Istri Di Atas Kertas

Istri Di Atas Kertas
Terpuruk


__ADS_3

Setelah beberapa menit kemudian Lana sudah sampai di kediaman orang tuanya yang sudah terpasang bendera kuning di pagar rumahnya.


Tangis Lana kembali pecah saat teringat semua kenangan manis bersama orang tuanya.


"Ayo masuk sayang."ujar Kenzo yang paham bagaimana terpuruk nya Lana saat ini.


Lana terdiam saat melihat orang tua nya terbaring tak bernyawa di tengah-tengah rumah nya. Di keliling para tetangga dengan raut wajah kaget karena kematian mendadak orang tua Lana.


Lana yang tak sanggup melihat orang tua nya akhirnya jatuh pingsan dan Kenzo yang berada di belakang istrinya langsung sigap menangkap tubuh istri nya.


"Astaga sayang bangun sayang jangan bikin Mas khawatir sayang."ujar Kenzo yang panik saat Lana menutup mata nya.


Tanpa pikir panjang Kenzo langsung mengendong tubuh istri nya dan membawa nya ke ruangan yang lebih agak nyaman agar istri nya tidak terlalu stress memikirkan orang tuanya.


"Tuan oleskan ini ke hidung Nona Lana, ini minyak kayu putih Tuan. Mudah-mudahan bisa membuat Nona Lana sadar lagi Tuan." ujar Asih pembantu rumah tangga Lana.


"Terima kasih Bi."ujar Kenzo dan langsung mengarahkan minyak kayu putih itu pada hidung Lana.


Setelah beberapa menit kemudian akhirnya Lana sadar dan kembali menangis saat teringat orang tuanya.


"Mas aku lagi mimpi ya."ujar Lana.


"Kamu nggak mimpi sayang ini kenyataan, orang tua kamu sudah kembali ke pelukan Tuhan sayang." ujar Kenzo.


"Sekarang aku jadi anak yatim piatu ya Mas."ujar Lana yang entah bagaimana sekarang perasaannya harus kehilangan orang yang dia sayang di waktu yang bersamaan.


"Kamu nggak sendiri sayang ada Mas yang selalu ada buat kamu."ujar Kenzo.


"Bi siapa yang berani lakuin ini semua sama Ayah dan Ibu Bi."ujar Lana yang langsung menanyakan bagaimana bisa orang tuanya jadi korban pembunuhan.

__ADS_1


"Bibi nggak tau pasti Non yang Bibi dengar ada suara tembakan di ruang tamu. Karna Bibi takut akhirnya Bibi sembunyi di atas plafon kamar Bibi." ujar Asih menjeda ucapannya.


"Terus Bi."ujar Kenzo yang merasa aneh kenapa mereka membunuh orang tua istri nya karna setau Kenzo orang tua Lana tidak memiliki musuh atau konflik dengan perusahaan lain.


Akhirnya Asih kembali menceritakan apa saja yang dia dengar saat kejadian pembunuhan itu terjadi.


"Satpam kemana Bi kok dia nggak tau ada orang masuk."tanya Kenzo heran karna saat memasuki rumah Lana Kenzo sempat melihat satpam rumah Lana duduk di kursi luar sambil melayani orang yang tetua berdatangan ke rumah Lana.


"Mang Jaja katanya beli makanan keluar Tuan tapi saat dia pulang beli makanan dia melihat ada mobil yang keluar dari sini Tuan. Terus Mang dapet ini dari mereka saat mereka tidak sengaja menjatuhkan ini di jalan keluar Tuan."ujar Asih yang langsung memberikannya pada Kenzo.


Kenzo langsung mengambil alih benda yang di pegang oleh pembantu Lana dan langsung mengamati benda itu siapa tau ada petunjuk yang dia dapat dari benda itu.


*Benda ini hanya di gunakan geng anaconda, tapi apa masalah mereka dengan orang tua Lana. Gue harus selidiki ini secepatnya.*batin Kenzo.


Proses pemakaman orang tua Lana sudah selesai di lakukan, saat ini Lana termenung melihat dua tumpukan tanah yang masih basah.


