Istri Di Atas Kertas

Istri Di Atas Kertas
Merindu


__ADS_3

Sudah satu bulan lamanya Ara menjadi baby sitter Lexa dan sekarang Lexa sudah ada perkembangan dia sudah bisa bicara walau hanya pada orang tertentu saja.


Kenzo yang melihat perkembangan adiknya merasa bahagia karna Alexa sudah bisa bicara seperti dulu lagi hanya tinggal interaksi Alexa dengan orang lain yang masih belum bisa mengeluarkan suaranya.


"Nak Papa bahagia sekali saat tau kalau Lexa sudah bisa bicara lagi." ujar Kenzo menyampaikan rasa bahagia pada Alexa.


"A..Alexa ju..ga Pah." ujar Lexa yang masih gugup saat bicara.


"Nggak usah gugup gitu sayang." ujar Kenzo.


"Iya Pah." jawab Lexa.


Lana juga merasa bahagia mengetahui Lexa sudah bisa bicara begitu pun dengan Ara baby sitter Lexa selama satu bulan ini.


°°°°°°°°°°°°°°


"Lexa kamu serius udah bisa bicara lagi." tanya Anya memastikan kalau sahabatnya itu sudah bisa bicara lagi.


"Iya Anya." ujar Lexa tanpa harus menulis lagi untuk menjawab ucapan Anya.


"Aaaa aku seneng banget Lexa kamu udah bisa bicara lagi selamat ya Lexa." ujar Anya yang merasa bahagia saat mengetahui kalau Lexa sudah bisa bicara lagi.


"Selamat Lexa akhirnya penantian kamu untuk bisa bicara sudah selesai dan sekarang kamu nggak perlu nulis lagi untuk berkomunikasi dengan orang lain." ujar Regan yang juga merasa senang saat orang yang dia sayangi sudah bisa bicara.


"Terima kasih untuk kalian berdua karna sudah mau menjadi teman ku dari aku nggak bisa ngomong sampai aku bisa ngomong lagi, kalian berdua nggak pernah ninggalin aku sendiri aku beruntung punya sahabat seperti kalian berdua." ujar Lexa yang merasa beruntung mempunyai sahabat seperti Anya dan Regan yang selalu ada bersama nya baik suka maupun duka.


*Aku akan selalu ada buat kamu Lexa dan nggak akan pernah ninggalin kamu sendiri.* batin Regan.


"Oya nanti kamu di jemput sama Kak Ara lagi." ujar Anya yang juga sudah tau kalau selama satu bulan ini Lexa di rawat oleh baby sitter karna yang Anya tau kalau saat ini Mama Lexa sedang hamil.


"Iya Anya." ujar Lexa yang sebenarnya sangat merindukan saat Lana menjemputnya seperti dulu lagi.


••••••••••••••••


"Mas nanti aku ikut ya jemput Lexa ke sekolahnya udah lebih dari satu bulan aku nggak pernah ikut jemput dia ke sekolah lagi Mas." ujar Lana yang mengutarakan niatnya pada Kenzo untuk ikut menjemput Lexa ke sekolah.


"Ya udah tapi kamu perginya sama aku sekalian kita makan bareng di luar, udah lama juga kan kita nggak makan di luar." ujar Kenzo.


"Mas serius." ujar Lana yang senang saat mendengar kata makan di luar.


"Iya sayang." Jawa. Kenzo yang senang melihat istrinya bahagia.


"Ya udah nanti pulang sekolah kita jemput Alexa sekarang aku mau bilang sama Ara dulu supaya dia nggak jemput Lexa hari ini." ujar Lana.


"Ya udah kamu bilang gih Mas masih ada sedikit pekerjaan yang harus Mas selesaikan sebelum kita menjemput Alexa nanti." ujar Kenzo.


"Baik." jawab Lana yang langsung pergi untuk menemui Ara.


"Hallo Mike gimana kondisi di sana." ujar Kenzo saat panggilan telepon sudah di angkat oleh Mike di sebrang sana.


"Di sini masih terkendali Ken." ujar Mike.


"Sorry gua harus ngebebanin Lo kayak gini." ujar Kenzo yang tak enak sama Mike karna harus mengurus perusahaannya di negara A yang sedang dalam masalah krisis.

__ADS_1


"Lo tenang aja gue nggak ngerasa di bebanin kok lagian kan ini udah jadi tugas gue juga buat bantu Lo ngurus perusahaan." ujar Mike yang memahami bagaimana kondisi Kenzo saat ini.


"Thanks Lo udah mau ngertiin gue." ujar Kenzo.


"Gimana kondisi Lana." tanya Mike yang berusaha mengalihkan pembicaraan agar Kenzo tidak kepikiran dengan masalah yang ada.


"Dia dan juga kandungan nya baik Mike." ujar Kenzo.


"Lana hamil." ujar Mike yang kaget saat mendengar Kenzo mengucapkan kandungan.


"Iya malahan sekarang udah mendekati 3 bulan." ujar Kenzo tanpa beban sedikit pun mengatakannya pada Mike.


"Sialan Lo ya kok nggak bilang-bilang sama gue kalau Lana lagi hamil." ujar Mike.


"Apa urusannya sama Lo dia istri gue bukan istri Lo kan." ujar Kenzo.


"Tapi Lana itu udah gue anggep kayak adek gue sendiri bego." ujar Mike yang tak habis dengan pikir Kenzo yang sama sekali tak memberi taunya tentang kehamilan Lana.


