
Lana yang sudah mendapat izin dari manajernya langsung bersiap-siap untuk pergi dengan Ronald kekasihnya.
Suara mobil Ronald yang sudah masuk ke dalam mansion Lana membuat Lana girang bukan main. Ini pertama kalinya Lana menghabiskan waktu berdua dengan Ronald karna kesibukannya bekerja membuat Lana jarang menghabiskan waktu berdua dengan Ronald.
"Sayang."ujar Lana saat sudah berada di hadapan Ronald.
"Kamu cantik sayang."ujar Ronald yang terpana dengan penampilan Lana.
"Kamu juga tampan sayang, rasanya aku ingin menyembunyikan kamu di tempat dimana orang lain tidak melihat ketampanan kamu, aku cemburu mereka memuja-memuja kamu."ujar Lana jujur.
"Sayang mereka itu hanya bisa memuja aku sedangkan kamu bisa memiliki aku sayang, jangan cemburu lagi okey."ujar Ronald.
"Iya aku nggak akan cemburu lagi."ujar Lana.
"Kita berangkat sekarang."ucap Ronald.
"Baik."jawab Lana.
Ronald langsung membuka kan pintu mobil untuk Lana.
"Silahkan masuk Tuan Putri."ujar Ronald.
"Terima kasih pangeran."ucap Lana.
Akhirnya mobil yang di kendarai oleh Ronald dan Lana mulai meninggalkan kediaman Lana menuju tempat di mana mereka akan menghabiskan waktu berdua sebelum Lana kembali di sibukkan dengan pekerjaannya begitu juga dengan Ronald.
"Sayang."panggil Ronald.
"Ya."jawab Lana yang tengah asik melihat pemandangan di luar kaca mobil.
"Apa kau mau menikah denganku."ujar Ronald.
"Tentu aku mau menikah dengan orang yang aku cintai, tapi kenapa kau bertanya seperti orang dalam masalah sayang."ujar Lana yang melihat kekhawatiran di wajah kekasihnya.
"Aku hanya takut kau pergi meninggalkan aku."ujar Ronald.
"Aku tidak akan pergi meninggalkan kamu, tapi kalau kau yang menyuruhku pergi maka aku akan pergi dan tak kan kembali lagi."ujar Lana serius.
"Aku tak akan pernah menyuruh mu pergi dari hidupku, kau wanita yang aku cintai dan kau yang akan jadi ibu dari anak-anakku nanti Lana."ujar Ronald yang tak kalah serius.
"Kalau memang menginginkan aku menjadi ibu dari anak-anakmu, jadi kapan kau akan melamar ku di depan kedua orang tuaku Ronald."ujar Lana.
__ADS_1
"Beri aku waktu untuk mempersiapkan semuanya, aku janji setelah semuanya siap aku akan segera melamar kamu Lana."ujar Ronald.
"Akan ku tunggu sampai waktu itu tiba Ronald, tapi jangan pernah mengkhianati aku Ronald. Kalau sampai itu terjadi aku akan membencimu seumur hidupku, karna aku paling tidak suka di khianati."ujar Lana.
"Aku janji tidak akan mengkhianati cinta kita Lana, kau wanita satu-satunya yang ada dalam hati ku dan selamanya akan seperti itu sampai maut yang akan memisahkan kita."ujar Ronald.
"Apa aku bisa memegang ucapan mu barusan."tanya Lana.
"Tentu bisa sayang."jawab Ronald.
Setelah menempuh kurang lebih 2 jam perjalanan, akhirnya mereka telah sampai.
"Wah indah sekali tempat ini sayang."ujar Lana yang kagum dengan pemandangan pantai dengan hamparan pasir putih di depannya.
"Kamu suka sayang."tanya Ronald.
"Aku suka sayang."jawab Lana girang.
"Besok kalau kita menikah apa kau mau kita menikah di pantai ini "tanya Ronald.
"Aku mau sayang."ujar Lana.
"Kalau kau tidak bisa jangan di paksakan, aku tidak mau kau sampai sakit karna harus bekerja keras untuk mendapatkan uang. Aku tidak perlu pernikahan yang mewah, yang sederhana pun aku mau asal kau masih bersamaku dan mau membimbingku ke jalan yang benar dan lurus."ujar Lana yang membuat Ronald terharu sekaligus bahagia karna mendapatkan calon istri yang sangat baik seperti Lana.
