
Setelah kepergian Erlan, Kenzo langsung menutup pintu kembali dan tak lupa menguncinya untuk berjaga-jaga kalau Alexa masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu saat dia sedang bercinta dengan Lana. Kan malu kalau Alexa sampai melihat itu semua di usia yang masih kecil dan belum tau apa-apa.
"Kita lanjutin yang tadi ya sayang." ujar Kenzo dengan gairah yang sudah tak bisa di tahan.
Lana hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas perkataan Kenzo.
Kenzo mulai menempelkan bibirnya kembali ke bibir mungil nan manis Lana sambil melum*at lembut bibir **** Lana.
Lana yang merasakan panas dingin untuk pertama kalinya merasa terbuai dengan permainan lembut Kenzo padanya.
Ciuman Kenzo semakin panas dan lebih menuntut untuk menjelajahi tubuh istrinya yang lain.
Tangan kekar Kenzo tidak bisa diam terus meraba mesra punggung mulus Lana sedangkan tangan yang satu menekuk kepala belakang Lana agar memperdalam ciuman antara mereka.
Kenzo mulai menurunkan resleting dress Lana hingga tampak jelas kulit putih mulus Lana dan itu semakin membuat Kenzo bergairah untuk segera mengelus dan menyentuhnya.
"Kamu sudah siap sayang." tanya Kenzo dengan suara serak menahan gairah.
Lana hanya menganggukkan kepala nya sebagai jawaban.
Kenzo kembali mencium leher jenjang istrinya menyi*ap leher putih milik Lana hingga meninggalkan bekas merah di sana sebagai tanda kepemilikannya.
Tangan Kenzo terus meraba setiap inci tubuh Lana hingga berhenti di gundu*an ke*bar milik Lana. Tangan kekar Kenzo mulai mer*m*s dan menghi*abnya seperti anak kecil.
******* indah keluar dari mulut Lana dan itu membuat Kenzo semakin tambah bergairah.
Kenzo langsung melepaskan seluruh pakaian nya dan juga pakaian Lana hingga kini mereka sudah polos tanpa sehelai benang pun di tubuh mereka.
"Kamu tahan sayang ini akan sedikit sakit tapi setelah itu kamu akan merasakan nikmat yang tiada Tara nya sayang." ujar Kenzo dan Lana hanya menganggukkan kepalanya.
Kenzo mulai menekankan miliknya pada milik Lana untuk menembus selaput dara milik Lana untuk menuju kenikmatan yang tiada Tara seperti dia ucapkan pada Lana tadi.
"Ken sakit." rintih Lana saat merasa sakit pada area miliknya.
"Kamu tahan sayang." ujar Kenzo.
"Tapi ini sangat sakit Ken." rintih Lana yang tidak tahan dengan rasa sakitnya.
Kenzo yang mulai frustasi langsung membungkam mulut Lana dengan mulutnya dan langsung menghentakkan miliknya keras pada milik Lana agar bisa menembus selaput dara Lana.
Dua kali hentakan kini milik Lana dan Kenzo sudah menyatu, darah segar keluar dari milik Lana pertanda kalau sekarang dia tidak perawan lagi.
"Maaf sayang aku terpaksa melakukannya karna aku udah nggak tahan sayang." ujar Kenzo yang merasa bersalah pada Lana setelah melihat butiran bening di sudut mata Lana.
"Nggak apa-apa Ken." ujar Lana.
Kenzo langsung mencium bibir Lana singkat dan langsung menambah kecepatan gerakannya agar lebih terasa lebih nikmat lagi.
"Mmmm."ujar Lana yang berusaha menahan agar tidak mengeluarkan suara.
__ADS_1
"Keluarkan saja sayang nggak usah di tahan kayak gitu." ujar Kenzo.
"Ahhh." ******* itu akhirnya keluar dari mulut Lana.
Kenzo yang mendengarnya langsung menambah kecepatan gerakannya dan ******* itu kembali terdengar di telinganya.
Kegiatan bercinta mereka terus berjalan hingga merasa lelah Kenzo langsung menyudahinya dan langsung merebahkan tubuhnya di samping Lana.
Lana yang sudah kelehan karna ulah Kenzo tanpa sadar langsung tertidur dengan tubuh yang masih polos.
Kenzo yang melihat Lana tertidur merasa kasihan karna ulahnya Lana jadi kelahan seperti ini.
Tapi bukan Kenzo namanya kalau tidak bisa menguasai situasi, tangan nakal Kenzo terus meraba setiap inci tubuh istrinya.
Meremas dan menghi*ab gundukan kembar milik Lana seperti anak kecil yang sedang kehausan
"Ken aku capek biarin aku tidur sebentar ya." ujar Lana yang sudah tak bis menahan kantuknya.
"Kamu tidur aja sayang aku nggak bakalan gangguin kamu tidur kok." ujar Kenzo tanpa sadar telah menganggu tidur Lana.
"Tapi itu tangan kamu jauhin Napa dari dada aku berat tau." ucap Lana.
"Kamu tidur aja aku masih mau kayak gini sayang." ujar Kenzo.
"Tapi Ken." ucapan Lana langsung di potong oleh Kenzo.
"Kalau nggak boleh aku bakalan lakuin yang lebih dari ini kamu mau." ancam Kenzo pada Lana.
