Istri Di Atas Kertas

Istri Di Atas Kertas
Menyesal


__ADS_3

Kila terus berjalan sampai menuju rumahnya dan tiba di rumah Kila langsung mengenai barang-barang sampai habis tak bersisa.


"Nak kamu kenapa masukin baju kamu ke dalam koper sayang kamu mau kemana Nak."ujar Ibu yang kaget saat melihat Kila masukkan semua bajunya ke dalam koper.


"Kita harus pergi dari sini Bu Lia nggak mau di kota ini lagi Bu Kila mau pergi jauh dari sini Bu."ujar Kila dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Kamu kenapa Nak coba cerita sama Ibu."ujar Ibu yang bingung kenapa anak nya menangis tidak seperti biasanya saat menghadapi masalah yang begitu besarnya.


"Kila nggak mau lagi di sini Bu kita pindah aja Bu kita cari tempat tinggal yang jauh dari Kota ini Bu kalau perlu kita keluar dari Kota ini Bu."ujar Kila.


"Kenapa sayang aaa kamu ada masalah."ujar Ibu karna Kila tidak mau berbagi masalahnya dengan Ibu nya.


"Udah pokoknya Ibu kemasi saja pakaian Ibu sebelum mereka mencari kita ke sini Bu."ujar Kila dan Ibu hanya menuruti ucapan anak nya.


"Ya udah Ibu kemasi dulu pakaian Ibu tapi kamu berhutang penjelasan sama Ibu."ujar Ibu yang langsung bangkit dan menuju ke kamar nya untuk berkemas sesuai keinginan anaknya.


"Lo jahat gue benci sama Lo kenapa gue harus ketemu sama cowok brengsek kayak dia kenapa hikss hiks."ujar Kila yang sangat membenci Mike saat ini karna ucapannya begitu menyakitkan untuk Kila.


"Gue emang cewek miskin tapi gue bukan cewek murahan anj*ing."umpat Kila.


"Gue aja yang bego kenapa gue bisa percaya gitu aja sama cowok Bangs*t itu anj*ing."umpat Kila yang tak bisa menyembunyikan rasa sakit hatinya.


Setelah selesai berkemas Kila langsung menemui Ibu untuk melihat apa Ibu sudah selesai berkemas juga atau belum.


"Bu Ibu udah siap belum bentar lagi mobil yang Kila pesan udah mau sampe Bu."ujar Kila di luar pintu kamar Ibu nya.


"Iya Nak Ibu udah siap."ujar Ibu Kila yang membawa beberapa paper bag dan tas sandang yang berisikan pakaian Ibu nya.


"Ini kertas apa Bu."tanya Kila saat melihat tangan Ibunya memegang sebuah kertas.


"Ini surat tanah sayang Ibu akan jual ini untuk hidup kita ke depannya sampai kamu bisa mendapatkan pekerjaan yang layak."ujar Ibu.


Kila menjadi sedih karna Ibu nya harus menjual rumah yang penuh kenangan dengan Ayah Kila yang sudah meninggal 2 tahun lalu karna kecelakaan.


"Bu maafin Kila karna Kila Ibu harus menjual rumah ini buat kehidupan kita ke depannya."ujar Akila.


"Nak suatu saat nanti kita bisa tebus rumah ini lagi Nak yang penting sekarang nasib kita ke depannya dulu sayang yang harus kita pikirin."ujar Ibu.


Kila langsung memeluk Ibu ada rasa bahagia di hati Kila karna masih memiliki orang tua yang sangat sayang padanya.


*Terima kasih Tuhan karna masih memanjang umur Ibu sampai saat ini.*batin Kila mengucap syukur atas panjang umur Ibu nya.

__ADS_1


"Ayo Nak kita depan nanti kita ke tinggalan kereta untuk berangkat."ujar Ibu


Akhirnya Kila dan Ibu keluar dari rumah dan menunggu mobil yang sudah di pesan oleh Kila untuk mengantarkan mereka ke stasiun kereta api.


"Ibu sebenarnya kita mau kemana sekarang Bu."tanya Kila saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Kita ke rumah Ibu dulu waktu Ibu dan Ayah masih tinggal di desa, di sana kita tinggal sama nenek sepuh Nenek Rohaya nama nya Nak. Ibu sudah ingin sekali untuk mengunjungi Nenek Rohaya tapi belum kesampaian sampe sekarang."ujar Ibu.


"Nenek Sepuh Nenek Rohaya kok aku baru denger sekarang ya Bu."ujar Kila.


"Ibu belum ada kesempatan buat cerita sama kamu Nak."ujar Ibu.


"Jadi kita bakalan tinggal di sana Bu."ujar Kila.


