
Bima sangat menyesal tidak pernah bersikap adil pada putri kandungnya sendiri. Karna ancaman dari sang istri membuatnya merasa khawatir dengan keselamatan putrinya ketika dia harus pergi melakukan perjalanan bisnis karna tidak mungkin Bima harus membawa Alexa pergi bersamanya.
"Nak kamu di mana sayang Papa rindu sama kamu sayang, pulanglah Nak Papa janji bakalan sayang sama kamu lagi Nak asalkan kamu pulang sayang." ujar Bima yang meratapi nasib putrinya di luar sana apa kah baik-baik saja atau sebaliknya.
"Hallo." ujar Bima saat panggilan teleponnya sudah di angkat oleh seseorang di sebrang telepon.
"Hallo Tuan ada yang bisa saya bantu." ujar orang misterius itu.
"Kau pandai dalam mencari orang hilang tanpa jejak kan." ujar Bima.
"Iya Tuan." jawab orang misterius itu.
"Ku perintahkan kau untuk mencari putri ku yang hilang." ujar Bima.
"Putri Anda yang mana Tuan bukannya putri Anda berada di mansion bersama Anda." ujar orang itu yang tak mengetahui kalau Bima memiliki putri kandung dengan almarhumah istrinya dulu.
"Dia bukan putri kandung ku dia putri dari wanita yang menjadi istriku sekarang." ujar Bima.
"Baiklah saya akan menolong anda menemukan keberadaan putri Anda tapi bisakah Anda mengirimkan saya foto beserta kronologi hilangnya Putri Anda." ujar orang misterius itu.
"Kalau foto saya ada tapi kalau kronologinya saya kurang tau karna saat putri saya menghilang saya sedang di kantor." ujar Bima yang kembali menyesali sikap nya terhadap Alexa.
"Siapa saja yang ada di mansion saat putri anda menghilang tuan, kalau saya tidak tau bagaimana kronologi hilangnya gimana cara nya saya mencari informasinya." ujar orang misterius itu.
"Kau ini bodoh atau bagaimana haa, kau bisa mencari dengan cara lain. Kalau saya menanyakan bagaimana kronologi hilangnya Putri saya pada orang yang berada di mansion sama saja saya menyakiti putri saya sendiri." ujar Bima.
"Maksud Anda bagaimana tuan saya tidak mengerti." ujar orang misterius itu yang tidak mengerti dengan ucapan Bima.
"Tugas mu mencari keberadaan putriku setelah kau mendapatkan keberadaan putriku baru aku akan menceritakan semuanya pada mu." ujar Bima.
"Baik Tuan saya akan lakukan yang terbaik untuk menemukan keberadaan putri Anda." jawab orang misterius itu.
Bima langsung mematikan sambungan teleponnya secara sepihak, fikirin nya melayang memikirkan putrinya yang sampai sekarang belum ketemu.
Bahkan Bima tidak pergi ke kantor dan melimpahkan semua pekerjaannya pada sekretarisnya. Saat ini yang Bima harapkan bisa melihat putri kecilnya kembali ke pelukannya walau pun itu belum tentu terjadi.
*Papa sangat rindu sama kamu sayang.* batin Bima yang tak kuasa menahan rindu pada putri kecilnya.
Tokk Tokk Tokk
"Masuk." ujar Bima dari dalam ruang kerjanya.
__ADS_1
"Mas kamu nggak pergi ke kantor." ujar Ayu yang datang menghampiri Bima dan duduk di pangkuan suami kaya nya itu.
"Aku lelah." ujar Bima cuek.
"Kalau kamu lelah sebaik nya kamu istirahat saja di kamar Mas." ujar Ayu.
"Apa Alexa sudah kembali." tanya basa-basi Bima pada istrinya.
Seketika raut wajah Ayu berubah jadi masam saat Bima membahas perihal Alexa.
"Belum." jawab Ayu ketus.
"Apa kau tidak cemas terhadap Alexa." tanya Bima.
"Tidak." jawab Ayu cepat, padat dan jelas.
"Apa kau tidak pernah menganggap Alexa itu putrimu." ujar Bima yang sudah kesal dengan Ayu karna tidak mencemaskan keadaan Alexa.
"Dia kan memang bukan putriku." ujar Ayu dengan tegas.
"Kenapa kau membeda-bedakan mereka sedangkan aku tidak pernah membeda-bedakan mereka Ayu." ujar Bima kesal dengan ucapan istrinya.
"Terus aku harus bersikap apa dengan anak bisu itu." ujar Ayu yang menyindir Alexa karna tidak bisa bicara.
Ayu langsung bangkit dari pangkuan suaminya dan menatap Bima tajam.
"Selama ini aku pikir kau bisa menyayangi putriku sama seperti kau menyayangi putrimu. Tapi dugaan ku salah, asalkan kau tau selama ini aku bersikap tidak adil terhadap putriku untuk mengetes kau apa kau akan membela putriku atau tidak tapi dugaan ku salah besar. Kau dengan tidak punya hati menyakiti hati putriku baik itu mental atau pun fisiknya. Bahkan saat putriku hilang entah kemana saat ini kau sama sekali tidak mencemaskan nya, kau tidak pantas di sebut sebagai Ibu. Sekarang kau kemasi barang-barang mu dari pergi dari rumah ini, saya nggak Sudi punya istri berhati iblis seperti dirimu." ujar Bima yang sudah tak bisa menahan amarahnya lagi.
"Kau mengusirku setelah apa yang telah kau perbuat sama aku." ujar Ayu yang kaget dengan kemarahan Bima yang baru pertama kali dia lihat setelah 3 tahun membina rumah tangga.
