KUPU-KUPU MALAM

KUPU-KUPU MALAM
Hilang


__ADS_3

Siang ini, Freya keluar rumah. Ia mau beli alas tidur di kamarnya. Tak usah ranjang, ambal yang tebal dan lembut atau matras pun tak apa. Yang penting tubuhnya tidak langsung menyentuh lantai saat istirahat.


Freya naik angkutan umum mencari toko perabot rumah tangga. Ia tak hapal tempat mereka tinggal. Walau ia sudah terbilang lama tinggal di kota Medan itu. Perumahan yang mereka tempati memang jauh dari pusat kota. Hampir setengah jam Freya berada di dalam angkutan yang cukup padat itu. Hingga ia melihat toko penjual perabot rumah tangga yang lengkap.


"Minggir Bang...!" Ujarnya sedikit keras pada sang supir. Angkutan pun menepi, ia pun turun dari mobil itu. Bergegas masuk ke dalam toko. Setelah melihat lihat barang di dalam toko itu, Freya akhirnya tertarik untuk beli kasur springbed inthebox nya rafi ahmad. Harganya lumayan terjangkau dan empuk.


"Jadi, ini springbed jika saya buka pembungkusnya akan mengembang bang?" tanya


Freya dengan penasarannya pasalnya kasur yang masih dalam kemasan itu terlihat tipis.


"Iya kak, setelah bungkusnya dibuka, springbednya akan mengembang." Sahut si pelayan toko ramah.


"Baiklah, aku beli yang ukuran 4 kaki saja." Ujar Freya dengan sopan.


Dalam hati ia senang sekali. Akhirnya malam ini, ia bisa tidur dengan nyaman. Mana dapat bantal dan guling.


Freya merogoh tas ranselnya. Ia akan membayar belanjaannya.


Deg


Saat itu juga Freya dibuat jantungan. Karena ia tak menemukan dompetnya di dalam tas nya.


"Ma, mana dompetku?" ujarnya panik masih merogoh tas ranselnya dengan tidak sabarannya. Saking paniknya Freya saat ini, ia berjongkok kemudian mengeluarkan semua isi tasnya. Sial... Ia tetap tidak menemukan dompetnya di dalam tas itu. Dan yang buat dia tercengang. Ia pun tersadar bahwa dompetnya telah dicuri, terbukti tas nya itu koyak, kena silet.


"Kenapa Kak?" tanya si pelayan toko ramah.


Freya menatap lemas si pelayan toko. "Dompetku hilang bang!" Jawabnya lirih, mata sudah berkaca kaca.


"Ya ampun, memang sekarang lagi musim maling."


"Iya bang. Maaf ya, aku gak jadi beli." Ujarnya lemah, mata sudah mulai menggenang air mata. Entah kenapa Freya akhir akhir ini sangat sensitif. Biasanya ia adalah wanita yang kuat dan tegar.


"Oouuww... Bisa COD koq kak. Tinggalkan alamatnya saja." Ujar Pelayan toko itu ramah.


Freya nampak berpikir sejenak. COD? Ia sama sekali tak memiliki uang sepeserpun di rumah. Kalau pakai COD siapa yang akan membayar. Tak mungkin dia meminta pada suaminya. Suaminya saja jijik melihatnya. Meminta pada mertua dia takut nanti gara-gara hal itu suaminya malah makin marah padanya. Karena suaminya mengatakan, orang tuanya tak boleh ikut campur dalam urusan rumah tangga mereka.


Freya menatap enggan si pelayan toko. "Ma, maaf ya bang, aku gak jadi beli." Ujar Freya sedih. Kedua tangan mengatup untuk minta maaf.

__ADS_1


Ekspresi wajah pelayan toko mendadak masam menatapnya. "Ya sudah, buat capek aja!" ketus si pelayan toko. Kembali memasukkan barang ke gudang. Syukur Freya periksa dompetnya sebelum bayar ke kasir. Sempat sudah sampai ke kasir malu sekali dia.


***


Freya terlihat bingung di trotoar jalan. Ia berdiri di bawah pohon yang rindang, sambil memikirkan apa yang akan ia lakukan. Ia mau pulang, tapi gak ada ongkos. Apa ia hubungi adiknya Hana? tapi Hana sedang les, persiapan masuk perguruan tinggi.


