Istri Di Atas Kertas

Istri Di Atas Kertas
Berhasil Kabur


__ADS_3

" Mas gimana ya kondisi Fuji sekarang, dia lagi apa udah makan atau belum, aku khawatir sama keadaannya Mas."ujar Lana yang masih mengkhawatirkan kondisi Putri kecilnya.


"Sayang Mas udah nyuruh anak buah Mas untuk mencari keberadaan Fuji, dalam 2 hari belum ada juga kabar Mas sendiri yang akan turun tangan untuk mencarinya." ujar Kenzo.


"Gimana kalau kita cari sekarang aja Mas, di sini kan ada Erlan sama Mike yang jaga Langit Mas. Kalau aku berdiam diri aja di sini akuĀ  nggak bakalan bisa tenang Mas." ujar Lana.


"Sayang kita di sini dulu Mas yakin anak buah Mas bisa nemuin keberadaan Fuji sayang."ujar Kenzo.


"Tapi aku nggak bisa diam di sini aja Mas, anak aku di luar sana nggak tau bagaimana keadaannya Mas."


"Iya Mas ngerti sayang, tapi di sini kamu liat Langit juga berjuang untuk sembuh sayang." ujar Kenzo'


"Tapi sampai kapan kita harus berdiam diri di sini Mas."ujar Lana yang tak terima.


"Atau nggak gini kamu tetap di sini jagain Langit, biar aku Erlan dan Mike yang cari Fuji."


"Tapi Mas." ucapan Lana langsung di potong oleh Kenzo.


"Dengerin Mas untuk kali ini sayang, ini semua salah Mas yang nggak becus jagain mereka hingga ini semua terjadi sama anak-anak kita."ujar Kenzo yang masih menyalahkan dirinya atas ini semua.


"Mas nggak usah nyalahin diri sendiri Mas, anggap aja ini ujian untuk kita Mas agar lebih mendekatkan diri lagi pada sang pencipta Mas."ujar Lana dengan begitu bijaknya.


"Tapi ini semua terjadi karna kelalain Mas sendiri sayang, andai Mas lebih waspada ini semua nggak akan terjadi sama anak-anak kita."ujar Kenzo yang masih tetap menyalahkan dirinya atas semua ini.


"Udah lah Mas ini ujian yang harus kita hadapi Mas, mungkin ini teguran untuk kita Mas agar lebih waspada lagi untuk menjaga anak-anak kita Mas."ujar Lana.

__ADS_1


"Iya sayang."ujar Kenzo.


Sedangkan di tempat lain, Fuji masih terus berlari yang entah kemana arahnya.


"Mah, Pah aku takut di sini sendirian."ujar Fuji karna hari sudah mulai gelap.


Fuji terus berjalan tak tau arah tujuan yang menjadi tujuan utama adalah jalan raya karna itu satu-satunya cara agar dia bisa pulang.


"Astaga mereka bawa aku kemana kok sampai sekarang aku belum juga menemukan jalan raya, Mah Fuji takut Mah."ujar Fuji.


Di tempat lain Lintang dan Lexa sibuk mencari Fuji dengan menunjukkan foto adik mereka siapa tau ada yang melihat nya.


"Permisi Mbak, apa mbak pernah liat anak ini."ujar Lexa sambil memperlihatkan foto adiknya.


"Maaf Mbak saya nggak liat."ujar orang itu.


"Nggak apa-apa Mbak dan semoga adiknya cepat ketemu ya Mbak."ujar orang itu.


"Terima kasih banyak atas doanya Mbak."ujar Lexa yang sangat bersyukur ada orang yang mau mendoakan adiknya.


Pencarian Fuji terus di lanjutkan oleh Lexa dan Lintang, mereka tak kenal lelah asalkan mereka bisa menemukan titik terang tentang keberadaan Fuji.


"Kak kita cari kemana lagi, semua orang yang berjalan di sini udah kita tanyain tapi jawaban mereka tetap sama Kak."ujar Lintang.


"Kita nggak boleh nyerah Dek, kita harus nemuin titik terang keberadaan Fuji. Kasian Mama dia pasti terpuruk banget sekarang."ujar Lexa yang tak bisa membayangkan bagaimana kacaunya Lana sekarang.

__ADS_1


"Kakak benar Mama nggak boleh sedih Kak."ujar Lintang.


" Kak gimana kalau Fuji nggak ketemu Kak, aku takut Kak." ujar Lintang.


"Fuji pasti ketemu Dek yang penting kita berusaha untuk mencari keberadaannya. Usaha nggak akan pernah menghianati hasil Dek, kamu percaya itu kan Dek." ujar Lexa.


"Tapi Kak liat sampai detik ini kita masih belum bisa bertemu dengan Fuji Kak."ujar Lintang yang hampir menyerah.


"Kita harus berusaha lebih keras lagi Dek." ujar Lexa.


Waktu sudah menunjukkan pukul 18:00 tapi Lexa dan Lintang belum juga menemukan keberadaan Fuji.


"Kak kita harus gimana, aku nggak berani buat ketemu sama Mama Kak." ujar Lintang.


"Mama pasti ngerti Dek." ujar Lexa.


"Aku nggak kuat liat keadaan Mama Kak."ujar Lintang.


"Tapi setidaknya kita bisa memberi Mama sedikit semangat Lintang, saat ini Mama sangat butuh dukungan dari kita." ujar Lexa.


"Tapi Kak kalau nanti Mama nanyain tentang Lexa gimana Kak."ujar Lintang.


"Kita tinggal jawab yang jujur kalau kita belum menemukan keberadaan Fuji."


"Tapi Kak Mama pasti tambah fikirin lagi, belum lagi tentang kondisi Bang Langit yang sampai sekarang aja belum sadar Kak. Lebih baik kita nggak usah nambah beban fikiran Mama dulu Kak,nanti Mama kalau Mama banyak fikiram bisa-bisa Mama sakit Kak." ujar Lintang yang ada benarnya juga.

__ADS_1


"Terus kita harus kemana ke rumah sakit atau pulang aja Kak."ucap Lexa.


__ADS_2