KUPU-KUPU MALAM

KUPU-KUPU MALAM
Adik iparmu


__ADS_3

Hari Minggu pagi


Freya dikejutkan dengan kedatangan Alex yangmasih ter bilang pagi buta. Pukul 6 pagi mobil pria itu sudah parkir di depan rumahnya Freya. Freya yang sedang memasak sangat terkejut mendapat laporan dari adiknya yang tadi sedang menjemur pakaian di halaman rumah. Ia pun bergegas lari ke luar rumah.


"Ya ampun Lex kamu cepat sekali datangnya?" tanya Freya heran dan bingungnya menatap Alex yang sudah rapi. Masih pukul 06.00 pagi, padahal Freya rencananya pulang malam. Karena hari ini dia masih ingin menemani ibunya. Seandainya adiknya itu tidak ada ujian semester. Freya sudah mengajak Ibu serta adiknya ke kota. Tapi sayang sekali besok Hana mengikuti UAS dan sebulan ini Hana akan terus mengikuti berbagai macam ujian di sekolahnya. baik teori maupun praktek. Karena Hana sudah duduk di kelas 12.


"Besok pukul 8 pagi, kita diminta Bu Melva menghadap. Jadi, sebaiknya kita pulang pagi ini. Kalau kita besok pulang, takut gak terkejar ke kampus. Ingat, selasa kita sidang skripsi. Kamu sih, hapenya mati terus. Bu Melva nanyain kamu." Cerocos Alex memililh duduk di kursi kayu di teras rumahnya Freya.


"Eemm.. iya ya? tapi kan biasanya terkejar ke kampus kalai jam 8. Nanti malam kita pulangnya sekitar jam 7 malam gitu, habis magrib. Kan pukul lima pagi da sampai kota Medan." Sahut Freya malas.


"Freya perjalanan di malam hari itu sangat berbahaya, ditambah kamu akan ujian skrispsi. kamu perlu persiapan yang matang agar kamu dapat nilai A." Jelas Alex melirik Freya yang terlihat cantik dengan baju dinas khas emak emak. Apalagi kalau bukan daster. Mana rambut panjangnya digulung sempurna ke atas, sehingga menampilkan leher putih jenjangnya Freya. Kalau di kampus keseharian pakaian Freya sangat rapi dan sopan. Tak pernah kenakan pakaian ketat.


"Iya sih," Sahut Freya bingung. Ia pun tersadar, kalau Alex sedari tadi menatapnya terus. "Apa lihat lihat, mau ku ketuk kepalamu pakai spatula.?" ketus Freya kesal.


"Iihh.. Sadis.. ". Alex bergidik bahu, memanas manasi Freya. Ia suka lihat Freya kalau cemberut. "Cepat sana buatkan Abang kopi. Abang suka kopi yang manis ya, bukan kopi yang pahit." ujar Alex tertawa lebar, sehingga giginya yang tersusun rapi itu terlihat jelas.


"Iih.. Buat repot aja. Entah kenapa datang pagi-pagi sekali." Sahut Freya cemberut, bergegas ke dapur. Ia akan buatkan kopi untuk Alex. Sekalian ia akan berikan Alex sarapan goreng pisang pakai pulut ketan. Pagi ini Freya ingin sekali memakan makanan itu. Jadi, ia sempatkan dirinya memasak pulut dan masak goreng pisang.


"Waahh.. Makanan favorit!" ujar Alex semangat. Wajahnya bersinar sinar saat ini. Ia juga mengosok gosokan tangannya, karena antusias ingin menyantap makanan yang di hidang Freya.


"Emmm.. Yang gratis memang selalu enak." Sahut Freya tersenyum kecut.


"Heehhe.. Makasih Freya cantik, soleha dan baik hati."


Deg


Ucapan Alex yang mengalir begitu saja sedikit mengusik hatinya Freya, dia jadi teringat dengan dirinya yang seorang pelacur. Seketika raut wajahnya mendadak mendung.

__ADS_1


"Aku lanjut masak ya Lex." Ujarnya lemah. Tanpa menunggu jawaban Alex, Freya bergegas kembali ke dapur. Dan saat itu juta sang ibu keluar dari kamar. Berpapasan dengan Freya.


"Apa Alex sudah datang nak?"


"Sudah bu!" Sahut Freya datar.


