Istri Di Atas Kertas

Istri Di Atas Kertas
Kemoterapi Pertama Bagi Ara


__ADS_3

Sudah satu Minggu kejadian yang menimpa Lexa dan Ara dan kemarin mereka sudah plbisa pulang dari rumah sakit. Dan sampai detik itu Lana masih belum tau tentang kondisi Lexa dan Ara, yang Lana tau Lexa dan Ara baik-baik bersama Erlan.


Ya Erlan berbohong pada Lana agar Lana tidak khawatir dengan kondisi Lexa dan Ara.


"Lexa sayang nanti kalau kamu udah sampe rumah jangan beri tau Mama soal ini kalau kamu masuk rumah sakit, nanti Mama khawatir sama kamu dan bakalan berimbas sama adik bayi yang ada dalam kandungan kamu nggak mau itu terjadi kan sayang."ujar Erlan yang memberi pengertian pada Lexa dengan penuh kasih sayang.


"Iya Om Lexa paham Lexa nggak akan bilang sama Mama kok kan Papa udah janji mau ajarin Lexa bela diri buat jaga-jaga itu udah cukup kok Om buat Lexa."ujar Lexa.


"Anak pinter."ujar Erlan membelai lembut kepala Lexa.


"Om terus Kak Ara gimana dia nggak pulang sama Lexa."tanya Lexa.


"Kak Ara masih harus di rawat sayang kan luka Kak Ara parah."ujar Erlan.


"Terus kapan Kak Ara pulang nya Om nanti Lexa nggak punya teman di rumah kalau nggak ada Kak Ara."ujar Lexa sedih.


"Setelah Kak Ara sembuh pasti Kak Ara pulang ke rumah lagi sekarang Lexa dulu ya pulang, emangnya Lexa nggak kangen sama Mama dan adik bayi Lexa."tanya Erlan mengalihkan pembicaraannya dengan Lexa.


"Lexa kangen Om."ujar Lexa.


"Ya udah bentar lagi Lexa bakalan di jemput sama Papa buat ketemu sama Mama dan adik bayi tapi Lexa harus janji jangan ceritain ini semua sama Mama okey sayang."ujar Erlan sambil mengacungkan jempolnya.


"Oke Om."ujar Lexa.


Tok tok tok


"Masuk."ujar Erlan dari dalam.


"Gimana semua keperluan Lexa udah siap."ujar Kenzo yang menjemput Lexa.


"Papa."ujar Lexa dan langsung berlari ke arah Kenzo memeluk erat Kenzo seperti orang yang tak ingin berpisah lagi.


"Gimana keadaan anak Papa udah sehat."tanya Kenzo.


"Udah Pa."jawab Lexa.


"Siap bertemu Mama dan adik bayi."ujar Kenzo lagi.


"Siap Pa."ujar Lana.


"Udah siap kita pulang sekarang Mama udah kangen banget sama kamu."ujar Kenzo.


"Ayo Pa."ucap Lexa.

__ADS_1


"Lan gimana kondisi Ara udah ada perkembangan belum."tanya Kenzo pada Erlan.


"Sampai saat ini masih belum ada Ken kondisi Ara masih sangat lemah sekarang."ujar Erlan dengan raut wajah khawatir dengan kondisi Ara.


"Lo yang kuat gue yakin Ara pasti bisa sembuh."ujar Kenzo.


"Thanks atas doa Lo."ujar Erlan.


"Kalau gitu gue pulang dulu Lana udah nanyain Lexa terus dari kemarin."ujar Kenzo.


"Baik dan titip salam gue buat istri Lo."ujar Erlan.


"Oke."jawab Kenzo.


"Ayo sayang kita pulang."ujar Kenzo pada Lexa.


"Ayo Pa."jawab Lexa.


"Om Lexa pulang dulu ya jagain Kak Ara kalau dia udah sehat anterin ke rumah Lexa lagi ya Om."ujar Lexa pada Erlan.


"Iya anak manis nanti pasti Om anterin ke rumah Lexa lagi kalau Kak Ara nya udah sehat."ujar Erlan.


"Om janji ya."ujar Lexa.


"Ya udah kalau gitu Lexa pulang dulu ya Om dadah Om."ujar Lexa sambil melambaikan tangan nya pada Erlan dan Erlan langsung membalas lambaian tangan Lexa.


*Kamu liat Ara ada Lexa yang sangat menginginkan kamu sembuh dan bisa bersama dia lagi seperti dulu.*batin Erlan.


°°°°°°°°°°°°°°°


"Pagi Bos."ujar Kila saat melihat Mike berjalan ke arah ruangannya.


"Hmm."ujar Mike yang malas membalas sapaan Kila.