Lama Freya berdiri di bawah pohon rindang itu. Akhirnya ia pun berpindah tempat setelah merasakan kakinya pegal hingga ke perut bagian bawahnya. Terlalu bodoh rasanya, jika ia harus jalan kaki pulang ke rumah.


Ia rogoh ponsel dari tas nya. Ia tak mau jadi bodoh, ia memutuskan untuk menghubungi ibu mertua nya saja. Jika ibunya banyak tanya. Ia bilang saja, uangnya hilang dan tak mungkin ganggu sang suami kerja dengan minta dijemput. Ia tak boleh banyak mengadu pada ibu mertua mya itu, atas sikap Mahesa yang keterlaluan, karena ia tak mau ibu mertuanya jadi kepikiran.


"Ya Tuhan... Pulsa juga habis. Paket data juga habis. Koq, aku apes banget sih?" keluhnya dengan kesal. Akhir akhir ini hidupnya apes mulu. Apa karena ia pernah jadi P S K, sehingga ia ketiban sial terus.


Freya kembali duduk termenung, kini ia telah berpindah tempat. Saat ini ia sudah duduk di halte. Tak mau buang waktu di tempat itu, ia pun kepikiran untuk meminta uang kepada wanita mudah di sebelahnya. Terlihat wanita itu seorang karyawan.


"Kak, " Sapa Freya ramah, memegang lengan atas wanita itu dengan sopan. Si wanita yang di sapa Freya menoleh ke arahnya.


"Ya Kak,?" Sahut si wanita itu ramah.


Dengan ragu, freya meminta uang pada wanita itu sebanyak 10 ribu.


"Oouuww.... Sebentar ya kak?"


"Makasih banyak, semoga kakak dilimpahkan rezeki yang banyak." Ujar Freya dengan mata yang berkaca kaca. Ia meraih tangan si wanita muda itu, dan mencium punggung tangan itu dengan senangnya.


Tin


Tin


Tin


Suara klakson terdengar kuat dan tak sabaran. Orang orang yang ada di halte menoleh ke asal suara. Termasuk Freya.


"Abang Alex...!" Ujarnya tercengang. Saat ini Alex melihat ke arahnya. Dan bergegas turun dari mobil menghampirinya cepat.


"Eya, ngapain kamu di sini?!" tanya Alex dengan bingungnya.


Freya bangkit dari duduknya dengan cepat.

__ADS_1


Bruuggkk


Ia peluk Alex tanpa sadar. Ia sangat sedih, butuh orang untuk bersandar.


Hua


Hua


Hua


"Aku haus, aku haus sekali..!" Ujarnya terisak dalam pelukan Alex.


Freya merasa sangat sedih sekali. Ia haus dan kelaparan, karena ia berangkat dari rumah pukul 11 siang dan sekarang sudah pukul 16.20 Wib. Ia belum makan siang.


"Ka, kamu kenapa?" Tanya Alex dengan penuh kekhawatiran.


"Apa kamu ditelantarkan si Mahesa?" Tanya Alex dengan kesal.


Freya terdiam, tapi ia sudah melepas pelukannya.


"Ayo masuk!" Alex menuntun Freya masuk ke dalam mobil.


"Eeeh... Tunggu dulu," Freya turun lagi dari mobil. Mengembalikan uang si cewek tadi. "Makasih ya kak, gak jadi minjam aku!" Ujarnya ramah, senyum manis tercetak jelas di pipinya yang berlesung pipit.


Kini mobil telah melaju, Alex memaksa Freya untuk cerita. Freya pun cerita, kalau ia ingin belanja dan dompetnya hilang. Pulsa habis, paket data habis. Freya tak cerita kalau ia keluar mau beli springbed. Takut Alex banyak tanya, sehingga malah menambah masalah rumah tangganya.


"Koq kita berhenti di sini?" Tanya Freya bingung. Di depan mereka ada sebuah restaurant.


"Kamu bilang tadi kamu lapar. Kita makan dulu!" Ajak Alex sudah turun dari mobil.


Emmm.. Freya nampak berfikir. Ia lihat jam di dashbord mobil nya Alex. Sudah pukul 17.02 Wib.


"Gak bang, kita pulang saja. Sudah sore sekali. Aku belum masak."


"Ngapain kamu capek capek masak, nanti aku bungkusin makan malam kalian." Ujar Alex tegas. Freya tak bisa menolak ajakan Alex. Mereka pun Akhirnya masuk ke dalam restaurant itu.


***

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2