Saat ini semua kerabat dengan Lana dan Kenzo masih setia menemani Lana di kuburan orang tua nya.


"Sayang ikhlasin mereka pergi ya."ujar Kenzo yang kasihan melihat Lana seperti orang tidak bernyawa.


Termenung bagaikan tidak memiliki semangat hidup lagi atas kepergian orang tuanya.


"Lana masih belum bisa ikhlasin mereka pergi Mas."ujar Lana dengan air mata yang terus mengalir keluar dari mata indah nya.


"Ini masih terlalu cepat bagi Lana Mas, mereka serentak ninggalin aku Mas hikss hikss. Mereka dunia ku Mas sekarang dunia ku terasa hancur Mas mereka pergi ninggalin aku Mas hikss hikss."ujar Lana yang terasa ini seperti mimpi.


"Sayang masih ada Mas, Lexa dan triplets kamu nggak sendiri sayang."ujar Kenzo yang merasa sangat kasihan dengan istri nya.


"Tapi mereka punya tempat tersendiri Mas di hati aku beda sama Lexa dan triplets."ujar Lana.

__ADS_1


"Iya sayang Mas tau, tapi kamu nggak bisa terus seperti ini nanti kamu sakit sayang. Triplets masih butuh kamu di sisi mereka sayang."ujar Kenzo.


Lana hanya diam saja mendengar ucapan suaminya, benar kata Kenzo kalau dia terus seperti ini nanti bisa sakit dan siapa yang akan mengurus triplets buah hati nya.


"Kamu tenang aja Mas akan selidiki siapa yang udah berani bunuh orang tua kamu, Mas janji bakalan selidiki ini semua sampai tuntas dan orang itu bakalan dapat ganjaran yang setimpal sama apa yang udah mereka lakuin sama orang tua kamu."ujar Kenzo.


Lana hanya diam saja rasa nya saat ini dia ingin pergi menyusul kedua orang tua nya dan bilang kalau dia belum siap untuk di tinggal oleh mereka.


"Sayang kita pulang sekarang ya nanti triplets sama Lexa nyariin kamu."ujar Kenzo.


"Terus nanti Ayah sama Ibu siapa yang nemenin di sini Mas."ujar Lana yang tak ingin meninggalkan kedua orang tua nya sendirian.


Mike, Ara dan Erlan yang melihat keadaan Lana sekarang merasa sangat prihatin melihat kondisi Lana yang harus kehilangan dua orang yang sangat dia sayangi.


"Sayang Ayah dan Ibu udah tenang di sana."ujar Kenzo sambil menunjuk ke arah langit.


"Mereka pergi terlalu tinggi ya Mas, sampai-sampai Lana nggak bisa menggapai langit itu."ujar Lana sambil melihat ke arah langit.


"Udah sayang ikhlasin mereka pergi biar mereka bisa tenang di sana sayang."ujar Kenzo.


"Lana nggak bisa Mas ikhlasin mereka pergi gitu aja Mas sebelum orang yang udah berani renggut nyawa mereka mendekam di penjara Mas."ujar Lana dengan kilatan dendam di mata nya.


"Iya nanti Mas bakalan cari siapa orang yang udah berani bunuh orang tua kamu karna mereka juga orang tua Mas."ujar Kenzo.


"Mas janji harus tangkap mereka sampai dapat mau hidup atau pun mati." ujar Lana yang membuat Kenzo ngeri melihat sifat istri nya yang langsung berubah 180° dari sifat asli nya.


*Astaga bini gue kalau marah ngeri juga ya, kalau dia tau gue juga sering bunuh orang gimana ya reaksi nya. Apa di matanya bakalan keluar api, isss amit-amit dah kalau itu terjadi bisa mati berdiri gue.*batin Kenzo dan Erlan yang bisa mendengar isi hati Kenzo langsung tertawa pelan mendengar curhatan hati sahabatnya itu.


"Iya sayang Mas janji." ujar Kenzo.

__ADS_1


__ADS_2