
"Lo hati-hati bro."ujar Erlan.
"Thanks udah Dateng ke sini buat nganterin gue pergi."ujar Mike.
"Nggak masalah Lo itu sahabat gue dan see you next time bro."ujar Erlan.
"Gue pasti balik kok."ujar Mike.
"Gue tunggu waktu itu."jawab Erlan.
"Lo hati-hati Mike, kalau udah sampe sana Lo kabarin gue."ujar Kenzo.
"Pasti."ujar Mike.
"Om janji ya bakalan balik lagi."ujar Lexa.
"Iya sayang Om janji."ujar Mike.
"Pesawat Lo udah mau berangkat noh."ujar Kenzo.
"Iya gue denger."ujar Mike.
"Udah masuk sana nanti ketinggalan baru tau rasa Lo."ujar Erlan.
"Ya udah gue masuk dulu, sampai jumpa semua."ujar Mike sambil melambaikan tangan nya pada semua orang yang mengantarkannya ke bandara.
Sedangkan Kila terjebak macet di jalan masuk Bandara, hingga akhirnya Kila memutuskan untuk keluar dari mobil dan berlari masuk ke dalam bandara.
"Ayo sayang kita pulang kasian triplets kalau kita tinggal terlalu lama."ujar Kenzo pada Lana.
"Ayo Mas."ujar Lana.
"Kak."panggil Ara pada Lana.
"Iya Ara, ada apa hmm."ujar Lana dengan lembutnya menjawab panggilan Ara.
"Mulai hari ini Ara nggak tinggal sama Kakak lagi, Ara cuma mau ngucapin makasih banyak buat semua nya. Ara ngerasa bahagia bisa ngerasain gimana tinggal bareng Kak Lana, sekarang Ara udah jadi istri nya Kak Erlan. Ara mohon doa nya ya Kak agar rumah tangga kami bahagia, sama seperti rumah tangga Kak Lana dan Bang Kenzo."ujar Ara.
"Ara Kakak selalu mendoakan kamu agar bahagia dan kamu nggak usah sungkan gitu sekarang kita udah jadi keluarga besar."ujar Lana dan langsung membawa Ara ke dalam pelukannya.
"Terimakasih untuk semua nya kak."ujar Ara dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Nggak ada kata terimakasih untuk adik sayang."ujar Lana dengan penuh perhatian pada Ara.
"Kita pulang sekarang."ujar Kenzo.
"Baik Mas."jawab Lana.
Akhirnya mereka semua meninggalkan bandara menuju rumah mereka masing-masing, tapi berbeda lagi Kila yang terus berlari mencari keberadaan Mike di bandara.
Hingga akhirnya Kila menanyakan pesawat ke Negara B udah lepas landas atau belum.
"Permisi Tuan saya mau tanya, apa pesawat ke Negara B udah lepas landas."tanya Kila pada orang yang bertugas di sana.
"Sudah Nona mungkin sekitar 10 menit yang lalu Nona, apa Nona ketinggalan pesawat."ujar laki-laki itu pada Kila.
"Oh tidak Tuan saya hanya menanyakan nya saja."ujar Kila.
"Ohhh begitu toh Nona."ujar laki-laki itu.
"Kalau begitu saya permisi dulu Tuan."ujar Lana yang langsung pergi meninggalkan laki-laki itu setelah mendapat jawaban dari laki-laki itu.
"Aku terlambat Mike untuk mencegah kamu pergi."ujar Kila dengan penyesalan yang teramat dalam hati nya.
"Kamu pergi terlalu jauh Mike."ujar Kila lagi.
Sedangkan di dalam pesawat Mike duduk termenung pikiran nya terbang mengingat Kila, gadis cantik yang dia cintai.
"Aku harap hidup kamu bahagia setelah kepergiaan aku."ujar Mike.
"Selamat tinggal."ujar Mike sebelum menutup matanya untuk tidur karna perjalanan nya masih panjang.
Di bandara Kila hanya berdiam diri memikirkan kapan dia akan bertemu lagi dengan Mike.
"Aku pasti merindukan kamu Mike, jaga diri baik-baik di sana jangan sampai sakit karna aku jauh Lo dari kamu. Jangan nakal di sana ya walau pun aku tau sih kamu pasti bisa dapetin orang yang lebih baik dari aku di sana. Tapi aku di sini bakalan jaga hati buat kamu dan akan nunggu kamu sampe pulang."ujar Kila yang penuh harap agar Mike tetap mencintai nya walau pun kesalahan yang di perbuat nya sudah sangat keterlaluan pada Mike.
***********
Semenjak hari itu Kila tidak pernah bertemu dengan Mike begitu juga dengan Mike yang tak pernah memberi kabar pada siapa pun termasuk kedua sahabatnya.