Sang ibu tersenyum tipis. "Ibu akan temani Alex sarapan. Dan kalau masakanmu sudah siap, bawa ke teras aja sayang. Kita sarapan di teras rumah." Ujar sang ibu senang.


"Jangan Bu kita sarapan di dalam rumah saja nggak baik dilihat tetangga." Sahut Freya sedih.


"Baiklah, siapkan semuanya!" titah sang ibu bahagia.


"Iya bu." Jawab Freya datar. Entah kenapa mendadak suasana hatinya berubah jadi buruk.


***


Sedangkan Alex yang mengerti akan keadaan Freya memilih diam juga selama perjalanan. Ia duduk di sebelah sopir, sedangkan Freya duduk di bangku barisan kedua. Percakapan di antara mereka hanya terjadi di saat mereka beristirahat di rest area


"Freya bangun.. Kita sudah sampai." Ujar Alex, menggoyang lembut lengannya Freya. "Eya... Bangun...!" tak ada respon dari Freya Alex kembali menggoyang lembut lengan wanita yang masih tertidur pulas itu. "Eya...!"


"A.. Apa...? booking, gak... Aku gak mau diboking." Ujar Freya tanpa sadar. Ia sepertinya ngigau.


"Heii.. Bangun... Siapa juga yang mau boking kamu..!" Ucap Alex, masih menggoyang lengan Freya


Freya membuka matanya cepat, ia terkejut mendengar ucapan Alex. Ia memutar lehernya, menatap sekeliling dengan herannya.


"Kita di mana Lex?" tanyanya bingung, tempat ia berada saat ini sangat asing. Di hadapannya berdiri sebuah rumah kokoh man mewah berlantai tiga. Sangat besar sekali. "Ini rumahmu? bukannya kamu ngekost? ehh... Aku lupa, kamu kan anak orang kaya." Ujar Freya manyun, ia sedikit kecewa pada Alex yang. Ternyata Alex banyak menyimpan rahasia selama mereka berteman.

__ADS_1


"Iya, ini rumah keluargaku yang di kota. Tapi, aku kan kost juga." Jelas Alex, Freya hanya manggut manggut, ia terlihat kurang tertarik membahas kehidupan Alex, karena Alex penuh misterius. "Ayo kita masuk ke dalam. Aku mau anterin laptop ini pada Mahesa. Semalam dia lupa bawanya. Makanya, aku cepat balik ke kota, karena laptop ini juga sih. Ada sih jet pribadi. Tapi, lagi dipakai ayah ke Kalimantan." Jelas Alex serius.


Freya mendengar kan penjelasan Alex dengan seksama. Mengait ngaitkan ucapan Alex tempo dulu dan sekarang. Sekitar seminggu lalu kan, Alex pernah bilang. Mau ajak dia ke kalimantan. Mereka akan kerja di sana dan ia menawarkan Freya untuk dinikahi. Berarti Alex bohong lagi. Seingat Freya, Alex bilang. Ia diminta keluarga jauhnya kerja di Kalimantan. Eehh.. Nyatanya, ia sendiri pemilik perkebunan itu.


"Gak, aku nunggu di sini saja." Sahut Freya lemah.


"Lex....!" Suara seorang pria terdengar kuat dari beranda rumah megah itu.


Freya yang penasaran menoleh ke asal suara. Ia seperti pernah dengar suara itu, tapi gak jelas.


"Iya, Tunggu sebentar!"


" Cepat... Aku butuh sekarang..!" Ujar pria itu kasar. Bahasa tubuhnya terlihat sombong dan angkuh.


Freya yang penasaran, menajamkan penglihatannya. Tapi, ia kurang bisa mengenali pria yang mengajak Alex bicara dari jarak jauh itu.


"Ayo turun, aku kenalkan kamu pada calon adik iparmu. Itu adikku Mahesa." Ujar Alex tersenyum bahagia dan puas. Ia suka kalau sudah melihat Freya memanyunkan bibirnya.


***


Bersambung


Hai sayang Readers tercinta. Tinggalkan jejak like komentar positifnya ya? 😁❤️😍 Jangan lupa di subscribe dulu baru dibaca ceritanya. Dibaca penuh penghayatan ya sayang. Jangan di skip.


Terima kasih, belum terima gaji


,😁

__ADS_1


__ADS_2