
Di Sekolah Dasar Medika, tempat di mana triplets menuntut ilmu nya selalu di hebohkan dengan ketenaran Langit dan Lintang yang tiada tanding.
"Bang."panggil Fuji pada kedua Abang nya.
"Apa."jawab Lintang dan Langit serentak.
"Kok Lo berdua lebih tenar sih dari gue."ujar Fuji.
"Kenapa iri ya."ujar Lintang dengan narsis nya.
"Yeee nggak kali ngapain juga gue harus iri, gue cuma penasaran aja apa sih yang mereka liat dari kalian berdua. Kok tergila-gila gitu liat kalian, apalagi nih kalau kalian jalan depan mereka, kalian di soraki kayak artis terkenal tau nggak."ujar Fuji.
"Itu urusan mereka."ujar Lintang.
"Kalian berdua harus hati-hati."ujar Langit tiba-tiba.
"Ada apa Bang."tanya Fuji yang heran dengan peringatan dari Langit.
"Jarum panjang jam 3 ada dua orang yang lagi ngawasin kita."ujar Langit.
"Lo serius Bang."ujar Fuji.
"Jangan jauh-jauh dari gue."ujar Langit.
"Kita kasih tau Papa aja Bang."ujar Fuji.
"Nggak usah gue sama Lintang bisa beresin ini sendiri."ujar Langit.
"Tapi Bang."ujar Fuji yang langsung di potong oleh Lintang.
"Udah Lo diam aja serahin ini semua sama kita."ujar Lintang.
Ya diantara mereka hanya Langit dan Lintang yang di perbolehkan Kenzo untuk belajar bela diri, agar mereka bisa menjaga Fuji. Karna Kenzo selalu berpesan agar mereka selalu bersama apapun yang terjadi.
"Lo jangan jauh-jauh dari kita Dek kalau Lo nggak mau dalam bahaya."ujar Langit.
"Iya Bang."ujar Fuji yang sebenarnya bisa bela diri tanpa di ketahui kedua Abang nya dan Kenzo.
*Gue bisa kali Bang jaga diri gue, Lo pikir gue selama ini diam aja liat kalian di bolehin sama Papa latihan beladiri sedangkan gue enggak. Ya kali gue diam aja.*batin Fuji.
"Kita masuk kelas."ujar Langit.
"Baik Bang."jawab Fuji dan Lintang serentak.
Sedangkan di luar gerbang sekolah, ada dua orang laki-laki bertubuh besar sedang mengawasi triplets.
"Lo yakin itu mereka."tanya salah satu dari mereka.
"Gue yakin kalau mereka anak Kenzo."ujar Fajar.
"Jar Lo tau kan kita lagi berurusan sama siapa, kalau kita salah langkah nyawa kita bakal melayang bro."ujar Anto.
"Gue udah selidiki ini dari lama dan gue yakin mereka anak dari Kenzo."ujar Fajar.
"Terserah Lo gue ngikut aja."ujar Anto.
"Lo diem gue mau hubungi Bos dulu."ujar Fajar.
__ADS_1
"Ya."jawab Anto.
"Hallo Boss."ujar Fajar saat panggilan telepon nya sudah di angkat oleh seseorang.
"Gimana apa kalian berhasil menemukan mereka."ujar orang fi dalam telepon itu.
"Sudah Boss mereka bersekolah di Sekolah Dasar Medika."ujar Fajar.
"Kirim foto mereka pada ku, aku mau lihat seperti apa wajah mereka."ujar orang itu.
"Baik Boss saya akan berusaha mengambil foto mereka untuk anda."ujar Fajar.
"Jangan sampai mereka dalam bahaya, kamu paham."ujar orang itu.
"Saya paham Bos."jawab Fajar.
"Bagaimana dengan putri ku."ujar laki-laki itu.
"Maaf Boss kami lalai dalam menjaga putri anda hingga putri anda harus terkena hukuman di sekolahnya dan jatuh pingsan."ujar Fajar yang sudah siap kena amuk oleh Boss nya.
"Apa, kau ini bisa bekerja tidak hanya menjaga satu gadis saja kau tidak bisa."ujar orang itu yang marah dengan anak buah nya yang tidak becus menjaga satu orang perempuan saja.
"Maaf kan saya Bos lain kali ini tidak akan terulang lagi."ujar Fajar.
"Baik saya kasih kamu satu kesempatan lagi, tapi kalau kejadian ini terjadi lagi nyawa kamu melayang di tangan saya."ujar orang itu.
"Baik Boss."jawab Fajar.
************
Sedangkan di sebuah Apartemen mewah Jack terus menyekap Via sepupu Lana tanpa Lana ketahui kalau Via sekarang berada di Jakarta.