"Memang apa yang sudah aku perbuat pada mu haa." bentak Bima.
Ayu tersentak dengan bentakan Bima yang begitu keras membuat tubuhnya gemetar menahan takut.
"Mas." panggil Ayu yang berusaha membujuk suaminya itu agar tidak jadi mengusirnya dari rumah mewah ini.
"Pergi kau sekarang dan kau tau kan dimana pintu keluarnya." ujar Bima.
"Mas aku mohon jangan usir aku dari sini kamu kan tau aku sebatang kara di sini Mas, kalau kamu usir aku nanti aku tinggal di mana Mas." ujar Ayu yang berusaha merayu Bima agar tidak mengusirnya. Seorang Ayu mana mau hidup miskin apa kata teman sosialiata nya nanti kalau dia jatuh miskin dan jadi gembel di jalanan.
"Kamu pikir saya bodoh haa saya nggak akan terbujuk rayuan kamu lagi, saya pikir kamu wanita baik dan bisa menyayangi putriku seperti aku menyayangi putrimu bahkan aku melimpahkan semua kasih sayangku untuk putrimu sedangkan kau, kau tak pernah memberi sedikit pun perhatian pada putriku. Sekarang kau keluar dari atau saya suruh satpam untuk menyeret mu keluar dari sini." ujar Bima yang tak Sudi lagi melihat wajah istrinya.
__ADS_1
"Tapi aku ini istri sah kamu Mas." ujar Ayu yang masih kekeh tidak mau pergi.
"Itu dulu sekarang udah nggak mulai hari ini kamu saya talak dan jangan pernah lagi hadir dalam kehidupanku maupun putriku." ujar Bima tegas.
"Awas kamu Mas aku akan balas semua perbuatan kamu hari ini, kamu akan menyesal Mas." ujar Ayu yang dendam dengan perbuatan suaminya dan akan membalas semuanya.
"Kamu pikir saya takut, coba saja kalau kamu berani saya sendiri yang bakalan seret kamu ke penjara karna saya sudah tau semua kebusukan kamu selama ini." ujar Bima.
Deg
*Apa Mas Bima udah tau kalau istri pertamanya meninggalkan itu gara-gara aku, tapi bagaimana bisa semua barang bukti udah aku musnahin. Tapi kalau benar Mas Bima udah tau bagaimana ini aku nggak mau masuk penjara.* batin Ayu ketakutan.
"Kenapa masih diam di sini sana pergi jauh-jauh dari rumah mewah ku." ujar Bima bangga dengan kekayaan yang dia miliki saat ini.
"Baik aku akan pergi tapi kamu harus ingat aku akan membalas semua perbuatan kamu sama aku." ujar Ayu menegaskan ucapannya.
"Saya tunggu waktu itu tiba, tapi pastikan semua itu terjadi sebelum kamu di jeblosin ke dalam penjara dan mendekam di sana selamanya." ujar Bima yang tidak takut sama sekali dengan ancaman istrinya atau lebih tepatnya MANTAN ISTRINYA.
Ayu terpaksa pergi dari mansian mewah itu, semua barang-barang nya sudah tertata rapi di dalam koper miliknya. Maudi merasa tidak rela meninggalkan rumah mewah ini dan hidup miskin bersama Ibu nya.
"Mah Maudi nggak mau keluar dari rumah ini Maudi nggak mau hidup miskin Mah. Apa kata teman-teman Maudi nanti Mah kalau mereka tau Maudi jatuh miskin Mah." ujar Maudi yang tak ingin jadi bahan ledekan teman-teman nya nanti.
"Kita harus tetap pergi Nak, Papa ckaku udah menceraikan Mama demi membela anak bisu itu." ujar Ayu yang melimpahkan semua kesalahannya pada Alexa.
"Jadi Papa lebih memilih anak bisu itu dari pada aku." ucap Maudi.
"Iya sayang." jawab Ayu.
*Awas aja kamu Alexa gara-gara kamu aku harus jadi miskin, apa sih yang bisa di banggain dari orang bisu kayak kamu. Cantik juga enggak, tapi kenapa kamu selalu menang dalam segala hal kamu kaya apa pun yang kamu mau bisa kamu dapatin dengan mudah sedangkan aku harus meminta dan memohon dulu sama Papa kamu supaya mau membelikan apa yang aku mau. Aku nggak terima jatuh miskin aku bakalan bikin kamu menderita sama kayak yang aku alamin bahkan lebih parah dari itu.* batin Maudi.
"Ayo sayang kita pergi sekarang." ujar Ayu Ibu Maudi.
"Terus kita mau tinggal di mana Mah." tanya Maudi.
"Kita cari tempat tinggal untuk sementara dulu." ujar Ayu.
"Aku nggak mau ya Mah tempat nya jelek dan kumuh." ujar Maudi mengutarakan maksudnya.
"Terus kamu mau yang seperti apa, kamu pikir menyewa rumah mewah itu nggak pake uang apa. Kamu liat kondisi kita sekarang kayak apa Maudi jadi Mama mohon kamu jangan banyak tingkah, terima saja rumah yang akan kita tempati nanti kamu paham." ujar Ayu yang pusing menghadapi anaknya yang banyak mau.
"Terserah Mama tapi aku nggak mau sampai teman-teman aku tau kalau aku jatuh miskin, nanti aku bakal jadi bahan ledekan Mah aku mau di ledekin sama teman-teman aku. Pokoknya Mama harus cari cara supaya kita bisa tinggal di rumah ini lagi." ujar Maudi.
__ADS_1
"Kamu bisa diam nggak sih Mama lagi pusing mikirin nasib kita ke depannya Maudi." ujar Ayu yang pusing bagaimana mereka akan bertahan hidup