__ADS_1
Sedangkan di Negara B Mike tengah di sibukkan dengan pekerjaannya yang menumpuk karna kemarin dia cuti untuk menenangkan pikirannya yang selalu tertuju pada Kila.
"Akkkhhhh kapan sih gue bisa lupain dia."ujar Mike yang kesal karna sampai sekarang belum juga melupakan Kila, orang yang sudah membuat hati nya hancur berkeping-keping dengan ucapannya.
"Permisi Tuan."ujar Ryan sekretaris baru Mike yang di tugas Kenzo untuk membantu nya mengurus perusahaan di sana.
"Apa."ujar Mike kesal.
"Di luar ada tamu yang ingin bertemu dengan Tuan."ujar Ryan.
"Siapa."tanya Mike.
"Nona Agata Tuan."ujar Ryan.
"Saya kan sudah bilang jangan biarkan gadis itu masuk ke mansion saya, kamu budeg ya."umpat kesal Mike pada Ryan yang selalu membiarkan gadis itu masuk ke mansion nya.
"Maaf Tuan saya sudah berusaha melarang Nona Agata tapi dia tetap kekeh ingin bertemu dengan Tuan."ujar Ryan yang takut dengan kemarahan Bos nya itu.
"Akkkhhh."kesal Mike.
Mike akhirnya menemui Agata perempuan yang selama ini selalu menganggu hari-hari karna jatuh hati pada nya saat pertama mereka bertemu di acara makan malam keluarga Pramantyo.
"Mau apa kamu ke sini."ujar Mike saat sudah ada di hadapan Agata.
"Hai Kak aku rindu sama kamu."ujar Agata yang berniat memeluk tubuh Mike.
Tapi Mike langsung menghindar agar Agata tidak berhasil memeluk tubuhnya.
"Keluar."ujar Mike dengan dingin nya.
"Kakak kok gitu sih sama aku, apa Kakak nggak bisa gitu bales cinta aku."ujar Agata dengan manja nya.
"Jangan mimpi saya balas cinta kamu."ujar Mike tegas.
"Kakak tau kan kalau Daddy aku adalah pemegang saham terbesar perusahaan Kakak."ujar Agata yang berusaha mengancam Mike.
"Terus."ujar Mike tanpa takut sedikit pun, sedangkan Ryan sudah khawatir kalau Agata berniat menarik semua saham nya.
"Aku bisa aja Lo nyuruh Daddy aku buat narik semua saham nya yang ada di perusahaan Kakak."ujar Agata dengan senyum bangga nya.
"Silahkan saja saya nggak peduli."ujar Mike yang jauh di luar ekspetasi Agata.
"Aku serius Lo Kak."ujar Agata.
"Liat aja Kakak pasti bakalan nyesel dengan ucapan Kakak sendiri."ujar Agata yang sudah kesal terhadap Mike.
"Nggak akan ada kata menyesal bagi saya."ujar Mike dengan wajah dingin nya pada Agata.
Agata yang sudah kesal setengah mati langsung keluar begitu saja dari mansion Mike.
"Liat aja aku bakalan suruh Daddy buat narik semua saham nya di perusahaan Kak Mike, biar nanti Kak Mike yang mohon-mohon sama aku buat ngembaliin saham ke perusahaannya lagi."ujar Agata dengan senyum licik nya.
"Tuan apa Tuan sama sekali tidak takut kalau nanti Tuan Pram menarik semua saham nya."ujar Ryan.
"Tidak."jawab Mike tegas.
"Haaa."kaget Ryan dengan ucapan Mike.
"Saya mau ke kamar dan jangan ada satu orang pun yang menganggu saya, paham."ujar Mike dengan tegas nya.
"Paham Tuan."ujar Ryan ketakutan.
Mike langsung menuju ke kamar nya untuk menghubungi Kenzo berencana untuk menceritakan semua nya, siapa tau Kenzo mempunyai solusi untuk masalah yang sedang dia hadapi saat ini.
"Hallo Ken."ujar Mike saat panggilan sudah di angkat oleh Kenzo.
"Akhirnya Lo hubungin gue juga, Lo tau nggak Lexa terus nanyain Lo bego. Gue pusing mau jawab apalagi sama dia."ujar Kenzo yang langsung memarahi Mike.
"Sorry Ken gue lagi sibuk banget di sini makanya nggak bisa hubungin Lo."ujar Mike.
"Kapan Lo pulang."tanya Kenzo langsung.
"Gue belum tau."ujar Mike seadanya.
"Ehh bego Lo udah 2,5 tahun di sana Lo nggak kangen apa ngumpul sama kita lagi "ujar Kenzo.