"Sampai aku puas."jawab Jack dengan enteng nya.
"Lepasin gue biarin gue hidup tenang Jack."ujar Via yang sudah tak tahan harus tinggal satu atap dengan Jack.
"Nggak akan."jawab Jack tegas.
"Kenapa Jack Lo selalu ganggu kehidupan gue, kenapa apa salah gue sama Lo."ujar Via.
"Karna kamu sudah berani meminta putus dari ku Via."ujar Jack.
"Itu pantas kamu dapatkan Jack, selama ini aku udah cukup tahan sama sikap kamu yang tukang selingkuh."
"Tapi aku hanya cinta sama kamu Via."
"Aku nggak butuh cinta kamu Jack kalau kamu selalu main perempuan di belakang aku."
"Kenapa apa salah nya kalau aku punya perempuan lebih dari satu."
"Aku nggak suka."
"Kenapa."
"Kamu aja boleh punya perempuan lebih dari satu sedangkan aku, selalu kamu kekang dan kamu ancam agar aku nggak duain kamu."
"Ya jelas karna aku nggak suka ada laki-laki lain yang menyentuh wanita ku."
__ADS_1
"Kamu egois."
"Terserah yang penting kamu tetap milik aku."
*Aku harus cari cara agar bisa kabur dari sini, aku harus bisa lepas dari Jack sebelum semua nya terlambat.*batin Via.
"Aku benci sama kamu Jack."
Kuping Jack langsung panas saat Via mengatakan benci padanya hingga akhirnya Jack menampar pipi Via dengan sangat keras.
Plak
"Jangan pernah mengatakan itu lagi di depan ku atau kamu akan menyesal Via."ujar Jack marah.
"Aku tidak peduli karna yang aku ucapkan itu benar, aku benci sama orang seperti kamu Jack."ujar Via yang tak takut memancing kemarahan Jack.
"Dasar wanita murahan."umpat Jack.
"Kenapa kalau aku wanita murahan kamu jijik, kalau iya mending kamu lepasin aku biar kamu bisa cari perempuan yang lebih segala nya dari aku."ujar Via.
"Jangan mimpi kamu bisa lepas semudah itu dari aku Via."ujar Jack.
*Gimana cara nya aku bisa keluar dari sini, nggak ada celah untuk keluar dari sini. Tapi aku harus lepas dari Jack, aku nggak mau di kurung di sini selamanya.*batin Via yang terus mencari cara bagaimana bisa keluar dari sini.
"Aku mohon Jack lepasin aku biarin aku hidup tenang di luar sana Jack."ujar Via.
"Nggak akan pernah Via."ujar Jack tanpa bisa di bantah sedikit pun.
*************
Sedangkan di Sekolah Menegah Atas, Lexa sudah bangun dari pingsan nya dan itu membuat lega Regan dan Anya yang sangat mengkhawatirkan kondisi nya.
"Akhirnya Lo sadar juga Lexa, Lo tau gue panik banget saat Lo pingsan."ujar Anya.
"Maaf udah bikin kamu khawatir sama aku Anya."ujar Lexa.
"Udah nggak masalah yang penting sekarang kamu udah sadar itu jauh lebih baik."ujar Anya.
"Siapa yang bawa aku ke sini."tanya Lexa.
"Regan."jawab Anya.
"Terus Regan nya dimana sekarang."ujar Lexa yang tak melihat keberadaan Regan.
"Dia lagi beliin makanan buat kamu."ujar Anya.
"Dimana."ujar Lexa.
"Di kantin lah dimana lagi Lexa."ujar Anya.
"Wah wah wah masih berani ya Lo cari Regan, udah berapa kali sih gue bilang sama Lo buat jauhin Regan. Itu kuping budeg atau gimana sih kok nggak paham-paham ya."ujar Sisil yang baru saja datang bersama teman-temannya.
"Ya terserah Lexa lah kok Lo yang sewot, Regan aja nggak risih tuh di cariin sama Lexa."ujar Anya yang sudah menjadi musuh bebuyutan dengan Sisil.
"Lo tau diri dikit dong Regan itu udah di jodohin sama gue."ujar Sisil dengan bangga nya.
"Baru di jodohin aja bangga belum tentu juga kan Regan mau lanjutin perjodohan nya."ujar Anya.
__ADS_1
"Pokok nya Lo harus jauhin Regan Lexa."ujar Sisil.
"Maaf Sisil aku nggak bisa menjauhi Regan dan kalau kamu mau marah silahkan, tapi jangan pernah kamu coba-coba buat misahin aku sama Regan."ujar Lexa yang entah dari mana mendapat keberanian untuk mengatakan itu.