"Iya Nak kita akan tinggal bersama Nenek Sepuh sekalian nolong Nenek Sepuh merancang desain baju pengantin."ujar Ibu.


"Jadi Nenek Sepuh itu seorang desainer Ibu."ujar Kila.


"Iya Nak cuma sekarang sudah jarang sekali orang mau memakai jasa nya karna Nenek Sepuh tidak kuat lagi untuk menjahit semua pesanan para pelanggannya."ujar Ibu.


"Jadi yang bakalan gantiin kerjaan Nenek Sepuh itu kita Bu."ujar Kila.


"Siapa lagi kalau bukan kita sayang."ujar Ibu.


"Kamu tenang aja Ibu bisa menjahit dan yang menggambar desain nya itu kamu Nak."ujar Ibu.


"Ohhh ya udah Bu kalau gitu Kila mau Bu."ujar Kila.


Akhirnya Kila dan Ibu nya langsung berangkat menuju kampung halaman orang tuanya dan tinggal bersama Nenek Rohoya orang tua dari almarhum suaminya.


************


Di Rumah Sakit tempat Kila di rawat sebelumnya menjadi riuh karna Kila tidak berada di kamarnya dan Mike menjadi khawatir dengan kondisi Kila yang belum pulih benar.


"Itu cewek udah sakit masih aja keluyuran takut karna nggak bisa bayar rumah sakit makanya dia kabur gitu aja."ujar Mike.


"Dia nggak mungkin pergi kalau nggak ada orang yang nyinggung perasaan dia. Gimana kalau dia denger semua ucapan Lo makanya dia pergi karna sakit hati sama ucapan Lo tadi."ujar Zio.


"Mana mungkin orang dia pingsan atau jangan-jangan dia cuma akting sakit supaya nggak kerja hari ini nggak bakalan mempan."ujar Mike.


"Ya udah kalau Lo nggak percaya mending Lo pergi ke rumahnya gue yakin saat ini dia dan keluarga udah pergi jauh dari sini."ujar Zio.

__ADS_1


"Alah biarin aja ngapain juga Dateng ke rumahnya palingan besok dia juga masuk kan dia banyak hutang mana mungkin dia mau ngundurin diri dari kantor gue dengan gaji yang lumayan tinggi itu apalagi dia itu sekretaris pribadi gue."ujar Mike dengan bangga nya.


"Ohh ya udah kalau Lo nggak mau dengerin ucapan gue terserah tapi gue harap Lo nggak akan nyesel di kemudian hari karna kehilangan dia."ujar Zio.


"Nyesel ya nggak lah mana mungkin malah gue seneng cewek bar-bar itu udah pergi dari hidup gue "ujar Mike.


"Terserah Lo yang penting gue udah peringatin Lo ya."ujar Zio.


"Hmmm."balas Mike hanya dengan deheman.


Zio memilih untuk pergi dari hadapan Mike karna tak ingin berdebat yang ujung-ujungnya akan membuat hubungan di antara merenggang.


*Apa gue ikutin kata Zio ya buat Dateng ke rumah Kila kalau bener dia ninggalin gue gimana.*batin Mike yang langsung teringat dengan Kila.


ending gue ke rumah dia aja buat mastiin."ujar Mike yang langsung menuju ke mobil yang terparkir.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit akhirnya Mike sudah sampai di depan rumah Kila yang sangat sederhana.


"Permisi."ujar Mike yang mengetuk pintu rumah Kila.


"Permisi."ujar Mike mengulang ucapannya.


"Maaf Tuan anda cari siapa ya."ujar seorang Ibu-ibu yang tidak sengaja melihat seorang laki-laki mengetuk-ngetuk pintu rumah Kila.


"Eehh maaf Bu apa Kila nya ada di rumah."ujar Mike.


"Ooohh maaf Tuan Kila dan Ibu nya sudah pindah dari rumah ini tadi pagi."ujar Ibu itu.


Deg.


"Pindah kemana Bu."ujar Mike.


"Maaf Tuan kalau itu saya kurang mereka hanya berpamitan untuk pindah saja."ujar Ibu itu.


*Jadi Kila beneran pergi dari sini apa-apa bener yang di katakan sama Zio kalau bisa aja Kila denger semua ucapan gue waktu di rumah sakit tadi.*batin Mike yang menyesal telah mengucapkan itu.


"Ohh terimakasih banyak ya Bu atas info nya."ujar Ibu.


"Sama-sama Tuan, kalau begitu saya permisi dulu."ujar Ibu dan Mike hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Lo kemana Kila maafin gue karna udah ngehina Lo tadi gue nggak bermaksud ngomong itu sama Lo."ujar Mike.

__ADS_1


"Akkhhh."teriak Mike frustasi merasa kehilangan orang yang dia sayang untuk ke dua kalinya.


__ADS_2