Kenzo terus mere*mas gundukan kembar Lana seperti benda kenyal itu sudah menjadi candu untuknya.
Selang beberapa jam kemudian Kenzo kembali ingin melakukan kegiatan mereka tadi.
"Sayang." panggil Kenzo.
"Hmmm." ujar Lana yang masih setia menutup matanya.
"Aku mau lagi." rengek Kenzo seperti anak kecil.
"Ken aku udah nggak kuat Ken." ujar Lana yang masih merasakan lelah pada tubuhnya.
"Kan aku yang bekerja di atas sayang kamu tinggal nikmati saja di bawah. Boleh ya." rengek Kenzo lagi.
"Aku capek Ken." ujar Lana yang berusaha memohon.
"Ya udah kalau gitu mulai besok Alexa nggak akan aku ijinin buat sekolah." ancam Kenzo.
"Kok kamu gitu sih kamu kan udah janji sama aku kalau kamu mau masukin Alexa sekolah, kok sekarang malah nggak jadi sih." ujar Lana yang marah dengan perkataan Kenzo.
"Ya kamu nya nggak mau ngelakuin itu lagi." ujar Kenzo tanpa rasa malu sedikit pun.
__ADS_1
"Ken kita baru selesai Ken masa udah ulang lagi." ujar Lana.
"Pokoknya aku mau lagi." ujar Kenzo yang langsung menindih tubuh Lana dan langsung melancarkan aksinya lagi.
"Tap..." ucapan Lana langsung di potong oleh Kenzo dengan mulutnya.
Kenzo mulai mencium Lana seperti tadi dan kembali merem*as benda kenyal istrinya.
Akhirnya kejadian beberapa jam terakhir terulang lagi Kenzo seperti sudah candu dengan tubuh istrinya.
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Sedangkan di Amerika Bima Ayah kandung Alexa dan Kenzo merasa khawatir dengan keadaan putri kecilnya yang sampai sekarang belum ketemu.
*Nak dimana kamu sayang, maafin Papa selama ini Papa udah jahat sama kamu sayang. Papa terpaksa lakuin ini semua karna Papa nggak mau kamu di jahatin terus-menerus sama Ibu tiri kamu sayang. Papa mohon Nak kembalilah ke rumah Papa sayang.* batin Bima yang menjerit merindukan putri kecilnya.
Drrttt Ddrrtt
"Katakan." ujar dingin Bima setelah tau siapa yang sudah menghubunginya.
"Maaf tuan sampai sekarang kami belum bisa menemukan keberadaan Nona kecil Tuan." ujar orang di sebrang telfon.
"Nggak becus kalian semua mencari anak kecil saja kalian nggak bisa, pokoknya saya nggak mau tau kalian harus bisa menemukan keberadaan putriku secepatnya." bentak Bima pada orang itu.
"Baik Tuan akan kami usahakan untuk keberadaan Nona kecil Tuan." ujar orang itu.
Bima yang sudah tak bisa mengontrol emosi saat mendengar kalau orang kepercayaan nya tidak bisa menemukan keberadaan putrinya langsung mematikan panggilan teleponnya sepihak.
"Dima kamu sekarang Nak, apa kamu baik-baik saja di luar sana. Apa harus saya kabari Kenzo tentang hilangnya Alexa, pasti dia bisa bantu." ujar Bima yang sudah putus asa harus kemana lagi mencari Alexa.
Drrttt drrtt
Ponsel Kenzo berbunyi di atas nakas samping tempat tidur, Kenzo yang merasa terusik dengan dering telepon nya sendiri terpaksa untuk mengangkatnya.
"Hallo." ujar Kenzo dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"Hallo Ken ini Papa." ujar Bima dari sebrang sana.
"Kenapa." ujar Kenzo yang langsung berubah dingin saat tau siapa orang yang sudah menghubunginya.
"Papa boleh minta tolong sama kamu." ujar Bima yang merasa kalau Kenzo masih sangat marah terhadapnya.
"Katakan." ujar Kenzo cuek.
"Alexa hilang apa kamu bisa tolong mencari keberadaannya, Papa nggak bisa menemukan keberadaan adik kamu Ken." ujar Bima memohon bantuan Kenzo.
"Itu bukan urusan saya." ujar Kenzo yang sama sekali tidak peduli dengan permintaan Papa nya karna sekarang Alexa aman bersamanya.
"Papa mohon Ken." ujar Bima yang terus memohon.
__ADS_1
"Kenapa baru sekarang Anda sadar kalau Alexa itu putri Anda selama ini Anda kemana. Dima Anda saat adik saya di siksa oleh istri iblis Anda itu, apa Anda bisa membalas semua perbuatan istri Anda itu pada adik saya. Saya yakin Anda tidak bisa karna mata Anda sudah di buta kan oleh cinta sama istri Anda itu. Cari sendiri karna itu adalah kesalahan Anda bukan kesalahan saya, kalau pun Alexa bersama saya akan saya pastikan Anda tidak akan pernah bertemu dengannya selama saya masih hidup." ujar Kenzo yang langsung mematikan sambungan teleponnya tanpa mendengar dulu jawaban dari Ayah nya.
*Kamu benar Ken ini semua salah Papa Alexa menghilang seperti ini salah Papa karna tidak bisa menjaga dia dari kekejaman Ayu.* batin Bima.