"Tapi kerjaan gue masih banyak banget di sini."ujar Mike mencari alasan agar Kenzo tidak mendesak nya untuk terus pulang.
"Siapa Ken."ujar Erlan yang mendengar Kenzo sedang memarahi seseorang di handphone nya.
__ADS_1
"Mike."jawab Kenzo singkat dan padat.
"Serius Lo."ujar Erlan.
"Serius lah."ujar Kenzo.
"Sini gue mau ngomong sama dia."ujar Erlan yang langsung merebut ponsel Kenzo dari tangan nya.
"Woi kapan Lo pulang nya, belum puas Lo jauhan dari kita semua."ujar Erlan yang langsung pada intinya.
"Gue pasti pulang kok."ujar Mike yang sebenarnya tidak tau kapan dia akan menempati janji nya untuk pulang.
"Lo nggak tau kan kalau sekarang gue udah jadi Bapak 2 anak, Lo kapan jadi Bapak jomblo Mulu Lo."ujar Erlan.
"Gue masih belum nemuin yang cocok buat jadi istri gue."ujar Mike bercanda.
"Alah Lo banyak pilih amat jadi cowok keburu tua Lo baru tau rasa."ujar Erlan yang berusaha membuat suasana tidak canggung karna mereka sudah lama tidak bertemu atau berkumpul bersama.
"Mungkin tahun depan gue balik."ujar Mike.
"Menetap di sini atau balik lagi."tanya Erlan.
"Palingan gue cuma seminggu atau dua minggu di sana, gue nggak bisa ninggalin kerjaan gue di sini kalau lama-lama di sana."ujar Mike.
"Terserah Lo aja gue tunggu kepulangan Lo."ujar Erlan.
"Kenzo tadi mana ada yang mau gue omongin sama dia."ujar Mike yang teringat dengan masalah nya.
"Nih Mike mau ngomong sama Lo kalau perlu di loudspeaker aja."ujar Erlan.
Kenzo langsung mengambil ponsel dan menghidupkan pengeras suara agar Erlan juga bisa mendengar percakapannya dengan Mike.
"Mau ngomong apa Mike."ujar Kenzo.
"Jadi gini Ken gue butuh solusi Lo banget."ujar Mike.
"Solusi apa."ujar Kenzo.
"Lo tau kan perusahaan Pramantyo."ujar Mike.
"Tau emang kenapa."ujar Kenzo yang sangat tau bagaimana seluk-beluk perusahaan Pramantyo.
"Jadi gini waktu itu gue di undang sama Pram buat makan malam di restoran buat bahas soal kontrak kerja perusahaan kita dengan perusahannya."ujar Mike menjeda ucapannya.
"Terus."ujar Kenzo.
"Terus dia ngajak anak perempuan buat makan bersama, nah yang jadi masalah nya anak gadis nya itu suka sama gue."ujar Mike.
"Lah kan bagus kalau dia suka sama berarti Lo masih laku bego."ujar Kenzo.
"Tapi gue sama sekali nggak tertarik sama dia."ujar Mike kesal dengan jawaban Kenzo.
"Terus masalah nya di mana, Lo mau minta solusi buat jauh dari dia."ujar Erlan meledek Mike.
"Dengerin dulu napa sih."ujar Mike yang sudah sangat kesal dengan kedua sahabatnya yang senang sekali meledek nya.
"Lanjutin."ujar Kenzo.
"Tadi dia ke mansion gue tapi gue suruh pulang, terus dia ngancem gue mau narik semua saham yang ada di perusahaan."ujar Mike.
"Terus."ujar Erlan.
"Gue butuh solusi dari kalian bego bukan terus terus aja."umpat Mike kesal.
"Wah ada yang mau main-main nih sama gue, belum tau kali ya siapa Kenzo Natalius Bagaskara itu sebenarnya."ujar Kenzo yang sudah lama tak bermain dengan orang-orang licik seperti mereka.
"Lo tenang aja biar semua nya gue yang urus Lo tinggal nunggu beres."ujar Kenzo lagi dengan seringaian misterius nya.
"Lo serius ya."ujar Mike.
"Tenang aja besok pagi semua nya udah beres."ujar Kenzo.
"Oke."jawab Mike yang akhirnya bisa bernafas lega dengan jawaban Kenzo.
Setelah merasa cukup mengobrol via telfon, akhirnya mereka menyudahi panggilan nya.
"Lo mau ikut sama gue."ujar Kenzo.
"Tentu."jawab Erlan yang tau kemana arah pembicaraan Kenzo.
__ADS_1
"Nanti malam jam 8."ujar Kenzo.
"Oke."jawab Erlan.