenapa." tanya Regan dengan cara dingin.
"Kamu ke sini karna cari aku kan." ujar Sisil dengan bangganya.
"Idih kepedean banget siapa juga yang cari kamu, aku ke sini cari Alexa bukan kamu." ujar Regan yang langsung mengutarakan niatnya.
"Kamu ngapain cari anak bisu itu Regan." ujar Sisil yang kesal karna Regan memilih mencari Alexa ketimbang dirinya.
"Terserah aku dong mau cari siapa aja kenapa kamu yang ngatur." ujar Regan.
"Ya karna aku nggak suka kamu lebih milih mencari dia dari pada aku." ucap Sisil.
"Emang ada urusan apa sampai aku harus cari kamu." tanya Regan.
"Ya nggak ada apa-apa sih." jawab Sisil seadanya.
__ADS_1
"Terus kenapa aku harus cari kamu." tanya Regan lagi.
"Ya masak kamu lebih milih mencari anak bisu itu sih." ujar Sisil menatap Alexa dengan tatapan penuh amarah.
"Itu urusan ku bukan urusan mu." jawab Regan lantang dan tegas.
"Kok kamu gitu sih sama aku." ujar Sisil marah.
"Karna kamu pantas mendapatkan itu." ujar Regan.
"Awas ya kamu Lexa aku bakalan bikin perhitungan sama kamu." tunjuk Sisil pada wajah Alexa.
"Coba saja kalau berani tangan ku sendiri yang akan membalasnya." ujar Regan dengan tegas.
"Regan kok kamu belain anak bisu ini sih, apa sih yang bagus dari anak bisu ini palingan cuma bisa nyusahin kamu aja Regan." ujar Sisil.
"Itu urusan ku bukan urusan mu, lagian yang berteman dengan dia itu aku bukan kamu. Kamu nggak berhak ngatur-ngatur hidupku." ujar Regan dengan lantangnya.
"Tapi kamu kan tau kalau orang tua kita udah berniat jodohin kita ketika besar nanti." ujar Sisil.
"Kamu bakalan menyesal Regan karna kamu udah menolak perjodohan itu." ujar Sisil dengan penuh amarah.
"Ohh tentu tidak karna aku nggak akan menyesal menolak keras lamaran itu. Lagian ya kamu juga bukan selera aku." jawab Regan dengan memandang Sisil dengan tatapan jijik.
"Ini semua gara-gara kamu cewek bisu, liat aja aku bakalan bikin perhitungan sama kamu. Kita pergi dari sini." ujar Sisil pada teman-teman nya.
Setelah kepergian Sisil, Anya menatap heran ke arah Regan yang sudah berani membela sahabatnya di hadapan Sisil.
"Kenapa bengong gitu kaget ya aku di sini." ujar Regan pada Anya.
"Aahh ng..gak juga kok cuma heran aja tumben kamu mau belain sahabat aku." ujar Anya gugup.
"Kenalin nama aku Regan." ujar Regan perkenalkan dirinya pada Alexa.
"Alexa." tulis Alexa.
"Mau berteman dengan ku." ujar Regan pada Alexa.
__ADS_1
"Kamu nggak lagi becanda kan Regan ngajak Lexa berteman sama kamu." tanya Anya.
"Buat apa aku bercanda soal ini." ujar Regan.
"Kamu kan tau kalau sahabat aku ini nggak bisa ngomong kayak yang di bilang Sisil tadi." ujar Anya yang tak ingin kalau Regan hanya akan mempermainkan sahabatnya nanti.
"Aku tau terus dimana letak salahnya." tanya Regan.
"Apa kamu nggak malu punya sahabat bisu." ujar Anya.
"Nggak." jawab Regan dengan entengnya.
"Kamu serius." tanya Anya lagi.
"Ya." jawab Regan.
"Lexa gimana kamu mau Nerima Regan jadi teman kamu." tanya Anya pada Alexa.
"Boleh saja Anya lagian kita ada masalah nya kan kalau kita punya teman banyak." tulis Alexa yang tak ragu-ragu menerima Regan jadi temannya.
"Tapi aku takut Lexa nanti dia juga ikut menghina kamu kayak yang dilakuin Sisil sama kamu Lexa." ujar Anya yang menyampaikan kekhawatirannya.
"Kita nggak boleh berfikiran seperti itu Anya nggak semua orang punya sifat yang sama Anya." ujar Lexa yang berusaha berfikir positif.
"Ya udah deh terserah kamu aja aku bakalan tetap dukung kamu kok apa pun yang terjadi." ujar Anya.
"Ya udah kamu boleh jadi teman kita tapi awas ya kalau kamu sama kayak Sisil end the geng itu aku langsung pecat kamu jadi sahabat kita." ujar Anya pada Regan.
"Terserah kalian yang penting aku nggak punya niat buruk kok sama kalian, aku cuma mau jadi teman kalian aja." ujar Regan.
"Baik." jawab Anya.
"Tapi awas ya kalau kamu berbuat jahat sama Alexa tanggung sendiri akibatnya." ujar Anya lagi yang masih belum percaya sepenuhnya pada Regan.
"Iya bawel." ujar Regan yang sudah kesal dengan ucapan Anya yang terus-menerus di ulang.
Akhirnya semenjak hari itu Regan, Alexa dan Anya sudah berteman baik. Regan sangat senang bisa dekat dengan Alexa dan menjaganya dengan baik dari hinaan semua murid di sekolahan.
__ADS_1