"Jutek amat."ujar Kila.


"Kenapa nggak boleh terserah gue dong mau jawab atau nggak sapaan Lo."ujar Mike.


*Gue nggak boleh ada rasa sama dia gue nggak mau nyakitin hati Kila buat ke dua kali nya.*batin Mike yang langsung teringat dengan Kila calon istrinya yang sudah meninggal.


"Sewot amat Bos pagi ini lagi kesambet ya."ujar Kila.


"Lo bisa diam nggak."bentak Mike terhadap Kila dan Kila langsung terdiam dengan bentakan Mike ada rasa yang teramat sakit saat Mike membentaknya.

__ADS_1


"Maaf."ujar Kila yang langsung menundukkan kepala nya.


Tanpa pikir panjang Mike langsung masuk ke dalam ruangannya dan meninggalkan Kila begitu saja tanpa rasa bersalah sedikit pun.


Kila hanya berdiam diri saja karna masih kaget dengan bentakan Mike terhadap nya.


Saat jam makan siang Mike keluar dari ruangannya dan menuju ke arah meja Kila.


"Lo nggak makan siang."tanya Mike pada Kila saat melihat Kila masih sibuk dengan pekerjaannya.


"Nggak."jawab Kila cuek tanpa melihat ke arah Mike.


"Ooohh ya udah kalau gitu."ujar Mike yang langsung pergi meninggalkan Kila begitu saja.


Tanpa di sadari air mata Kila jatuh begitu saja dengan sikap Mike pada nya.


"Baru kali ini gue ngerasa sakit hati dalam kerjaan biasanya gue selalu happy tapi kali ini gue nggak sanggup lagi gue ingin berhenti kerja di sini, tapi kalau gue berhenti siapa yang bakalan bayar utang Ibu sama mereka gue nggak mau di jadiin istri sama Tua Bangka itu."ujar Kila dengan deraian air matanya yang mengingat betapa susah nya hidupnya dengan Ibu nya saat ini.


Kila hanya berdiam diri di meja kerja sambil menyelesaikan pekerjaannya yang masih menumpuk, tak ada rasa lapar sedikit pun di perut Kila saat ini yang ada hanya rasa sedih karna selama ini belum bisa membahagiakan Ibu nya yang semakin menua di setiap tahun nya.


*Pokok nya gue harus bertahan kerja di sini toh gaji nya juga lumayan gue bisa bahagiain Ibu dengan gaji gue ya walaupun nggak seberapa sih tapi cukup lah untuk Ibu.*batin Kila yang selalu menyemangati diri nya agar bisa membahagiakan Ibu nya.


Waktu terus berlalu hingga jam pulang kantor pun tiba semua karyawan sudah bersiap-siap untuk pulang tapi tidak dengan Kila yang masih di sibukkan dengan berbagai berkas yang di berikan Mika pada nya tadi sebelum Mike pulang.


Ingin rasanya Kila marah pada Mike karna melimpahkan semua pekerjaan nya pada Kila. Tapi Kila hanya bisa tahan karna kalau Kila melawan Kila takut kalau Mike nanti memecatnya karna berani melawan perintah darinya.


"Aduh capek banget."ujar Kila sambil melihat jam dinding yang saat ini menunjukkan pukul 8 malam.


"Udah jam segini tapi semua berkas ini nggak selesai-selesai."ujar Kila yang sudah tak kuat lagi untuk menyelesaikan pekerjaannya.


"Ibu pasti cemas karna aki belum pulang mending aku hubungin Ibu dulu buat bilang kalau aku lembur hari ini."ujar Kila yang langsung mengeluarkan ponselnya dan langsung menghubungi Ibu nya.


"Hallo Bu apa Ibu sudah tidur."tanya Kila saat panggilan teleponnya sudah di angkat oleh Ibu nya.


"Belum Nak Ibu nungguin kamu pulang Nak."ujar Ibu.


"Ibu tidur aja kayak nya Kila tidur di kantor aja Bu soalnya pekerjaan Kila masih banyak Bu dan besok semua nya sudah harus siap Bu."ujar Kila.


"Ya udah kalau gitu kamu selesain dulu kerjaan kamu tapi inget jangan luoa makan kesehatan itu penting Nak."ujar Ibu.


"Iya Bu."jawab Kila.


"Ya udah kamu selesain dulu gih kerjaan kamu Ibu mau tidur dulu karna besok pagi Ibu harus ambil cucian di rumah Bu Wati."ujar Ibu.

__ADS_1


"Baik Bu."ujar Kila dan langsung mematikan sambungan teleponnya setelah mengucapkan salam terlebih dahulu.


__ADS_2