"Erlan aja nggak gue kasih tau ngapain juga gue harus bilang sama Lo." ujar Kenzo enteng.


"Sialan Lo." umpat Mike.


"Udah gue tutup dulu gue harus jemput Lexa ke sekolahnya." ujar Kenzo.


"Ken gue boleh tau gimana perkembangan Lexa." ujar Mike yang sudah sangat merindukan gadis kecil itu.


"Perkembangan Lexa sangat pesat saat ini Lo tau dia udah bisa bicara lagi kayak dulu." ujar Kenzo yang masih merasa bahagia saat mengingat kalau adik kesayangannya itu sudah bisa bicara lagi.


"Gue serius Mike." ujar Kenzo membenarkan ucapannya.


"Gue bakalan pulang dalam waktu dekat ini buat ketemu sama gadis imut nan cantik itu. Gue mau bikin surprise buat Lexa." ujar Mike.


"Gue tunggu kedatangan Lo." ujar Kenzo.


Akhirnya panggilan via telepon Kenzo dan Mike berakhir dengan kabar yang bahagia.


°°°°°°°°°°°°°°°°


Sedangkan di belahan negara lain seorang laki-laki tengah merindukan teman barunya yang beberapa waktu lalu dia temui.


"Baru kemaren rasa gue ketemu sama Ara sekarang udah mau 2 bulan aja gue nggak ketemu saja dia." ujar Erlan yang merasa ada yang kurang dalam hidupnya semenjak berpisah dengan Ara.


"Apa gue pergi buat nemuin dia ya siapa tau setelah liat dia hidup gue jadi lebih tenang lagi." ujar Erlan yang sangat ingin menemui Ara di Jakarta lebih tepatnya di mansion Kenzo.


Tokk Tokk Tokk


"Masuk." ujar Erlan dari dalam ruangan kerjanya.


"Maaf Tuan kalau saya menganggu waktu Anda saya ke sini cuma mau mengingat kan kalau nanti siang Anda ada jadwal makan siang bersama Tuan Andi Grahaja di restoran xx Tuan. Apa anda mau menghadirinya." ujar Rain sekretaris Erlan di perusahaan.


*Bagus saat nya membalas semua perbuatan Tuan Andi yang terhormat pada putri kandung nya sendiri.*batin Erlan yang ingin sekali membalas semua perbuatan Andi pada Ara.


"Baik." jawab Erlan tegas.

__ADS_1


"Baiklah nanti kalau sudah tiba waktu saya akan memberi tahu Anda lagi Tuan." ujar Rain.


"Rain tunggu ada yang mau aku bicarakan sama kamu." ujar Erlan.


"Bicara apa Tuan." ujar Rain.


"Tidak perlu seformal itu kita hanya berdua di sini duduk." perintah Erlan.


"Tapi kita masih di kantor." ujar Rain.


"Mau membantah ucapan saya." ujar Erlan dengan tegas.


"Nggak." jawab Rain cuek.


"Lo tau kalau Tuan Andi punya dua putri." ujar Erlan yang ingin tau apakah sekretarisnya tau kalau Andi memiliki dua putri atau tidak.


"Lo jangan ngacok de Lan, jelas-jelas Tuan Andi itu hanya punya satu putri." ujar Rain.


"Tapi kalau terbukti Andi punya dua putri gimana." ujar Erlan.


"Ya gila aja sih kalau itu benar sedangkan dengan jelas saat ini dia mengaku hanya punya satu putri yaitu Anita. Kalau bener dia punya dua putri terus kenapa dia tidak memberi tau khalayak ramai kenapa malah di sembunyikan." ujar Rain.


"Dan Lo tau putri kedua dari Andi sekarang ada di mana." ujar Erlan lagi.


"Mana gue tau emang gue emak nya yang tau kemana anaknya pergi."ujar Rain yang tak habis pikir dengan ucapan Erlan.


"Ya kali Lo tau." ujar Erlan.


"Gue aja baru kalau Andi punya dua itu aja baru tadi dan Lo lagi yang bilang. Sekarang Lo malah nanya gue tau dimana anak kedua Andi atau nggak, Lo pikir gue peramal apa yang bisa tau dimana keberadaan putri Andi itu." ujar Rain.


"Sekarang dia lagi di mansion Kenzo." ujar Erlan dengan tenang.


"Lo jangan ngada-ngada deh Lan." ujar Rain yang tak percaya sama sekali.


"Buat apa gue ngada-ngada emang bener kenyataannya kok." ujar Erlan.


"Kok bisa." tanya Rain.


"Panjang deh cerita Lo nggak usah tau biar gue aja yang tau." ujar Erlan yang tak mungkin membocorkan yang sebenarnya pada Rain.


"Pelit amat Lo sama gue." ujar Rain.


"Udah nggak usah banyak tanya sekarang gue mau Lo lakuin sesuatu buat bales semua perbuatan Andi sama putrinya. Gimana Lo mau nggak." ujar Erlan menawarkan.


"Apa rencananya." tanya Rain.


"Sini gue bisikin." ujar Erlan.


Rain langsung mendekatkan telinga pada mulut Erlan untuk mengetahui rencana apa yang sedang di pikirkan oleh Erlan saat ini.


"Gimana Lo mau nggak." ujar Erlan.


"Oke siapa takut." jawab Rain dengan cepat.

__ADS_1


__ADS_2