"Aku akan melakukan apa pun untuk kau Lana asalkan kau bahagia. Tak peduli seberat apa pun rintangannya akan aku terima Lana asal kau bahagia aku juga bahagia."ujar Ronald.
"Terima kasih Ronald, aku mencintaimu sangat mencintaimu Ronald."ujar Lana.
"Aku juga sangat sangat mencintaimu Lana."ucap Ronald.
"Ayo kita ke sana sayang."ujar Lana mengajak Ronald mengelilingi pantai dengan jalan kaki.
"Saya apa kau tidak letih berjalan kaki sepanjang ini."ujar Ronald yang sudah merasa capek dan pegal pada kakinya.
"Tidak aku sudah terbiasa berjalan kaki sayang jadi aku tidak letih ataupun capek sama sekali. Sedangkan kau bagaimana apa kau capek."tanya Lana pada Ronald.
"Sedikit sayang."jawab Ronald.
"Ya udah kalau gitu kau istirahat dulu saja di sini aku mau ke sana sebentar, nggak apa-apa kan aku tinggal sebentar."ujar Lana.
"Nggak apa-apa sayang tapi kau harus hati-hati okey."ucap Ronald.
__ADS_1
"Iya aku akan hati-hati."jawab Lana.
Lana kembali berjalan kaki menyusuri pantai hingga berhenti sejenak di bawah pohon yang terdapat ayunan di sampingnya.
*Sudah lama aku tidak bersenang-senang seperti, selama ini aku hanya sibuk untuk bekerja mencari uang untuk membantu Ayah dan Ibu dalam keuangan. Rasanya letih dan juga capek kalau harus terus bekerja yang jelas-jelas sangat menguras tenagaku.*batin Lana.
Sedangkan Ronald beristirahat di tenda yang di sediakan oleh pihak pengelola pantai.
Drrttt drrtt.
Ponsel Ronald berbunyi di dalam saku celananya, Ronald langsung mengambil ponselnya dan melihat siapa yang sedang menelfon ya.
"Nomor siapa ini."tanya Ronald pada dirinya sendiri karna nomor itu baru dan tidak ada namanya.
"Hallo, ini siapa ya."ujar Ronald saat panggilan sudah diangkat.
"Hai Ronald ini aku Naura."ujar Naura.
"Ohh hai juga Naura, ada apa kau menghubungiku."tanya Ronald yang tak ingin berlama-lama menelfon dengan Naura karna takut Lana mendengar pembicaraannya.
"Ahh tidak ada hanya saja aku lagi bosan di rumah hmm apa kau bisa menemaniku jalan-jalan sebentar."tanya Naura.
"Maaf Naura aku tidak sekarang aku sedang perlu liburan dengan kekasihku."jawab Ronald langsung.
"Ohh maaf kalau aku menganggu waktu liburanmu Ronald."ujar Naura malas.
"Iya tidak apa-apa, kalau gitu aku tutup dulu ya aku mau menyusul kekasihku dulu bye."ujar Ronald yang langsung mematikan sambungan teleponnya.
*Ihhh nyebelin banget sih masa dia milih kekasihnya sih dari pada aku yang jelas-jelas lebih cantik. Pokoknya aku harus bisa dapetin Ronald gimana pun caranya.*batin Naura.
"Sebaiknya aku menyusul Lana saja dari pada harus berdiam diri di sini."ujar Ronald yang langsung bangkit dan pergi menyusul Lana.
"Sayang."panggil Ronald saat tak bisa menemukan keberadaan Lana.
"Iya aku di sini sayang."ujar Lana yang mendengar teriakan Ronald.
"Kau di sini ternyata aku takut kau tersesat sayang."ujar Ronald yang merasa lega setelah menemukan Lana.
"Kenapa kau menyusul ku bukannya kau capek ya."ujar Lana.
"Aku khawatir sama kau Lana, aku takut ada orang yang berbuat sama kamu."ujar Ronald.
__ADS_1