Istri Di Atas Kertas

Istri Di Atas Kertas
Bertemu Orang Baik


__ADS_3

"Astaga hari sudah mulai gelap tapi aku belum juga menemukan jalan raya, malah masuk hutan kayak begini."ujar Fuji.


"Mah, Pah aku takut sendirian di sini."ujar Fuji lagi.


Sedangkan di tengah hutan ada sepasang suami istri yang sudah tua, mereka memilih hidup di hutan agar tidak menjadi bahan gunjingan bagi tetangga mereka karna miskin dan tak berpendidikan.


"Pak bagaimana kalau hasil panen kita ini kita jual ke pasar Pak."ujar istrinya pada Sang Suami.


"Boleh juga Bu, sekalian beli bahan masakan dari hasil jual ini semua."ujar Bapak semangat.


"Ya sudah kalau gitu Pak mending kita pulang Pak ke buru gelap nanti Pak."ujar Ibu.


"Ayo Bu."


Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke gubuk mereka dan besok pagi-pagi sekali mereka akan berangkat ke pasar untuk menjual hasil panen mereka.


Tapi di tengah perjalanan mereka di kejutkan dengan anak kecil yang menangis tersedu-sedu di bawah pohon.


"Astaga Pak itu anak siapa Pak."ujar Ibu.


"Bapak juga nggak tau Bu, kok bisa dia masuk ke hutan ini sendirian Bu."


"Ayo kita temui anak kecil itu kasihan Pak."ujar Ibu.


"Ayo Bu."


Sedangkan Fuji hanya bisa menangis karna tak tau bagaimana cara nya agar bisa sampai ke jalan raya.


"Cuu."panggil seorang nenek pada Fuji.


Fuji yang kaget langsung bangkit dan menjauh dari sepasang suami istri itu.


"Nggak usah takut Nak, kamu bukan orang jahat."ujar Kakek.


"Kamu ngapain di sini sendirian."ujar Nenek.


"Aku nyasar Nek."jawab Fuji yang tetap berhati-hati karna baru mengenal sepasang suami istri ini.


"Orang tua kamu tau kalau kamu nyasar ke sini."tanya Nenek.


"Nggak Nek."


"Terus nanti kalau orang kamu cariin gimana Cu."ujar Nenek.


"Aku di culik Nek dan di sekap di gudang tua depan sana, tapi aku berhasil kabur makanya aku lari ke sini. Aku mau ke jalan raya Nek biar aku bisa pulang."ujar Fuji.


"Tapi hari udah gelap Cu, kalau nggak Cucu ikut sama Nenek dan Kakek ke rumah kami. Besok pagi kami antar Cucu ke jalan raya."ujar Nenek.


"Tapi Nek."ujar Fuji yang masih belum percaya sepenuhnya pada kedua orang di hadapannya.

__ADS_1


"Kamu bukan orang jahat Nak."ujar Kakek.


"Baiklah."jawab Fuji akhirnya menyerah dan mau ikut pulang bersama mereka.


*****


"Kalian ini bagaimana sih nggak becus banget jagain anak kecil aja sampai bisa kabur begini."ujar perempuan berparas cantik yang sangat marah dengan kelakuan anak buah nya yang nggak becus jagain satu anak kecil saja.


"Maaf Bos, tapi kami sudah menjaga nya dengan baik."ujar salah satu dari penculik itu.


"Menjaga dengan baik kamu bilang, liat kemana dia kalau kalian benar-benar menjaga nya dengan baik. Dia tidak akan kabur seperti ini paham kalian. Percuma saya bayar kalian mahal-mahal kalau kerja kalian aja nggak becus kayak gini."marah wanita itu.


"Maafkan kami Bos."


"Emang dengan maaf anak itu bisa kembali haa, kalian semua cari anak itu sampai ketemu. Kalau kalian nggak nemuin anak itu kepala kalian jadi taruhannya PAHAM."bentak wanita itu dan langsung pergi meninggalkan tempat itu.


"Lo sih ngapain ngajak kita keluar gini kan jadinya."ujar Bambang menyalahkan temannya yang mengajak nya keluar tadi.


"Eeh Bambang lu juga ikutan keluar kan, kok semua jadi kesalahan gue sih."ujar Riki.


"Terus gimana dong gue nggak mau mati sia-sia karna anak kecil itu, gue masih sayang ya sama nyawa gue."ujar Bambang.


"Lo pikir gue mau."ujar Riki.


"Ya udah kalau gitu kita cari anak itu sampe ketemu."ujar Bambang.


"Tapi kita cari kemana bego, Lo liat udah malem kayak gini."ujar Riki.


Riki yang melihat hutan itu seketika bulu kuduk nya berdiri, melihatnya saja takut bukan main apalagi kalau masuk ke dalam sana.


"Iihh amit-amit lah gua Lo aja sendiri kalau gue mah ogah, Lo liat nih hutan nya serem kayak gitu. Segala macam binatang buas ada kali di sana, bukannya nyari anak itu malah kita nyerahin nyawa kita buat di makan binatang buas itu."ujar Riki.


"Terus Lo mau kepala Lo jadi imbasnya haa."ujar Bambang.


"Ya gue tinggal kabur aja yang jauh susah amat."ujar Riki dengan entengnya.


"Lo pikir Bos nggak bisa nemuin Lo."ujar Bambang.


Riki seketika langsung teringat dengan masih temannya yang mati sia-sia karna berusaha kabur dari masalah yang dia buat sendiri.


Glek.


Riki bersusah payah menelan ludahnya serasa ada yang mencekat di tenggorokan nya. Hanya untuk membayangkannya saja sudah takut bukan kepalang apalagi mengalami nya sendiri.


"Gimana Lo mau, kalau gue sih ogah mending masuk utan dari pada nyerahin kepala yang jelas-jelas kita masih hidup."


"Ya udah gue ikut."ujar Riki yang akhirnya menyerah.


"Hahahaha."seketika tawa Bambang langsung pecah melihat ekspresi wajah Riki seperti orang di kejar hantu.

__ADS_1


*****


"Mas gimana apa ada kabar tentang Fuji."tanya Lana pada Suaminya.


"Belum sayang."ujar Kenzo.


Tubuh Lana lemas saat mendengar belum juga ada kabar tentang putrinya yang sekarang entah di mana.


"Astaga sayang."ujar Kenzo yang langsung menangkap tubuh istrinya.


"Fuji Mas."Lana kembali menangis mengingat nasib putrinya.


"Kamu yang sabar ya sayang Mas janji bakalan cari anak kita sampai ketemu."ujar Kenzo.


"Aku pengen ketemu sama Fuji Mas, aku rindu putri kecilku Mas."racau Lana


"Iya sayang Mas juga, tapi di sini kita harus berdoa agar putri kita bertemu dengan orang-orang baik di luar sana."ujar Kenzo.


"Aku pengen Fuji Mas."ujar Lana yang tak lama kemudian jatuh pingsan.


"Astaga sayang bangun sayang jangan bikin Mas tambah khawatir sayang."ujar Kenzo yang panik saat Lana tak sadarkan diri.


"Astaga Ken Lana kenapa."ujar Mike yang baru sampai dan di kejutkan dengan keadaan Lana yang tak sadarkan diri.


"Lana pingsan Mike."ujar Kenzo yang berusaha mengangkat tubuh istrinya.


"Mending Lo periksa istri Lo mumpung masih di rumah sakit, biar kita tau kondisi Lana separah apa."ujar Mike.


"Lo bener juga Mike."ujar Kenzo yang membenarkan ucapannya Mike karna akhir-akhir ini kondisi fisik Lana kurang sehat.


Kenzo langsung membawa Lana ke rumah periksa agar bisa segera di tangani.


"Dok tolong periksa istri saya Dok."ujar Kenzo.


"Baik Tuan silahkan baring kan istri Anda di sini."ujar Dokter itu yang menunjuk tempat tidur untuk pasien.


Kenzo langsung membaringkan tubuh Lana sesuai arahan dari Dokter.


Dokter pun langsung memeriksa kondisi Lana, sedangkan Kenzo hanya diam mengamati Dokter memeriksa tubuh istri nya.


"Pak sebaik nya Anda periksakan istri anda ke Dokter kandungan."ujar Dokter itu.


"Maksud Dokter."ujar Kenzo dengan otak ngebleng nya.


"Menurut prediksi saya istri Anda tengah hamil Tuan."ujar Dokter itu.


"Dokter serius."ujar Kenzo yang masih belum percaya.


"Ini baru perkiraan saya Tuan dan untuk lebih jelasnya Anda periksa pada Dokter kandungan."ujar Dokter itu.

__ADS_1


"Baik."jawab Kenzo yang sangat bahagia mendengar istrinya hamil lagi.


__ADS_2